NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario Darah Klan Zhao

Begitu formasi pengumpul energi kuno diaktifkan dari dalam oleh Ling Yun, keheningan yang teramat pekat langsung mengunci seluruh wilayah gunung. Di dalam ruang meditasinya yang remang-remang, Ling Yun tidak langsung memejamkan mata untuk menyerap Qi. Tatapannya tertuju pada sekat ruangan yang memisahkan kamarnya dengan kamar Lu Han. Pikirannya berputar kembali pada barang-barang yang ditinggalkan oleh Shui Xiao Ran di atas meja batu luar beberapa saat lalu.

‘Pil Pemurni Meridian Tingkat Tiga dan Tanaman Obat Tulang Hitam kualitas puncak...’ Ling Yun menimbang dua objek tersebut di dalam benaknya dengan sistematis. ‘Kakak Lu saat ini sudah berada di ranah Pengumpulan Qi tahap menengah. Namun, jalur meridiannya masih terlalu sempit dan rapuh untuk menopang Teknik Bumi Guntur yang telah kumodifikasi. Jika ia langsung menyerap setengah bagian dari Tanaman Obat Tulang Hitam, energi Yang yang brutal justru akan merusak fondasi kultivasinya yang sekarang. Aku harus memurnikannya kembali.’

Dengan lambaian tangan yang tenang, sebuah kuali obat perunggu kecil yang dibawa Lu Han sore tadi melayang ke tengah ruangan. Ling Yun menyalakan api spiritual dari ujung jarinya, menembakkannya langsung ke bawah kuali. Menggunakan memori dari Mutiara Primordial Empat Penjuru, ia melemparkan kedua bahan obat tersebut ke dalam tungku bersama dengan beberapa herba pelengkap dari gudang logistik.

‘Peleburan dua energi ini akan melahirkan sejenis Pil Fondasi baru. Efeknya akan meremukkan keterbatasan meridian lamanya tanpa menghancurkan basis kultivasi Pengumpulan Qi miliknya, melainkan memperluas jalurnya hingga beberapa kali lipat,’ batin Ling Yun di dalam hatinya sembari mengendalikan fluktuasi api dengan kehalusan yang luar biasa. Jika para master alkimia dari Sekte Dalam melihat bagaimana seorang murid luar mengontrol api spiritual dengan ketepatan tanpa celah seperti ini, mereka pasti akan mengira bahwa mereka sedang melihat reinkarnasi dari seorang leluhur alkimia kuno.

Dua jam berlalu dalam keheningan, hingga sepasang pil berwarna ungu gelap dengan gurat emas tipis melesat keluar dari kuali dan mendarat mulus di tangan Ling Yun. Ling Yun berdiri, mengetuk pintu ruangan Lu Han seraya memberikan satu pil tersebut kepadanya.

"Kakak Lu, telan pil ini. Tahan segala rasa sakitnya, dan pandu energinya untuk merekonstruksi meridianmu menggunakan jimat instruksi guntur yang kuberikan sebelumnya."

Lu Han menerima pil tersebut. Terlihat tubuhnya yang sedikit gemetar membuat Ling Yun tersenyum tipis. Dia menarik napas dalam-dalam, menatap obat di tangan dengan binar tekad yang luar biasa murni. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ling Yun lalu izin pamit untuk melanjutkan kultivasi tertutupnya.

Meskipun dia sudah menjadi kultivator ranah Pengumpulan Qi tahap menengah, dia tahu bahwa tanpa perubahan fondasi yang radikal, prestasinya di sekte ini sudah mentok. Tanpa ragu, dia langsung menelan pil tersebut dalam satu tegukan.

BOOM!

Seketika, wajah Lu Han memerah padam seolah-olah dia baru saja menelan sebongkah lahar membara. Energi obat yang terkonsentrasi itu langsung mengalir liar, secara sengaja menyerang dan "meremukkan" dinding-dinding meridian lamanya yang kaku dan sempit untuk dibasuh dari seluruh kotoran fana.

"Arghhh...!" Lu Han menggertakkan giginya begitu keras hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya. Rasa sakit dari rekonstruksi meridian ini jauh lebih brutal daripada saat dia pertama kali mengumpulkan Qi. Namun, di dalam benaknya, dia berteriak pada dirinya sendiri, ‘Tahan! Aku sudah melangkah sejauh ini di ranah Pengumpulan Qi! Adik Kecil sudah membukakan jalan yang lebih tinggi, aku tidak akan pernah sudi menjadi beban baginya di Sekte Dalam nanti!’ Dengan kemauan keras yang membara, Lu Han memaksakan dirinya untuk tetap tegak, perlahan memandu aliran energi liar itu untuk menyatukan kembali jalur energinya menjadi jaringan meridian baja yang kokoh melalui modifikasi Teknik Bumi Guntur.

