NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Pertemuan Dua Arus dan Dinginnya Senopati

Aroma manis dari donat berlumur cokelat di atas meja marmer belum sempat mereda, ketika suasana hangat di dalam butik Sherly mendadak hilang. Kirei masih berdiri di seberang Devan, menatap lembaran draf awal proposal investasi Atmadja Capital yang baru saja disodorkan dengan gaya santai yang kelewat percaya diri.

Tin, tin.

Suara klakson bernada rendah namun bertenaga bergema dari arah jalanan depan butik. Lewat dinding kaca transparan yang besar, sebuah SUV listrik raksasa berkelir hitam matte yang sangat akrab di mata Kirei terparkir dengan posisi tegap, memotong jalur trotoar VIP Senopati. Vaxerion sudah datang menjemput.

Kring.

Lonceng pintu kembali berdentang tajam. Langkah kaki yang lambat, berat, dan berirama mantap menghantam lantai kayu, seketika membawa hawa dingin yang memenuhi seluruh ruangan. Vaxerion melangkah masuk. Pria itu sudah menanggalkan jas formal tiga potongnya, menyisakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku, mengekspos lengan bawahnya yang kokoh. Wajahnya sebagai penguasa Mahendra Motors langsung mendominasi butik, menyebarkan aroma parfum kayu cendana dan mint yang bersih.

Tatapan mata tajam Vaxerion menyapu seisi ruangan. Binar elangnya langsung tertuju pada posisi Devan yang hanya berjarak satu langkah di depan Kirei. Rahang tegas Vaxerion mengeras kaku, dan sepasang matanya mendingin seketika.

"Aku tidak tahu kalau Zhaklyn Mobile punya agenda rapat eksternal di butik baju sore ini, Nona Zhaklyn," suara berat Vaxerion mengalun sangat rendah, baritonnya bergema dingin dan berisi penekanan seorang pria yang sedang menandai wilayah kekuasaannya.

Pria itu melangkah maju dengan tenang namun menuntut, memotong jarak hingga tubuh tegapnya memisahkan Kirei dari Devan. Vaxerion tidak melakukan gerakan kaku seperti menarik paksa Kirei, dia justru pasang badan sepenuhnya, menatap Devan dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan yang sangat jelas.

Devan Atmadja tidak mundur satu senti pun. Sebagai pemilik Atmadja Capital yang terbiasa bertarung di bursa efek, dia justru mengulas senyuman ramah yang menantang, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kasualnya. Karisma hangatnya berbenturan langsung dengan aura es milik Vaxerion, menciptakan gesekan ego yang luar biasa panas di antara kedua pria papan atas itu.

"Ah, Tuan Mahendra," Devan bersuara, nadanya santai, ringan, namun terdengar sangat tajam. "Saya cuma sedang menawarkan opsi peladen cadangan yang jauh lebih efisien untuk sistem Zhaklyn OS. Kasihan Calon Istrimu ini, dia sampai harus melarikan diri ke sini karena peladen utamanya terus-menerus diganggu oleh masalah dari Paris yang belum kamu bereskan seutuhnya."

Kalimat sindiran Devan yang blak-blakan itu langsung memicu kilat amarah yang berbahaya di mata Vaxerion. Suasana di dalam mendadak sunyi mencekam, membuat Sherly yang berdiri di balik meja potong kain sampai menahan napasnya karena takut skandal terbesar dua konglomerat muda Jakarta akan pecah di tokonya.

Kirei melangkah maju, berdiri sejajar di sebelah Vaxerion dengan punggung yang tetap tegak lurus. Wajah cantiknya kembali tenang, memasang wibawa seorang pemimpin wanita yang menolak dijadikan objek perebutan ego pria.

"Proposal investasi Anda sangat menarik, Tuan Atmadja," suara Kirei mengalun lambat, sangat merdu, namun tegas memutus ketegangan. Dia melirik Devan dengan pandangan profesional. "Tapi Zhaklyn Mobile sudah menyepakati seluruh kontrak kemitraan infrastruktur digital eksklusif bersama Mahendra Motors untuk Gala Dinner bulan depan. Jadi, silakan simpan dana ratusan miliar Anda untuk proyek yang lain."

Mendengar penolakan halus namun telak dari Kirei, Devan tertegun sejenak. Namun, bukannya menyerah, pria ramah itu justru tertawa renyah, menatap Kirei dengan binar kekaguman yang makin jelas di matanya. "Penolakan yang sangat berkelas, Kirei. Baiklah, tapi aku tidak akan menghapus nomor kontakmu dari daftar prioritasku. Sampai jumpa di Gala Dinner."

Devan mengangguk sopan pada Sherly, lalu melangkah keluar membelah pintu kaca dengan gaya santainya yang memikat, meninggalkan sisa wewangian maskulin yang berbeda di udara.

Vaxerion tidak melirik kepergian Devan. Begitu pria itu hilang di balik tikungan jalan, Vaxerion langsung memutar tubuh tegapnya sepenuhnya menghadap Kirei. Rahang tegasnya yang semula kaku perlahan melunak, namun matanya yang jernih masih menyiratkan sisa kecemburuan yang sangat nyata.

Pria itu merogoh saku celananya, mengeluarkan sebotol jus mangga dingin kesukaan Kirei yang sengaja dia beli di perjalanan, lalu meletakkannya di atas meja marmer, tepat di sebelah kotak donat cokelat pemberian Devan—sebuah tindakan protektif yang sangat membumi untuk menggeser eksistensi pria lain dari dunianya Kirei.

"Lain kali, kalau kamu butuh pelarian dari peladen Paris, hubungi aku," bisik Vaxerion lembut, suara baritonnya merendah begitu romantis, hanya bisa didengar oleh Kirei. Wajah tampannya mendekat, menatap mata Kirei dengan ketulusan yang jelas. "Aku tidak suka melihat ada orang asing yang tersenyum terlalu ramah di depan calon istriku, Kirei. Duniamu... sudah aku amankan seutuhnya."

Pipi Kirei mendadak terasa panas terbakar hebat mendengar rayuan posesif yang dibungkus dengan ketenangan matang dari pria di depannya. Gengsi esnya mencair tanpa sisa sore itu, digantikan oleh rasa terharu yang luar biasa aman di dalam dadanya.

1
Wawan
Satu iklan buat Kirey 👍✍️
Wawan
suit suit 😍
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!