Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepingan Rahasia
Arkana dan Elzia bersama-sama turun dari lantai dua menggunakan tangga
"Ingat belum nikah Ar jangan main bawa ke kamar aja " Ucap Deon menatap kesal ke arah Arkana
"Yee bilang aja kalo lo iri ye kan " Ucap Dava yang berada di seberang meja
"Enak aja gini-gini gue banyak yang naksir ya " Ucap Deon tak mau kalah
"Ya bahkan saking gantengnya lo yang bencong pun ikutan naksir " Ucap Dimas membuat keluarga disana ikut tertawa mendengar ucapan Dimas
Drtt... Drtt.. Drtt....
Ponsel milik Elzia berbunyi membuat semua orang menatap kearah nya
'Mamanya Vitri' batin Elzia mengerutkan keningnya karena tidak biasanya orang tua Vitri meneleponnya
"Om tante saya izin angkat telepon sebentar ya " Ucap Elzia dan mereka hanya mengangguk
Elzia mengangkat telepon yang tidak jauh dari tempat makan sehingga mereka yang di meja makan masih dapat melihat dengan jelas Elzia
"Iya halo tan ada apa telepon El? " Tanya Elzia langsung pada intinya
"........ "
"APAA VITRI KECELAKAAN" Teriak Elzia kaget bahkan mereka yang dimeja makan pun ikut kaget
".......... "
"Baik tante saya akan kesana sekarang" Ucap Elzia langsung mematikan teleponnya
"Om tante semuanya maaf saya gak bisa ikut makan siang bersama kalian, saya harus kerumah sakit karena teman saya kecelakaan" Ucap Elzia bahkan ucapannya pun agak sedikit tidak terlalu jelas karena saking buru-buru nya
"Biar Kana yang akan mengantar mu El" Ucap Reo papanya Arkana
"Makasih pah " Ucap Elzia kemudian ia langsung pamit dan Arkana juga pamit untuk mengantarkan Elzia
Keduanya menggunakan motor agar lebih cepat sampai ke rumah sakit
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang sudah di sherlock oleh mamanya Vitri tadi
Elzia langsung pergi menemui suster untuk menanyakan kamar rawat Vitri
"Om tante " Ucap Elzia menghampiri sepasang suami istri itu
"Apa yang terjadi sama Vitri tan? Kenapa dia bisa kecelakaan? " Tanya Elzia dengan wajah yang penuh khawatir
"Tenangkan dirimu dulu El " Ucap Laras agar Elzia lebih tenang
Arkana yang berada di samping Elzia mengusap punggung Elzia agar sedikit lebih tenang
Elzia menatap ke arah sepasang suami istri itu lalu bertanya
"Om tante Kiara udah datang ke sini belum? " Tanya Elzia menatap kedua paruh baya tersebut
"Nomor Kiara nggak aktif El tante udah menghubunginya tapi tetap tidak aktif" Ucap Laras pelan ia tau putrinya hanya memiliki dua sahabat makanya ia menghubungi Elzia dan Kiara, tapi sekarang Kiara tidak bisa dihubungi
Ceklek
Laras dan Elzia langsung menghampiri dokter tersebut
"Dok bagaimana keadaan putri saya dok apakah ada parah dengan lukanya? " Tanya Laras dengan nada khawatir
"Tenang bu anak ibu tidak terlalu parah mungkin beberapa hari sudah bisa pulang " Ucap Dokter tersebut menjelaskan orang tua pasien tidak terlalu khawatir yang berlebihan
"Kalo begitu saya pamit dulu ya bu pak " Ucap Dokter tersebut kemudian langsung meninggalkan mereka berempat disana
Tap..Tap.. Tap..
