NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Empat

Cahaya matahari pagi yang baru saja menyembur dari ufuk timur Desa Jinan membawa kehangatan yang berbeda dari biasanya. Pagi ini, udara tidak hanya dipenuhi oleh aroma melati yang menenangkan dari Pohon Memori, tetapi juga wangi manis yang sangat pekat dan sedikit tajam—aroma fermentasi dari hasil panen pertama Anggur Bintang di lereng barat. Di bawah langit yang jernih, jembatan logam abadi yang megah kini telah sepenuhnya terintegrasi dengan pemandangan desa, seolah-olah ia telah berdiri di sana selama ribuan tahun. Di atas jembatan itu, Zhao Kang dan tim keamanannya yang baru terlihat sedang melakukan pergantian shift patroli dengan presisi militer yang luar biasa. Langkah-langkah kaki mereka yang teratur tidak lagi mengintimidasi, melainkan memberikan rasa aman yang mendalam bagi setiap penduduk yang sedang bersiap memulai hari.

Zhou Ji Ran duduk di kursi goyangnya, memegang sebuah gelas kristal kecil yang berisi cairan ungu pekat yang bersinar redup. Ini adalah jus murni dari Anggur Bintang yang baru saja diperas secara manual oleh Ye Hua menggunakan teknik penekanan energi pedang yang sangat halus. Jus itu tidak hanya manis, tetapi setiap tetesnya seolah-olah mengandung ledakan galaksi kecil yang menyegarkan setiap sel di dalam tubuh.

"Ye Hua, tekstur jus ini sangat luar biasa. Ketajaman energi pedangmu benar-benar berhasil memisahkan kulit dari sari buahnya tanpa merusak struktur nutrisinya," puji Zhou Ji Ran setelah menyesap sedikit cairan ungu tersebut.

Ye Hua yang berdiri di sampingnya dengan celemek hijau lumutnya hanya memberikan anggukan kecil, namun ada rona merah tipis di pipinya. "Terima kasih, Tuan. Saya menemukan bahwa dengan sedikit getaran pada bilah sapu lidi, saya bisa memberikan tekanan yang konsisten pada ribuan butir anggur secara bersamaan. Itu jauh lebih efisien daripada menggunakan mesin penekan biasa."

Di dekat paviliun susu, Suan Ji dan Wu Tie sedang berdiskusi sengit dengan Yan Jiu yang baru saja memasang sensor kualitas udara di sana. Ketiganya kini membentuk "Dewan Manajemen Efisiensi" Desa Jinan. Mereka sedang menghitung potensi ekonomi dari kombinasi keju kambing gunung dengan selai Anggur Bintang yang sedang dikembangkan oleh Lin Xiaoqi.

"Jika kita mencampurkan sepuluh miligram esensi anggur ke dalam satu blok keju, nilai spiritualnya akan naik sebesar lima belas persen, sementara biaya produksinya hanya naik nol koma dua persen. Ini adalah margin keuntungan yang sangat logis," ucap Wu Tie sambil memetik biji sempoa kopinya dengan cepat.

"Logika perdaganganmu itu membosankan, Wu Tie. Lihatlah data sensor ini; aroma yang dihasilkan oleh campuran ini mampu meningkatkan tingkat kebahagiaan penduduk desa dalam radius seratus meter. Itu adalah variabel pertumbuhan yang jauh lebih penting daripada sekadar koin emas," sahut Yan Jiu sambil menunjuk layar hologramnya yang menunjukkan grafik warna-warni.

Zhou Ji Ran tertawa pelan mendengarkan perdebatan itu. Ia menoleh ke arah kebun sawi primadonanya. Berkat sistem pengolahan limbah bawah tanah dari Gui Xu, sawi-sawi itu kini tumbuh dengan ukuran yang hampir tiga kali lipat dari sawi normal, namun helai daunnya tetap sangat renyah dan lembut. Ia merasa bahwa ekosistem desanya kini sudah hampir mencapai titik keseimbangan yang sempurna.

Namun, di tengah kedamaian pagi yang penuh dengan rencana kuliner tersebut, sebuah riak energi yang sangat kasar mulai merayap dari arah Pegunungan Barat. Riak ini tidak seperti kabut pengarsipan Li Wei atau timbangan takdir Qin Shi yang memiliki keanggunan tertentu. Riak ini terasa mentah, liar, dan penuh dengan gairah untuk menghancurkan. Udara di sekitar desa tiba-tiba dipenuhi oleh suara dentuman gendang perang yang berdetak sangat cepat, seolah-olah jantung bumi sedang dipaksa untuk berlari maraton.

