Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Tunawisma: Maaf apakah penumpang mobil itu selamat? Karena saya mendengar orang jahat itu bicara dengan seseorang di telpon menyebut 'gadis itu sudah mati'
Inspektur polisi: " Syukurlah berkat doa Bapak/ibu ada orang baik yang membantu menyelamatkan gadis itu, sekarang sedang dalam perawatan di rumah sakit.
Tunawisma : "Alhamdulillah kami senang mendengarnya, Allah benar-benar mendengar doa kami dan mengirim orang baik untuk menolong gadis itu".
Inspektur polisi : Mungkin sudah cukup kami minta keterangan dari Bapak/Ibu. Sekali lagi dari pihak kepolisian kami mengucapkan ribuan terima kasih.
Tunawisma : Baik sama-sama pak, kami juga dengan ikhlas membantu bapak polisi. Kami mohon pamit dulu pak, permisi.."
Sepasang suami istri tunawisma itu berpamitan dengan inspektur polisi dan pergi membawa tas dan kantong plastik yang sudah lusuh. Mereka tampak bergandengan tangan meninggalkan lokasi kecelakaan itu.
Saat mereka sudah berjalan dan belum terlalu jauh mereka dicegat kembali oleh polisi yang masih agak muda dan menyerahkan amplop coklat ketangan tunawisma yang tampak sudah keriput itu.
" Permisi pak ini ada titipan dari Bapak Inspektur polisi,mohon diterima".
" Ta-tapi pak ini apa? ujar tunawisma itu bertanya dengan polosnya.
" Pokoknya diterima aja pak, saya hanya menyampaikan amanat beliau agar menyerahkan amplop ini kepada bapak dan ibu".
Kemudian polisi muda itu pergi meninggalkan sepasang tunawisma yang masih berdiri terpaku di tempatnya.
Karena penasaran dengan isi amplop coklat yang agak tebal itu, mereka membukanya perlahan dengan tangan yang agak gemetaran. Saat melihat isinya mata mereka terbelalak tidak percaya, seumur hidup mereka tidak pernah melihat segepok uang kertas berwarna biru.
Sepasang suami istri itu menangis terharu dan saling berpelukan. Mereka tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada sang pencipta.
" Allah mengabulkan doa-doa kita pak" ujar istrinya. "Ibu selalu berdoa agar kita mendapatkan rezeki dan bisa pulang ke kampung" ujar istrinya sambil menangis.
" Iya bu..akhirnya kita bisa pulang ke kampung, dan menghabiskan masa tua kita di kampung halaman sambil bertani "jawab suaminya sambil menangis terharu.
" Ayo bu...,kita pergi ke stasiun kota sekarang juga agar tidak kehabisan tiket kereta" ajak suaminya sambil menggandeng tangan istrinya.
"Iya pak ayo buruan" ujar istrinya sambil tertawa bahagia dan tak henti mengucapkan syukur dalam hatinya. Mereka berjalan kearah jalan raya dan naik bajaj menuju ke stasiun kota.
\=\=\=\=\=\=\=
Pukul 03.00 wib di Rich International Hospital.
Tampak Keenan dan Adiguna duduk dengan gelisah sambil sesekali melihat ke arah pintu ruang operasi. Tindakan operasi itu sudah berlangsung selama 2 jam. Artinya sekitar 2 jam lagi jika operasi itu berjalan lancar akan selesai.
Keenan mengirimkan pesan kepada Bram menanyakan informasi mengenai hasil penyelidikan di lokasi kejadian kecelakaan tadi . Tetapi ponsel Bram sepertinya tidak aktif karena pesannya masih tertunda.
Adiguna tampak gelisah. Ia juga melihat pemuda disebelahnya yang juga sudah tampak letih. Tetapi ia juga heran dengan pemuda itu yang masih setia menunggui proses operasi anak gadisnya padahal ia juga tidak kenal dengan Dara dan Adiguna.
Adiguna mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengajak mengobrol Keenan. Ia menceritakan bahwa Dara yang telah ditinggal meninggal ibunya saat berusia 5 tahun. Ia juga menceritakan bahwa sebelum meninggal mendiang istrinya berjuang melawan sakit kanker selama 7 tahun sebelum ia mengandung anaknya Dara.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