Seseorang berlari dengan tergesa-gesa sampai ia menemukan Elzia dan yang lain
"Tante gimana keadaan Vitri sekarang? " Tanya Kiara dengan wajah yang khawatir, ya gadis yang berlari tadi adalah Kiara
"Vitri baik-baik aja nak kamu kenapa kok wajah kamu pucat gitu dan kenapa ada memar di leher kamu? " Ucap Laras dan bertanya diakhir kalimat nya, Laras memiliki pengelihatan yang teliti sehingga ia bisa langsung melihat memar di leher Kiara
"Jadi sebelum Vitri kecelakaan aku sama Vitri sempat makan di pedagang kaki lima tempat biasanya tan, dan saat itu aku juga ada sedikit masalah keluarga sehingga aku hanya berdiam diri bahkan saat Vitri mengajakku berbicara saat itu aku lagi benar-benar butuh ketenangan tan "ucap Kiara menceritakan kejadian sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing
" Nah di perempatan kami berdua berpisah seperti biasanya pas udah pertengahan jalan aku merasa bersalah sama Vitri karena udah mendiaminya dan aku berniat putar balik untuk meminta maaf tapi pas mau putar tiba-tiba aku dihadang beberapa orang dan mereka cowok semua sehingga aku tak bisa menyusul Vitri bahkan ponselku Rusak karena ulah mereka beruntung nya ada tiga orang yang nolong aku dan memar dileher aku kena kayu yang mereka bawa tan untungnya saat itu hanya kena sedikit tapi ya lumayan sakit sih " Lanjutnya lagi
"Ya ampun sayang untung kamu gak terluka parah " Ucap Laras dengan nada khawatir
"Iya tante aku juga sangat berterimakasih sama mereka karena udah bantu aku " Ucap Kiara kemudian menoleh kearah Elzia
"Lo udah dari tadi disini? " Tanya Kiara sedangkan Elzia mengangguk mengiyakan pertanyaan Kiara
Untuk Arkana ia izin pamit lebih dulu dan tadi ia sedikit tidak rela meninggalkan kekasihnya dirumah sakit tapi karena Elzia meyakinkan akhirnya Arkana percaya kemudian pulang karena ada perkerjaan yang mendadak
Ketiga wanita yang berbeda usia itu masuk ke ruang inap Vitri mereka bercerita apa saja agar tak bosan hingga akhirnya Vitri sadar
Eugh..
Vitri perlahan membuka kedua matanya yang ia lihat sekarang hanya wajah tiga orang
"Gue dimana ya? Kalo gue mati gak mungkin bentuk syurga nya gini? Dan mana mungkin juga wajah malaikat nya seperti ini mana yang satunya ganas amat kaya ikan piranha " Gumam Vitri tak jelas sedangkan wajah yang disebut ikan piranha oleh Vitri adalah mommynya sendiri
"VITRIIIIIII!!!!!! " teriak laras karena sudah mengakatan nya seperti ikan piranha untung saja ruang inap Vitri memakai sadap suara jadi diluar tidak kedengeran
Sedangkan Elzia dan Kiara langsung menutup telinga masing-masing meskipun itu tidak berguna sama sekali karena masih terdengar
'Buset dah baru tau mamahnya Vitri punya suara kek toa' batin Kiara meringis
'Untung gue gak punya riwayat penyakit jantung kalo punya mungkin gue udah mati mendadak' batin Elzia sambil mengusap dadanya
"Untung kamu lagi sakit kalo nggk udah mamah jewer kamu" Ucap Laras mendengus kesal
"Hehe bercanda ma jangan marah-marah nanti cantiknya jadi ilang " Ucap Vitri menatap kearah Laras
"Lo masih ada yang ngerasa sakit gak? " Tanya Kiara dengan nada khawatir
Vitri menatap kearah Kiara dengan tatapan yang tak biasa
"Gue mau minta maaf waktu itu gue lagi banyak masalah banget sehingga gue lagi butuh ketenangan makanya lo ngomong gue jawab seadanya" Ucap Kiara meminta maaf
"Gak pp santai aja oh iya terus waktu itu gue nanya karena mantan gue mau ngajak balikan kenapa lo biasa aja biasanya kan marah-marah? " Tanya Vitri sambil menatap kearah Kiara sedangkan Elzia dan Laras hanya menyimak obrolan keduanya
"Ya dulu gue emang marah-marah kalo lo mau balikan tapi gue pikir lagi itu kan hubungan lo dan gue juga gak berhak ngatur lo kan makanya gue iya-iyain aja apapun keputusan lo " Ucap Kiara lagi
"Udah-udah yang penting Vitri gak terluka parah mending kamu istirahat mommy akan panggil dokter dulu " Ucap Laras kemudian hendak berjalan keluar namun langkahnya dihentikan oleh Elzia
"Tante mau kemana? " Tanya Elzia
"Panggil dokter "
"Itu tan di dekat ranjangnya Vitri itu udah ada tombolnya jadi tante gak perlu capek-capek ke ruang dokter " Ucap Elzia panjang lebar sedangkan Laras menepuk jidatnya karena lupa