Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.4: Kehidupan Menyebalkan
Sebelum menghilang sepenuhnya, ‘Bapak Agung’ terlihat marah sekali saat menatapku dan mengeluarkan mantra sihir dari bukunya. “Takholest!!”
Mantra tersebut akan membuatku menjadi abu. Untungnya, tidak kena dan diriku bersama ayah berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Kalau diingat-ingat, kenapa aku bisa tidak terpilih? Apakah karena diriku berasal dari dunia nyata, seseorang yang bersemayam di tubuh ini, atau... Bukan James Darren yang asli?
Oh iya! James Darren itu masih ada dan diriku yang saat ini diganti menjadi Takeuchi Hideki sesuai keinginanku.
James Darren dikatakan sebagai ‘Bayi Terkutuk’. Lebih tepatnya, siapapun yang lahir di Keluarga Darren adalah orang-orang terkutuk. Mereka katanya merupakan orang-orang jahat yang ingin membangkitkan sosok paling mengerikan di dunia ini.
Siapa itu? Tidak ada yang tahu, namun berdasarkan rumor, jika sosok tersebut kembali, dunia ini akan musnah dan takkan tersisa sedikitpun. Mengerikan sekali ya!
Apakah maksud dunia di sini secara keseluruhan? Ya, tentu saja. dunia tempatku tinggal sebelumnya juga yang saat ini ku tinggali dan lainnya akan ikutan musnah.
Lalu, beralih dari situ, informasi tentang tubuh ini merupakan James Darren dan orang yang mau membunuhku mengatakan ‘James’ diganti menjadi Takeuchi Hideki.
Berarti, ingatan orang yang akan membunuhku yang asalnya ‘James’ menjadi ‘Hideki’? Ya, atau dia menyebut margaku.
Ahaha, aku sendiri tidak tahu pasti, namun James Darren bukanlah diriku, melainkan orang lain yang diceritakan mati.
Seluruh Keluarga Darren dilaporkan tiada semuanya dan itu semua katanya ulah dari orang yang mau membunuhku. Oh iya, sepasang mata hijau itu adalah seorang pria.
Dia mati oleh ayah James Darren dan nama orang itu ialah Leonardo. Itu saja yang diketahui dan ayah angkatku atau ayahku saat ini merupakan pelindung kami dari menggilanya dirinya.
Dikatakan, setelah membunuh James Darren dan keseluruhan Keluarga Darren lainnya pada malam itu, dirinya menuju rumah di mana diriku hampir mati.
Untungnya, ayahku saat ini keburu datang dan hasilnya membuatku tetap hidup. Ceritanya bisa jadi gitu ya! Keren, namun tetap saja, apa salah seorang bayi hanya karena keluarganya terkutuk, bayi yang tidak tahu apa-apa harusnya tidak sampai dibunuh kan?
Bayi itu tidak memiliki dosa dan yang mempunyainya adalah mereka para orang dewasa. Lalu, beralih dari itu semua, setelah itu bagaimana?
Hal baiknya, orang-orang yang mau mengeksekusiku belum menemukanku hingga saat ini. Ayah juga bilang bahwa orang-orang sana belum mengetahuinya.
Syukurlah! Untung saja aku bersama ayah. Tapi... Jika harusnya langsung dieksekusi, bukankah ini agak aneh! Harusnya diriku mati tidak lebih dari waktu yang sudah ditentukan kan!
Memangnya berapa lama? 48 jam. Sekarang sudah lebih lho! Oh benar! Kayaknya ‘Bapak Agung’ sudah terlalu tua.
Tertulis yang terpilih adalah 395 orang, tapi dia malah berkata 457 orang. Mungkin... Jumlah semua yang ada di situ kali ya!
Ahaha, sepertinya aku sudah mengatakannya ya! 395 dan 1 orang tidak terpilih. Sisa yang tak disebut adalah para pengantar anak berusia 15 tahun juga ‘Bapak Agung’ dan beberapa ‘Ektroser’.
‘Ektroser’ mungkin tidak ada di sana sepertinya ya! Memangnya itu apa? ‘Ektroser’ adalah sebutan para eksekutor untuk orang-orang yang tak dipilih oleh Penyihir atau Regresi.
Eksekutor bukan hanya membunuh, namun mengantarkan ke hukuman pancung, langsung ditebas pakai pedang, dan masih banyak lagi. Jenisnya berbeda-beda kah?
