hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. curahan sesama istri
Setelah berbincang dan bercanda2 kita memutuskan berunding untuk tema selanjutnya,
Dan di sini banyak kaum hawa yang protes karna tak ada satupun yang membawa dress yang menurut masing2 cantik dan elegant,
Sedangkan kita ingin menggabungkan gerakan tari khas pantai yang elegant dengan pasangan masing²,
Setelah bergunjing cukup lama kita akhirnya syuting seadaanya dan tentu saja kita mendahululan 2 bumil cantik untuk syuting lebih dulu agar bisa beristirahat,
Sekitar pukul 4 pagi kita selesai dan istirahat 1 jam sebelum matahari terbit, aku melihat yee rime, lee aini, lin shui, becca, run shuyi dan juga boo raa tertidur nyenyak di gazebo,
Begitu pula ada 3 pria yang nyelip tidur di sana hyun jae, yu jin dan lee bang, sedangkan yanqi, lee jo dan felix memakai matras mobil tidur di dekat api unggun bersama kita sisanya yang masih mengobrol,
Aku duduk di samping tubuh yanqi yang tertidur berselimutkan jaket tebalku, dia hanya mengenakan celana selutut jadi tadi aku sempatkan ke mobil mengambil jaket tebal itu untuk menyelimutinya,
"Nih pakai,,," aku memberikan jaketku pada ha runa yang memakai celana ke setengah paha untuk menyelimuti kakinya,
Sedangkan aku mengenakan selimut yang sudah ada di jok belakang mobil yanqi, entahlah itu punya siapa tapi tampaknya dari brand 'c' karna ada bentuk logonya,
"Makasih,,, hanya kamu yang ingat aku, suamiku malah sudah pergi ke alam lain" kesal ha runa sambil melirik lee joo yang tertidur di samping yanqi tepat di belakang tempat duduk kita,
"Enak aja tuh jaketku sudah kau pakai,,, siapa suruh pakai celana anak SD sudah tau umurmu 30 tahun" elak lee jo yang mungkin masih belum benar² tidur,
"Kalian sahabatan sejak kapan? Bukannya kamu kuliah di china yah" tanya jae rim
"Aku kuliah sarjana di australia satu kampus sama dia" jelas ha runa
"Sebagai mahasiswa luar dan kita dari negara yang sama jadi kita dekat dan sahabatan" jelasnya lagi,
"Iya dan aku kuliah magister di china bertemu dengan becca lalu sahabatan juva dengannya" jelas ku,
"Yang lucu apa! Setiap sarang punya sahabat pasti ada satu cowok nyempil di persahabatan dan cowoknya tuh pasti ngejar dia,,, gila kan" cecar runa,
"Sejak kapan? Aku tidak ingat" elakku,
"Benarkah,,, tampaknya kau diam² peternak buaya" canda khen yang kini masih belum tidur,
Yah hanya sisa 6 orang mengobrol di samping api unggun, aku, ha runa, jae rim, khen, hyun jo, dan juga ye jun.
"Tidaklah aku akui aku buta kalau masalah hubungan dengan pria" jelas ku terus terang,
"Istriku selalu bilang begitu,,, dan kau tau setiap melihat pria tampan dia akan dengan senang hati bilang seperti itu tipe nya" ujar ye jun membuat kita tertawa,
Kita mengobrol hampir satu jam setengah saat matahari tampaknya akan muncul aku segera mempersiapkan kameraku dan juga pernak perniknya agar tak kehilangan momen matahari terbitnya,
Untungnya ada hyun jo dan juga lee jo yang sudah bangun membantuku, sepertinya lee jo bukan bangun atas kemauannya,
Lebih tepatnya dia di bangunkan istrinya untuk membantuku, selain itu yang lainnya mulai terbangun satu persatu dan bersiap,
Kita sudah belajar dan berunding tentang berbagai adegan agar ketika mataharinya muncul bisa mulai syuting,
"Pakai sayang,,,, nanti masuk angin" ujar yanqi yang memakaikan ku jaket tebal yang tadi kuselimuti padanya,
"Kau berani sekali jam segini hanya memakai baju itu,,," ujar boo ra sambil tersenyum yang lantas membantu memposisikan lighthing,
"Anginnya kencang,,," ujar yanqi lagi sembari mengusap puncak kepala ku.