NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Karina Dyah Pramesti, it-girl global sekaligus putri kandung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, harus menelan pahitnya kehancuran karier di Korea Selatan akibat skandal politik yang menjebaknya.
-
Dipulangkan paksa ke tanah air, Karina tidak punya pilihan selain tunduk pada misi terakhir ayahnya: Pernikahan Politik.
Demi menyatukan kekuatan militer dan supremasi ekonomi, Karina dijodohkan dengan Darma Mangkuluhur, pewaris klan Cendana yang dingin dan ambisius. Di tengah kemewahan yang menyesakkan dan intrik kekuasaan antara dua keluarga raksasa, Karina harus memutuskan—menjadi bidak catur yang pasrah, atau bangkit menjadi penguasa baru untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan impiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5

****

Pagi itu, mentari Jakarta Pusat seolah bersinar lebih cerah, namun hawanya terasa lebih dingin karena pengawalan ketat di sepanjang Jalan Merdeka. Di dalam kediaman megah yang telah disulap menjadi keraton kontemporer, aroma melati segar dan dupa wangi membumbung tinggi ke langit-langit plafon yang dihiasi ukiran emas.

Karina Dyah Pramesti menatap pantulan dirinya di cermin besar setinggi dua meter. Ia hampir tidak mengenali sosok wanita di depannya. Wajahnya yang biasa menghiasi papan reklame di Gangnam dengan riasan flawless khas Korea, kini bertransformasi total.

Ia mengenakan kebaya putih beludru dengan bordiran benang perak yang rumit, dipadukan dengan kain batik tulis motif Sido Mulyo yang melambangkan kemuliaan.

Riasan Paes solo di dahinya berwarna hitam pekat, sementara sembilan buah cunduk mentul bertahtakan berlian bergoyang lembut di atas sanggulnya. Ia tidak lagi terlihat seperti "Karina si Idol"; ia terlihat seperti seorang permaisuri dari garis keturunan pahlawan yang siap naik tahta.

"Jangan berkedip, mbak ayu. Bidadari sedang mengunci kecantikanmu," bisik penata rias senior yang telah merias tiga generasi keluarga kepresidenan.

Pintu terbuka, Ibu Evi masuk dengan anggun, matanya berkaca-kaca melihat putrinya. "Papah sudah siap di meja akad. Para saksi juga sudah hadir. Kamu harus kuat, kaki jangan gemetar saat melangkah nanti."

Di teras utama yang menghadap ke taman luas, sebuah meja jati kuno telah disiapkan. Suasana mendadak senyap ketika rombongan mempelai pria memasuki area akad. Darma Mangkuluhur melangkah dengan wibawa yang sulit dijelaskan—tenang, dominan, dan tak tergoyahkan. Ia mengenakan beskap putih senada, dengan keris bertahtakan permata yang terselip di punggungnya.

Namun, yang membuat napas para tamu tertahan bukanlah kemewahan dekorasinya, melainkan barisan pria yang duduk di meja tersebut.

Di sisi kanan Karina, duduk Presiden Indonesia yang menjabat, sosok yang memegang tongkat estafet kekuasaan saat ini. Di sisi kiri Darma, duduk Mantan Presiden yang legendaris, representasi dari kejayaan masa lalu klan Cendana. Kehadiran mereka berdua dalam satu meja bukan sekadar saksi nikah; itu adalah legitimasi bahwa pernikahan ini adalah "The Grand Strategy" nasional.

Jenderal Agus Subiyanto duduk di kursi wali. Wajahnya yang tegas tampak tegang. Ia menatap Darma, pria yang sebentar lagi akan mengambil tanggung jawab atas putri tunggalnya.

"Darma Mangkuluhur Hutomo," suara Jenderal Agus berwibawa, menggema di seluruh penjuru ruangan. "Hari ini, di hadapan Tuhan, saksi negara, dan para leluhur, saya sendiri yang akan menikahkan putri saya kepadamu."

Darma mengangguk mantap. Tangannya menjabat tangan sang Jenderal dengan cengkeraman yang kuat—sebuah simbol kesepakatan antara militer dan kekuatan ekonomi.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, Darma Mangkuluhur Hutomo bin Tommy Soeharto, dengan putri kandung saya, Karina Dyah Pramesti, dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 1,3 juta dolar Amerika, 300 gram logam mulia, dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai!"

Tanpa jeda, tanpa keraguan, suara bariton Darma menyahut, memecah kesunyian.