Dari balik bukit barat, muncul sesosok pria dengan zirah berat yang terbuat dari logam hitam yang penuh dengan bekas goresan senjata. Ia tidak mengendarai kereta atau kapal terbang; ia berjalan kaki, namun setiap langkahnya meninggalkan kawah yang cukup dalam di atas tanah. Di pundaknya, ia membawa sebuah kapak raksasa yang panjangnya mencapai tiga meter, dengan bilah yang masih menyimpan sisa-sisa darah dari monster-monster kuno.

Namanya adalah Gao Feng, Sang Panglima Tanpa Henti dari Sekte Dewa Perang. Ia adalah entitas yang hidup hanya untuk satu tujuan: mencari lawan terkuat di multisemesta. Bagi Gao Feng, kemakmuran dan kedamaian Desa Jinan adalah sebuah penghinaan terhadap filosofi peperangan yang ia anut. Ia telah mendengar tentang jatuhnya para jenderal dan utusan di tempat ini, dan baginya, itu hanya berarti satu hal—ada mangsa yang sangat kuat yang sedang bersembunyi di balik cangkul petani.

Gao Feng berhenti tepat di depan Jembatan Pertumbuhan. Ia menancapkan kapak raksasanya ke tanah, menciptakan getaran yang membuat air sungai irigasi melompat setinggi dua meter. "Di mana pria yang menyebut dirinya Zhou Ji Ran?! Aku telah menempuh perjalanan melintasi tujuh dimensi kehampaan hanya untuk melihat apakah dia benar-benar pantas untuk menerima tebasan kapakku!"

Zhao Kang dan tim keamanannya segera mengepung Gao Feng. "Tuan, Anda berada di wilayah sipil. Segera letakkan senjata Anda dan laporkan tujuan kedatangan Anda secara sopan kepada Tuan Zhou, atau kami akan melakukan tindakan penertiban!" tegas Zhao Kang sambil memegang tongkat bambunya.

Gao Feng menatap Zhao Kang dengan tatapan meremehkan. "Zhao Kang... Sang Hakim Kematian... kau telah jatuh begitu rendah hingga menjadi penjaga pintu di desa kumuh ini? Benar-benar memuakkan. Minggir! Sebelum aku membelah kalian semua bersama dengan jembatan mainan ini!"

Gao Feng mengangkat kapaknya tinggi-tinggi, aura merah darah yang pekat meledak dari tubuhnya, membentuk bayangan iblis perang raksasa di belakangnya. Tekanan auranya begitu kuat hingga beberapa penduduk desa yang sedang berada di pasar mulai merasa sesak napas.

Zhou Ji Ran berdiri dari kursi goyangnya dengan helaan napas yang sangat panjang, lebih panjang dari biasanya. Ia berjalan perlahan menuju jembatan, masih memegang gelas jus anggurnya. "Sigh... kenapa setiap minggu selalu ada orang yang ingin membelah sesuatu di desaku? Tidakkah kalian tahu bahwa biaya perbaikan infrastruktur di sini sangat mahal?"

Ia berhenti beberapa meter di depan Gao Feng. Ia menyesap jus anggurnya sampai habis, lalu meletakkan gelas kristal itu di atas pagar jembatan dengan sangat hati-hati.

"Gao Feng, kan? Panglima yang sangat menyukai keributan," ucap Zhou Ji Ran dengan nada bosan. "Dengar, kau baru saja membuat getaran yang merusak struktur kristalisasi jus anggurku. Itu adalah penghinaan terhadap kerja keras Ye Hua. Dan kau baru saja menginjak rumput yang baru saja diberikan nutrisi tambahan oleh Gui Xu. Kau tahu berapa banyak kotoran kambing yang harus diolah untuk membuat rumput itu tetap hijau?"

Gao Feng tertawa terbahak-bahak, suaranya seperti benturan batu besar. "Petani bodoh! Kau bicara soal jus dan rumput saat kematian sedang menatap wajahmu?! Rasakan Teknik Pemutus Takdir: Amukan Perang Tanpa Akhir!"

Gao Feng mengayunkan kapak raksasanya secara vertikal menuju kepala Zhou Ji Ran. Serangan itu membawa beban dari ribuan tahun peperangan, sebuah serangan yang secara teori mampu membelah realitas itu sendiri menjadi dua bagian yang tidak akan pernah bisa bersatu lagi.

Seluruh penghuni desa memejamkan mata, mereka tidak sanggup melihat apa yang akan terjadi pada tuan mereka. Namun, Zhou Ji Ran tetap berdiri tenang. Ia tidak menghindar. Ia tidak menggunakan energi spiritual apa pun. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, memegang sebuah saringan besi kecil—saringan yang tadi ia gunakan untuk memisahkan biji anggur dari jusnya.

