Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Baru
sebelum Dimas membawa Ara dan nenek nya ke rumah lama Dimas, Dimas terlebih dahulu membawa mereka bertemu dengan orang tuanya untuk meminta izin agar Ara dan nenek nya bisa tinggal di rumah lama mereka
saat sampai di rumah Dimas, ibu Dimas menyambut Ara dan juga nenek nya dengan sangat baik.
" ibu ini nenek nya Ara, hmm ada yang mau kami bicarakan sama ibu boleh kan." ucap Dimas saat menyalami ibu nya.
" boleh kok yaudah kita masuk aja dulu kita ngobrol nya di dalam sambil minum teh, ayo bu masuk dulu,Ara ayo nak." jawab ibu Dimas dengan nada yang lembut.
akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah, saat mereka sedang duduk di ruang tamu Doni pun akhirnya sampai dengan membawa motor Dimas.
Doni pun ikut gabung bersama mereka, yang sebenarnya saat itu Doni penasaran dengan apa yang terjadi pada Ara dan nenek nya, saat mereka duduk Doni tampa segan langsung bertanya apa yang terjadi pada Ara dan nenek nya.
" Dim sebenarnya apa yang terjadi sih kok Ara sama nenek nya bisa sama kamu sambil bawa - bawa tas lagi." tanya Doni yang sudah sangat penasaran.
Dimas pun menceritakan semua yang terjadi di rumah tante Rianti tadi kepada Doni dan juga kepada ibu nya, Doni dan ibunya Dimas hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala saat mendengar cerita dari Dimas, mereka tidak menyangka ternyata di dunia ini ada orang yang seperti itu.
" hah serius luh Dim tapi kok tante Rianti se tega itu ya, padahal kan Ara udah rajin banget trus juga selama ini Ara ngga pernah ngelakuin hal yang aneh - aneh." ucap Doni
" yaa gitu, makanya sekarang aku mau minta izin dari ibu supaya Ara sama nenek nya bisa tinggal di rumah kita yang lama, daripada rumah nya kosong kan." Jawab Dimas sambil meminta izin dari ibu nya.
" ibu sih ngga apa - apa kalau Ara sama nenek mau tinggal di sana, ibu malah senang kalau ada yang rawat rumah itu, tapi apa Ara sama nenek engga mau tinggal di sana apalagi rumah itu sudah lama kosong." jawab ibu Dimas.
" kami senang sekali kalau tante mau mengizinkan aku sama nenek untuk tinggal di sana, karena jujur saat ini Ara ngga tau harus kemana." ucap Ara dengan nada yang sangat sopan.
ibu Dimas yang mengetahui keadaan Ara merasa ibah padanya, Ia bisa merasakan bagaimana tersiksa nya Ara selama ini yang harus mendapatkan tekanan dari tante nya, tapi Ia juga senang sebab Ara kini bisa melawan Ia tidak lagi mau terkurung di rumah itu.
Setelah mendapat izin dari ibu nya Dimas, Ara, nenek, Dimas dan juga Doni pun segera pergi ke rumah itu untuk membersihkan rumah dan juga memperbaiki beberapa kerusakan akibat rumah itu sudah lama kosong.
Ara sangat bersyukur saat dirinya dalam kesulitan Tuhan mengirimkan seseorang yang selalu membantu nya tampa meminta imbalan apapun, Ia juga bersyukur karna sekarang nenek nya tidak lagi membenci nya dan sekarang mendukung nya, dalam hati nya Ara berjanji akan menjaga nenek nya dengan sepenuh hati, Ia akan berusaha memenuhi kebutuhan nenek nya dan juga diri nya.
Saat sampai di rumah itu mereka pun akhirnya berkerja sama untuk memberi nya, Ara dan nenek memberikan bagian dalam rumah itu sedang kan Dimas dan Doni di bagian luar sebab banyak ilalang yang tumbuh di depan dan juga samping rumah itu, karna sudah beberapa bulan ini Dimas tidak datang untuk menengok rumah itu.
" kalau nenek capek istirahat aja biar Ara yang kerjain semua nya, Ara takutnya nanti kalau nenek cape nenek kenapa - kenapa lagi Ara ngga mau itu terjadi." ucap Ara saat melihat nenek nya yang sepertinya sudah sedikit kecapean.
" ngga kok nenek masi kuat, kamu tenang aja ngga usah khawatir kan nenek." jawab nenek sambil lanjut melab meja di ruang tamu yang berdebu.
Setelah membersihkan ilalang yang menutupi bagian samping rumah itu, Dimas dan Doni lanjut memperbaiki atap - atap yang sudah bocor, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari mereka pun memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan pekerjaan besok hari nya.
" ini kan udah sore banget jadi kerjaan nya kita lanjut besok pagi aja, sekarang kita pulang dulu, Ara malam ini kamu nginep di rumah aku aja nanti aku ke rumah pak RT buat laporan kalau kamu mau nginep di rumah aku semalam." ucap Dimas
" kami di sini aja Dim, ngga enak kali harus nginep di rumah kamu, nanti tetangga kamu ngegosipin kita lagi, lagian aku udah bersin satu kamar kok di dalam, iyakan nek." jawab Ara.
" tapi kan Ar di dalam belum ada perabotan apa - apa, cuma ada kasur kapas itu aja, mending malam ini kamu nginep di rumah aku aja ya."
" kasur nya udah aku jemur kok tadi jadi sudah bisa di pake kok, dan di sana juga ada warung nanti aku beli makanan di sana, kamu jangan khawatir, lampu juga udah nyalah, Air di sini juga sudah ngalir, kamu jangan khawatir."
" yaudah kalau gitu, tapi kamu beneran ngga apa-apa tinggal di sini."
" iya Dim, toh nanti kami juga bakalan tinggal di sini kan, jadi apa bedanya sama malam ini."
Mendengar jawaban Ara Dimas dan Doni pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, sedangkan Ara dan nenek memutuskan untuk langsung tinggal di rumah itu meski belum sepenuhnya di bersihkan.
Saat sampai di rumah ibu nya Dimas bertanya kenapa Ara dan nenek nya tidak ikut bersama Dimas untuk pulang.
" loh Ara sama nenek nya kemana Dimas kok ngga ikut pulang sama kamu, ibu udah masak banyak loh di dalem buat makan malam kita nanti."
" Ara sama nenek nya, ngga mau tinggal di rumah itu aja bu katanya ngga enak sama tetangga kalau mereka nginep di sini." jawab Dimas
" tapi kan rumah itu pasti belum semuanya bersih kok kamu ngijinin mereka tinggal di sana sih."
" aku sudah ngajak mereka nginep di rumah kita bu, tapi kata Ara toh nanti nya mereka bakalan tinggal di rumah itu jadi apa bedanya."
" yaudah kalau gitu nanti kamu anterin makan buat mereka yaa, kasian mereka kalau harus beli makanan di warung lain ibu juga udah masak banyak."
Dimas pun menyetujui usulan ibu nya dan berencana akan mengantarkan makan untuk Ara dan nenek nya setelah Ia selesai mandi nanti.
sementara itu tante Rianti yang sekarang tinggal sendiri di rumah itu mulai kewalahan mengerjakan pekerjaan rumah yang selama ini selalu di kerjakan oleh Ara, Ia selalu mengeluh setiap mengerjakan sesuatu.