"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Malam hari
Nina masih sibuk duduk didepan laptop sembari mengecek dokumen yang di kirim oleh Lukas.Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu kamarnya.
"Tok...tok..."
Nina membuka pintu kamarnya dan berdirilah dua sosok wanita didepan pintu kamar.
"Kami kira kamu lagi sedang tidur." ucap Airin yang terlihat begitu rapi.
"Kalian berdua rapi sekali." ucap Nina melihat penampilan Airin dan Lina terlihat berbeda.
"Pastinya dong,kami mau keluar cari makan malam sekalian juga kami mau ngajak kamu keluar bersama-sama kami berdua.Bagaimana,apa kamu mau?" tanya Airin yang terlihat begitu antusias.
"Baiklah,tapi aku ganti baju dulu." jawab Nina yang langsung ekspresi mereka berubah bahagia.
"Oke Nin,kami tunggu di luar ya." Airin dan Lina bergegas keluar menunggu Nina, sedangkan Nina berganti baju santai dengan jaket hitamnya.
Setelah Nina sudah siap barulah mereka pergi meluncur ke lokasi yang akan mereka kunjungi.
Mereka bertiga sampai di lokasi pinggir jalan, yang dimana mereka makan dipinggir jalan yang saat itu suasana dipadati orang yang notabene anak-anak kampus banyak mengunjungi lokasi itu.
"Kamu pilih menu apa?" tanya Luna pada Airin.
"Aku pilih ini dan minumannya ini." Airin menunjuk gambar di buku menu.
"Kalau kamu, Nin?" tanya Airin pada Nina yang terlihat sedari tadi terdiam mengawasi lokasi itu.
"Terserah kamu saja, aku ikut saja." jawab Nina yang tak terlalu mempermasalahkan menu makanan pilihan mereka.
Akhirnya mereka menunggu pesanan makanan mereka datang."Bukannya itu Yogi sama temannya." bisik Lina sembari menunjuk kearah depan mereka.
"Itu benar,kenapa kita sampai bertemu lagi dengan mereka." Dari kejauhan Doni menyadari sesuatu sembari menepuk bahu Yogi.
Doni membisikkan sesuatu ditelinga Yogi yang akhirnya mereka bertiga menghampiri mereka.
"Tak disangka kita bertemu lagi." sapa Yogi yang akhirnya mereka makan di satu meja dengan mereka.
"Mau apalagi kamu,apa sengaja ingin buat onar." ucap Airin yang terlihat begitu kesal.
"Jangan begitu,kita kan berteman." Yogi masih saja bercanda,dari sisi lain Andra menatap wajah Nina yang saat itu duduk tepat didepan dia.Reaksi Nina hanya terdiam sesekali mengawasi ketiga pria yang baru saja datang.
"Sepertinya kalian punya teman baru,kenalin dong." ucap Yogi yang secara berani menggoda Nina.
"Kamu jangan seenaknya pengen tahu,dia itu teman baru kami." jawab Airin yang masih saja marah dan kesal pada Yogi.
"Perkenalkan namaku Yogi, ditengah Doni dan paling ujung itu adalah Andra." Yogi dengan semangat memperkenalkan diri.
Nina hanya terdiam melirik kearah Lina,"Mereka ngekost didepan kost kita." ucap Lina dengan senyuman.
Nina hanya terdiam sembari melihat wajah mereka satu-persatu,"Perkenalkan dia Nina teman baru kami." Lina dengan ramahnya memperkenalkan Nina pada mereka.
"Oh Nina." gumam Yogi yang akhirnya pesanan makanan mereka sudah datang.
Mereka menikmati makan malam bersama walaupun Nina terlihat lebih memilih diam dan nikmati makan malamnya.
Setelah selesai makan Nina mengecek ponselnya bergetar,yang dimana ia mendapatkan pesan dari Lukas mengenai pekerjaan.
Nina terdiam begitu lega, mendapatkan informasi dari Lukas,"Sebentar lagi akan selesai." batin Nina yang lebih fokus dengan ponselnya dan tanpa Nina sadari diam-diam Andra melirik kearah Nina.
