Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.
Bab 34
Malam harinya sekitar pukul 20:00 jonathan baru saja memasuki apartemen mereka,
Keduanya merebahkan diri di atas sofa yang sama.
Keheningan tercipta diantara keduanya,
Jonathan yang terus mencari informasi soal alex,
Sedangkan bianca pun yang masih di penuhi rasa khawatir terhadap kakanya.
"Kamu sudah makan bi.."
Terdengar ucapan jonathan yang nampak letih.
"Hmm sudah..kamu belum makan?.."
Jonathan hanya menggelengkan kepalanya,
Lalu bianca bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur.
Beberapa bahan makanan yang ia beli beberapa hari yang lalu masih sangat bagus untuk di jadikan sebuah masakan.
Tanpa fikir panjang,ia menggulung lengan kemejanya sampai siku.
Mengeluarkan beberapa sayur dan daging dari kulkas.
Beberapa hari ini ia dan jonathan menginap di rumah orang tua bianca sehingga ia sama sekali tidak memegang peralatan dapur.
Kelihaiannya dalam hal memasak memang tak di ragukan lagi,
Setelah merebus sebentar beberapa sayur wortel,buncis dan jagung,
Menggoreng kentang,
Serta daging yang hanya perlu beberapa menit untuk dimasak menggunakan teflon kini tersajilah steak daging wagyu di atas meja makan.
Bianca melirik ke arah pintu kamar yang masih terlihat tak ada pergerakan membuat dirinya merasakan sedikit letih,
Ia pun masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar satunya.
Beberapa menit kemudian,keduanya sama-sama keluar kamar dalam keadaan sudah mandi dan berganti pakaian.
"Heemm..aku semakin lapar.." ucap jonathan sembari mendekatkan wajahnya ke arah piring untuk merasakan baunya.
"Mau minum?.." bianca pun meraih sebotol anggur dan gelas panjang.
"Bolehh.."
"Memang benar aku tidak salah pilih istri.."
"Ini enak.."
Bianca hanya sedikit tersenyum,ia sudah terbiasa mendengar puji-pujian seperti itu.
"Kamu sudah tau soal pria yang terekam di cctv.."
"Kamu tenang aja..secepatnya pasti akan ketemu.."
"Jo..boleh aku nanya sesuatu?.."
"Gimana caranya kamu tau cctv itu,maksudku mungkin kamu menghubungi polisi tapi bagaimana kamj bisa mendapakan akses cctv itu dengan mudah.."
"Bianca..suatu saat kamu akan tau.."
"Tidak hari ini..ok!.."
Jonathan melanjutkan makannya dengan lahap,sedangkan bianca beranjak dari duduknya.
Membawa segelas minuman kedalam kamar.
Jonathan hanya menatap setiap langkah bianca yang terlihat sangat lesuh.
Setelah makanannya habis,ia pun menyalakan benda kecil berwarna putih sembari berjalan menuju balkon.
Tak terasa waktu pun sudah mulai malam,angin semakin bertiup kencang menembus kain horden tipis di balkon yang terbuka tersebut.
Jonathan pun meraih ponsel lalu menghampiri bianca yang mungkin sudah lelap.
"Bianca.." mata jonathan melotot melihat bianca yang duduk di depan meja rias dengan penerangan lampu tidur dan hanya mengenakan lingerie tipis.
"Heii.."
Jonathan pun segera menghampirinya lalu memeluknya dari belakang.
"Beberapa hari ini,aku sangat capek tapi kali ini aku akan berusaha.." ucap bianca.
"Aku tidak akan memaksamu sayang.."
sebenarnya jonathan sudah mulai bangkit gairahnya,namun karna mendengar ucapan bianca ia kembali luluh.
"Jadi kamu tidak mau.."
"Haah baiklah,aku akan mengganti pakaianku lagi.."
"Ini terlalu tipis,dingin.."
Ucapnya segera mungkin bangkit dari duduknya.
Belum sampai ia membuka lemari baju,tangan kekar jonathan sudah melingkar di area perutnya.
Ciuman-ciuman gemas menghujani punggung dan leher bianca.
