Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbagai Rencana
Melihat kedatangan tuan muda SING KANG, semua murid elite yang sedang menunggunya segera saja berdiri menyapanya.
"Selamat datang Tuan Muda!" Ucap semua murid elite.
SING KANG tersenyum kearah mereka dan bertanya.
"Bagaimana keadaan kalian?" Ucapnya.
"Kami merasa lebih baik dari yang kemarin dan bahkan berkali-kali lipat lebih malahan" Ucap salah satu murid elite yang di anggukan oleh semua murid elite lainnya.
"Bagus.. Bagus..Itu yang aku harapkan" Ucap SING KANG.
"Sekarang aku tetap akan melatih pertahan tubuh kalian dan juga melatih kekuatan kalian dengan inovasi karya baru yang aku ciptakan"
"Tapi tuan Muda, kami tidak sangg......."
Belum habis ucapan beberapa murid yang tidak sanggup menahan latihan yang Tuan Muda SING KANG praktekkan kepada mereka.
Terdengar suara...
BAK..BIK..BUK...BAM...
BOOM..!
AHHHH...AHHHH... AHHHH..
Suara suara pukulan dan tendangan terdengar menggema di tempat latihan itu dan terus terdengar selama beberapa saat lamanya.
Banyak tubuh yang terlempar kesana kemari menabrak tanah dan bahkan suara teriakannya sangat menyayat hati.
Tak selang beberapa menit kemudian tidak terdengar lagi suara teriakan. Suasana di tempat tersebut menjadi sunyi.
"Hahahaha.." SING KANG tertawa bahagia melihat semua murid elite terkapar di atas tanah dalam keadaan pingsan. Semua tubuh murid murid elite yang pingsan itu mengeluarkan darah.
"Tidurlah kalian selama beberapa beberapa jam lamanya, setelah kalian bangun. Maka kalian akan mendapatkan berkah"
"Tubuh kalian akan semakin di perkuat, kekuatan kalian akan semakin meningkat"
Setelah mengatakan itu, kemudian SING KANG berjalan kearah mereka menotok kesana kemari di tubuh semua murid murid elite dan memasukkan dua pil. Yaitu Pil Regenerasi dan pil peledak energi.
Selesai semuanya, SING KANG kembali ketempat kediamannya. Ketika ia tengah berjalan santai dan tiba di depan pintu Aula pertemuan keluarga SING, tiba tiba Ayahnya SING GAMA memanggilnya.
"Putraku SING KANG, Nak kemarilah!" Ucap Ayahnya SING GAMA yang tengah berdiri di depan pintu Aula pertemuan.
Mendengar suara panggilan dari Ayahnya SING GAMA, SING KANG menoleh dan tersenyum.
Berjalan menghampiri kearahnya dan bertanya.
"Ada apa Ayah memanggil aku?" Tanya SING KANG.
"Ayo sini masuk dulu" Ucap Ayahnya SING GAMA.
SING KANG lalu berjalan mengikuti di belakang Ayahnya masuk kedalam Aula pertemuan.
Para tetua yang duduk di dalam Aula pertemuan tersenyum kearah SING KANG.
Lalu mereka menyapanya "Selamat datang Tuan Muda SING KANG"
SING KANG balas tersenyum kearah semua tetua dan balas menyapa "Salam para tetua yang terhormat"
"NAk, sini duduk dekat Ayah!"
"Baik Ayah" jawab SING KANG.
Tuan muda, aku mendengar kamu telah melatih semua murid murid elite. Apa benar begitu" Tanya wakil ketua menatap kearah SING KANG.
Semua Tetua sudah tau dan sudah melihat cara Tuan Muda SING KANG melatih semua murid murid elite. Sewaktu pertama kali melihatnya, mereka tertegun. Tapi, setelah melihat hasilnya. Mereka benar-benar terpukau.
"Sudah Wakil Ketua" Jawab SING KANG tersenyum kecil kearah Paman SING GUNG.
"Terimakasih Tuan muda, kamu begitu baik kepada keluarga SING" Ucapnya.
"Wakil ketua ngak usah berterimakasih, aku kan keponakan Paman SING GUNG juga. Berarti kita kan keluarga, keluarga SING" Ucap SING KANG.
Oh ya Ayah. Aku juga ingin meningkatkan kultivasi Ayah, semua tetua, Leluhur dan juga wakil ketua.
