NovelToon NovelToon
Gamer And Flower

Gamer And Flower

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: Ira Herawati

Jasmine, penembak jitu Tim Aether, terkunci dalam sangkar emas Axel, kapten posesif yang mengendalikan hidupnya demi obsesi kemenangan. Di tengah tekanan, hadir Liam, barista hangat di seberang jalan yang menawarkan kebebasan tanpa syarat. Pulang sebagai juara dunia, Jasmine kini harus memilih benteng kaku Axel atau kehangatan sejati Liam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Puncak dari rangkaian tur promosi juara dunia Tim Aether akhirnya tiba pada hari Sabtu sore. Manajemen memilih salah satu mal perbelanjaan terbesar dan paling mewah di pusat kota Jakarta sebagai lokasi acara Fan Meeting resmi pertama mereka. Sejak gerbang mal dibuka pada pagi hari, area utama di lantai dasar telah dipadati oleh lautan manusia. Ribuan penggemar yang mengenakan berbagai pernak-pernik hitam emas khas Aether tampak memadati setiap sudut, bahkan hingga berdesakan di pagar pembatas lantai dua, tiga, dan empat hanya untuk mendapatkan sudut pandang terbaik ke arah panggung utama. Hari ini Jasmine tampil sangat manis dan segar menggunakan kaus putih polos yang dilapisi oleh jaket denim oversized biru muda, dipadukan dengan celana jins putih dan sepatu bersol datar. Rambut hitam panjangnya dikuncir kuda dengan menyisakan beberapa helai poni yang membingkai wajah cantiknya secara natural. Di sebelahnya, Kenzie, Ilias, dan Bryan juga tampil kasual dengan gaya mereka masing-masing. Bryan, seperti biasa, mengenakan jaket bomber mencolok dengan berbagai pin game, sementara Axel tampil sangat maskulin dengan kaos hitam pas badan dan kemeja luar flanel abu-abu gelap yang dibiarkan tidak terkancing. Meskipun konsep acaranya santai, ketegangan di sekitar panggung tetap berada di tingkat tertinggi. Mengingat insiden livestreaming tiga detik yang sempat membuat internet gempar dua hari lalu, pihak keamanan internal mal dikerahkan dua kali lipat lebih banyak. Barikade besi dipasang berlapis untuk menahan gelombang penggemar yang terus menerobos maju.

Selama sesi tanya jawab dan penandatanganan poster di atas panggung, Axel bertindak dengan tingkat proteksi yang sangat ekstrem. Sepasang mata elangnya terus bergerak waspada, mengawasi setiap pergerakan tangan para penggemar yang naik ke atas panggung untuk bersalaman. Setiap kali ada penggemar pria yang mencoba berlama-lama memegang tangan Jasmine atau bersikap sedikit kurang sopan dengan mencoba mendekatkan wajah mereka untuk berfoto, Axel akan langsung menggeser posisi tubuh tegapnya secara kaku ke depan Jasmine, memotong interaksi tersebut dengan tatapan dingin yang sangat mengintimidasi.

"Waktu foto sudah habis, silakan lanjut ke barisan berikutnya," ucap Axel dengan nada suara bariton yang datar dan tanpa kompromi kepada seorang penggemar pria yang tampak salah tingkah dihantam aura intimidasi sang kapten.

Jasmine hanya bisa mengembuskan napas pelan, merasa sedikit canggung dengan sikap berlebihan Axel. Namun, ia memilih untuk tetap profesional dan terus melemparkan senyuman manis kepada para penggemar setianya.

---

Di pertengahan acara, tepat saat Bryan sedang heboh memperagakan gerakan selebrasi kemenangan solonya yang konyol di depan mikrofon, suasana di atas panggung mendadak ditunda oleh kehadiran seorang kurir berseragam resmi yang berjalan menaiki tangga samping panggung. Kurir tersebut membawa sebuah kotak besar berbahan beludru hitam eksklusif yang tampak sangat mewah dan berat. Kehadiran kotak misterius itu langsung memancing bisik-bisik penasaran dari ribuan penonton di bawah panggung.

"Permisi, maaf mengganggu acaranya sebentar," ucap kurir tersebut kepada pembawa acara. "Saya mendapatkan amanah untuk mengantarkan paket kiriman khusus ini langsung ke tangan Mbak Jasmine Aether. Pengirimnya meminta agar paket ini dibuka sekarang juga di atas panggung."

Pembawa acara yang mencium aroma konten viral langsung bersemangat. "Wah, luar biasa! Sebuah hadiah misterius untuk Ratu Penembak Jitu kita! Ayo Jasmine, silakan diterima dan dibuka, biar seluruh teman-teman Aether Fans di sini bisa melihat isinya bersama-sama!"

Jasmine melangkah maju dengan ragu, menerima kotak beludru hitam yang terasa cukup mewah di kedua telapak tangannya. Rasa penasaran menjalar di dadanya ketika ia perlahan membuka pengait kuningan kotak tersebut dan mengangkat penutupnya ke atas. Begitu kotak itu terbuka sempurna, sebuah decakan kagum yang luar biasa kompak langsung menggema dari ribuan mulut penonton di dalam mal tersebut. Di dalam kotak tersebut, bertengger sebuah replika piala dunia mini yang sangat indah. Namun, replika piala itu sama sekali tidak terbuat dari logam atau plastik, melainkan dirangkai dengan sangat presisi dan jenius menggunakan ratusan kelopak bunga mawar asli. Rangkaian bunga itu memancarkan aroma wangi kelopak mawar segar yang sangat manis, langsung mengalahkan bau pengap ruangan mal, dan yang paling membuat dada Jasmine berdesir hangat adalah ada sebuah dasi kupu-kupu kain berukuran mini berwarna merah cerah replika persis dari dasi kupu-kupu yang selalu dipakai oleh Donald si bebek konyol di seberang jalan rumahnya.