*TING!*

Mata kapak raksasa yang sangat mematikan itu menghantam saringan besi kecil di tangan Zhou Ji Ran. Suara benturannya sangat jernih, namun tidak ada ledakan energi yang terjadi. Secara ajaib, seluruh momentum dan energi amukan perang Gao Feng seolah-olah "tersaring" masuk ke dalam lubang-lubang kecil saringan tersebut. Seluruh aura merah darahnya disedot habis, meninggalkan kapak itu hanya sebagai bongkahan logam hitam biasa yang tumpul.

Gao Feng mematung. Matanya melotot seolah-olah akan keluar dari kelopaknya. "Apa... apa yang kau lakukan?! Mana kekuatanku?! Mana Amukan Perangku?!"

"Kekuatanmu terlalu kasar dan penuh dengan ampas kebencian," ucap Zhou Ji Ran tenang. Ia memutar saringan besinya, dan dari lubang-lubangnya keluar butiran-butiran energi merah yang kini telah berubah menjadi partikel bercahaya yang hangat. "Aku baru saja menyaring kotoran dari jiwamu. Sekarang, kapakmu ini tidak lebih tajam dari sendok makan."

Zhou Ji Ran menjentikkan jarinya ke bilah kapak tersebut.

*KRAK!*

Kapak raksasa yang legendaris itu pecah berkeping-keping menjadi potongan-potongan logam kecil. Gao Feng terlempar ke belakang, jatuh terduduk di atas jembatan dengan wajah yang dipenuhi ketidakpercayaan yang luar biasa. Seluruh filosofi hidupnya tentang peperangan hancur dalam sekejap hanya karena sebuah alat dapur.

"Dengar, Gao Feng," ucap Zhou Ji Ran sambil melangkah maju. "Kau punya kekuatan fisik yang sangat besar dan daya tahan tubuh yang luar biasa. Kebetulan sekali, dengan adanya proyek peternakan kambing dan kebun anggur yang semakin luas, kami butuh banyak tenaga kerja untuk melakukan pembersihan lahan di bagian pegunungan yang terjal dan pengangkutan barang-barang berat dari pelabuhan sungai."

Zhou Ji Ran menjentikkan jarinya ke arah Gao Feng. Seketika, zirah hitamnya yang berat menyusut dan berubah menjadi pakaian kerja berbahan kulit tebal berwarna cokelat, lengkap dengan sabuk yang berisi berbagai macam cangkul dan linggis. Otot-ototnya yang tadinya kaku untuk membunuh, kini terasa lebih fleksibel untuk bekerja berat.

"Mulai hari ini, kau adalah Kepala Divisi Pekerjaan Berat dan Pembukaan Lahan Desa Jinan," perintah Zhou Ji Ran mutlak. "Tugasmu adalah memimpin tim untuk mengangkut batu-batu besar dari sungai untuk pembangunan tembok benteng kandang kambing, dan membantu Huo Fen dalam konstruksi struktur-struktur besar. Dan ingat, jika aku melihat kau menggunakan kekuatanmu untuk berkelahi lagi, aku akan memintamu untuk memindahkan seluruh bukit Padi Surgawi ini ke sisi utara menggunakan sendok teh."

Gao Feng merasakan seluruh gairah perangnya kini telah diubah fungsinya menjadi semangat untuk bekerja fisik. Ia menatap tangannya yang kini memegang linggis besar, dan ia merasakan sebuah kepuasan baru—kepuasan karena memiliki tujuan yang nyata dan bermanfaat bagi pembangunan sesuatu yang indah.

"Bekerja berat... membangun benteng..." gumam Gao Feng, matanya mulai bersinar dengan tekad baru. "Diterima! Saya akan memastikan tidak ada satu batu pun yang berani menghalangi pembangunan desa ini!"

Sore harinya, pemandangan di lereng pegunungan dekat area peternakan menjadi sangat luar biasa. Gao Feng, dengan telanjang dada memperlihatkan otot-ototnya yang seperti ukiran granit, terlihat sedang memanggul sebuah batu raksasa seberat sepuluh ton di pundaknya. Ia berjalan menanjak dengan langkah yang sangat stabil, diikuti oleh beberapa prajurit zirah emas yang tampak sangat terinspirasi oleh kekuatannya.

"Ayo, kalian para pemalas! Gunakan kakimu untuk menopang beratnya, bukan hanya mengandalkan energi spiritual! Tanah ini butuh kekuatan nyata!" teriak Gao Feng, suaranya kini terdengar seperti mandor konstruksi yang sangat berdedikasi.

