NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA LAMARAN
Bu... Pak... mohon maaf, minggu depan saya berencana membawa ibu saya kesini untuk melamar queen, tolong ibu dan bapak merestui kami" kata erfan penuh keyakinan.
" queen... duduk sini" perintah bapak
queen yang baru keluar dari kamar mandi berjalan pelan menuju kursi ruang tamu, lalu duduk menundukkan kepala.
" erfan ingin melamarmu? Apakah kamu siap?" tanya bapak
queen menghembuskan nafas lalu mengangguk
" apakah urusanmu dengan abdi sudah selesai?, jangan sampai ada cerita segitiga saat kamu menerima pinangan" bapak memberi nasehat.
" queen sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan abdi pak, dan perihal lamaran mas erfan, queen minta ijin bicara berdua sama mas erfan sebentar.
" bicaralah kalian, bapak mau mengantar ibu ke pasar, bapak pulang harus ada keputusan, menikah bukan hal yang main-main, butuh persiapan yang matang, begitupun acara lamaran juga butuh persiapan" bapak berkata dengan bahasa nasehat. .
" iya pak, terimakasih" jawab erfan.
Ibu mengelus bahu queen dengan sayang, seolah berkata " jangan tergesa-gesa memutuskan"
Setelah ibu dan bapak beranjak, queen menatap erfan dengan garang.
" jangan menatap ku seperti itu dek, takut mas ini" kata erfan
" mas ini harus nya pulang dulu istirahat, baru besok-besok membicarakan hal ini" kata queen.
"hemmm wanginya calon istri mas ini" bukan menjawab perkataan queen, erfan malah mencium pucuk kepala queen dan melumat bibir queen.
"mas gak kuat lama-lama dek, mas takut kamu pergi, dan.... mas ingin memiliki mu lahir batin" erfan berkata setelah melepas ciumannya.
"mas... apa tidak terlalu cepat, aku dan orang tua ku harus menyiapkan penyambutan, dan pasti biaya tidak sedikit" ucap queen.
"aku yang akan membiayai dek, butuh berapa buat kebutuhan semua?, besok pulang kerja kita ke toko beli cincin ya," kata erfan , lalu mengeluarkan sejumlah uang tunai.
"ini dek... terimalah untuk belanja kebutuhan lamaran" lanjut erfan.
" tapi mas... Sebaiknya uang belanja dari aku sendiri, awal bulan aja gimana? Biar aku pakai gaji ku" kata queen.
"tidak sayang, sudah tidak apa-apa, yang penting acara berjalan lancar. Dan semoga hitungan hari kita bisa cocok secepat nya" jawab erfan.
"aku ingin pernikahan yang sederhana... Tidak perlu mewah yang penting sah. " kata queen.
"seperti yang kamu mau dek, mas hanya ikut saja..."
Erfan dan queen masih terus membicarakan soal konsep pernikahan, biaya dan lain-lainnya. Erfan terlihat bersemangat karena memang ini yang dia tunggu.
"mas... apa tidak sebaiknya rencana lamaran bulan depan saja, aku hanya ingin memastikan.."
Belum sempat queen melanjutkan jawaban, erfan sudah lebih membungkam dengan bibirnya. Melumat dan menuntut lebih dalam.
"jangan berbicara soal itu, jika dia hadir ... Dia adalah anak ku. Hanya anak ku. " jawab erfan.
Lalu kembali mencium bibir queen yang sudah menjadi candunya. Tangannya tak tinggal diam, jari-jarinya menari di area sensitif queen, seolah dua cerry itu adalah mainan kesayangannya. kancing baju queen sudah terlepas semua, erfan menyusuri setiap jengkal tubuh queen, hingga dia sampai ke perut queen yang rata. Di sana dia diam memandang dan membelai perut rata tersebut.
"Jika kamu memang ada di perut mama, papa datang untuk mu sayang, papa akan selalu ada untukmu..." lalu erfan mencium perut rata itu.
perlahan-lahan ke dua kaki queen terbuka, dan erfan bermain-main di antara ke dua kaki itu.
"ehhhh mas..." queen tak mampu menahan desahan manjanya saat perlahan-lahan erfan melakukan penyatuan. Di sana... Di sofa dengan cahaya temaram, di balik kaca hitam... mereka kembali melakukannya...
"terimakasih sayang... " ucap erfan sambil membenahi sisa-sisa percintaan mereka. Queen membersihkan diri dan menyiapkan makanan, karena memang hari sudah menjelang malam.
" ibu dan bapak masih lama dek?" tanya erfan.
"biasanya kalau ke pasar lama mas, kenapa?" queen balik bertanya.
" mas pulang dulu ya, mau bicara sama ibu soal lamaran kita" jawab erfan sambil membelai rambut panjang queen.
" mas tidak mau menunda-nunda. Semakin di tunda kita semakin berdosa" kata erfan.
"Mas gak kuat nahan jika di dekatmu..." bisik erfan yang membuat queen langsung merinding.
" makan dulu ya mas, aku sudah siapin..." kata queen sambil tersenyum simpul.
"baiklah... Habis makan mas pulang ya, semoga bapak ibu segera pulang, jadi aku bisa pamit"
" iya.... Sudah ayo makan dulu" jawab queen
Setelah menunggu beberapa saat, orang tua queen belum juga pulang, akhirnya erfan pamit kepada kekasihnya dan menitip salam untuk kedua orang tua queen.
"hati-hati ya mas" pesan queen. keduanya menatap penuh cinta., seolah enggan terpisahkan. queen mengantar erfan sampai teras rumah, setelahnya dia membersihkan sisa-sisa makanan dan minuman.
Rumah sudah dalam keadaan bersih saat bapak dan ibu pulang dari pasar, wastafel pun sudah bersih dari cucian, ibu meletakkan semua barang belanjaan dan menata seperti biasanya, sementara bapak dan queen duduk bersebelahan melihat drama kolosal di TV.