Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Lu Chengyan
Tatapan nyonya tua begitu tajam pada Mei Huarin. Bahkan di sebelahnya, jenderal sudah duduk di dekat Shen Meiren.
Mei Huarin menghela nafas kasar. Dia menatap pecahan cangkir giok yang ada di lantai.
"Kamu ini istri durhaka ya! kenapa kamu sampai menyuruh suamimu tinggal di kediaman jenderal? memangnya kamu pikir kamu kepala keluarga di kediaman Jinxi ini?" suara nyonya tua terdengar keras.
Saat nyonya tua bicara, urat lehernya jelas terlihat. Bahkan beberapa kali menggunakan tongkat hitam itu untuk menunjuk ke arah Mei Huarin.
Mei Huarin kembali menghela nafas panjang. Dia membenarkan ujung lengan bajunya dan menatap ibu mertuanya itu.
"Aku tahu ibu memang sudah tua, tapi ibu belum pikun kan? kediaman Jinxi, adalah kediaman yang diberikan kaisar untuk putri Chenping! bukan kediaman untuk Jenderal Lu Yansheng"
Duk
Nyonya tua memukulkan tingkatnya ke lantai lagi.
"Kurang ajar, tidak sopan! berani kamu sebut nama suami kamu seperti itu? dimana letak rasa hormat mu! seorang wanita setelah menikah, maka harus menganggap suaminya seperti langitnya. Sejak dulu kamu ini memang tidak tahu tata krama, membuat emosi saja..."
Nyonya tua memegang dadanya, dia sangat marah sampai dadanya terasa sakit.
"Ibu!"
"Nyonya tua!"
Jenderal Lu dan Shen Meiren berebut perhatian, memperhatikan nyonya tua Wang. Sedangkan Mei Huarin hanya diam berdiri di tempatnya.
"Ibu, ibu ini apa-apaan sih? kenapa bersikap kasar seperti itu pada nenek. Aku baru di angkat menjadi pejabat tingkat 4 di biro pengadaan barang. Bagaimana kalau ada yang mendengar masalah ibu yang begitu picik dan cemburuan, membuat ayah tinggal di halaman samping. Apa kata para pejabat? mereka akan menjauhiku, pekerjaanku bisa bermasalah!"
Lu Chengyan yang sejak tadi diam, mulai bicara. Di belakangnya, istrinya berdiri dengan kepala tertunduk. Gadis itu sedang hamil, tapi malah disuruh berdiri. Memang beginilah kehidupan jaman dulu. Para pria selalu merasa mereka adalah raja di rumah tangga masing-masing.
Mei Huarin menatap anaknya itu. Anak yang dengan susah payah dia kandung selama 9 bulan, anak yang dengan susah payah dia lahirkan saat itu ketika dia berusia masih sangat muda, masih 17 tahun. Usia di jaman ini, bahkan usia seperti itu biasanya sudah punya 2 anak.
Dia menatap Lu Chengyan, seingatnya yang memberinya pekerjaan di biro pengadaan barang adalah Mei Huarin. Kalau bukan Mei Huarin yang minta kepala Bei disana meminta pada kaisar merekomendasikan Lu Chengyan, anaknya yang memang tidak sepintar Lu Yanzhi itu, mana bisa mendapatkan pekerjaan itu.
Meski anak putri Chenping, tapi Lu Chengyan bahkan hanya juara 30 besar ujian negara. Apa yang bisa di banggakan dengan hal itu.
Dan sekarang, anak itu bicara tanpa berdiri pada ibunya. Dan mengatakan sesuatu yang membuat Mei Huarin nyaris mengusap dadanya. Anaknya itu mengatakan dia picik dan pencemburu.
Mei Huarin terkekeh pelan.
"Aku lupa kalau aku punya putra yang sudah menjadi seorang pejabat tingkat 4. Tapi aku rasa kamu juga lupa Chen'er. Kalau jabatanmu itu di dapat dari niat baik ibumu ini!"
"Ibu!" protes Lu Chengyan.
Lu Chengyan yang tidak mau semua orang tahu, dia hanya mengandalkan nama ibunya yang seorang putri Chenping itu segera berdiri dan menepuk pegangan kursi.
"Ibu, apa yang ibu katakan? aku menjadi pejabat tingkat 4 itu karena aku mampu...!"
"Yang kamu sebut mampu itu, peringkat 30 dari 50 orang yang ikut ujian negara? kalau begitu kamu memang benar-benar mampu!"
"Ayah, lihat ibu!" akhirnya Lu Chengyan hanya bisa mengadu pada ayahnya.
Jenderal Lu berdiri.
