Di tengah kota mewah Seoul berdiri sebuah komplek elite bernama Royal Family Residence tempat tinggal empat keluarga sultan paling berpengaruh di Asia. Rumah mereka berdampingan, bisnis mereka mendunia, dan anak-anak mereka terkenal di sekolah elit Aexdrem High School serta Universitas Aexdrem.
Walaupun terlihat sempurna dari luar, isi rumah mereka justru penuh keributan, lawakan receh, drama keluarga, dan perang mulut tiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Siang itu, suasana di kediaman keluarga Jung terasa sangat hangat, meriah, dan penuh canda tawa. Di ruang tamu utama yang luas, mewah, dan beraroma wangi bunga segar, empat wanita cantik, anggun, dan berwibawa sedang duduk melingkar di atas sofa empuk berwarna krem. Mereka adalah empat sahabat karib yang sudah saling mengenal dan bersahabat erat sejak masa muda dulu, yaitu Mommy Taeyeong, Mae Ten, Bunda Winnie, serta Mama Xu.
Hari ini adalah jadwal rutin arisan mereka, momen yang selalu mereka nantikan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan melepas penat sejenak dari kesibukan rumah tangga. Di atas meja besar di tengah mereka, sudah tersaji beraneka ragam kue lezat, camilan istimewa, serta minuman hangat dan dingin yang menggugah selera. Sepanjang percakapan mereka selalu dipenuhi tawa renyah dan obrolan yang akrab, mulai dari hal sepele hingga hal-hal penting mengenai keluarga dan anak-anak mereka.
Setelah membahas berbagai hal dan menyelesaikan urusan arisan, obrolan mereka pun beralih ke topik yang paling seru dan menyenangkan: rencana liburan bersama.
Mommy Taeyeong menyeruput teh hangat di depannya pelan, lalu meletakkan gelas itu kembali ke meja sambil tersenyum cerah menatap ketiga sahabatnya.
"Eh ngomong-ngomong ya teman-teman... sebentar lagi kan anak-anak kita masuk masa libur sekolah yang lumayan lama lho. Udah lama banget rasanya kita nggak jalan-jalan bareng-bareng semua, lengkap sama suami dan anak-anak. Kebetulan juga belakangan ini banyak banget kejadian bahagia di antara kita, mulai dari Jeno sama Gualin yang udah resmi dapetin restu, hubungan mereka udah jelas. Rasanya pas banget kalau kita rayain kebahagiaan itu sekalian sama-sama pergi liburan. Gimana menurut kalian? Ada ide mau ke mana nih kita?" tanya Mommy Taeyeong dengan antusias.
Mae Ten yang duduk di sebelahnya pun langsung mengangguk setuju dengan semangat, wajahnya bersinar cerah membayangkan momen liburan itu.
"Nah bener banget omongan Taeyeong! Aku juga kepikiran gitu dari kemarin. Sayang banget kan kalau masa liburan cuma dihabisin di rumah aja. Apalagi sekarang kan keadaan hati anak-anak kita lagi senang semua, hubungan mereka udah terjalin indah. Pasti bakal seru banget kalau kita ajak mereka liburan bareng. Aku sih bebas aja mau ke mana, asal kita berempat sama suami sama anak-anak lengkap ada di situ, pasti bakal seru banget pokoknya!" seru Mae Ten riang.
Bunda Winnie pun ikut tersenyum lebar, matanya berbinar-binar membayangkan suasana bahagia itu. "Aku juga setuju banget! Bener kata kalian, ini momen yang pas banget. Dejun, Renjun sama Nana pasti bakal seneng banget lho denger kabar ini. Mereka kan juga udah lama banget nggak jalan-jalan jauh sama keluarga besar kayak gini. Tinggal kita tentuin aja mau ke mana ya tempatnya, yang nyaman, yang aman, dan yang pastinya enak buat istirahat dan bersenang-senang bareng."
