NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahlah Dengaku

Tiga puluh menit kemudian, mobil SUV Kayvan berhenti dengan decitan ban yang tajam di depan kerumunan orang.

Kayvan keluar dengan rahang yang mengeras, matanya menyisir keadaan dan berhenti pada sosok kecil yang sedang duduk di trotoar dan memeluk kardus tua.

Kayvan melangkah mendekat dan mengabaikan tatapan orang-orang sekitar, ia berdiri tepat di depan Aluna untuk menghalangi cahaya matahari yang mulai muncul dari balik awan.

"Aluna." panggil Kayvan dengan suaranya yangrendah namun penuh dengan getaran emosi.

Aluna mendongak dan melihat wajah Kayvan yang tampak sangat khawatir, pertahanan Aluna akhirnya runtuh.

Ia menunduk denganbahunya mulai berguncang hebat, tangisan yang ia tahan sejak tadi akhirnya pecah.

"Om... semuanya hilang. Beasiswa aku, kamar aku... semuanya..." isak Aluna.

Kayvan berlutut di depan Aluna, tanpa memedulikan setelan jas mahalnya yang terkena debu trotoar, ia menarik Aluna ke dalam pelukannya.

Ia membiarkan gadis itu menangis di dadanya dan membiarkan kemejanya basah oleh air mata Aluna.

"Aku di sini, tidak ada yang hilang jika aku masih di sini." bisik Kayvan, tangannya mengusap rambut Aluna dengan sangat lembut.

Ia kemudian menoleh ke arah pria-pria berjas yang tadi mengusir Aluna, tatapan Kayvan berubah menjadi sangat dingin dan mematikan.

"Siapa yang mengirim kalian? Siapa yang membeli lahan ini?" tanya Kayvan dengan begitu marah.

Para pria itu tampak gemetar, mereka mengenal siapa pria di depan mereka ini.

"Ka-kami hanya menjalankan perintah dari firma hukum atas nama... atas nama Bapak Handoko, Pak." ucap salah satu orang disana.

Kayvan memicingkan mata. Handoko adalah saingan bisnisnya yang sudah lama menaruh dendam, ia tahu ini adalah serangan tidak langsung untuk mengganggu kestabilan emosinya.

"Bayu!" Kayvan memanggil asistennya yang baru saja sampai dengan mobil lain.

"Urus orang-orang ini dan hubungi pengacara kita, aku ingin lahan ini kembali dalam satu jam atau aku akan meratakan kantor Handoko besok pagi." perintah Kayvan dengan tegas.

"Baik, Tuan!"

Kayvan kembali fokus pada Aluna, ia membantu gadis itu berdiri.

"Raline, bawa barang-barang Aluna ke bagasi mobilku. Kita pulang." tegas Kayvan.

"Om, saya... saya nggak bisa ke rumah Om lagi, saya nggak mau merepotkan." tolak Aluna dengan suara serak.

Kayvan memegang kedua bahu Aluna dan memaksa gadis itu menatap matanya.

"Dengar Aluna Putri! Ini bukan soal merepotkan atau tidak, kau tidak punya pilihan lain sekarang dan aku tidak akan membiarkanmu berada di luar jangkauan pengawasanku satu detik pun setelah ini." ucapnya tegas.

Perjalanan menuju mansion Madhava terasa sunyi, Aluna hanya menatap kosong ke jendela dan tangannya masih memeluk kardus foto keluarganya.

Kayvan sesekali meliriknya dan hatinya terasa perih melihat gadis yang biasanya tangguh itu kini tampak sangat rapuh.

Sesampainya di mansion, Tuan Baskara Madhava sudah menunggu di depan pintu, ia tampak sangat marah saat mendengar kabar dari Raline lewat pesan singkat.

"Kurang ajar! Siapa yang berani menyentuh Cah Ayu-nya Opa?" teriak Tuan Baskara.

Namun saat melihat Aluna turun dengan mata sembab, wajah tuan Baskara langsung berubah melunak dan ia merangkul Aluna.

"Sudah sudah jangan sedih, di sini rumahmu sekarang dan tidak akan ada yang berani mengusirmu dari sini." tuturnya lembut.

Aluna hanya bisa mengangguk lemah, ia dibawa oleh Raline menuju kamar tamu yang dulu pernah ia tempati namun kali ini barang-barangnya benar-benar dipindahkan ke sana.

Di ruang kerja, Kayvan berdiri di depan jendela dengan tangannya yang mengepal.

"Kay." panggil sang Papa yang baru saja masuk.

"Handoko sudah keterlaluan Pa, dia menyerang orang yang tidak tahu apa-apa hanya untuk memancingku." ucap Kayvan dengan suaranya bergetar karena amarah yang ditahan.

"Itu karena dia tahu Aluna adalah titik lemahmu sekarang." sahut Tuan Baskara dengan tenang, ia duduk di kursi kerja Kayvan.

"Sekarang kau paham kan kenapa Papa memintamu segera menikahinya? Dunia bisnis itu kejam Kay. Status sebagai asisten atau teman tidak akan memberinya perlindungan hukum atau keamanan maksimal, tapi kalau dia adalah Nyonya Madhava maka tidak akan ada yang berani menyentuh ujung rambutnya." seru Tuan Baskara.

Kayvan terdiam, ia menyadari kebenaran ucapan ayahnya. Selama ini ia mencoba perlahan dan mencoba tidak memaksakan kehendak karena menghargai harga diri Aluna.

