NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3 Saudara yang Tersembunyi

"Varo, besok berangkatnya bareng gw ya" ucap Elvano dengan nada tengilnya.

"Gak sopan banget sih lo, gw lebih tua dari lo" jawab Alvaro dengan nada yang sudsh naik 1 oktaf

"Halah cuma beda 5 menit doang" ujarnya lagi.

"Tersarahlah, nanti gw pikir-pikir" jawab Alvaro lagi.

"Ayo uncle kita pergi" ujar Alvaro.

"Ayo Varo, mari tuan muda" jawab Uncle Sam.

"Ya" jawab mereka singkat.

Sesampainya di depan kamar Alvaro.

"Varo, sebaiknya kamu segera istirahat besok waktunya sekolah" ucap uncle Sam.

"Haduh uncle aku males sekolah, tp nanti aku juga bakal gabut kalau cuma di mansion" jawanya.

"Ya sudah sebaiknya Varo istirahat supaya besok Varo bisa berangkat sekolah" Jelasnya.

"Baiklah Uncle" jawabnya malas.

"Good nigth uncle" ucapnya lagi.

"Night too Varo" jawab uncle Sam dengan senyum tipisnya.

[Kamar Alvaro - Pukul 05.30 WIB]

"Varo apakah kamu sudah bangun?" Ucap Uncle Sam.

"Ya sudah, tapi uncle aku masih ngantuk 5 menit lagi ya" jawab Alvaro dean nada serak sekaligus malasnya.

"Tidak bisa Varo kamu juga harus bangun sekarang dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah" ujarnya sambil membangunkan Alvaro.

"iyaa uncle sabar ini aku bangun" jawab Alvaro dengan malas.

"Bagus Varo, ayo segera bersiap-siap dan turun kebawah untuk sarapan bersama dengan yang lain" jelasnya.

"Hmm" jawabnya singkat.

Sambil mengumpulkan nyawanya dan menghilangkan rasa malasnya untuk beberapa menut sambil di tunggu oleh uncle sam, Alvaro pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi untuk bersiap-siap untuk turun ke ruang makan dan berangkat kesekolah bersama adik kembarnya yang mengesalkan itu ya benar tidak lain dan tidak bukan adalah Elvano Zeidar Alexander, adik kembar yang sangat menyebalkan bagi Alvaro.

30 menit kemudian, setelah selesai bersiap-siap dan ia pun keluar dari dalam kamarnya dengan menggendong tas sekolahnya dan ia pun turun kebawah menggunakan lift karena ia malas menggunakan tangga menurutnya jika ada yang mudah kenapa harus cari yang sulit dan hidup juga hanya satu kali bukan pikir Alvaro.

Dan sesampainya di lantai satu ia seperti biasa menuju ke ruang makan yang sudah ada papah dan saudara-saudaranya.

"Varo nanti berangkat dan pulangnya bareng gw ya" ucap Elvano.

"Benar Varo nanti berangkat dan pulangnya bareng Vano saja supaya ada yang selalu menjagamu" ujar sang papah.

"Terserah kalian saja lah" jawab Alvaro dengan nada pasrah.

Beberapa menit kemudian

"Aku sudah selesai sarapan aku akan berangkat sekarang" Ucap Alvaro.

"Aku juga sudah selesai, ayo berangkat" jawab Elvano.

" Ya sudah kalian berdua hati-hati di jalan" ujar sang papah.

"Ya, Assalamualaikum" ucap mereka berdua.

"Waalaikumsalam" jawab sang papah, abang dan juga sang kakak.

Di depan mansion Alexander

"Vano kita berangkat pakai apa?" Tanya Alvaro.

"Pakai montor ajalah aku males pakai mobil" ujarnya.

"Ohh ya" jawabnya singkat.

"Bentar aku ambil montor dulu di garasi" ucapnya.

"Ya" jawabnya singkat.

5 menit kemudian

"Ayo Var" ucapnya.

"Ya Sebentar" jawabnya singkat.

15 menit kemudian, montor Elvano sudah sampai di dalam lingkungan sekolah Alexander School lalu ia memparkirkan montornya di parkiran siswa yang ada di sekolah itu.

"Sudah sampai" ucap Elvano.

"Ya sebentar aku turun dulu" jawab Alvaro.

"Ayo ke kelas aku antar" ujarnya.

"Gak usah aku bisa sendiri kelas kitakan beda arah" jawab Alvaro.

"Gak masalah" ucapnya lagi.

"Ya sudah, ayo" jawab Alvaro.

Jadi kelas Alvaro dan Elvano itu beda ya, Alvaro itu ada di kelas XII IPA 1 kelas paling pintarlah di sekolah itu dan Alvaro juga adalah siswa paling pintar di kelasnya tapi ia sering di bully sama anak kelas 10-12 karena menganggapnya lemah dan mereka juga gak tau kalau Alvaro itu kakak kembar dari Elvano bad boy sekolah dan siswa paling di takuti, dan sementara Elvano itu ada di kelas XII IPS 2 kelas yang cukup pintarlah di sekolah itu juga dan Elvano terbanding terbalik oleh sang kakak jika sang kakak sering di bully karena di anggap lemah sementara ia adalah siswa paling di takuti oleh siswa maupun siswi di sekolah tersebut.