Huo Fen yang sedang memasang pondasi tembok tersenyum lebar. "Bagus, Gao Feng! Letakkan batu itu tepat di garis ini! Dengan bantuanmu, tembok ini akan selesai dalam dua hari!"

Di Kedai Teh Kedamaian, Wu Tie mencatat penambahan divisi baru tersebut. "Kepala Pekerjaan Berat: Gao Feng. Kapasitas Angkut: Tak Terbatas. Biaya Operasional: Sepuluh porsi nasi campur daging asap dan satu drum jus anggur bintang per hari."

Zhou Ji Ran kembali bersantai di kursi goyangnya. Lin Xiaoqi dan Bai Ling sedang duduk di dekatnya, sambil mengupas beberapa buah pir madu.

"Tuan, sekarang kita punya dewa perang sebagai pengangkut batu. Apakah Anda tidak merasa bahwa desa ini sudah menjadi tempat berkumpulnya para monster paling kuat di semesta?" tanya Bai Ling sambil memberikan seiris pir kepada Zhou Ji Ran.

"Selama mereka menjadi monster yang rajin bekerja, itu bukan masalah, Bai Ling," jawab Zhou Ji Ran setelah mengunyah buah pirnya. "Dunia luar sana hanya membuang-buang potensi mereka untuk kehancuran. Di sini, mereka belajar cara menciptakan sesuatu yang abadi. Itulah kultivasi yang sesungguhnya."

Namun, di tengah suasana yang tenang tersebut, Yan Jiu mendekat dengan wajah yang tampak sangat serius. Ia membawa layar hologramnya yang menunjukkan adanya sebuah gangguan di tingkat sub-ruang.

"Tuan Zhou... sejak Gao Feng bergabung dan menyalurkan energinya ke dalam struktur tanah, ada sebuah respon balik dari kedalaman bumi Jinan. Bukan energi negatif, tapi seolah-olah ada sesuatu yang 'terbangun' karena aktivitas kita yang terlalu masif. Sesuatu yang telah tertidur sejak masa Penciptaan Pertama," lapor Yan Jiu.

Zhou Ji Ran matanya sedikit menyipit. Ia merasakan detak jantung bumi Jinan yang kini terdengar lebih dalam dan beresonansi dengan detak jantungnya sendiri. "Sepertinya 'Roh Bumi Jinan' mulai menyukai apa yang kita bangun. Dia ingin ikut berkontribusi dalam pesta kita."

Tiba-tiba, di tengah-tengah alun-alun desa, tanah mulai terbelah secara perlahan. Bukan retakan yang merusak, melainkan sebuah bukaan yang menyerupai bunga yang sedang mekar. Dari dalam bukaan tersebut, muncul sebuah pohon kecil yang seluruh batangnya terbuat dari zamrud hijau dan daunnya terbuat dari kepingan perak murni. Inilah "Pohon Kemakmuran Abadi", hadiah dari bumi Jinan untuk sang petani yang telah merawatnya dengan penuh cinta.

Pohon itu seketika memancarkan aroma yang sangat wangi, aroma yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit fisik dan kelelahan mental hanya dalam satu tarikan napas. Seluruh penduduk desa yang menciumnya seketika merasa tubuh mereka menjadi sangat ringan dan penuh dengan energi positif.

"Luar biasa... Bumi itu sendiri memberikan hadiah atas kedamaian yang kita ciptakan," ucap Shen Nong yang baru saja keluar dari menaranya, wajahnya dipenuhi dengan air mata haru. "Ini adalah fenomena yang tidak pernah tertulis dalam indeks sejarah manapun. Sebuah bumi yang mencintai penghuninya."

Zhou Ji Ran berdiri dari kursinya, ia berjalan menuju pohon zamrud tersebut. Ia menyentuh batangnya yang dingin namun berdenyut dengan kehangatan kehidupan. "Terima kasih, Kawan Tua. Aku akan menjagamu sebagaimana aku menjaga kebun sawiku."

Malam mulai turun menyelimuti Desa Jinan. Lampu-lampu lampion otomatis kini memantulkan cahayanya pada daun-daun perak pohon baru tersebut, menciptakan suasana yang benar-benar menyerupai surga di dunia fana. Pesta kecil diadakan untuk merayakan selesainya pondasi tembok benteng peternakan dan munculnya Pohon Kemakmuran. Gao Feng terlihat duduk di antara penduduk desa, makan dengan sangat lahap dan tertawa bersama anak-anak desa yang menaiki pundaknya yang lebar.

