Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Andreas dengan mama Neni
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatian Andra dari ponselnya ke pintu kamar, "Dra, mama boleh masuk kan?" tanya sang mama di luar pintu kamar Andra.
"Masuk saja ma, pintunya gak Andra kunci kok!"
Mendengar jawaban Andra, sang mama pun kini sudah masuk ke dalam kamar itu lalu menghampiri Andra yang tengah berdiri di samping jendela kamarnya. Menatap ke arah luar jendela dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.
"Andra, mama perhatiin mulai dari kamu sampai rumah, kamu kelihatan tidak ada semangat. Ada apa, Dra? kamu sedang ada masalah di bali?" tanya mama Sila yang paham akan perasaan anaknya.
Andra membuang nafasnya panjang lalu menoleh pada sosok wanita paruh baya yang amat di sayangnya. "Nggak kok, Ma. Andra baik-baik saja. Ada apa mama kesini?"
"Jangan bohong sama mama. Kalau ada masalah kamu bisa cerita sama mama, jangan pernah memendam masalah itu sendiri."
"Iya, ma. Mama tenang saja. Andra benar-benar baik saja kok. mama tumben ke kamarnya Andra, ada apa?" Andra menatap pada sang mama dengan penasaran. Memang ini adalah pertama kalinya mama Sila masuk ke dalam kamarnya. Bahkan setelah umur Andra masuk di usia 23 tahun.
"Kamu di panggil papa. Ada hal penting yang ingin papa katakan padamu, sayang"
"Soal apa?"
Mama Sila menggeleng, "Lebih baik sekarang kamu turun lalu temui papa. Masa iya gak bosen di dalam kamar terus. Sudah dua hari loh Dra kamu diem di kamar. Kayak anak prawan saja" mama Sila terkekeh setelahnya.
Memang selama dua hari ini Andra tidak ada keluar dari dalam kamar apalagi rumahnya. Pria itu hanya akan turun saat sarapan dan juga makan malam. untuk makan siang dia akan meminta asisten rumah tangga untuk mengantar ke kamarnya.
"Iya....iya.. Bentar lagi Andra temui papa"
***
Selama perjalanan pulang ke rumah, Kanaya terus memperhatikan Adel dari kaca spion depan"Sudahlah, Dek. Kalau memang kamu mencintainya, lebih baik sekarang kamu hubungi dia duluan, gak perlu gengsi selama kamu tulus mencintainya" kata Kanaya pada Adel. Karna sejak tadi adiknya itu selalu saja membuang nafasnya berat sekan menahan rasa rindu pada seseorang.
"Gak mau lah aku kak, nanti yang ada dia bakal besar kepala. Mau di taro di mana muka ku kalau sampai harus nge-chat dia duluan. Biarlah dulu, kalau memang sampe besok Andra gak ada hubungin aku, brati aku harus nahan gengsi buat menghubungi dia duluan"
"Terserah kamu deh, asal jangan menyesal di kemudian hari ya" Kanaya kembali lagi fokus pada mengemudi. Beberapa saat yang lalu Adel hampir saja menabrak seseorang karna tidak fokus. Hingga pada akhirnya Kanaya yang mengambil alih untuk menyetir.
Dtttt.....Dtttttt
Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Adel membuat gadis itu segera mengambil ponselnya dari dalam tas. Dia sangat berharap jika yang mengirimkan pesan itu adalah Andra, pujaan hati sekaligus orang yang sering menguji kesabarannya. Dan benar saja, yang mengirimkan pesan untuknya adalah Andra, seketika itu juga senyuman Adel mengembang, namun hanya beberapa saat, karna sedetik kemudian senyuman itu luntur tatkala Adel membaca isi pesan yang sudah Andra kirim untuknya.
( Hai, Sayang. Apa kabarmu? Aku harap kabarmu selalu baik. jaga dirimu baik-baik ya! Maaf atas sikap ku selama ini. Aku berharap semoga kamu selalu bahagia, dengan ataupun tanpa aku. Mungkin ini adalah pesan terakhir yang bisa aku kirim buat kamu, karna sebentar lagi aku akan menikah dengan gadis pilihan kedua orang tuaku. Sebagai seorang anak, aku tidak bisa menolak permintaan terakhirnya papa. Maafkan aku Del! But I love you so much Adelly puspita Adhitama)
Sesak.. Tentu saja. Hati Adel sakit membaca pesan yang dikirim oleh Andra, biarpun dia sudah tau jika kekasih online nya adalah sosok yang sering menguji kesabarannya namun tak bisa Adel pungkiri, dia mencintai sosok itu.
tangis Adel pecah ketika melihat pesan yang baru saja selesai dia baca dari benda pipih yang ada di tangannya. Hatinya berdenyut nyeri mendapat pesan terakhir yang tak sesuai dengan harapannya.
