NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Perasaan yang Tidak Bisa Disembunyikan Lagi

Sejak hari itu…

hubungan Alya dan Zidan perlahan berubah semakin hangat.

Bukan karena mereka sering mengucapkan kata-kata manis.

Bukan juga karena tiba-tiba menjadi pasangan yang selalu bersama setiap waktu.

Namun karena perhatian kecil mulai hadir di antara mereka… tanpa disadari.

...****************...

Pagi itu, Alya sedang menyapu halaman depan rumah. Udara masih terasa sejuk setelah hujan semalam.

Sementara di teras, Zidan duduk sambil membantu Faris membersihkan rak sandal yang sudah berdebu.

“ Mas… ” panggil Faris tiba-tiba.

“ Hm.... ? ”

Faris menyeringai kecil.

“ Sekarang rajin banget bantu-bantu. ”

Zidan langsung meliriknya malas.

“ Syut......Berisik. ”

Faris malah tertawa kecil.

“ Dulu mah jangankan nyapu rumah, bangun pagi aja susah. ”

“ Faris… ”

“ Eh tapi bagus sih Mas .”

Zidan menghela napas sambil menggeleng kecil.

Namun diam-diam…

ia sadar dirinya memang berubah.

Dan anehnya…

ia tidak merasa keberatan dengan perubahan itu.

Di halaman, Alya diam-diam mendengar percakapan mereka.

Tanpa sadar, bibirnya tersenyum tipis.

Namun beberapa detik kemudian, angin tiba-tiba bertiup cukup kencang.

Debu halus beterbangan ke arah Alya hingga membuatnya batuk kecil.

“ Uhuk… uhuk… ”

Zidan langsung berdiri refleks.

Ia berjalan cepat mendekati Alya dengan wajah khawatir.

“ Kamu nggak apa-apa Alya ? ”

Alya mengangguk pelan sambil menahan batuknya.

“ Tidak apa-apa… ”

Namun Zidan tetap terlihat panik.

“ Tunggu. ”

Ia langsung mengambilkan air minum dari dalam rumah lalu memberikannya pada Alya.

Alya menerima gelas itu perlahan.

“ Makasih...”

Faris yang melihat dari teras langsung menahan senyum kecil.

Karena sekarang…

cara Zidan melihat Alya sudah benar-benar berbeda.

Bukan lagi sekadar penasaran.

Bukan lagi sekadar tanggung jawab.

Tapi perhatian yang benar-benar tulus.

Siang harinya…

Alya sedang melipat pakaian di kamar ketika ponselnya tiba-tiba berbunyi.

Ternyata pesan dari grup pertemanan dia dengan Hana dan Salma.

Hana:

“ Assalamu'alaikum Alya !!! Jadi gimana sekarang rumah tangganya sama Zidan ? ”

Alya tersenyum kecil membaca pesan itu.

Tak lama, video call masuk dari Hana dan Salma sekaligus.

Alya langsung mengangkatnya.

“ Assalamu’alaikum. ”

“ Wa’alaikumussalam ! ”

Wajah Hana dan Salma langsung memenuhi layar dengan ekspresi penasaran.

“ Cepet cerita Alya ! ” seru Salma heboh.

Alya langsung tertawa kecil.

“ Cerita apa ? ”

“ Zidan lah Alya ! ”

Hana ikut menyenggol dari layar.

“ Sekarang dia masih dingin nggak ? ”

Alya terdiam sebentar.

Entah kenapa…

pertanyaan itu membuat wajah Zidan langsung muncul di pikirannya.

Tentang bagaimana ia mulai membantu di rumah.

Bagaimana ia belajar mengaji bersama Faris.

Bagaimana ia panik saat jarinya terluka kemarin.

Dan tadi pagi…

cara Zidan buru-buru mengambilkan air untuknya.

Tanpa sadar Alya tersenyum kecil sendiri.

Salma langsung berteriak dari layar.

“ NAHHH ! Senyum-senyum tuh tiba-tiba ! ”

Alya langsung tersadar lalu salah tingkah.

“ Eh… apaan sih kalian… ”

Hana tertawa kecil.

“Alya… kayaknya kamu mulai nyaman ya sama suami kamu. ”

Wajah Alya langsung memerah malu.

Ia menunduk sebentar sebelum menjawab pelan,

“ Dia… sekarang sudah banyak berubah. ”

...****************...

Malam harinya…

Zidan sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan ponselnya ketika Alya lewat membawa beberapa buku kuliah.

“ Alya.”

Alya berhenti lalu menoleh.

“ Iya ? ”

Zidan terlihat ragu beberapa detik.

Lalu akhirnya berkata pelan,

“ Besok… kamu kuliah kan ? ”

Alya mengangguk kecil.

“ Iya Mas "

Zidan mengusap tengkuknya canggung.

“ Kalau gitu… besok aku anter ya . ”

Alya sedikit terdiam.

Karena selama ini…

Zidan belum pernah menawarkan hal seperti itu.

“ Tidak merepotkan ? ” tanya Alya pelan.

Zidan langsung menggeleng.

“ Nggak. ”

Lalu ia menatap Alya beberapa detik lebih lama dari biasanya.

“ Aku memang pengen anter. ”

Deg....

Deg....

Deg....

Entah kenapa…

kalimat sederhana itu membuat jantung Alya berdetak sedikit lebih cepat.

Alya buru-buru menunduk kecil.

“ Kalau begitu… terima kasih Mas ”

Setelah Alya pergi ke kamarnya, Zidan masih duduk diam di ruang tengah.

Namun perlahan…

senyum kecil muncul di wajahnya sendiri.

Dan malam itu…

untuk pertama kalinya,

Zidan sadar kalau perasaan ini bukan lagi sekadar “ mulai suka ”.

Tapi sudah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!