"Aahhh.."
"Jo.." erang bianca yang kemudian memutar badannya,bianca menatap tubuh jonathan yang kini hanya mengenakan celana pendek,ia tak menyadari kapan dia membuka bajunya.
"Hari ini aku pun sudah mencapai puncak gairahku baby.."
"Aku sudah tidak bisa menahannya.."
Keduanya berciuman sambil berdiri,jonathan mendorong tubuh bianca hingga menempel pada lemari baju.
"Mmmm.." erang bianca.
Tidak sampai disitu saja,selain memainkan lidahnya di dalam bibir bianca tangan jonathan pun mulai bergerak menyentuh semua area sensitif bianca.
Kedua bukit kembar yang terlihat sintal menggemaskan.
Bianca hanya mampu mengerang merasakan setiap remasan yang di lakukan oleh jonathan.
"Pegang ini baby.." jonathan pun mengarahkan tangan bianca untuk menyentuk lobak miliknya yang sudah sangat keras.
Masih di dalam posisi yang sama,jonathan memutar tubuh bianca untuk membelakanginya,ia sedikit mendorong tubuh bianca agar membungkuk.
Lalu secara perlahan ia memasukkan miliknya kedalam milik bianca.
"Aarrhhh.." keduanya mengerang bersamaan dengan penyatuan yang sudah berhasil.
"Lihat dirimu baby.."
Jonathan mengarahkan wajah bianca untuk menatap cermin yang ada di depannya.
"Kamu sangat sexy dalam posisi seperti ini.."
Wajah bianca seketika memerah akibat gairah yang ia rasakan,juga karna menatap dirinya yang pertama kali melakukan hal seperti ini.
Jonathan mulai menggerakkan pinggulnya kedepan dan kebelakang,
Tangannya yang semula memegang pinggul bianca agar tak terjatuh kini tangan kanannya menarik sedikit rambut bianca hingga membuatnya menjerit.
"Aaww aahhkkk.."
"Bagaimana baby..kamu suka.." ucap jonathan yang semakin kencang dengan gerakannya.
"Ahh jo..aku ga kuat.."
"Ini nikmat sekali..lebih dalam lagi.." kini bianca tidak ragu lagi mengeluarkan kata-kata seperti itu.
Jonathan sedikit membuat bianca kewalahan kali ini,dengan gerakan yang berbeda kini tubuh jonathan dan bianca menempel semua,
Tangannya memegang leher depan bianca dan sesekali mencium tengkuk hingga lehernya.
"Aahhkk aahhkk milikmu sempit sekali baby.."
"Aku hampir sampai sayang.."
"Aahkk.." erang bianca.
Mendengar hal itu ia menambah ritmenya kembali hingga membuat bianca akhirnya melakukan pelepasan untuk pertama kalinya,jonathan menangkap tubuh gemetar bianca agar tidak terjatuh.
"Aahhhkk..aku ga kuat.."
"ini baru beberapa menit baby.."
"Aku sudah menahannya berhari-hari.."
Ucap jonathan yang kini melepaskan penyatuan dari bianca dan mulai mencium kening bianca.
Dengan tatapan sayu bianca meraih tubuh jonathan lalu menariknya kedalam pelukan dan berjalan menuju ranjang.
"Kali ini aku tidak akan menyerah.."
Brugg..
Dorongan dari bianca membuat tubuh jonathan terbanting keatas kasur,
Bianca pun merangkak keatas tubuh kekar jonathan yang sudah mulai berkeringat,
Ia mulai mencium dengan liat seluruh tubuh jonathan.
"Aahhkk..lakukan baby.."
"Lakukan apapun yang kamu mau.."
"Malam ini aku tidak akan memberimu ampun.."
"Ahhkk.." Jonathan kini tersentak ketika bianca kini sudah berada di depan lobak miliknya dan memasukkan kedalam mulut mungilnya secara perlahan.
"Aaahhhkk biancaa.."
Hai readers..
Selamat datang di karya pertamaku.
Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..
Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.
Jangan lupa like dan komen ya gaess.