NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan: Bakat Terbesar dalam Seratus Tahun

Keesokan harinya seluruh penjuru Akademi Sihir Kerajaan bergetar oleh satu nama yaitu Kaelen Voss. Berita mengenai apa yang terjadi di kedalaman Terowongan Bawah Tanah tidak lagi sekadar desas-desus atau cerita angin-anginan. Laporan resmi yang ditandatangani langsung oleh Guru Hanes dan dikonfirmasi oleh Dewan Pengajar telah disebarluaskan, mencatat prestasi yang dianggap mustahil dan tak terbayangkan akal sehat.

Pagi itu, genta raksasa di menara pusat kembali berdentang. Kali ini bukan sembilan kali, melainkan dua belas kali. Jumlah dentangan yang hanya digunakan untuk mengumumkan peristiwa paling bersejarah dan penting sepanjang keberadaan akademi.

Seluruh siswa mulai dari tingkatan pemula hingga tingkat lanjut, serta setiap pengajar dan petugas bergerak serentak menuju Lapangan Utama, tempat di mana panggung kehormatan tertinggi berdiri megah di bawah langit biru yang cerah.

Suasana di lapangan itu berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Tidak ada keributan. Tidak ada canda tawa. Bahkan bisikan pun terdengar sangat pelan. Ribuan pasang mata tertuju penuh rasa penasaran. Kekaguman, dan keterkejutan ke arah panggung tinggi tempat para Guru Besar dan anggota Dewan Akademi telah berkumpul. Di barisan depan panggung berdiri sosok yang menjadi pusat dari semua kegemparan ini yaitu Kaelen Voss.

Kaelen berdiri tegak dan tenang. Dia mengenakan seragam akademi biasa, namun aura yang memancar dari dirinya membuatnya tampak berbeda jauh dari yang lain.

Dulu Kaelen hanyalah siswa pendiam yang kerap dipandang sebelah mata. Kini setiap gerak-geriknya. Setiap tarikan napasnya terasa membawa berat dan kedalaman kekuatan yang tak terukur.

Di samping Kaelen berdiri Lira dan Dimas. Mereka berdiri dengan dada dibusungkan, merasa bangga seolah merekalah yang berada di posisi itu. Meski rasa takjub mereka terhadap sahabat mereka sendiri masih belum sepenuhnya hilang.

Guru Besar Valerius melangkah maju selangkah. Berdiri tepat di tepi panggung. Wajahnya yang biasanya tampak keras dan serius kini melembut. Kini bersinar dengan rasa bangga yang mendalam. Dia mengangkat tangannya, dan seketika itu juga keheningan mutlak menyelimuti seluruh lapangan. Suaranya yang diperkuat oleh sihir suara khusus bergema jelas hingga ke sudut terjauh tempat berkumpulnya ribuan orang.

"Rekan-rekan pengajar, para tetua akademi, dan seluruh muridku yang kucintai!" mulai Valerius. Matanya menyapu seluruh kerumunan sebelum akhirnya kembali tertuju pada Kaelen. "Hari ini bukan sekadar hari biasa dalam kalender akademi kita. Hari ini adalah hari di mana sejarah ditulis ulang. Hari di mana batas kemampuan yang kita anggap mutlak dan abadi akhirnya telah ditembus."

Valerius berhenti sejenak, seolah memberi waktu bagi kata-katanya itu untuk meresap ke dalam hati setiap orang yang mendengarnya.

"Selama seratus dua puluh tahun berdirinya Akademi Sihir Kerajaan. Lembaga ini telah melahirkan banyak penyihir hebat. Banyak jenius yang namanya tercatat dalam buku-buku sejarah kerajaan. Ada yang menguasai elemen Api hingga menciptakan lautan api. Ada yang menguasai Angin hingga bisa terbang melintasi benua, dan ada pula yang menguasai Tanah hingga mampu memindahkan bukit."