Setidaknya bisa mencapai tahap satu dan tahan lima bintang dewa. Ayah tenang saja, semua pil dan sumberdaya aku yang akan menyediakan nya.
"Aku ingin keluarga SING menjadi keluarga no satu di kota SUNDARI dan bahkan di benua LONESIA ini" Ucap SING KANG.
Mendengar itu SING GAMA dan para tetua tersenyum bahagia. Keponakan mereka telah tumbuh semakin kuat, bahkan menjadi seorang Alkemis yang sangat berbakat yang belum pernah ada di kota SUNDARI ini.
SING KANG mengeluarkan cincin penyimpanan dan memberikan kepada semua tetua dan juga untuk Ayahnya.
"Ini untuk Para tetua dan ini juga untuk Ayah!" Ucap SING KANG lalu cincin penyimpanan yang ada di tangannya melayang kearah semua tetua.
"Setidaknya Pil Pil itu bisa meningkatkan kekuatan kultivasi para paman, kakek di tahap Bintang Dewa"
Tuan Muda, terimakasih" Ucap semua para tetua.
"Cucuku, terimakasih" ucap Leluhur keluarga.
"Nak, terimakasih" Ucap Ayahnya.
Mereka semua sangat bangga mempunyai keponakan yang sekarang sudah tumbuh menjadi sangat kuat, melebihi mereka, melebih Ketua dan juga leluhur keluarga. Bahkan kemungkinan jadi melebihi kepala keluarga perkumpulan lainnya yang ada di kota SUNDARI ini.
"Oh ya, Ayah, kakek dan para paman bisa berkultivasi di ruang bawah tanah. Karena di sana waktunya jauh lebih lama di bandingkan dengan di tempat ini. Satu hari di sini sama dengan seratus hari di dalam ruang bawah tanah" Ucapnya.
"Apa...!" Semua orang yang hadir dalam Aula besar tersebut terkejut. Mereka menatap kearah SING KANG dengan tatap seakan tidak percaya dan bertanya.
"Cucuku, kamu menguasai formasi juga?" Ucap SING TONG.
"Hehehe..Iya Kakek" Ucap SING KANG tersenyum geli, melihat raut wajah kakeknya.
Melihat tingkah mereka semua, SING KANG langsung berlari keluar dari dalam Aula besar tersebut tanpa menoleh lagi kebelakang.
Setelah tiba di luar Aula pertemuan, dia langsung menuju ketempat kediamannya.
$.
&.
$.
&.
Sementara itu di markas perkumpulan aliansi KANDOLE, mereka telah mempersiapkan segalanya. Termasuk memanggil semua anggota kelompoknya masing-masing yang tersebar di seluruh kota SUNDARI ini, untuk segera pulang ke markas mereka.
Mereka benar benar ingin melenyapkan keluarga SING. Sama sewaktu dulu melenyapkan keluarga BAY yang ada di kota SUNDARI ini juga. Kejadian ini sudah lama terjadi. Hanya segelintir orang saja yang tau kejadian ini.
$.
&.
Di dalam kamarnya, SING KANG langsung masuk kedalam dunia jiwanya menyuling berbagai macam pil untuk kebutuhan dirinya dan juga untuk kebutuhan keluarganya.
Setelah menyelesaikannya, dia duduk mengobrol dengan Kakak Rajawali petir yang pekerjaannya hanya tidur saja.
Tengah asyik mengobrol, tiba-tiba jiwanya bergetar hebat. Itu tandanya ada yang menghubunginya, segera saja SING KANG duduk bersila dan benar saja.
Paman TIGER LON yang menghubunginya lewat telepati.
"Tuan muda, aku menemukan tempat persembunyian SI PISAU TERBANG. Apa yang harus aku lakukan,?" Tanya Paman TIGER LON kepada SING KANG.
"Bagus, sangat bagus. Kebetulan sekali. Segera datangi dia dan ajak dia kemari. Kalau tidak mau, paksa dia, buat dia bertekuk lutut" Jawab SING KANG.
"Kalau begitu, baik tuan Muda"
Setelah itu komunikasi mereka langsung terputus.
Setelah mendengar perintah dari Tuan muda SING KANG, Paman TIGER LON langsung berjalan ke suatu tempat yang ada di sebuah lembah, tepatnya di bawah tebing kecil tempat pembuangan berbagai limbah.
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut..
Like.
Vote
Iklan.
Suka.
Hadiah.
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja sampai besoknya...