NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Identitas Sang Singa

Televisi layar datar di kamar penthouse itu masih terus menyiarkan konferensi pers pria bertopeng misterius tersebut. Beritanya langsung menyebar seperti virus ke seluruh media sosial dalam hitungan detik. Kata-kata "Anak Haram" dan "Aditama Group" langsung bertengger di puncak trending topic nasional. Di dalam kamar, suasana mendadak jadi sunyi senyap, cuma kedengaran detak jam dinding yang kerasa makin berisik.

Nabila refleks nutup mulutnya pakai kedua tangan, matanya natap layar TV dengan pandangan nggak percaya. Dia pelan-pelan nengok ke arah Kenzo.

Kenzo berdiri mematung. Wajahnya yang biasanya kokoh kayak batu karang, sekarang kelihatan pucat banget. Tangannya yang ngegenggam remote TV sampai gemeteran, sebelum akhirnya dia ngebanting remote itu ke lantai sampai hancur berantakan. BRAK!

"Fitnah murah," desis Kenzo dengan suara yang rendah dan bergetar karena nahan emosi yang luar biasa. Rahangnya mengatup begitu rapat sampai urat-urat di lehernya kelihatan menonjol.

Nabila berjalan mendekat, dia megang tangan Kenzo yang dingin. "Kenzo... kamu nggak apa-apa?"

Belum sempat Kenzo ngejawab, HP-nya langsung bunyi bertubi-tubi. Telepon dari Surya, dari dewan komisaris perusahaan, dari para investor, sampai dari pihak humas Aditama Group. Semuanya masuk berbarengan kayak air bah. Kenzo nggak mengangkat satu pun dari telepon itu. Dia malah mematikan HP-nya total dan melemparnya ke atas ranjang.

"Surya!" teriak Kenzo kencang ke arah luar kamar.

Pintu kamar langsung diketuk dengan panik. Surya masuk dengan muka yang udah kayak kertas putih, keringat dingin bercucuran di pelipisnya. "P-Pak Kenzo... saham kita langsung anjlok sepuluh persen dalam waktu lima menit setelah siaran itu muncul. Para komisaris minta Bapak segera mengadakan konferensi pers tandingan."

"Cari tahu siapa orang di balik topeng itu, Surya! Lacak lokasi siaran langsungnya sekarang juga!" perintah Kenzo, suaranya menggelegar sampai bikin Surya bergidik ngeri.

"Sudah kami coba, Pak, tapi mereka pakai beberapa lapisan VPN militer dan enkripsi tingkat tinggi. Sepertinya X-Corp milik Pak Ardiansyah juga lagi bantuin tim IT kita buat ngebobol sistem mereka," lapor Surya sebelum akhirnya buru-buru keluar lagi buat ngelanjutin tugasnya.

Kenzo terduduk lemas di sofa pinggir jendela. Dia ngebidakin wajahnya pakai kedua tangan. Selama ini, dia selalu bangga dengan nama Aditama di belakang namanya. Dia berjuang mati-matian ngebangun perusahaan setelah ayahnya meninggal, mengorbankan masa mudanya hanya untuk mempertahankan warisan sang ayah. Tapi sekarang, identitasnya justru dipertanyakan di depan seluruh dunia.

Nabila duduk di lantai, tepat di depan lutut Kenzo. Dia menarik pelan tangan Kenzo dari wajahnya, lalu menggenggamnya erat-erat. "Kenzo, lihat aku."

Kenzo mendongak, matanya yang biasa tajam dan mengintimidasi, kini kelihatan sangat rapuh dan penuh luka. "Bil... kalau berita itu bener gimana? Kalau ternyata gue emang bukan anak kandung Papa... apa lo bakal tetep di sini?"

Mendengar pertanyaan rapuh dari pria sekuat Kenzo bikin hati Nabila teriris. Nabila tersenyum manis, senyum paling tulus yang pernah dia berikan kepada Kenzo. Dia mengusap pipi Kenzo dengan lembut.

"Kenzo, dengerin aku baik-baik. Aku nggak peduli kamu anak siapa. Aku jatuh cinta sama Kenzo yang nekat motong kabel bom demi aku, Kenzo yang galak tapi perhatian, dan Kenzo yang sekarang udah jadi suami sah aku. Nama Aditama itu cuma merek, tapi diri kamu yang sebenernya itu yang ada di depan aku sekarang. Kita bakal hadapi ini bareng-bareng."

Kata-kata Nabila bener-bener kayak air es yang menyiram kepala Kenzo yang lagi panas. Pria itu langsung narik Nabila ke dalam pelukannya, mendekapnya sangat erat seolah takut kalau Nabila dilepas, dunia bener-bener bakal runtuh.

