NovelToon NovelToon
Hubungan Tanpa Status

Hubungan Tanpa Status

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

Senja Valencia adalah gadis introvert yang terlihat tenang, namun pikirannya tak pernah benar-benar sunyi. Overthinking menjadi bagian dari dirinya—ia banyak merasa, tapi jarang mengungkapkan.
Ia tidak menyukai keramaian dan hanya memiliki satu sahabat sejak kecil, Arelina, gadis ceria dan ekstrovert yang selalu berhasil menarik Senja keluar dari dunianya yang sepi. Bersama Arelina, sisi hangat dalam diri Senja perlahan muncul.
Hingga suatu hari, ia bertemu Keano Pradipta—pria ekstrovert yang hidupnya penuh tawa dan pertemanan. Pertemuan tak terduga itu justru membuat Keano penasaran pada Senja, gadis tenang yang menyimpan dunia luas di balik diamnya.
Dan sejak saat itu, hidup mereka mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALAH KELAS

Pagi datang terlalu cepat.

Senja bahkan merasa baru saja memejamkan mata ketika alarm ponselnya berbunyi pelan di samping bantal, ia membuka mata perlahan.

Langit di luar jendela masih pucat, cahaya matahari baru merayap masuk lewat sela tirai. Biasanya pagi terasa berat baginya. Selalu ada rasa enggan untuk kembali ke sekolah, kembali menghadapi keramaian, suara orang-orang, dan pikirannya sendiri yang tidak pernah benar-benar diam.

Namun hari ini berbeda, ada sesuatu yang membuatnya langsung sadar, satu wajah ,satu suara.

"Besok… lo duduk di tempat biasa lagi?"

Senja menutup wajahnya dengan bantal.

"Kenapa gue inget terus sih…"

Ia duduk perlahan di kasur, lalu tanpa sadar mengambil ponselnya.

Tidak ada pesan, tidak ada notifikasi.

Dan anehnya… ia sedikit kecewa, Senja menghela napas panjang, ngapain juga dia chat… kan kita baru kenal, tapi tetap saja, ia memilih baju lebih lama dari biasanya pagi itu.

Di Sekolah

Arelina langsung menyergapnya begitu Senja masuk gerbang.

"WUIHHHHH!"

Senja hampir kaget, "Arel! Astaga!"

Arelina menatapnya tajam, lalu menyipitkan mata seperti detektif profesional.

"Lo beda."

"Apanya?"

"Glow up habis dianter Cowok."

"Masih pagi jangan aneh."

Arelina nyengir lebar.

"Gimana kemarin? Pegangan gak? Pegangan dong? Pegangan kan??"

Wajah Senja langsung merah.

"Lo ngomong nya pelan dikit Napa!"

"Nah berarti pegangan."

"Arelina!"

Arelina tertawa puas sambil menggandeng lengannya masuk ke kelas.

"Gue udah bilang. Ini bukan random boy. Ini main character energy."

Senja hanya menggeleng, tapi sudut bibirnya tidak bisa menahan senyum kecil dan tanpa sadar…

matanya langsung mencari satu orang begitu masuk kelas.

Bangku dekat jendela kosong, Senja berhenti sebentar entah kenapa ada rasa turun sedikit di dadanya.

Belum datang?(isi pikiran Senja)

Ia duduk di kursinya, mencoba terlihat biasa saja.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Bel masuk hampir berbunyi.

Dan tepat saat itu—pintu kelas terbuka.

Keano masuk sambil membawa tas di satu bahu.

Rambutnya sedikit berantakan seperti habis terburu-buru.

Tatapannya langsung menyapu kelas.

Dan berhenti di Senja.

Senyum kecil itu muncul lagi.

Bukan senyum untuk semua orang, hanya untuknya.

Senja buru-buru pura-pura membuka buku.

Jantungnya langsung tidak tenang.

Keano berjalan santai lalu duduk di kursinya.

Tidak mengatakan apa-apa, hanya menaruh sesuatu di meja Senja.

Satu kotak susu dingin.

Senja menatap bingung.

"Apaan ini?"

"Sarapan."

"Gue gak minta."

"Iya. Tapi gue pengen ngasih."

Jawabannya santai sekali.

Seolah itu hal paling normal di dunia.

Senja menatap kotak susu itu beberapa detik.

Hangat, Aneh, kecil, tapi terasa berarti.

"Kamu …ngapain ke sini...?"

Keano berpikir sebentar.

"Mau kasih Lo sarapan."

"Lah?"

"Gue cuma lagi pengen baik sama satu orang."

Senja langsung diam.

Arelina di belakang mereka hampir tersedak menahan teriakan.

Senja menunduk cepat, membuka susu itu supaya tidak perlu membalas tatapan Keano terlalu lama.

Namun pipinya sudah jelas mengkhianatinya.

Guru masuk tepat saat Senja masih memegang kotak susu.

Suasana kelas yang tadinya ramai langsung berubah rapi.

"Selamat pagi," ucap guru sambil meletakkan buku di meja.

"Pagiii, Bu."

Senja buru-buru duduk tegak. Keano masih berdiri santai di samping mejanya, sama sekali belum sadar situasinya mulai aneh.

Guru itu mengangkat kepala.

Tatapannya berhenti dan mengernyit.

Matanya berpindah dari Senja… ke Keano… lalu ke seluruh kelas.

"Sebentar."

Hening.