"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Dyah Pramesti binti Agus Subiyanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"SAH!"

Kalimat itu bergema. Presiden dan Mantan Presiden mengangguk serentak. Di saat itu juga, notifikasi di jutaan ponsel di seluruh dunia berbunyi. Kabar itu viral dalam hitungan detik: Karina ex-aespa resmi menjadi Nyonya Darma Mangkuluhur.

Karina dituntun keluar menuju pelaminan. Saat ia melangkah, semua mata tertuju padanya. Ratusan tamu VVIP—mulai dari menteri hingga taipan properti—terdiam. Kecantikan Karina yang mistis dan ningrat benar-benar "manglingi".

Darma berdiri menanti di ujung karpet merah. Saat mata mereka bertemu dalam prosesi Panggih, Karina melihat sesuatu yang berbeda di mata Darma. Pria itu tidak lagi menatapnya sebagai "investasi waktu" atau "rekan kontrak". Ada binar kekaguman yang nyata di sana.

Mereka melakukan prosesi Injak Telur dan Kacar-Kucur. Saat Karina mencuci kaki Darma, ia berbisik sangat pelan, "Apakah ini cukup meyakinkan untuk para saksi?"

Darma sedikit membungkuk saat Karina berdiri, tangannya memegang siku Karina dengan protektif. "Lebih dari sekadar meyakinkan. Kamu benar-benar tampak seperti wanita yang dilahirkan untuk memimpin, Karina."

Kini mereka duduk berdampingan di pelaminan jati yang dikelilingi rangkaian bunga sedap malam dan melati. Di depan mereka, barisan mantan orang kuat dan penguasa negeri ini bergantian memberikan selamat.

Darma mencondongkan tubuhnya ke arah Karina, suaranya sangat rendah, hanya untuk indera pendengaran istrinya.

"Lihat barisan saksi di depanmu, Karina," ucap Darma sambil menyalami seorang duta besar. "Hari ini, skandalmu di Korea mati secara permanen. Tidak ada satu pun orang di negeri ini bahkan di Asia yang berani menyentuh atau menghina seorang wanita yang disaksikan pernikahannya oleh para pemegang tahta tertinggi negeri ini."

Karina melirik ke arah suaminya dari balik bulu mata palsunya yang lentik. "Bapak benar-benar melakukan ini dengan sangat megah."

"Cendana tidak pernah bermain kecil, Karina," Darma tersenyum tipis, sebuah senyum kemenangan. "Nanti malam masih ada pesta resepsi. Seluruh musuh politik ayahmu dan rekan bisnis yang pernah meragukanku akan datang untuk menjilat. Kau harus menyaksikan secara langsung bagaimana dunia bertekuk lutut di bawah kaki kita."

**

Dunia digital benar-benar meledak. Pernikahan ini bukan lagi sekadar konsumsi berita hiburan, melainkan sudah masuk ke ranah diskusi geopolitik, ekonomi, dan kebudayaan global. Di balik dinding rumah dinas yang tenang, jutaan jempol di seluruh dunia sedang mengetikkan opini mereka tentang penyatuan klan Subiyanto dan Cendana ini.

komentar netizen dari berbagai belahan dunia yang menggambarkan pro dan kontra atas pernikahan agung tersebut:

Gema Global: Suara Netizen Dunia

Komunitas K-Netz (Korea Selatan)

@k-dispatch_user: "1,3 juta USD hanya untuk mas kawin? Agensinya pasti sedang gemetar sekarang. Mereka membuang aset yang ternyata adalah seorang putri dari keluarga paling berkuasa di Asia Tenggara. Ini adalah kesalahan manajemen terbesar abad ini."

@seoul_queen: "Aneh sekali, jika dia sekaya itu, mengapa dia mau bekerja keras menjadi trainee selama bertahun-tahun? Aku tidak percaya dia melakukan bullying. Orang dengan latar belakang 'Royal' seperti dia tidak butuh merundung orang lain untuk merasa berkuasa."

@anti_bully_kr: (Haters) "Uang bisa membeli saksi, uang bisa membeli pernikahan yang megah, tapi uang tidak bisa menghapus air mata para staf yang ia bentak. Pernikahan politik ini hanya cara ayahnya menutupi aib putrinya."

@k-pop_stan_forever: "Visualnya dalam pakaian tradisional Jawa itu... sejujurnya, itu mengalahkan semua kostum panggung yang pernah ia pakai. Dia benar-benar terlihat seperti 'Final Boss' yang sebenarnya."

