Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Teror kah ?
Bu Wati makin mengeratkan pegangan tangan nya pada lengan pak Soni . Takut dan khawatir yang dirasakan nya , begitu juga dengan yang dirasakan pak Soni .
Hanya saja pak Soni memang memiliki pembawaan yang tenang sehingga tampak tidak merasakan takut bagi yang melihat nya .
" Sepertinya bapak benar kalau kita semakin jauh masuk ke dalam hutan pak " . Bu Wati berbisik dan nyaris tidak dapat di dengar oleh pak Soni .
Pak Soni tidak menjawab , yang ada di dalam fikiran nya sekarang mencari cara untuk bisa menemukan jalan keluar dari hutan .
Entah sudah berapa lama mereka berdua terus berjalan sampai jari - jari kaki mereka terasa kebas dan perih sebab tidak jarang kaki mereka tersandung batu atau akar - akar pohon yang mencuat keluar di atas tanah yang mereka lewati .
Tentu saja mereka tidak bisa melihat karena mereka berjalan tanpa penerangan selain dari sinar bulan yang menerobos masuk dari sela - sela dedaunan pohon - pohon tinggi .
Langkah demi langkah mereka sangat berhati - hati . Jalanan semakin licin sehingga mereka harus tetap fokus untuk melewati nya .
Bu Wati sesekali mengusap keringat yang terus membanjiri wajah dan leher nya .
SRRRRKK !!
SRRRRKK !!
" Jangan menoleh ke belakang dan terus berjalan saja bu " .
Semakin pak Soni dan bu Wati mengabaikan nya , pohon besar itu semakin bergoyang dengan dahsyat dan menimbulkan suara - suara yang berisik .
" Allah Allah Allah .. " . Bu Wati semakin mempercepat langkah nya sembari menarik tangan pak Soni .
SRRTTT !
SRRRTTTT !
SRRRTTT !
Pohon itu masih bergerak sendiri padahal pohon yang lain nya tetap tenang .
Bukan hanya bu Wati akan tetapi pak Soni pun merasa berdebar hanya saja tidak di tunjukkan pada istri nya , karena pak Soni tidak ingin istri nya merasa lebih takut lagi .
Pak Soni melihat ke atas pada pohon yang bergerak sendiri , betapa terkejut nya dia tatkala melihat ada sosok yang sangat besar menyerupai monyet .
Rupa nya sosok itulah yang telah menyebabkan pohon besar bergerak - gerang dengan hebat nya .
SREET SREETTT !!
Sosok mirip monyet besar itu bergelantung dari dahan satu ke dahan lain nya , naik turun melompat - lompat . Ukuran sosok monyet itu tidak seperti monyet pada umum nya , ukuran nya sangat besar dan warna buku nya hitam pekat yang kalau di lihat sekilas di malam hari orang tidak akan mengira kalau itu adalah sosok monyet .
Mata nya berwarna merah menyala menatap pak Soni dan bu Wati .
" Astaghfirullah .. Astaghfirullah .. " .
Pak Soni dan bu Wafi serentak mengucap istighfar .
" Abaikan bu .. abaikan yang sudah kita lihat malam ini , bismillah kita selamat sampai desa yang kita tuju " .
Pak Soni menghela napas sedikit merasa sesak di dada nya .
Mereka kembali berjalan lurus , kali ini mereka melewati jalan datar dan tidak selicin jalan sebelum nya .
Lagi - lagi kembali hening selain hanya terdengar suara desiran angin dan gesekan dedaunan .
Bu Wati yang sudah sedari tadi ketakutan merasa ingin menangis akan tetapi di tahan nya dan memilih diam tidak bersuara .
DUG DUG DUG !
Sesuatu menggelinding dan berhenti tepat mengenai kaki kiri pak Soni dan kaki kanan bu Wati . Mereka saling berpandangan .
Mereka kaget karena lagi - lagi sesuatu seperti kepala itu menghampiri mereka .
" Assalamu'alaikum , maaf niat kami baik , kami tidak ingin mengganggu , kami hanya numpang lewat saja , nuwun sewu mbah ! " . Pak Soni berkata dengan pelan .
DUG DUG DUG !