"Makasih, Bil. Makasih karena lo nggak pergi lagi," bisik Kenzo di telinga Nabila.

Satu jam kemudian, pintu apartemen kembali diketuk. Kali ini yang datang adalah Ardiansyah, ayah Nabila. Wajah paruh bayanya kelihatan serius banget, dia membawa sebuah map hitam di tangannya.

"Kenzo, Nabila," sapa Ardiansyah sambil duduk di ruang tamu.

"Ayah? Ada perkembangan soal siaran tadi?" tanya Nabila buru-buru sambil nyodorin teh anget.

Ardiansyah mengangguk pelan, dia natap Kenzo dengan pandangan yang sulit diartikan. "Tim IT X-Corp berhasil ngelacak sedikit jejak dari siaran tadi. Dan Kenzo... orang bertopeng itu kemungkinan besar adalah orang dalam yang tahu silsilah keluarga kamu. Tapi ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui."

Ardiansyah ngebuka map hitam itu dan ngasih selembar kertas tua ke Kenzo. "Ini adalah surat perjanjian rahasia antara mendiang ayahmu dengan Sofia sebelum mereka menikah sepuluh tahun lalu. Ayahmu tahu kalau Sofia hamil sebelum mereka menikah. Tapi ayahmu tetep menikahi Sofia karena dia sangat mencintai ibumu waktu itu."

DEG!

Jantung Kenzo rasanya berhenti berdetak. "Maksud... maksud Om, berita itu bener? Gue... gue bukan anak kandung Papa?"

Ardiansyah ngegeleng cepat. "Nggak, Kenzo. Kamu salah paham. Di surat medis yang ada di balik kertas itu, Sofia emang keguguran anak pertamanya karena stres. Dan setahun kemudian, kamu lahir. Kamu adalah anak kandung dari ayahmu, murni darah dagingnya. Tapi Sofia sengaja menyimpan dokumen palsu seolah-olah kamu adalah anak dari pria lain, sebagai senjata kalau suatu saat ayahmu mau menceraikannya!"

Nabila langsung meluk pundak Kenzo. "Tuh kan, Kenzo! Kamu beneran anak kandung Papa kamu! Perempuan itu bener-bener licik, dia udah nyiapin rencana busuk ini bahkan sebelum kamu dewasa!"

Kenzo ngeremas kertas itu sampai kusut. Amarahnya yang tadi sempat reda, sekarang berganti jadi tekad yang bulat. "Dia pikir bisa ngehancurin gue pakai dokumen palsu itu? Surya!"

Surya langsung nongol lagi di pintu. "Ya, Pak?"

"Siapkan konferensi pers jam dua siang ini di aula utama Aditama Group. Bawa tim medis independen buat tes DNA gue langsung di depan wartawan. Dan satu lagi..." Kenzo berdiri, bener-bener balik lagi jadi sosok CEO Singa yang ditakuti. "Hubungi pihak kepolisian. Gue mau Sofia diperiksa di sel khususnya soal penyebaran dokumen palsu dan rahasia negara ini."

Nabila berdiri di samping Kenzo, memegang lengannya dengan bangga. "Aku bakal nemenin kamu di depan wartawan nanti, Kenzo."

Kenzo nengok ke Nabila, lalu mencium kening istrinya itu dengan penuh rasa sayang. "Gue nggak bakal biarin tikus-tikus itu ngerusak pernikahan kita, Bil. Mereka mau main kotor? Gue bakal tunjukin gimana caranya ngehancurin mereka sampai ke akarnya."

Di luar sana, badai fitnah memang lagi besar-besarnya mengguncang Aditama Group. Tapi di dalam apartemen itu, Kenzo tahu dia udah nggak sendirian lagi. Ada Nabila yang bakal jadi perisai dan kekuatannya. Tapi, pas mereka lagi bersiap buat ke tempat konferensi pers, sebuah pesan teks masuk lagi ke HP Nabila dari nomor rahasia si pengancam:

"Jangan senang dulu, Nyonya Aditama. Tes DNA memang bisa menyelamatkan suamimu. Tapi apakah tes itu bisa menyelamatkan rahasia tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali atas dana X-Corp milik ayahmu? Tanya pada ayahmu... siapa 'Tuan Agung' yang sebenarnya mendanai dia selama sepuluh tahun ini."

Nabila menelan ludah, dia natap ayahnya yang lagi sibuk telepon di pojok ruangan. Ternyata, konspirasi ini jauh lebih gurita daripada yang mereka bayangkan, dan pernikahan mereka baru aja memasuki babak permainan yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!