NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31:

Bab 31: Jaring yang Mulai Merapat dan Uji Coba Jalan Manusia

Tujuh hari menjelang pertemuan anggaran tahunan di Kuil Senju menjadi hari-hari yang paling sunyi di Konoha, namun di balik layar, arus bawah bergerak dengan kecepatan yang mematikan.

Di dalam kamar rahasianya, Veil menutup layar holografis sistem dengan jentikan jari. Melalui jaringan mata-mata ganda Uchiha Yashiro, Veil telah menghafal setiap detail formasi penyerangan yang disusun Danzo. Mulai dari rute pelarian, jenis racun yang akan digunakan, hingga identitas para Anbu Root yang akan menyamar sebagai ninja pelarian Kirigakure.

"Sistem, evaluasi kapasitas Ningendo milikku saat ini jika digunakan pada target ber-chakra rendah seperti para penasihat sipil," perintah Veil dalam hati.

【Ding! Analisis Sistem: Target seperti Mitokado Homura dan Utatane Koharu memiliki pertahanan mental yang sangat rapuh karena mereka telah lama meninggalkan garis depan pertempuran. Proses ekstraksi jiwa dan memori menggunakan Ningendo (Jalan Manusia) akan berlangsung dalam waktu kurang dari dua detik tanpa memicu alarm proteksi jiwa.】

Veil tersenyum tipis. Sempurna. Danzo ingin membunuh Homura untuk memicu darurat nasional, namun Veil akan menggunakan momen itu untuk menguras seluruh rahasia kotor dewan penasihat sejak zaman Perang Dunia Shinobi Pertama, lalu menjadikannya senjata hukum untuk mengeksekusi faksi lama secara legal di depan publik.

Sore harinya, Tim 11 dipanggil ke area latihan luar ruangan oleh Uzuki Yugao. Setelah kesuksesan misi tingkat A mereka, Yugao merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kerja sama tim mereka sebelum badai politik yang dia rasakan secara samar di atmosfer desa pecah.

"Veil, Itachi," ucap Yugao, memegang pedang pendek (Chokuto) miliknya dengan posisi siap tempur. "Hari ini kita tidak akan melakukan latihan fisik standar. Aku ingin menguji batas persepsi taktis kalian dalam formasi pertempuran jarak dekat."

Itachi melirik Veil, meminta petunjuk lewat kedipan mata. Veil hanya memberikan anggukan samar.

Wush!

Yugao bergerak lebih dulu. Sebagai murid langsung dari divisi elit Minato, kecepatan teknik Shunshin miliknya tidak bisa diremehkan. Dalam sekejap, dia sudah berada di titik buta Itachi, mengayunkan pedang kayunya dengan kecepatan tinggi.

Clang!

Itachi menahan serangan itu dengan kunai menggunakan satu tangan, sementara mata Sharingan tiga tomoe-nya berputar dengan keanggunan yang menakutkan. Di saat yang sama, Veil muncul di samping Yugao seolah-olah dia telah berdiri di sana sejak awal. Tanpa menggunakan chakra yang bisa dideteksi, Veil hanya mengangkat satu jarinya, memicu tekanan gravitasi mikro dari Jalan Deva (Tendo) yang masih dia sembunyikan sebagian kekuatannya.

Bum!

Udara di sekitar Yugao mendadak menjadi seberat berton-ton besi. Gerakan pedangnya terkunci di udara, dan tubuhnya dipaksa berlutut ke atas tanah latihan oleh tekanan tak kasat mata. Napas Yugao memburu, wajahnya dipenuhi rasa syok yang mendalam.

Tekanan apa ini? Ini bukan Genjutsu... Fisikku benar-benar ditolak oleh udara! batin Yugao gemetar, menatap Veil yang berdiri di hadapannya dengan wajah kekanakan yang teramat tenang namun memancarkan aura dewa yang mutlak.

"Latihan selesai, Yugao-sensei," ucap Veil datar, menarik kembali tekanan gravitasinya. "Formasi pertempuran Anda terlalu bergantung pada kecepatan linear. Di hadapan pengguna manipulasi ruang atau medan, itu hanya akan menjadi sasaran empuk."

Yugao berdiri dengan perlahan, merapikan seragam ninjanya sambil menelan ludah. Setiap hari yang dia habiskan bersama si kembar Uchiha ini hanya semakin menegaskan satu hal: mereka bukan lagi tunas muda yang perlu dilindungi, melainkan monster yang sedang menunggu waktu untuk dilepaskan ke medan perang sejati.

Malam sebelum pertemuan anggaran kuil desa tiba.

Di kediaman utama Uchiha, Fugaku memanggil Veil dan Itachi ke ruang kerja pribadinya. Wajah sang kepala klan tampak sangat serius. Dia baru saja menerima instruksi dari kantor Hokage bahwa klan Uchiha ditugaskan untuk menjaga perimeter lapis ketiga di luar Kuil Senju besok pagi.

"Minato-sama mempercayakan keamanan luar kepada kita," ucap Fugaku, mengepalkan tangannya di atas meja. "Tetapi intelijen internal klan merasakan ada pergerakan tidak wajar dari divisi Root di sekitar distrik komersial sejak sore tadi. Aku khawatir Danzo akan mencoba melakukan sesuatu untuk merusak reputasi klan kita lagi."

Veil yang duduk dengan menyilangkan tangan hanya menatap ayahnya dengan kilatan mata hitamnya yang pekat.

"Biarkan mereka bergerak, Ayah," ucap Veil, suaranya terdengar sangat santai namun sarat akan kepastian yang kejam. "Sampaikan pada seluruh pasukan klan untuk tetap berada di posisi mereka besok dan jangan pernah masuk ke dalam kuil, apa pun yang terjadi di dalam. Biarkan darah mengalir di dalam sana... karena besok adalah hari di mana takhta penasihat desa akan dibersihkan dari para parasit tua."

Fugaku tersentak mendengar ucapan dingin putranya, namun melihat keyakinan mutlak di mata Veil, dia perlahan mengangguk. Dia tahu, di balik tubuh kecil berusia enam tahun itu, ada otak taktis yang telah menghancurkan setiap rencana musuh-musuh Uchiha hingga saat ini.

Di bawah siraman cahaya bulan sabit yang tertutup awan hitam, Veil melangkah keluar ke beranda rumahnya. Di dalam kesadarannya, hitungan mundur sistem untuk skenario "Malam Pembersihan Dewan Penasihat" telah menyentuh angka beberapa jam lagi.

"Nikmatilah malam terakhirmu di atas kursi kekuasaan, Danzo," bisik Veil lirih ke arah angin malam. "Karena besok pagi, seluruh permainan kotormu akan menjadi surat kematian bagi faksi lamamu sendiri."

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!