"Namun sepanjang masa itu. Tidak ada satu pun. Tidak ada satu jiwa pun yang mampu melakukan apa yang telah dilakukan oleh pemuda di hadapan kalian ini."

Valerius menunjuk lurus ke arah Kaelen. Ribuan pasang mata beralih serentak ke arahnya.

"Dalam ekspedisi ke Terowongan Bawah Tanah yang baru saja berakhir, Kaelen Voss tidak hanya bertahan hidup atau sekadar mengalahkan makhluk buas biasa. Dia telah melakukan hal yang hanya terdengar dalam legenda zaman purba. Berdasarkan pengamatan langsung dan laporan rinci dari Guru Hanes, seorang ahli Elemen Bumi yang pengalamannya tak perlu diragukan lagi. Kaelen Voss telah berhasil mengalahkan Golem Batu dalam jumlah besar hanya dengan satu gelombang energi. Dia menaklukkan pasukan Golem Kristal yang tak tersentuh oleh sihir biasa. Dan puncaknya, dia berhadapan sendirian dengan Wali Kristal, makhluk yang kekuatannya setara dengan penyihir tingkat Guru Besar, dan bukannya lari atau meminta bantuan. Dia berhasil menaklukkan. Memahami, dan menyerap esensi murni makhluk itu sepenuhnya ke dalam dirinya sendiri."

Suara riuh rendah kekaguman meledak seketika, namun segera mereda saat Valerius mengangkat tangan kembali.

"Yang lebih mengerikan dan menakjubkan lagi. Evaluasi kekuatan yang kami lakukan pasca-ekspedisi menunjukkan hasil yang membuat kami para pengajar merasa malu sekaligus bangga. Penguasaan elemen Tanah, Api, Angin, dan Petir miliknya. Keempatnya sekaligus telah mencapai TINGKAT MAHIR PENUH 100%."

Keheningan yang mencekam menyusul kalimat itu. Banyak siswa yang menutup mulut tak percaya. Ada yang menggosok matanya seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Para pengajar saling pandang dengan mata terbelalak. Ada yang mengangguk pelan karena paham betapa mustahilnya pencapaian itu.

Tingkat Mahir Penuh. Itu adalah tingkatan di mana seseorang telah menguasai segala aspek. Segala teori. Segala teknik, dan Kedalaman jiwa dari sebuah elemen hingga batas maksimal yang bisa dicapai manusia. Kebanyakan penyihir hebat menghabiskan seluruh hidup mereka hanya untuk mencapai tingkat itu pada satu elemen saja, dan bahkan banyak yang gagal.

Namun Kaelen? Dia melakukannya untuk empat elemen sekaligus dalam usia yang belum genap delapan belas tahun.

"Sejarah mencatat," lanjut Valerius dengan suara bergetar karena emosi, "Terakhir kali ada seseorang yang memiliki bakat dan pencapaian sebesar ini adalah lebih dari seratus tahun yang lalu. Tepatnya saat pendiri akademi kita masih muda. Sejak saat itu, dunia sihir kita perlahan mulai memudar, seolah sumber bakat besar telah kering. Namun hari ini, kekeringan itu berakhir. Cahaya itu kembali datang."

Valerius mengambil gulungan dokumen emas dari tangan tetua di sebelahnya, lalu melangkah turun dari panggung. Dia berjalan mendekati Kaelen hingga berjarak hanya beberapa langkah. Dia kemudian membuka gulungan itu, dan tulisan emas berkilauan terbaca jelas oleh semua orang.

"Atas nama Dewan Akademi. Atas hak yang diwariskan oleh para pendiri, dan atas pengakuan seluruh para penyihir di wilayah ini. Kami secara resmi menetapkan gelar kehormatan tertinggi: BAKAT TERBESAR DALAM SERATUS TAHUN TERAKHIR, disematkan kepada KAELEN VOSS."

