Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Ia duduk sendirian sambil menundukan kepalanya dan memejamkan matanya ia berdoa dalam hati. Entah mengapa hatinya begitu tergerak untuk mendoakan keselamatan gadis muda itu.
' Ya tuhan selamatkan lah gadis itu, ia masih sangat muda, perjalanan hidupnya masih panjang, saya tidak pernah meminta-minta kepadaMu, baik untuk jodoh maupun kekayaan, tetapi untuk yang pertama kali dalam hidupku berdoa aku memohon kepadaMU selamatkan lah dia'.
Begitulah doa yang dipanjatkan Keenan untuk gadis yang sedang berjuang melawan maut didalam ruangan yang pintunya tertutup rapat yang ada dihadapannya.
Tak lama pintu ruangan terbuka, dokter keluar mencari keluarga pasien yang sedang kritis itu.
Keenan dengan spontan langsung berdiri dan mendekati dokter.
"Bagaimana keadaan gadis itu dok? " cerca Keenan kepada dokter yang menangani Dara.
" Tuan Keenan apakah keluarga dari pasien sudah datang?" tanya dokter.
"Mungkin sebentar lagi dok keluarganya datang, tadi sudah ditelpon asisten saya.
"Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan kepada keluarga nya mengenai kondisi pasien" jelas dokter.
"Mengenai apa dok?, mungkin bisa sampaikan kepada saya" ujar Keenan tenang.
" Begini tuan, kondisi gadis itu masih kritis sampai saat ini masih pingsan. selain banyak kehilangan darah , ia juga masih trauma karena terkena benturan yang sangat keras.
Untung saja tuan cepat membawanya ke rumah sakit, kalau terlambat sedikit saja mungkin nyawanya tak bisa diselamatkan.
"Kami juga akan melakukan operasi pada leher pasien karena terjadi pembengkakan pada pangkal lehernya yang mengakibatkan sarafnya ikut terganggu" jelas dokter.
" Lakukan saja yang terbaik dok, saya yang akan bertanggung jawab" ujar Keenan dengan tegas.
Saat ia sedang gelisah, dari arah pintu datanglah Tuan Adiguna dan asistennya yang berjalan dengan tergesa-gesa mereka langsung menuju ke arah dokter dan Keenan yang sedang bicara.
" Selamat malam dok bagaimana keadaan anak saya Dara? Dimana ia sekarang dok? Ujar tuan Adiguna yang tampak panik.
" Tolong selamatkan anak saya dok, ia anak saya satu-satunya, saya akan bayar berapapun biayanya, lakukan yang terbaik untuk anak saya" ujar tuan Adiguna.
"Tenang pak..anak bapak sedang dalam penanganan medis , sebentar lagi bapak bisa melihat kedalam"
Dokter menjelaskan kondisi Dara yang masih kritis dan belum sadar dari pingsannya. Dokter menjelaskan bahwa jika terlambat sedikit saja dibawa ke rumah sakit nyawanya mungkin tak bisa terselamatkan.
"Kebetulan ini tuan Keenan yang telah menyelamatkan pasien dan mengantarkan ke rumah sakit" ujar dokter kepada tuan Adiguna.
Adiguna langsung menatap kearah Keenan ,ia sangat berterima kasih kepada orang yang menyelamatkan anak kesayangannya itu. Ia juga melihat kemeja Keenan yang masih terdapat bekas bercak darah dikemeja putihnya. Ia sudah dapat membayangkan seberapa parahnya kondisi anaknya saat itu.
" Terima kasih banyak tuan. Jika tidak ada tuan entah bagaimana nasib anak saya"ujarnya.
" Saya tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan tuan, saya berhutang nyawa kepada Tuan Keenan" ujar Adiguna sambil menyalami Keenan. Ia sangat kagum atas kebaikan anak muda yang ada dihadapannya ini.
" Niat saya hanya menolong saja pak, kebetulan tadi saya lewat di tempat kejadian, jadi sudah kewajiban menolong sesama" ujar Keenan dengan sopan.
Kemudian pintu ruangan terbuka, perawat keluar menghampiri dokter sambil berbisik.
Dokter melirik ke arah Adiguna dan Keenan , ia nampak panik tetapi berusaha untuk tetap tenang .Ia bergegas kembali kedalam ruangan. Melihat hal itu Adiguna dan Keenan juga ikut panik, menebak-nebak apa yang terjadi didalam sana.
Mereka mendekat ke arah pintu. Adiguna tampak gelisah, sambil mendekat ke pintu matanya berkaca-kaca dan berbisik.
" Maafin papa nak..papa tidak bisa menjagamu dengan baik sesuai amanat mendiang mama mu" ujarnya dengan suara lirih.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