Benar. Aku sendiri belum terlalu tahu hukuman sebelum kematian apa saja. Ada yang langsung dan mendapatkan banyak siksaan. Pada akhirnya, semua itu tergantung eksekutornya atau ‘Ektroser’.
Jadi, bukan ditentukan oleh ‘Bapak Agung’ atau yang lebih atas darinya? Tepat sekali. Lalu, di duniaku adalah tahun 2026. Dunia ini sekarang adalah tahun -1.000.
Minus seribu? Kurang lebih seperti itulah cara membacanya. Kalau cara kerjanya agak aneh, namun cukup menarik bagiku. Ini adalah 15 tahun kemudian yang berarti tahun begitu diriku masuk adalah -1.015.
-1.015 dikurangi angka 15 dan hasilnya -1.000. Berarti kalau 15 tahun yang lalu... -1.015? Benar.
Intinya seperti itu sih, hahaha. Aku tahu itu agak aneh, namun bukan diriku yang menciptakan dunia ini, jadi jangan protes padaku.
Dunia mana yang lebih baik? Asalku atau ‘Bollorta’ & ‘Magiort’? Hahaha, ‘Bollorta’ untuk saat ini.
Di dunia asalku, aku tidak terlalu bahagia. Entah ini berlebihan atau tidak, akan ku ceritakan semuanya.
Pertama...
“Kenapa kau harus melahirkan seorang anak, Reina!?”
“Jangan tanya aku Takeuchi-san! Pil itu tidak bekerja! Benar-benar bodoh para penjualnya.”
“Sia*an! Kalau sudah begini... Kita harus merawatnya. Aku akan putus SMA dan kau lanjutkan saja sekolahmu!”
“Hah!? Apa-apaan itu!? Kalau kau putus sekolah, aku pun akan melakukan hal yang sama.”
“Reina... Hahaha! Tidak perlu. Akan ku tanggung semuanya! Jangan khawatir! Semuanya akan baik-baik saja!”
Itu adalah percakapan singkat antara ayah dan ibuku. Pertengkaran sejenak dan kedamaian setelahnya.
Aku benar-benar bahagia dalam waktu sesingkat itu. Lalu... Padahal masih seorang bayi, tapi ingatanku besar.
Itu benar kan! Kalau aku tidak salah... Bayi itu memiliki ingatan yang sangat besar. Mereka bisa mengingat banyak hal sampai hal-hal rumit pun bisa diketahuinya.
Hahaha, apakah salah satunya adalah aku? Benar sekali. Dan... Sekitar tiga hari kemudian, pertengkaran hebat terjadi antara ayah dan ibu di apartemen tempat tinggal kami sekeluarga.
Saat itu di ruang tamu, suasana tenang setelah minum teh, berujung hancur karena seorang perempuan mengetuk pintu.
Begitu dibuka, ayah langsung memeluknya dengan erat dan...
“Reina! Aku boleh bermain dengan wanita lain selain kau kan!”
“Eh? Y-ya, te-tentu saja, hahaha.”
Aku tidak terlalu mengerti saat itu, namun... Pada malam hari, ibu terlihat sangat menakutkan.
Dia menggendongku dan pergi ke dapur. Pisau bekas memotong sayur dan buah-buahan ia ambil dari wastafel.
Setelah itu, dirinya langsung menuju kamar tempat kami bertiga tidur. Dia berada di atas ayah dan dengan cepat menancapkan pisau tersebut tepat di tengah jantungnya.
Kejadian tersebut membuat ibu menjadi buronan. Sekitar seminggu kemudian...
“Ini semua salahnya! Aku tidak pernah salah! Hahaha! Main dengan wanita lain itu benar-benar kurang ajar! Ibu tidak salah kan, Hideki sayang?”
Aku hanya bisa tersenyum melihat tangisan ibuku. Matanya bengkak dan tubuhnya kurus. Rambut panjang terurainya mulai memudar seperti kehilangan semangat hidup.
Pakaiannya lusuh, begitupun diriku. “Ahaha! Tenang saja, tidak perlu mengkhawatirkan ibu. Sebentar lagi kita akan makan-makan enak! Tunggu saja oke!”
Diriku hanya bisa bahagia dan bergerak ke sana kemari saking senangnya. “Fufufu. Aku beruntung sekali mempunyai anak baik sepertimu, Hideki sayang. Ibu benar-benar dianugerahi! Pasti akan ku jaga kamu hingga akhir hayatku.”
Saling support sabi kali ya😉