Kanaya yang melihat sang Adik tiba-tiba terisak membuat wanita itu menepikan mobilnya, Kanaya menatap Adel dengan penuh pertanyaan.
"Dek, ada apa?" tanya Kanaya sambil menatap pada Adel. Gadis itu masih diam tak langsung menjawab"Del, apa yang terjadi?" tanya Kanaya lagi.
"Aku terlambat, kak. Semuanya sudah berakhir" balas Adel di sela isak tangisnya.
Kanaya yang tidak paham mengangkat sebelah sudut bibirnya"Berakhir? Maksud kamu?"
"Semuanya sudah berakhir kak, Dia akan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya"
Tak jauh beda dengan Adel, kini Andra kembali masuk kedalam kamarnya setelah mendengar satu hal yang tidak mengijinkannya untuk membuat pilihan. Demi sang papa, Andra terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh tuan Pratama. Antara Andra dengan anak teman dekatnya.
"Maafkan aku, Del. Tidak ada pilihan lain kecuali menerima perjodohan itu. Aku mencintaimu, Del. sangat! Namun pilihannya sangat sulit, semoga kamu bisa bahagia dengan ataupun tanpa aku" Andra menatap layar ponselnya dengan sesak di dada.
Selama ini dia memang tidak pernah menjalin hubungan kecuali dengan Adel, biarpun hubungan mereka di awali dari aplikasi dating yang Andra download satu tahun yang lalu, namun semakin kesini perasaan itu semakin besar.
Hari sudah berlalu, kini pesawat yang di tumpangi Andres telah landing di Kanada. Saat sudah turun dari pesawat, pria itu sudah bisa melihat keberadaan sang mama dari kejauhan yang telah menunggu kedatangannya.
Sosok wanita paruh baya yang amat Andreas cintai, bahkan karna rasa sayangnya yang begitu besar, Andres selalu saja nurut dengan apapun yang di minta oleh mama Neni.
"Anak mama, akhirnya kamu sudah sampai sayang. Mama sangat merindukanmu" gumam mama Neni sembari memeluk Andres erat. "Andre juga sangat merindukan mama. Maaf karna akhir-akhir ini Andre sangat sibuk"
"Tidak masalah, sayang. Bagaimana perjalananmu?"
"Sedikit melelahkan,"
Mereka berdua berjalan beriringan lalu masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir tak jauh dari tempat mereka.
Di tengah perjalanan awalnya mobil itu hanya di lalui dengan cerita Andreas perihal perusahaan yang dia bangun sendiri di bali, namun seketika Andreas terdiam tatkala mama Neni membawa nama Wika dalam obrolan mereka.
"Dre, ayolah nak. Kamu jangan keras kepala seperti itu, apa susahnya memulai semuanya lagi dengan Wika? Bukankah kalian saling mencintai di masalalu? Mama yakin jika kalian bersatu, hidup kamu akan semakin terjamin, perusahaan kamu akan semakin besar nantinya"
"Sekali Andre bilang tidak ya tidak, Ma. Dia hanyalah masalalu, jadi Andre mohon agar mama tidak lagi memaksa Andre untuk mengulang kebodohan itu buat kedua kalinya" balas Andreas serta mengalihkan perhatiannya ke lain arah.
"Apa semua ini karna wanita itu?" Andres diam"Dre, jawab mama! Apa perubahan kamu karena wanita yang terpaksa kamu nikahi untuk menggantikan adik tirimu yang tidak tau diri itu,"
"Iya, memang semua itu karna Kanaya. Satu hal yang harus mama tau, dia jauh lebih baik dari pada Wika, dan Andre ingatkan sama mama, jangan pernah mencoba untuk memisahkan Andre dengan istri Andre, karna kalau sampai mama berani melakukannya, mama akan tau akibatnya. Berhenti pak!"