Elvano juga tau jika Alvaro sering di bully tapi ia tidak peduli karena ia pikir mereka benar karena Alvaro adalah anak yang lemah, jadi siswi maupun siswa yang bully Alvaro itu tidak tau kalau Elvano itu adik kembarnya Alvaro.

Tapi ia tidak akan seperti dulu yang seakan-akan tidak peduli dengan sang kakak jika ada siswa maupun siswi yang berani membully Alvaro mereka akan berhadapan dengan dia.

Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sudah sampai di depan kelas Alvaro di kelas XII IPA 1.

"Ya sudah Var aku pergi ke kelas dulu nanti aku jemput pas istirahat" ucap Elvano.

"Gak usah El nanti aku ke kanti bareng temen-temenku aja kamu seperti biasanya bareng temen-temenmu jawab Alvaro.

"Gak gak bisa nanti aku kesini dulu bareng sama temen-temenku baru nanti kekantin bareng ajak saja temen-temenmu juga" jelasnya lagi.

"Ya sudah terserahmu saja" jawabnya pasrah.

"Ya sudah aku pergi dulu cepet masuk kelas kamu" ujarnya sebelum meninggalkan kelas Alvaro.

"Iyaa sanah masuk kelasmu" jawabnya.

"hmm aku pergi dulu" ujarnya lagi.

"Ya" jawab Alvaro singkat.

Sesudah Alvaro pergi ia pun masuk kedalam kelasnya dan duduk di barisan tengah yang sudah di isi oleh teman-temannya.

"Pagi Varo" ucap siswi itu.

"Pagi ra" jawabnya.

Siswi yang menyapa Alvaro adalah Clara Zora Bimantara sang ketua kelas yang duduk di barisan tepat di depan meja Alvaro ia juga sekaligus teman dekat dari Alvaro, ia memiliki sifat yang agak tomboy, dingin jika sama orang yang baru kenal, hangat dan ceria jika sudah kenal dengan dirinya.

Alvaro pun berjalan di tempat duduknya, lalu semua temannya berkumpul di tempat duduknya tidak terkecuali Clara.

Teman dekat Alvaro itu sedikit tapi sifatnya 11 12 dengan sang adik kembarnya jika sudah kenal dengan mereka, mereka akan hangat dan jail sekaligus ceria jika belum kenal mereka akan dingin, teman Alvaro ada Clara si ketua kelas, Alan Lintang Aditama si ketua basket, Elena Star Virellius si Wakil ketua Osis, Arvin Sagara Dirgantara dan Ervon Ocean Dirgantara si kembar yang selalu bikin kepala pusing karena ulah mereka yang bikin kepala geleng.

Kenapa kok teman Alvaro dikit? Karena ia males bersosialisasi dia emang deket dengan teman kelasnya dan terkenal anaknya yang pintar sekaligus males dan juga ceria tapi gak deket banget apa lagi di luar kelasnya dan juga karena faktor ia sering di bully juga jadi temennya cuma lima.

"Guys nanti istirahat kalian aku ajak kekantin nemenin aku ya tapi bukan cuma kalian sih ada temen-temannya kembaran aku juga" jelas Alvaro.

"Hahh!!" teriak keras mereka, teriakan mereka sampai di liat oleh siswa maupun siswi yang ada di dalam kelas karena kaget.

" Gak usah teriak juga kalik berisik tau gak" ujar Alvaro dengan nada julid dan malasnya.

"Ya gimana gak kaget tiba-tiba loh kembaranmu ngajak kamu kekantin bareng temen-temennya padahal saat kau di bully kembaranmu saja seakan tidak mengenalmu lohh Var" jelas Arvin dan mereka berempat hanya bisa mengangguk kecuali Alvaro.

"Jadi gini aku jelaskan ya secara singkat, jadi itu ada seseorang yang ngincar aku entah itu siapa tapi orang itu ngincar aku karena aku mirip dengan mendiang mamahku, jadi papah, abang, kakak dan terutama Elvano itu menjagaku supaya orang itu tidak bisa mengincarku gitu" penjelasan panjang dari Alvaro.

"Ooo gitu" jawab mereka berlima.

"Mau gak ikut sekalian nemenin aku biar aku gak sendirian pas balik ke kelas?"tanya Alvaro.

"Ya maulah, sekalian kita jaga kamu juga dari para pembully-pembully itu dan orang yang ngincar kamu itu entah siapa itu lahh dia iya gak guys" jelas Alan dan semua mengangguk setuju dengan penjelasan Alan kecuali Alvaro.

"Ya sudah sana duduklah di tempat kalian, sebentar lagi bel masuk bunyi" ucap Alvaro.

"Ok" jawab mereka serentak.

Jadi Alvaro itu duduk di barisan pojok kiri, dan di depan meja guru itu ada 2 siswi di belakangnya ada Clara sama Elena dan di belakang Clara sama Elena ada Alvaro sama Alan dan di belakang Alvaro sama Alan ada si kembar Arvin dan Ervon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!