Zhou Ji Ran duduk di bawah Pohon Memori, menatap ke arah keramaian tersebut. Ia merasa bahwa ia telah benar-benar berhasil menghapus setiap jejak sistem dari dalam dirinya dan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih berharga—rasa memiliki dan rasa dibutuhkan.

"Inilah kehidupan yang sesungguhnya," bisik Zhou Ji Ran pada malam. "Tanpa misi, tanpa tekanan, hanya pertumbuhan yang tulus."

Namun, di kegelapan dimensi yang sangat jauh, di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan cahaya putih yang steril, tiga sosok entitas yang dikenal sebagai "Trio Pencetus" sedang menatap sebuah layar yang menunjukkan Desa Jinan. Layar itu kini tidak lagi berisi data, melainkan hanya berisi gambaran sebuah taman yang indah.

"Subjek Zhou Ji Ran telah melampaui batas yang bisa kita kontrol," suara Pencetus Pertama terdengar sangat tenang namun dalam. "Dia tidak hanya merusak sistem kita, dia sedang menciptakan sebuah 'Sistem Kehidupan' yang mandiri. Kita tidak bisa mengirimkan individu lagi. Kita harus mengirimkan 'Fase Penghapusan' jika kita ingin menjaga keteraturan multisemesta."

"Apakah kau yakin?" tanya Pencetus Kedua. "Jika kita mengaktifkan Fase Penghapusan, seluruh sejarah dimensi itu akan hilang."

"Itu lebih baik daripada membiarkan virus kebahagiaan ini menyebar ke dimensi lain," jawab Pencetus Pertama.

Zhou Ji Ran di teras kedainya seketika menatap ke arah langit malam. Ia merasakan adanya sebuah keheningan yang sangat besar sedang bergerak dari puncak tertinggi penciptaan. Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Fase Penghapusan, ya? Itu terdengar seperti cara yang bagus untuk mendapatkan bahan pupuk tingkat kosmik untuk musim tanam tahun depan," gumam Zhou Ji Ran. Ia menyesap sisa tehnya, mematikan lampu minyaknya, dan berjalan masuk ke dalam rumah.

Ia tahu bahwa pertempuran terakhir untuk menjaga kedamaian ini akan segera datang. Namun ia tidak merasa takut. Dengan tim yang ia miliki—mulai dari teknisi, auditor, pandai besi, hingga dewa perang—ia merasa memiliki segalanya untuk menghadapi apa pun. Desa Jinan bukan lagi sekadar tempat persembunyian; ia adalah sebuah benteng kehidupan yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh instruksi mana pun.

Segalanya berjalan dengan perlahan, penuh makna, dan sangat memuaskan. Perjalanan menuju kematangan yang sempurna terus berlanjut, satu hari pada satu waktu. Dan bagi sang mantan pemilik sistem, setiap detik adalah kemenangan yang nyata.

"Esok pagi, aku akan mulai mengajari Gao Feng cara menanam bibit sawi dengan lembut," bisik Zhou Ji Ran sebelum ia terlelap dalam tidurnya yang damai.

Malam semakin larut, dan di bawah sinar rembulan yang jernih, Desa Jinan tertidur dengan lelap. Sang petani legenda telah menemukan rumahnya, dan ia akan memastikan tidak ada kekuatan mana pun di seluruh multisemesta yang bisa merusak kedamaian tersebut. Kehidupan memang benar-benar luar biasa. Tanpa instruksi apa pun, ia telah menemukan kebahagiaan yang paling murni. Dan ia akan menjaganya dengan seluruh keberadaannya, satu cangkul pada satu waktu.

Fajar esok akan membawa tantangan baru, dan Zhou Ji Ran akan siap menyambutnya dengan cangkir teh di tangan dan ketenangan di jiwa. Kehidupan di Desa Jinan adalah sebuah lagu syukur yang tak akan pernah berakhir, selangkah demi selangkah menuju kebahagiaan yang abadi. Semuanya berjalan sesuai rencana hidupnya yang sederhana namun luar biasa. Kehidupan ini memang sangat indah. Tanpa instruksi apa pun, ia telah menemukan surga yang nyata. Dan ia akan memastikannya tetap abadi.

1
Kairon
dah balik kerumahnya
gak balik jadi orang2ngan sawah soalnya..🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
up lg
Luthfi Afifzaidan
up
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Luthfi Afifzaidan
oya thor wanita yg datang sama pangeran long wei kemana ya thor?
Kairon
dijadiin orang2ngan sawah bang🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
oya thor Prajurit yg dibawa jendral han di kemanain ya thor?
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!