Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunuh diri
Hujan gerimis turun membasahi jalanan, seolah ikut menangisi nasib buruk yang di alami Lia saat ini,Langkah kakinya berat dan tak tentu arah,Aulia berusaha menyeret tubuh lelahnya menyusuri jalanan sendiri.kali ini dia tidak ada tujuan, tidak ada arah, ia hanya ingin menjauh dari tempat yang baru saja menghancurkan seluruh dunianya.
Air mata Aulia tak henti mengalir, bercampur dengan butiran air hujan yang membasahi wajah pucat nya. Bahunya terguncang hebat menahan isak tangis yang tertahan di dada, sesak sekali rasanya hingga sulit untuk bernapas.
"Kenapa... kenapa kamu harus selingkuh,aku kurang apa!" ucap nya emosi.
Batinnya terus menjerit, memutar kembali adegan menyakitkan yang baru saja ia saksikan. Bayangan mesra mereka, tawa mereka, dan pengkhianatan itu terus menghantui pikirannya seperti film yang tak mau berhenti. Rasa percaya yang selama ini ia bangun tinggi-tinggi, kini hancur berkeping-keping tak bersisa.
Ia tidak peduli lagi dengan penampilan nya yang terlihat berantakan,Dinginnya malam tak terasa dibandingkan dinginnya pengkhianatan itu. Ia memeluk tubuhnya sendiri, mencari kehangatan yang tak lagi ada, merasa begitu kecil dan tak berdaya di tengah luasnya dunia yang terasa semakin kejam.
"Aku bodoh... sungguh bodoh percaya dengan lelaki seperti dia.." bisiknya parau di antara tangis, kepalanya menunduk dalam, membiarkan air mata jatuh membasahi tanah, sama hancurnya dengan hati yang kini tertinggal jauh di belakang.
Aulia terus berjalan pelan,langkahnya terhenti di tepi jalan raya yang gelap. Matanya yang sembab dan merah menatap lurus ke jalanan yang dipenuhi kendaraan yang melaju kencang karena kondisi cuaca yang akan turun hujan deras hingga pengemudi lebih mempercepat perjalanan mereka,cahaya lampu mobil yang lewat bergantian menyinari wajah pucat nya, memantulkan keputusasaan yang tak berujung.
"Sudah cukup... semuanya sudah hancur tak ada gunanya lagi aku hidup"bisiknya parau, suaranya pecah tertelan angin malam. Hatinya terlalu hancur untuk diperbaiki, dikhianati oleh cintanya.
Dengan mata terpejam kuat, air mata terakhir jatuh membasahi pipi. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu dengan langkah yang mantap namun penuh keputusasaan, ia melangkah maju, menyerahkan tubuhnya ke tengah jalan tepat saat sebuah mobil besar melaju dengan kencang menyala terang ke arahnya.
BIIP!!! BIIP!!!
Suara klakson memekakkan telinga terdengar nyaring. Ban mobil berdecit keras menggeser aspal, sang pengemudi mencoba mengerem mendadak namun jarak sudah terlalu dekat.
"AAAAA!!!"
Detik-detik maut terasa begitu lambat. Ia sudah siap menerima akhir dari segalanya... namun tiba-tiba, sebuah tarikan kuat menarik tubuhnya dengan kasar ke belakang.
BRUK!!
Ia terjatuh ke trotoar, tubuhnya berguling sedikit karena hempasan. Jantungnya berdegup kencang bukan main, napasnya tersengal hebat karena shock.
Saat ia membuka mata, ia melihat sosok lelaki yang berjongkok di hadapannya, wajahnya panik dan napasnya juga memburu. Tangan lelaki itu mencengkeram bahunya kuat, seolah takut jika dilepas sedikit saja wanita itu akan hilang lagi.
"APA KAU GILA?!!" teriak lelaki itu dengan suara serak penuh emosi, matanya berkaca-kaca menahan marah dan khawatir, "Kau pikir mati bisa menyelesaikan segalanya?!!" lanjut Arlan.
"Pak Ar-lan" gumam nya pelan
"Setelah kau mati akan timbul masalah baru yang bermunculan, bagaimana dengan nasib keluarga mu?"
"Lepaskan...lepaskan aku, biarkan aku mati pak..." isaknya lemah, mencoba mendorong tubuh Arlan
"JANGAN BICARA SEMBARANGAN,bunuh diri bukan solusi dari masalah mu!!" bentak Arlan,lalu tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan erat. Sangat erat, seolah ingin memindahkan sebagian kekuatannya agar wanita di dalam dekapan nya ini tidak hancur lagi.
Di pelukan hangat itu, benteng pertahanan wanita itu runtuh total. Ia menangis sejadi-jadinya, meluapkan semua rasa sakit.
"Aku tidak ingin hidup lagi pak,aku tidak bisa menjalani hidup ini"
"Apa masalah mu sampai kau sefrustasi ini?" tanya Arlan serius.
"Jika aku hidup aku tidak tau hidup ku ini untuk siapa lagi"jawab Aulia dengan tatapan kosong.
"Baik anggap saja mulai detik ini kau sudah mati dan detik berikutnya kau hidup hanya untuk ku"ucap Arlan membuat Aulia mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Apapun yang ingin kau lakukan harus seizin ku,aku pemilik tubuh mu saat ini" jelas Arlan lagi.
"Ayo berdiri kita pulang" ajak Arlan tapi Aulia masih bingung dengan sikap atasan nya ini,dia masih mematung menatap wajah Arlan.
"Aku tau aku tampan tapi kau juga harus sadar aku ini atasan mu" canda Arlan membuat Aulia canggung, dia ingin bangkit tapi tubuhnya terlalu sakit.
Tanpa aba-aba Arlan langsung menggendong tubuh Aulia dan membawa nya kedalam mobil Arlan.