"Nyonya, jangan terlalu keterlaluan seperti itu! Kamu mau sampai kapan membuat keributan seperti ini?" tanya jenderal Lu.
Pertanyaan itu terdengar, seolah yang membuat keributan selama ini adalah Mei Huarin. Mei Huarin sungguh tak bisa percaya semua ini, dia bahkan merasa dirinya dulu begitu bodoh. Kalau tidak, bagaimana bisa mencintai pria yang bahkan tak bisa membedakan benar dan salah seperti suaminya itu.
"Seingat ku yang ingkar janji adalah jenderal! jadi sejak kapan aku menjadi seorang yang membuat keributan di sini?"
"Nyonya..."
"Kalau memang tidak ribut? kenapa meminta Jenderal pindah ke halaman samping, kediaman jenderal itu kecil, Mei Huarin. Anakku adalah jenderal tingkat satu kerajaan Jinhuan. Mana pantas dia tinggal di kediaman kecil yang bahkan tidak ada seperlima kediaman Jinxi!" sela Nyonya tua.
Xueyao yang ada di belakang Mei Huarin, sejak tadi bahkan sudah meremass tangannya sendiri. Dia merasa semua orang di depan nyonyanya itu sungguh tidak tahu malu. Sejak tadi menyalahkan nyonya nya. Padahal, jelas-jelas mereka tinggal dan menikmati semua kemewahan hasil kerja keras nyonya nya.
'Nyonya, jangan menyerah nyonya. Terus lawan mereka. Semua ini milik anda, jika memang harus ada yang mengalah, maka itu bukan anda nyonya. Itu seharusnya mereka!' batin Xueyao.
Gadis berusia 26 tahun yang sudah ikut Mei Huarin sejak usianya 9 tahun itu benar-benar geram.
"Kediaman Jinxi, adalah hadiah dari kaisar untuk putri Chenping. Sebelum putri Chenping menikah dengan jenderal. Kediaman ini sudah diberikan pada putri Chenping. Jadi, tentunya putri Chenping berhak menentukan siapa yang bisa tinggal dan tidak bisa tinggal di kediaman Jinxi!"
Duk
Nyonya tua itu lagi-lagi memukulkan tongkat ke lantai dengan keras.
"Kurang ajar! kamu sejak tadi terus menyebut tentang putri Chenping. Apa kamu lupa, selain putri Chenping kamu adalah nyonya jenderal?" tanya nyonya tua Wang.
"Nyonya, Meiren sudah hamil. Sebentar lagi kandungannya akan membesar, jika aku tidak segera menikahinya..."
"Aku sudah katakan! mau Jenderal menikahi wanita simpanan Jenderal itu atau tidak! sama sekali bukan urusanku! yang jelas jenderal sudah mengingkari janji. Sayangnya di jaman ini tidak ada perceraian dari pihak wanita. Aku tidak akan mempersulit kakak kaisar. Tapi aku tidak ijinkan, wanita simpananmu itu tinggal di kediaman Jinxi!" tegas Mei Huarin.
Shen Meiren terlihat terkejut. Dia tidak mau kalau harus terus tinggal di kediaman samping jenderal yang kecil itu. Dia harus lakukan sesuatu,
Brukk
Shen Meiren berlutut di depan nyonya tua,
"Nyonya tua, semua ini salah Meiren. Meiren tidak mau karena Meiren, pada akhirnya jenderal terusir dari kediamannya sendiri. Jenderal adalah seorang kepala keluarga. Apa jadinya kalau sampai semua pejabat tahu jenderal tinggal di kediaman samping. Meiren tidak apa-apa, Meiren tidak harus menikah dengan jenderal. Biar anak ini Meiren yang urus. Meski Meiren pernah menyelamatkan nyawa Jenderal, Meiren juga tidak ingin jenderal ditertawakan orang hiks... Aduh, perutku!"
"Meiren!" jenderal Lu langsung panik dan mengangkat tubuh Meiren.
"Kenapa?" tanya nyonya tua.
"Panggil tabib kerajaan!" pekik jenderal yang langsung membawa Shen Meiren ke kamar samping ruangan utama kediaman Jinxi.
Semua orang segera mengikuti Jenderal Lu.
"Jika terjadi sesuatu pada calon cucuku, awas kamu Mei Huarin!" ancam nyonya tua sebelum meninggalkan ruangan utama.
Xueyao yang melihat semua meninggalkan Mei Huarin mendekati majikannya itu.
"Nyonya..."
"Tidak apa-apa Xueyao. Hati manusia bisa berubah, tapi kita tidak harus terpuruk karena hal itu. Mari kita lihat sandiwara wanita itu!" kata Mei Huarin mengajak Xueyao ke kamar samping.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️