Sementara itu, Ling Yun yang telah kembali ke ruangannya juga telah menelan bagian pilnya sendiri. Berbeda dengan Lu Han, tidak ada jeritan atau rasa sakit yang terlihat di wajah tampannya. Pemuda itu duduk dengan tenang seraya memfokuskan konsentrasi untuk menyerap pil dan memfokuskan energinya ke Dan Tian dan empat elemen di tubuhnya.

‘Keluarga Zhao mungkin berpikir bahwa bakat Tubuh Spiritual Empat Elemen yang Seimbang adalah kutukan karena sulit untuk ditingkatkan,’ batin Ling Yun dengan senyuman sinis yang tersembunyi di dalam jiwanya. ‘Namun dengan Pengetahuan dari Mutiara Primordial dan Teknik Kultivasi empat elemen, ini justru akan menjadi fondasi paling kokoh yang tidak tertandingi.’ Kabut Qi merayap di sekeliling tubuhnya dengan ritme yang teratur, membentuk pusaran empat warna—cokelat, hijau muda, merah, dan biru—yang berputar lambat namun masif di dalam Dan Tian Primordial-nya, bersiap untuk menembus batasan ranahnya.

...----------------...

Sementara itu, jauh di luar batasan wilayah pegunungan Sekte Langit Abadi

Terlihat atmosfer yang tak kalah mencekam sedang menyelimuti Aula Agung Kediaman Keluarga Zhao yang megah di Kota Angin Hitam. Ruangan luas berlapis marmer hitam itu terasa sangat dingin, ditekan oleh aura pembunuh dari belasan petinggi klan yang sedang berkumpul dengan wajah murka. Meskipun mereka tidak memiliki posisi resmi di dalam hierarki sekte, pengaruh gurita dan koneksi politik yang dimiliki klan ini di dalam Sekte Langit Abadi sangatlah kuat.

"Sialan! Zhao Mo benar-benar tidak berguna! Bagaimana bisa dia membiarkan Aula Pengawas runtuh hanya karena seorang pelayan logistik?!" bentak salah seorang tetua klan sembari menghantam meja batu hingga retak. "Kehancuran faksi kita di sekte luar telah memotong pasokan sumber daya berharga kita!"

Di kursi utama, seorang pria paruh baya dengan jubah sulaman naga hitam menatap tajam ke arah kerumunan. Dialah sang Kepala Keluarga Zhao. Suaranya terdengar dingin dan berat saat memutus kegaduhan. "Diam. Berteriak seperti anjing gila tidak akan merubah kenyataan bahwa bocah bernama Ling Yun itu saat ini berada di bawah perlindungan mutlak Tetua Agung Tian Xuan selama enam bulan ke depan di sekte luar."

Pandangan sang Kepala Keluarga kemudian beralih ke sudut ruangan, di mana tiga sosok pemuda dengan aura yang sangat kuat sedang berdiri dengan ekspresi angkuh. Mereka adalah tiga jenius besar Keluarga Zhao yang berada di ranah Pendirian Fondasi puncak.

"Ayah, apakah kita hanya akan berdiam diri melihat dia melakukan kultivasi tertutup di atas gunung itu?" tanya salah satu jenius klan dengan nada tidak sabar.

"Tentu saja tidak," seulas senyuman kejam perlahan terukir di wajah sang Kepala Keluarga. "Biarkan dia menikmati enam bulan kedamaian ini. Namun, begitu gerbang Ujian Promosi Sekte Dalam dibuka... hukum leluhur secara mutlak melarang adanya intervensi dari luar. Siapa pun, termasuk Tetua Agung Tian Xuan, tidak akan bisa melangkah masuk ke panggung ujian."

Dia mengeluarkan beberapa buah belati pendek berwarna hitam legam yang memancarkan aura kutukan yang sangat pekat. "Gunakan Senjata Terlarang Pemutus Jiwa saat ujian nanti. Pasang perangkap formasi rahasia sesuai skenario yang telah kita susun. Begitu ujian dimulai, pastikan Ling Yun dan Lu Han tewas mengenaskan tanpa sisa, agar dunia tahu apa akibatnya jika berani mengusik ketenangan Keluarga Zhao!"

>>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Adhittma
like dan komennya jangan lupa ya man teman🤗
Dark knight
nexttt
Palatio
🆙🆙
Ta Ma
pertama thorrr
Somebody
lagi thor
Ren Sa
nexttt
korek ngok
up
Fahru Ahmad
lanjuttttt
Ghksňnn
Mantapo
Ghksňnn
Up up kuyy
Ren Sa
Gass
Ren Sa
Mantap
korek ngok
Lanjut lagi
Somebody
Good novel👍🏼👍🏼👍🏼
Somebody
Lanjutkan thorrr
Palatio
🙌🏼🙌🏼
Palatio
🆙🆙🆙
Palatio
🆙🆙
Palatio
wkwk mantap
Palatio
Bantai semuanya 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!