Mendengar itu semua, Mama Xu yang sedari tadi mendengarkan sambil tersenyum tenang, kini bersandar santai di sandaran sofa dengan tatapan berbinar penuh ide. Ia meletakkan tangannya di atas meja, menatap ketiga sahabatnya bergantian dengan nada suara yang ramah namun penuh penawaran istimewa.
"Kalau soal tempat... kebetulan banget nih teman-teman, kebetulan sekali pas banget kalian bahas ini," ucap Mama Xu pelan namun antusias, membuat ketiga sahabatnya langsung menoleh serentak menatapnya penuh tanya dan penasaran.
"Memangnya kenapa Ma Xu? Kamu punya usulan tempat yang bagus ya?" tanya Mae Ten penasaran.
Mama Xu tersenyum lebar, lalu melanjutkan ucapannya dengan mantap. "Gini lho... aku kepikiran banget nih, kenapa nggak kita ajak semua anak-anak dan suami kita liburan ke daerah pantai aja? Udah lama banget kan kita nggak main air, nggak lihat pemandangan laut yang luas dan indah. Udah pas banget juga cuaca belakangan ini lagi cerah-cerahnya, cocok banget buat main ke pantai."
"Pantai? Wah kedengerannya enak banget sih! Segar, asik buat anak-anak juga pasti mereka suka," sahut Mommy Taeyeong sambil mengangguk setuju. "Tapi emangnya ada tempat yang bagus, nyaman, dan cukup luas buat kita semua yang jumlahnya lumayan banyak ini, Ma Xu?"
Mama Xu tertawa kecil melihat rasa penasaran sahabat-sahabatnya itu, lalu dengan bangga namun tetap rendah hati ia menjelaskan lebih lanjut.
"Nah itu dia yang mau aku bilangin. Kalau masalah tempat... kalian tenang aja, nggak usah pusing mikirin cari penginapan atau sewa tempat, semuanya udah aman dan ada," ucap Mama Xu penuh percaya diri. "Kebetulan banget lho teman-teman, di salah satu kawasan pantai paling indah, paling bersih, dan paling eksklusif di daerah selatan sana, keluarga kami punya properti lho. Ada sebuah vila besar, megah, dan lengkap fasilitasnya banget. Ukurannya luas banget, kamarnya banyak banget, taman depannya langsung menghadap ke pantai pribadi, jadi kita bebas sepuasnya main di situ tanpa gangguan orang lain. Udah pasti bersih, aman, dan nyaman banget pokoknya."
Mata Mommy Taeyeong, Mae Ten, dan Bunda Winnie seketika membelalak takjub mendengar penjelasan itu. Mereka saling pandang dengan wajah yang penuh kegembiraan.
"Wah benaran Ma Xu?! Ada vila di pantai? Wah keren banget... emang dasar keluarga Xu, lengkap banget sampai ke pantai sana," seru Bunda Winnie kagum sambil tertawa renyah.
"Belum selesai ceritaku itu lho," potong Mama Xu sambil tersenyum makin lebar. "Bukan cuma vila besar dan pantai pribadi aja lho fasilitasnya. Di pelabuhan dekat vila itu juga, kita punya satu kapal pesiar mewah yang ukurannya cukup besar, fasilitasnya lengkap banget. Jadi kalau nanti kita di sana, kita bisa sepuasnya jalan-jalan keliling laut, lihat pemandangan dari tengah laut, mancing-mancing bareng, atau sekadar bersantai di atas kapal sambil nikmatin angin laut. Kapalnya cukup muat buat kita semua lengkap, jadi nggak perlu khawatir sempit atau kurang tempat."
Penawaran istimewa itu membuat ketiga sahabat Mama Xu langsung bersorak gembira dalam hati. Wajah mereka seketika penuh kegembiraan dan antusiasme yang luar biasa.