"Ini… kelas IPA, kan?"

"Iya, Bu…" jawab beberapa siswa bersamaan.

Guru kembali menatap Keano.

"Kalau begitu… kamu Keano Pradipta kan?"

Seluruh kelas langsung menahan tawa.

Senja perlahan menoleh ke samping.

Keano berkedip sekali, dua kali.

Seperti baru sadar sesuatu.

"Oh"

Satu kata itu keluar santai sekali.

Arelina langsung menutup mulutnya supaya tidak ketawa keras.

Guru menyilangkan tangan.

"Kamu anak IPS, kan?"

"Iya, Bu."

"Lalu… sedang apa kamu di sini?"

Keano melirik Senja sebentar, lalu menjawab tanpa ragu "ngasih sarapan Bu."

Kelas langsung meledak.

"WOYYYY!"

"ASEEKK!"

"CIELAAAH!"

Senja hampir tenggelam di balik meja.

"DIEM KALIAN!" guru mengetuk meja keras, tapi bahkan beliau sendiri terlihat menahan senyum.

Guru menghela napas panjang.

"Nama kamu siapa tadi?"

"Keano, Bu."

"Keano… ini bukan kantin."

"Iya, Bu, saya tahu."

"Lalu?"

Keano mengangkat bahu ringan, "Salah kelas."

Jawabannya terlalu santai sampai satu kelas kembali tertawa.

Guru akhirnya menunjuk pintu.

"Silakan kembali ke habitat mu."

Tawa pecah lagi.

Keano mengangguk sopan.

"Izin, Bu."

Sebelum pergi, ia menoleh sedikit ke arah Senja.

Senyum kecil itu muncul lagi, pelan, rahasia.

"Jangan lupa di minum ya."

Senja membeku.

Keano lalu keluar kelas seolah tidak terjadi apa-apa.

Pintu tertutup,dan detik berikutnya—

Arelina langsung menepuk meja Senja.

"YA AMPUNNNNN SENJAAAA, GEMEEESS!"

"DIEM!" bisik Senja panik.

"GUE SUMPAH BARU LIAT COWOK SALAH KELAS DEMI NGASIH SUSU!"

Beberapa teman ikut menoleh sambil senyum-senyum, Senja menunduk dalam-dalam.

Pipinya panas, tangannya masih memegang kotak susu dingin itu, kecil, sederhana.

Tapi sekarang terasa jauh lebih berat maknanya.

Ia membuka sedotan perlahan.

Menyeruput sedikit dan tanpa sadar—ia tersenyum.

Di luar kelas…

Keano berjalan santai di koridor.

Temannya dari kelas IPS menatap heran.

"Anjir, lo dari mana aja?"

Keano memasukkan tangan ke saku.

"Gue salah kelas."

"Kok bisa"

Keano tersenyum tipis.

"Abis nitip hati."

Temannya langsung terdiam.

"...Lo serem juga ya."

Keano cuma tertawa kecil untuk pertama kalinya…

sekolah terasa menyenangkan.

Jam Istirahat

Lapangan sekolah ramai.

Senja duduk di bawah pohon seperti biasanya.

Tempat aman, tempat tenang ia membaca buku, mencoba kembali ke rutinitas lamanya.

Namun bayangan seseorang terus muncul di kepalanya.

Langkah kaki berhenti di depannya.

Tidak perlu menoleh, ia sudah tahu.

Keano duduk di sampingnya, tidak terlalu dekat.

Tidak juga jauh.

Seperti memahami batas yang belum berani Senja lewati.

"Gue boleh di sini?"

Senja mengangguk kecil.

Beberapa detik mereka hanya diam tidak canggung.

Keano memandang lapangan.

"Lo tau gak?"

"Apa?"

"Gue biasanya gak suka sekolah."

Senja menoleh sedikit.

"Loh?"

"Bosen. Ribut. Capek pura-pura kenal semua orang."

Kalimat itu membuat Senja berhenti membaca.

Ia menatap Keano lebih lama, ada sesuatu di nada suaranya, jujur, tidak dibuat-buat.

"Tapi sekarang…" lanjut Keano pelan.

Ia menoleh.

Menatap Senja langsung.

"Gue jadi nunggu pagi."

Detak jantung Senja langsung kacau.

Ia buru-buru menunduk lagi.

Tidak tahu harus menjawab apa.

Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama—

Senja tidak merasa sendirian di tengah keramaian.

Bel masuk berbunyi.

Keano berdiri lebih dulu, lalu mengulurkan tangan.

"Buku lo."

Senja baru sadar bukunya hampir jatuh.

Ia menerimanya.

"Thanks…"

Keano tersenyum kecil.

"Senja?"

"Iya?"

"Gue boleh nemenin Lo terus gak?"

Pertanyaan itu sederhana.

Senja ragu sebentar.

Lalu mengangguk.

"...Boleh."

Dan mungkin tanpa mereka sadari—

hubungan tanpa status itu mulai memiliki bentuk.

Pelan, tenang, tapi nyata.

CIEEEE....KEANO ...ADA AJA YA AKAL NYA , PAKE ALASAN SALAH KELAS SEGALA....yuk ikuti terus kisah mereka....♥️♥️

1
Kartini Quen
yuk ikutin terus kisah keano dan Senja...di jamin bikin baperrrr..🥰🥰
Kartini Quen
yuk baca cerita senja dan keano....di jamin bikin baperrrr🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!