Netizen Global & Internasional (X/Twitter)

@celeb_watcher_LA: "Patek Philippe edisi terbatas, mas kawin jutaan dolar, dan saksinya adalah Presiden? Ini membuat pernikahan keluarga kerajaan di Eropa terlihat seperti pesta ulang tahun biasa. Siapa sebenarnya pria Darma ini? Dia sangat tampan!"

@human_rights_watchdog: (Haters) "Dunia memuja kemewahan ini, tapi lupakah mereka pada sejarah klan Cendana? Pernikahan ini adalah simbol kembalinya oligarki lama yang dibalut dengan wajah cantik seorang idola pop. Sangat mengkhawatirkan."

@global_it_girl_fan: "Karina baru saja melakukan 'Plot Twist' terbesar dalam sejarah K-Pop. Dari dituduh pembully menjadi Nyonya besar di negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. She didn't just win, she owned the game!"

Netizen Indonesia.

@anak_rakyat_jelata: "Logam mulia 300 gram itu kalau diuangkan bisa buat beli seblak satu kecamatan. Dompetku menangis melihat kemewahan ini. Tapi bangga sih, visual mereka berdua benar-benar 'Elite Indonesia."

@politik_cerdas: "Jangan tertipu visual. Ini adalah merger antara kekuatan militer dan logistik ekonomi. 2029 sudah dipersiapkan sejak di meja akad tadi. Pak Jenderal pintar sekali menaruh pionnya."

@fans_karina_indo: "Yang dulu ngehujat Karina karena scandal, sekarang apa kabar? Masih berani ngetik jahat? Hati-hati, sekarang dia punya 'backing-an' seluruh angkatan bersenjata dan penguasa ekonomi."

@sobat_miskin: (Haters) "Mewah sekali ya, di saat rakyat susah. Pernikahan di rumah dinas tapi pengamanannya satu batalyon. Semoga pajaknya dibayar lancar ya, Pak Jenderal dan Mas Darma."

Netizen C-Netz (Weibo - China)

@rich_asians_watcher: "Keluarga Hutomo-Cendana memang kelas atas. Aku melihat koleksi mobil mempelai pria, itu gila. Karina benar-benar 'Cinderella' yang ternyata adalah seorang 'Princess' sejak awal. Pasangan ini sangat serasi secara fengshui kekuasaan."

@culture_expert: "Lihat paes di dahinya, itu sangat mistis dan indah. Indonesia benar-benar menjaga tradisi mereka di tengah modernitas. Ini adalah pernikahan paling estetik tahun ini."

Di atas pelaminan yang harum, Karina sesekali melirik layar besar yang menampilkan trending topic dunia di pojok ruangan khusus media. Ia melihat namanya bersanding dengan kata "Cendana" dan "Royal Wedding".

"Mereka membicarakan mas kawinnya," bisik Karina tanpa merubah ekspresi senyum anggunnya saat menyalami seorang menteri.

"Biarkan saja," sahut Darma pelan, tangannya masih setia melingkar di pinggang Karina, memberikan kehangatan yang kontras dengan suasana hatinya yang dingin. "Dunia butuh angka untuk mengukur nilai seseorang. Dan aku baru saja memberitahu mereka bahwa nilaimu tidak terhingga."

Karina merasakan sesak di dadanya, bukan karena kebaya yang terlalu ketat, tapi karena kesadaran bahwa ia sekarang adalah pusat dari pusaran badai global.

"Darma... setelah pesta ini berakhir, apa yang akan terjadi?"

Darma menoleh sedikit, menatap profil samping istrinya yang sempurna dengan riasan Paes Ageng. "Setelah ini? Kita akan mulai memburu satu per satu orang yang pernah membuatmu menangis di Seoul. Aku sudah menandatangani kontraknya, bukan? Pihak kedua wajib melindungi pihak pertama."

Mendengar itu, Karina merasa sebuah kekuatan baru mengalir di nadinya. Ia menegakkan punggung, menatap lurus ke arah kamera yang sedang menyiarkan wajahnya ke seluruh penjuru bumi. Jika dunia ingin melihat sebuah pertunjukan, maka ia akan memberikan pertunjukan terbaik dalam hidupnya.

****

1
Tika maya Sari
min tolong update yg banyak 🤣🤣
Tika maya Sari
lanjut dong kak
Heresnanaa_: stay tune ya ka🙏😍
total 1 replies
Tika maya Sari
up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!