"YA AMPUN! SERIUSAN SIH KAMU MA XU?! Wah ini sih sempurna banget sumpah! Bagusnya nggak ngotak lagi!" seru Mommy Taeyeong sangat antusias, matanya berbinar-binar senang. "Pantai, vila mewah, pantai pribadi, terus ada kapal pesiar mewah juga... wah ini sih rencana liburan paling indah dan paling mewah yang pernah kita bahas selama ini! Emang nggak ada lawan deh kalau soal kenyamanan dan kemewahan, keluarga Xu selalu yang paling jagonya."
Mae Ten pun langsung mengangguk kencang sambil bertepuk tangan pelan karena senang. "Aku setuju banget! Aku langsung setuju tanpa mikir dua kali! Tempatnya indah, fasilitasnya lengkap, milik sendiri pula jadi bebas mau ngapain aja, nggak ada batasan. Pasti bakal jadi liburan paling berkesan banget buat kita dan anak-anak nanti. Kebayang deh nanti suasana pagi-pagi kita sarapan di teras vila yang langsung hadap laut, terus sore-sore jalan naik kapal keliling... wah nikmat banget rasanya!"
"Betul banget! Aku juga setuju seratus persen!" timpal Bunda Winnie dengan wajah bahagia. "Ini usulan paling pas dan paling tepat banget sih. Kita nggak perlu repot-repot nyari hotel, nggak perlu pusing mikirin fasilitas, semuanya udah disiapkan sama kamu Ma Xu. Terima kasih banyak ya sayang, udah mau ngasih fasilitas terbaik buat kita semua. Pasti Dejun , Renjun sama Nana bakal lompat kegirangan banget kalau tau kita bakal liburan ke tempat sebagus itu."
Melihat sahabat-sahabatnya sangat menyukai dan menyetujui usulannya, Mama Xu pun tersenyum puas dan bahagia sekali. Ia merasa senang bisa berbagi kebahagiaan dan kemewahan yang dimilikinya kepada orang-orang terdekat dan tersayangnya.
"Ya ampun, ngomong apa sih kalian ini? Kita kan sahabat seumur hidup, keluarga sendiri pula. Apa aja yang aku punya, itu juga milik kalian semua. Buat apa kita punya harta kalau nggak bisa dipake buat bikin senang orang-orang yang kita sayang kan?" ucap Mama Xu tulus dan rendah hati. "Jadi keputusannya udah bulat ya? Kita berangkat pas liburan sekolah nanti, semua lengkap sama suami dan anak-anak, kita menginap di vila keluarga Xu, kita nikmatin pantai dan kapal pesiarnya sepuasnya. Tenang aja ya, semuanya udah aku pastiin aman, bersih, dan siap dipakai. Tinggal kita berangkat aja nanti dengan hati senang."
"SETUJUUUUUUU!" jawab keempat ibu itu serentak dengan suara lantang dan penuh sukacita, lalu mereka pun tertawa bersama dengan riang.
Suasana hangat dan penuh kebahagiaan itu terus berlanjut di ruang tamu kediaman Jung. Mereka pun mulai membahas hal-hal kecil persiapan keberangkatan, membayangkan betapa serunya anak-anak mereka nanti bermain di pantai, betapa indahnya momen kebersamaan itu. Terbayang sudah di benak mereka betapa indahnya pemandangan nanti: Nana, Renjun, dan Dejun yang cantik-cantik berjalan di pinggir pantai ditemani oleh kekasih hati mereka masing-masing, Jeno, Gualin, dan Henderi, sementara Mark dan Haechan pun bisa lebih dekat dan saling mengenal lebih jauh dalam suasana liburan yang santai itu.
Bagi keempat sahabat itu, liburan kali ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, tapi momen emas untuk merajut kembali kebersamaan keluarga, sekaligus menjadi saksi bisu perjalanan cinta anak-anak mereka yang perlahan tumbuh dan bersemi indah. Dan di balik itu semua, Mama Xu tersenyum puas, merasa bangga bisa memberikan tempat terbaik dan paling istimewa bagi orang-orang yang dicintainya, di vila mewah dan kapal pesiar milik keluarganya yang indah itu.