Kalimat itu bergema keras. Mengguncang hati setiap orang yang mendengarnya. Tepuk tangan gemuruh meledak. Begitu dahsyat hingga tanah di bawah kaki mereka terasa bergetar. Sorak-sorai kegembiraan memenuhi udara. Nama Kaelen diteriakkan berulang kali dengan penuh kekaguman. Bagi siswa-siswa lain, Kaelen bukan lagi sekadar teman atau pesaing, dia telah menjadi idola, teladan, dan harapan baru bagi generasi mereka.

Namun di tengah lautan sorakan itu, ada sudut-sudut tertentu yang memancarkan suasana berbeda.

Di sisi kanan lapangan terlihat sekelompok siswa yang dulu dikenal sebagai Kelompok Mahkota Emas berdiri diam dalam kebisuan. Reynald, pemimpin mereka yang dulu begitu sombong dan sering meremehkan Kaelen, kini berdiri kaku dengan wajah pucat pasi. Tangannya mengepal erat hingga buku jarinya memutih. Kukunya menancap ke daging telapak tangannya. Rasa benci dan iri hati yang dulu membara kini telah padam sepenuhnya. Digantikan oleh rasa takut yang mencekam dan rasa malu yang mendalam. Dia sadar, perbedaan antara dirinya dan Kaelen kini bukan lagi sekadar selisih kekuatan atau bakat. Itu adalah jurang pemisah antara langit dan bumi. Dia sadar, seumur hidupnya dia tidak akan pernah mampu menyentuh ujung jubah kekuatan sosok di panggung itu.

Di samping Reynald, teman-temannya yang dulu ikut mengejek Kaelen kini menundukkan kepala dalam diam. Tidak berani menatap ke arah panggung karena rasa bersalah dan penyesalan yang menyiksa batin.

Di sisi lain, di balik bayangan pilar-pilar besar gerbang masuk akademi terlihat dua sosok berjubah panjang berwarna abu-abu tua berdiri diam mengamati seluruh upacara itu. Wajah mereka tertutup tudung, namun mata mereka yang tajam menangkap setiap detail gerak-gerik Kaelen. Mereka bukan pengajar, bukan pula siswa.

Mereka adalah anggota Divisi Pengawasan Khusus, cabang dari intelijen kerajaan yang diam-diam ditempatkan di akademi untuk mengawasi hal-hal luar biasa.

"Benar apa laporannya," bisik salah satu dari mereka dengan suara sangat pelan. Hanya terdengar oleh rekannya. "Energi yang memancar dari tubuh pemuda itu luar biasa padat dan stabil. Empat elemen dasar semuanya sudah mencapai tingkat puncak. Dan ada lagi. Jejak energi lain yang lebih dalam, samar namun mengerikan. Itu bukan elemen biasa."

"Kita harus segera mengirim laporan lengkap ke ibu kota," jawab rekannya dengan nada serius. "Pemuda ini terlalu berharga untuk dibiarkan hanya menjadi siswa akademi. Kerajaan harus mengamankannya, dan lebih penting lagi kita harus memastikan Organisasi Bayangan itu tidak pernah menyentuh ujung rambutnya pun. Jika mereka sampai mendapatkan dia atau kekuatannya. Bencana besar akan menimpa seluruh benua ini."

Namun jauh lebih dalam lagi, di tempat yang tidak terjangkau mata manusia maupun sihir pendeteksi kerajaan. Pengakuan besar ini justru menjadi sinyal bahaya yang mematikan.

Di ruangan gelap yang dingin dan berbau lembap. Di markas tersembunyi Organisasi Bayangan, sebuah bola kristal besar memproyeksikan bayangan upacara pengakuan yang sedang berlangsung di akademi. Di depan bola itu, puluhan sosok berkerudung hitam berlutut dalam lingkaran.

Sementara di kursi besar di tengah, duduk seorang sosok yang bayangannya begitu pekat hingga menyerap segala cahaya di sekitarnya.

Dia adalah salah satu dari Tiga Jenderal Raja Bayangan.