"Astaga, indah banget! Ini siapa yang kirim, Jasmine? Fans fanatik luar negeri ya?" seru Bryan ikut mengedepankan kepalanya ke dalam kotak dengan mata berbinar-binar.

Tidak ada nama pengirim yang tertera di bagian luar kotak maupun di dalam beludru. Namun, bagi Jasmine, kehadiran dasi kupu-kupu merah kecil itu adalah sebuah tanda pengenal yang jauh lebih jelas daripada tanda tangan bertinta emas mana pun. Ini adalah hadiah dari Liam. Di sudut dalam kotak, terselip sebuah kartu ucapan berbahan kertas linen tebal berwarna putih gading. Jasmine mengambil kartu tersebut dengan jemari yang sedikit gemetar. Namun, sebelum ia sempat membaca isinya, sebuah tangan besar dengan cepat menyambar kartu tersebut dari samping. Itu adalah tangan Axel. Axel yang sejak tadi mengawasi dengan rahang mengatup rapat, langsung membalikkan posisi kartu ucapan itu di bawah pencahayaan lampu panggung. Niat awalnya adalah memeriksa apakah ada ancaman keamanan di dalam kartu tersebut. Namun, begitu matanya membaca cetakan logo timbul kecil berwarna perak di sudut atas kartu, seluruh darah di wajah tampan Axel seolah tersedot habis.

Di sudut kartu itu terukir logo resmi berbentuk lambang kedokteran yang berpadu dengan huruf monogram elegan, dan di bawahnya, terdapat sebaris tulisan tangan yang sangat rapi, ditulis menggunakan pena tinta hitam dengan gaya tulisan seorang dokter yang tegas namun berwibawa.

“Untuk kepulangan sang juara dunia ke tanah air. Selamat atas pialanya, Jasmine. Tapi ingat, piala yang sesungguhnya adalah kebebasan jiwa kamu yang menantimu di seberang jalan. Teh chamomile hangat dan seekor bebek rusuh selalu merindukan kepulangan kamu ke rumah.”

Kemarahan yang luar biasa pekat, bercampur dengan rasa cemburu yang membakar ego tertingginya, seketika meledak di dalam dada Axel. Tangan kanan Axel yang memegang kartu itu bergetar hebat. Di bawah bayang-bayang tubuh tegapnya yang sengaja membelakangi sorotan kamera penonton, Axel meremas kertas linen tebal berlogo "Darel" tersebut di dalam genggaman telapak tangannya hingga hancur menjadi sebuah bola kertas kecil yang tidak berbentuk lagi. Axel memasukkan bola kertas hancur itu ke dalam saku celana jinsnya dengan gerakan yang sangat kaku dan cepat, memastikan Kenzie, Ilias, maupun para penggemar di bawah tidak melihat kebenaran identitas sang pengirim yang baru saja ia hancurkan. Jasmine yang melihat tindakan kasar Axel hanya bisa menatap sang kapten dengan sepasang mata bulatnya yang memancarkan ketegasan mutlak. Ia tidak marah, tidak juga protes di depan mikrofon. Jasmine hanya melangkah maju, menutup kembali kotak beludru berisi piala bunga mawar dari Liam dengan perlahan, lalu memeluk kotak besar itu erat-erat di depan dadanya seolah sedang mendekap seluruh kehangatan yang dikirimkan dari seberang jalan.

"Terima kasih atas hadiahnya. Ini adalah hadiah paling indah yang pernah aku terima," ucap Jasmine dengan suara yang sangat jernih ke arah mikrofon panggung, melemparkan pandangan matanya lurus ke depan, menembus kerumunan ribuan orang, membayangkan sosok pria jangkung berbaju kasual yang mungkin sedang tersenyum miring menontonnya dari sudut kafe kaca di tepi danau sana.

1
Dhatu Lukita
semangat up teruss yaaa, niihhh ku kasih ⭐5, biar tambah semangat 😍
Dhatu Lukita
halo kak berkarya terus yaa semangaatt💪💪💪,
mampir juga d karyaku ya 🤭😍 "dukunganmu semangatku"
Fadillah Ahmad: Kalau ingin membacs Karya ini, baca sampai Bab 20 Kak! atau sampai Bab akhir! kalau hanya sampai Bab 5 terus berhenti, sama saja kakak, merusak retensi novel ini! Baca sampai Bab 20 Kak! jangan berhenti di tengah jalan!
total 1 replies
Dhatu Lukita
keinget mobil lejen🤭😄
Fadillah Ahmad
Mohon maaf sebelumnya, ya! Sinopsisnya kurang Menarik! Mohon di Ubah dulu.

Maaf, jangan tersinggung ya! 🙏🙏🙏 Karena... Novel Kakak Maauk ke Beranda-ku! Di Promosikan Oleh Pihak NovelToon. Jadi, mohon untuk di ubah dulu Kak! 'Kalau Bisa' Karena, aku melihat, Sinopsisnya Kurang mengigit! alias Kurang memunculkan Rasa Penasaran Pembaca! 🙏🙏🙏

Maaf ya Kak! Jangan Tersinggung. 🙏🙏🙏😁

Terima Kasih 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!