Tapi kenyataannya musuh-musuhnya tidak akan segan menggunakan Aluna sebagai alat.

"Aku akan bicara padanya malam ini." ujar Kayvan.

Malam harinya, Aluna sedang duduk di balkon kamarnya sambil menatap bintang yang samar-samar terlihat dan ketukan pintu terdengar dan Kayvan masuk membawakan segelas susu hangat.

"Minumlah, kau belum makan apa-apa sejak siang." ucap Kayvan sambil meletakkan gelas itu di meja kecil.

"Terima kasih Om." balas Aluna.

Kayvan duduk di kursi seberang Aluna, suasana hening sejenak sebelum Kayvan membuka suara.

"Soal beasiswamu... aku sudah mengurusnya, besok pagi surat pencabutan itu akan ditarik karena ternyata ada manipulasi data di birokrasi kampus dan Handoko punya koneksi di sana." ucap Kayvan.

Aluna menghela napas panjang setelah mendengar ucapan dari Om sahabatnya itu.

"Kenapa hidup saya harus serumit ini Om? Padahal saya cuma ingin lulus kuliah dan hidup tenang." sahut Aluna tidak mengerti.

"Karena kau terlibat denganku Aluna." jawab Kayvan jujur.

"Dan aku minta maaf karena kau harus mengalami ini semua." terus nya.

Kayvan meraih tangan Aluna dan menggenggamnya dengan erat.

"Aluna dengarkan aku, kejadian hari ini membuktikan bahwa aku tidak bisa menjagamu hanya dengan memantau dari jauh. Aku butuh status yang sah untuk melindungimu dari orang-orang seperti Handoko dan aku butuh kau berada di rumah ini, bersamaku, setiap hari." uca Kayvan dengan serius.

Aluna menatap Kayvan dan matanya mulai berkaca-kaca lagi.

"Ini bukan kontrak Aluna, aku tidak meminta ini sebagai bisnis." Kayvan merendahkan suaranya dan matanya menatap Aluna dengan penuh permohonan.

"Aku memohon padamu, menikahlah denganku. Bukan untuk uang, bukan untuk beasiswa, tapi agar aku punya hak penuh untuk menghancurkan siapa pun yang berani menyakitimu." ungkapannya mengutarakan sesuatu yang sudah dia bahas dengan sang papa tadi.

Aluna tertegun, ia merasakan ketulusan, rasa takut kehilangan, dan rasa protektif yang luar biasa dari genggaman tangan Kayvan.

Ia menyadari bahwa ia tidak bisa lagi berjuang sendirian, ia butuh pelindung, dan pelindung itu ada di hadapannya.

"Tapi... apa Om tidak malu punya istri seperti saya?" tanya Aluna lirih.

Kayvan tersenyum tipis, lalu mengecup punggung tangan Aluna dengan lembut.

"Aku justru akan menjadi pria paling sombong di dunia karena bisa memiliki wanita setangguh dan seindah dirimu."

Aluna terdiam sejenak, lalu perlahan mengangguk setuju karena tidak ada salahnya menerima Om sahabatnya itu, ya walau perbedaan umur mereka cukup jauh.

"Baik Om, saya bersedia." jawab Aluna.

Kayvan tidak bisa menahan rasa leganya, ia menarik Aluna ke dalam pelukannya, mencium puncak kepala gadis itu.

Di bawah langit malam yang sunyi kesepakatan itu akhirnya tercapai, bukan karena keterpaksaan harta, melainkan karena rasa butuh untuk saling melindungi.

Aluna menyandarkan kepalanya di bahu Kayvan, merasa untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia akhirnya menemukan pelabuhan yang aman.

Di luar pintu, Tuan Baskara Madhava dan Raline yang sejak tadi menguping dan saling bertukar senyum puas.

"Akhirnya..." bisik Raline riang.

"Tugas Opa selesai satu tahap." gumam Tuan Baskara sambil mengelus dadanya yang sebenarnya sama sekali tidak sakit.

Takdir baru saja mengetuk pintu, dan kali ini, Aluna Putri tidak membukanya dengan rasa takut, melainkan dengan harapan baru di balik lengan kokoh Kayvan Dipta Madhava.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mita Paramita
kapan malem pertama nih pasangan pengantin baru 🤣🤣🤣
Sastri Dalila
si opa asyik makn² aja kerja nya🤣
Dartihuti
Canggung ya Lin...blm terbiasa🤭🤭🤭
Rahma Inayah
so sweet
aroem
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kakkk🙏🙏🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Cristine 1107_
huhhh thorrr ihhh kok masih kamu amat sih mereka berdua🤧
Rahma Inayah
lnjut thor
Dartihuti
Kutup es'y udah cair dikit dikit nih...😄😄
Retno Harningsih
up
Anonim
Update bab yg banyakkk yaa, aku suka cerita nya
Alim
hemmm🥰🥰
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kak🙏🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alim
hemmm😍😍😍
Mira Hastati
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya🙏🤗🤗😍😍
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut Thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
klo gk ada perubhn gk aq lnjtkn bc ny...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq bsen sm crt ny... tntg kerjaan pun di msuk kn... gk ada cnda twa... bsen lh


ud gt cwek ny sok ni x... harga dr hrga dr....🙏🏻
Dartihuti
Belum biasa Luuun...🤗
Retno Harningsih
up
Cristine 1107_
lanjuttt thor
erviana erastus
pencuri hati kayvan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!