"Kenapa wanita ini lebih dingin." batin Andra yang menilai Nina berbeda dengan wanita lainnya yang mungkin sebagai wanita akan bersifat manja tapi tidak dengan Nina yang lebih memperlihatkan sikap tegasnya.
Nina berdiri dari tempat duduknya,"Sebentar aku angkat telepon dulu." Nina langsung pergi menjauh dari tempat itu.
Yogi diam-diam penasaran dengan Nina," Teman kalian yang bernama Nina itu apa sudah memiliki pasangan?" pertanyaan itu langsung membuat Airin curiga.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu,apa mungkin diam-diam kamu..." belum selesai Yogi langsung memotong pembicaraan Airin.
"Jangan salah paham dulu,aku bertanya seperti itu hanya untuk membantu temanku agar mereka saling berkenalan." jawab Yogi dengan santai.
"Maksud kamu?"
"Aku hanya ingin membantu temanku Andra agar dia saling berkenalan." Mendengar namanya disebut spontan membuat marah Andra.
"Apa-apaan,kamu bicara seperti itu."Andra begitu marah tak terima dengan apa yang Yogi Katakan.
"Bukannya kalian pernah bertemu,dan kamu merasa penasaran dengan siapa dia." perkataan itu langsung membuat Andra kaget dan tak percaya begitu embernya mulut Yogi.
"Yogi." dengan nada menekan.
"Sudahlah,jangan berpikiran aneh.Bukannya lebih bagus bisa move on dari dia." kemarahan Andra makin terpancing.
Andra menatap Yogi dengan tatapan tajam,"Sudah,kenapa kalian berdua malah bertengkar." Doni mencoba menengahi keduanya yang malah meributkan hal yang tidak penting.
"Kalian berdua aneh, kalau kalian ingin tahu perihal itu lebih baik kalian bertanya langsung dengan orangnya bukan bertanya pada kami."Ucap Lina yang tak habis pikir dengan cara pikiran mereka.
Sedangkan di lokasi Nina sekarang,ia sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya.
"Awasi betul barang yang kalian kirim,jika ada seseorang yang sengaja membuat terhambat pengiriman kita langsung saja kamu habisi orang itu jangan berikan dia kesempatan untuk hidup " ucap Nina yang diliputi rasa amarah jika mana ada orang yang sengaja berani mengusik pekerjaannya maka ia tak akan memberikan kesempatan pada orang itu.
Sisi kejam Nina alias Angel makin memperjelas sisi lain dalam jika Nina. Walaupun namanya berbeda tapi tetap satu jiwa.
Nina kembali masuk menemui mereka yang sedang asyik mengobrol,kedatangan Nina membuat satu ruangan terdiam dan masih seperti diawal Nina tak begitu banyak bicara dan lebih menikmati minuman dinginnya.
Andra diam-diam melirik kearah Nina yang lebih banyak diam daripada temannya yang begitu asyik mengobrol.
Pada akhirnya mereka pulang dengan membawa sepeda motor mereka masing-masing.Tak disangka hujan turun sangat deras hingga Nina terpaksa berteduh disalah satu ruko yang saat itu tutup.
Dibelakang ada Andra yang ikut berhenti di tempat yang sama.Nina yang melihatnya hanya terdiam dan fokus ke jaket miliknya yang sudah basah kuyup.
"Tunggu sampai hujan reda." ucap Andra yang memulai pembicaraan mereka berdua.
Nina hanya melirik,dan masih saja ia terdiam tak membalasnya.Nina mengecek ponsel miliknya, yang ternyata diam-diam ia sedang mengirim pesan dengan seseorang.
"Perkenalkan namaku Andra." ia mulai memberanikan diri berkenalan dengan Nina."
"Nina." jawab singkat Nina yang tak begini menghiraukan pria yang ada di sampingnya.
"Oh Nina." jawab Andra yang mulai menunjukkan sifat yang berbeda pada Nina.
Biasanya wanita lain lebih berani menggoda dirinya,tapi lain dengan Nina yang lebih cuek dan tidak terlalu peduli pada dirinya.
Karena hal itu dirinya begitu penasaran dengan wanita yang baru ia kenali.