"Jadi akhirnya dia mendapatkan gelar itu," suara berat dan serak terdengar bergema di ruangan itu. Dngin dan penuh ancaman. "Bakat Terbesar dalam Seratus Tahun. Akademi tua itu benar-benar telah memelihara ular berbisa di dada mereka sendiri."

"Tuanku," ucap salah satu bawahan yang berlutut di depan. "Kekuatannya kini telah melampaui perkiraan awal kita. Dengan empat elemen dasar yang sudah sempurna ditambah elemen Kristal. Kekuatannya kini setara dengan pemimpin cabang organisasi kita. Jika dibiarkan tumbuh lebih besar, dia akan menjadi penghalang terbesar bagi rencana Kebangkitan Raja Bayangan."

Jenderal itu tertawa pelan. Suara tawanya membuat bulu kuduk semua orang yang ada di ruangan itu meremang ngeri.

"Penghalang? Tidak. Justru sebaliknya. Semakin kuat dia, semakin berharga dia bagi kita. Ingatlah instruksi Yang Mulia Raja Bayangan. Kita tidak membutuhkan penyihir-penyihir tua yang kaku dan penuh aturan itu. Kita membutuhkan wadah yang sempurna. Tubuh yang mampu menampung dan menyatukan segala jenis energi elemen, termasuk energi kegelapan murni milik Raja kita sendiri."

Jenderal itu mengulurkan tangannya ke arah bola kristal. Jari-jarinya yang kurus dan pucat seolah menyentuh bayangan wajah Kaelen di sana.

"Empat elemen dasar sempurna. Elemen Kristal dan bahkan dia telah memiliki sedikit sentuhan elemen Gelap tanpa dia sadari. Dia adalah wadah yang diciptakan surga khusus untuk kita. Bakat terbesar seratus tahun terakhir? Bagus. Semakin besar bakatnya. Semakin besar kekuatan yang akan kita miliki saat kita mengambilnya darinya."

Wajah di balik kerudung itu menyeringai menyeramkan.

"Kirim perintah ke semua cabang. Tingkatkan kewaspadaan ke tingkat tertinggi. Tarik kembali semua mata-mata yang ada di akademi agar tidak terdeteksi. Biarkan dia menikmati kemenangannya sedikit lagi. Biarkan dia merasa aman di balik tembok akademi itu. Karena begitu dia melangkah keluar dari pagar ini. Begitu dia berangkat menuju Ibu Kota atau menjelajah ke wilayah luar. Jaring kita akan menutup rapat. Kita akan mengambil apa yang menjadi hak milik Raja kita."

Perintah itu segera dikirimkan, menyebar ke jaringan luas organisasi bayangan. Menyiapkan ribuan pasukan kegelapan yang bersembunyi di bayang-bayang kerajaan.

1
whiteblack✴️
apa itu Elemen Gelap " nya...yg di bilang setan bedeba itu tadi...
whiteblack✴️
Setan Bedeba Sialan...
whiteblack✴️
Elemen Gelap....???/Scare/....Duh Kae...kok bisa Ceroboh sie...Gimana nie...Kae harus tau Elemen Gelap itu ada maksud Lain enggak??
whiteblack✴️
Seperti itu..Kae harus Lebih Kuat Lagi ..agar bisa Mengalahkan Setan Bayangan Mematikan tuw
whiteblack✴️
nah ..loe tau...Segera di Laksanakan dong...jangan pake telat waktu
whiteblack✴️
loe iri ya rey setan...😏...coba lawan kae...😏...lama" " Mana"mu akan hilang!! makanya jangan merendahkan orang lain!!
whiteblack✴️
👏👏👏👏🪊🪊🎻🎻🎶🎶🎶🎉🎊 hhooorreeee Selamat ya kae plus Teman" nya...ikut bahagia juga disini.../Applaud/
whiteblack✴️
disini aku ikut senang...
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!