Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan Dibalik Gerbang
GRRRRRR—
Suara gerbang kuno bergema seperti raungan monster yang tertidur selama berabad-abad bahkan seluruh ruang bawah tanah ikut bergetar semakin hebat.
Batu-batu kuno mulai runtuh dari langit-langit, debu telah memenuhi udara dan dari celah gerbang Arkanel yang terus terbuka energi biru gelap mengalir keluar seperti kabut hidup.
Arcelia Vareinne berdiri diam karena pikirannya masih dipenuhi kata-kata Pangeran Kael Astrael.
"Orang yang kau anggap sekutu mungkin adalah pelaku sebenarnya."
Selama ini Arcelia percaya bahwa Black Serpent adalah pembunuhnya ibunya. Namun sekarang keraguan di dalam hatinya mulai muncul dan memenuhi pikirannya.
"Tuan Rumah!" Suara Auriel membuyarkan pikirannya. "Jangan kehilangan fokus!"
Auriel langsung melompat ke bahunya. "Pangeran Kael sedang mengganggu konsentrasimu." kata Auriel mengingatkan Arcelia dengan tegas.
"Benar, ini bukan waktunya memikirkan masa lalu." batinnya.
Karena sesuatu yang jauh lebih berbahaya sedang keluar dari gerbang secara perlahan. Dari dalam kegelapan dua titik cahaya merah menyala seperti mata yang terbuka, lalu empat, delapan bahkan puluhan.
Marcus langsung menghunus pedangnya sambil bergetar. "Apa itu?"
Tak ada yang menjawab karena detik berikutnya sesosok makhluk keluar dari balik kabut.
Tubuhnya seperti kesatria namun seluruh tubuhnya tersusun dari bayangan hitam yang matanya merah menyala dan di dadanya terdapat lambang Arkanel.
Pertama sesosok itu hanya satu, lalu dua kemudian puluhan sosok serupa mulai bermunculan.
Aura kematian langsung memenuhi ruangan membuat Auriel juga langsung membeku. "Pengawal Bayangan..." kata Auriel dengan suara bergetar.
Mata Arcelia menyipit. "Pengawal?"
"Mereka adalah penjaga terakhir keluarga Arkanel." Tatapan Auriel berubah suram. "Mereka seharusnya sudah musnah ratusan tahun lalu."
Di depan mereka pasukan bayangan mulai berbaris dan jumlahnya semakin banyak, terus bertambah seperti tanpa henti.
Putra Mahkota Elias mengepalkan pedangnya sambil menatap gerbang dengan wajah dingin. "Kalau mereka keluar ke permukaan..."
Marcus langsung menyambung. "...ibu kota akan hancur."
Pangeran Kael justru terlihat tenang bahkan bisa di katakan terlalu tenang seolah semua ini memang sesuai rencananya.
"Tidak." Senyum tipis muncul di wajahnya. "Mereka tidak akan menghancurkan kerajaan."
Semua langsung menoleh dan menatapnya, Pangeran Kael sedang memandang pasukan bayangan seperti seorang raja memandang tentaranya. "Mereka akan mengembalikannya." katanya tegas.
Auriel langsung menggeram. "Gila."
Namun Pangeran Kael tidak marah justru sebaliknya matanya terlihat sangat sedih. "Kalian tidak mengerti." Tatapannya perlahan jatuh pada gerbang. "Dunia ini dibangun di atas kebohongan."
Kemudian tatapannya berpindah pada Arcelia. "Dan keluargamu adalah korban pertamanya."
Keheningan menyelimuti lorong dan untuk sesaat Arcelia merasa Pangeran Kael benar-benar mempercayai apa yang dikatakannya. Bukan seperti memanipulasi, bukan kebohongan, melainkan keyakinan yang membuatnya jauh lebih berbahaya.
[Peringatan.]
[Pengaruh mental terdeteksi.]
Auriel langsung memukul kepala Arcelia dengan ekornya. "Jangan terpengaruh!"
"Aku tidak terpengaruh." jawab Arcelia cepat.
"Bagus."
Namun sebelum mereka sempat bergerak seluruh Pengawal Bayangan mendadak berlutut bersamaan, ribuan suara logam bergema.
CLANG!
CLANG!
CLANG!
Semua orang membeku, karena mereka tidak berlutut pada Pangeran Kael ataupun Putra Mahkota Elias tetapi mereka berlutut kepada Arcelia.
Keheningan berubah menjadi keterkejutan sehingga Marcus sampai mundur satu langkah.
Putra Mahkota Elias menyipit tajam bahkan Pangeran Kael terlihat terdiam sesaat.
Lalu seluruh pasukan bayangan berbicara bersamaan. Suara mereka menggema di seluruh ruang bawah tanah.
"Salam kepada pewaris terakhir Arkanel."
Jantung Arcelia langsung berdetak keras.
Dug..
Dug..
Dug..
Dan tepat saat itu cahaya putih terang muncul dari lambang di dadanya. Terasa panas dan hangat sangat kuat.
Auriel langsung menoleh cepat ke arah Arcelia dan matanya melebar. "Tidak mungkin... Garis keturunanmu mulai bangkit."
[Quest Tersembunyi Selesai.]
[Identitas Pewaris Arkanel diakui.]
[Hadiah diterima.]
[Skill Baru Diperoleh.]
Mata Kebenaran Lv.1
Cahaya biru memenuhi pandangan Arcelia saat skill itu masuk kedalam tubuh Arcelia.
Setelah mata Arcelia kembali, lalu tiba-tiba semua orang di ruangan itu sudah diselimuti warna berbeda.
Putra Mahkota Elias berwarna emas terang, Marcus berwarna perak, Auriel putih kemerahan. Namun saat Arcelia melihat Pangeran Kael ia langsung membeku. Karena di belakang tubuh Pangeran Kael berdiri bayangan seorang pria bermahkota.
Pria yang sama dengan yang muncul dalam memorinya. Pria yang seharusnya sudah mati ribuan tahun lalu. Dan sosok itu perlahan tersenyum lalu menatap langsung ke arah Arcelia seolah dia bisa melihatnya.
Kemudian mengucapkan satu kalimat tanpa suara namun Arcelia tetap dapat mendengarnya.
"Segel terakhir akan segera hancur."
Dan pada saat yang sama persentase pembukaan Gerbang Arkanel melonjak drastis.
[61%...]
[62%...]
[63%...]
Sementara jauh di balik gerbang sesuatu yang jauh lebih besar daripada pasukan bayangan mulai terbangun.