NovelToon NovelToon
Sangkar Merah

Sangkar Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Aletha merupahan remaja yang sangat senang akan dunia malam. Ia juga merupakan anak konglomerat yang terkenal di kota Metropolitan. Tapi kini dirinya harus di hadapkan dengan perjanjian kontrak dengan Danny yang sepertinya menguntungkan? atau malah merugikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan—15

Keesokan harinya, suasana di mansion Dirgantara terasa begitu santai karena akhir pekan. Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk, menerangi kamar Danny yang luas. Aletha masih asyik meregangkan tubuhnya di atas kasur empuk ketika pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Danny yang sudah rapi dengan pakaiannya—kaos polo hitam yang melekat pas di tubuh tegapnya dan celana jeans gelap.

Danny melirik jam tangan mewahnya sekilas, lalu beralih menatap Aletha yang masih setengah mengantuk dengan rambut yang sedikit berantakan.

"Bangun, Aletha. Mandi sana," perintah Danny, suaranya bariton namun terdengar santai karena mereka sudah terbiasa. "Buruan persiapan. Hari ini kita harus keluar, jadwal kita cari cincin buat nikah bulan depan."

Aletha mengacak rambutnya pelan, lalu mendengus mendengar instruksi sepihak dari calon suami kontraknya itu. "Sabar kali, Dan. Masih pagi juga."

"Nggak ada sabar-sabar. Mal keburu ramai kalau kita jalannya kesiangan. Baju lo udah disiapin pelayan di kamar ganti," sahut Danny sembari melangkah menuju meja kerjanya untuk merapikan beberapa berkas.

Aletha akhirnya mengalah. Ia bangkit dan melangkah ke walk-in closet. Di sana sudah tergantung sebuah dress rajut tanpa lengan berwarna hitam yang simpel dan,sangat elegan, lengkap dengan outer putih gading. Setelah mandi kilat dan merias wajahnya tipis—mempertahankan tampilan cantik andalannya—Aletha keluar dengan penampilan yang luar biasa segar dan memesona.

Satu jam kemudian, mobil Porsche milik Danny membelah jalanan Jakarta menuju salah satu pusat perbelanjaan paling elit di kawasan Jakarta Pusat. Tujuan mereka jelas sebuah toko perhiasan mewah yang sudah dipesan khusus oleh Danny agar mereka mendapatkan pelayanan privat.

Begitu melangkah masuk ke dalam mall, terpancar kekuasaan yang elegan dari pasangan ini langsung menarik perhatian beberapa pengunjung. Danny berjalan tegap dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana, sementara Aletha berjalan anggun di sampingnya dengan tas Chanel yang melingkar di bahu.

Namun, baru saja mereka berjalan melewati deretan gerai kosmetik mewah menuju area butik perhiasan, langkah Aletha mendadak terhenti.

"Loh? Aletha?!"

Sebuah suara familier yang melengking tinggi sukses membuat Aletha menoleh cepat. Di hadapannya, berdiri Electra yang sedang memegang sebuah cup es krim gelato dan beberapa kantong belanjaan kecil dari merek kosmetik terkenal. Rupanya, sahabatnya itu sedang melakukan ritual weekend seperti biasanya jajan dan belanja sendirian.

Mata Electra melebar sempurna sampai es krim di tangannya nyaris turun. Pandangannya bergerak cepat dari wajah Aletha, turun ke arah pakaian anggun yang dikenakan sahabatnya, lalu berakhir pada sosok pria jangkung nan tegap yang berdiri di sebelah Aletha—Danny Atonio.

"E-Electra?" Aletha sempat tertegun sesaat, namun dengan cepat ia menguasai ekspresi wajahnya agar tidak terlihat panik.

Electra menelan ludahnya dengan susah payah. Otak cerdasnya langsung berputar kilat mengingat taruhan gila mereka di pojokan kampus beberapa hari lalu, disusul kabar bolosnya Aletha kemarin dengan alasan "urusan bisnis". Dan sekarang, di depan matanya sendiri, sang Ratu kampus sedang jalan berdampingan di mal elit bersama mangsa paling mahal di Jakarta.

"Lo... kok bisa di sini, Tha? Sama..." Electra menggantung kalimatnya, matanya berkedip beberapa kali seolah memastikan kalau dia tidak sedang berhalusinasi melihat CEO Dirgantara Group di dunia nyata secara sedekat ini.

Danny yang menyadari situasi tersebut hanya menatap Electra dengan pandangan biasa saja seolah tau kalau itu teman Aletha, tapi tatapan itu malah membuat nyali sahabat Aletha itu mendadak menciut dalam hitungan detik.

Di balik topeng tenangnya, adrenalin Aletha kembali berdesir hebat. Pertemuan tak terduga ini adalah ujian pertama bagi sandiwara besarnya di depan lingkaran pertemanannya sendiri. Permainan di atas papan catur ini tampaknya akan menjadi jauh lebih rumit sekarang.

Melihat Electra yang masih mematung dengan mulut setengah terbuka, Aletha justru menaikkan sebelah alisnya. Alih-alih panik karena rahasianya terancam bocor, jiwa percaya diri sang Ratu manipulasi langsung mengambil alih kendali. Ia justru melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Electra dengan tatapan "kan, apa gue bilang" dengan gaya tengilnya.

"Kan gue udah bilang waktu itu ke lo sama anak-anak, masih ga percaya aja," ucap Aletha dengan nada suara yang teramat santai, seolah memenangkan sebuah argumen kecil di kantin kampus.

Electra nyaris tersedak es krimnya sendiri mendengarnya. Jadi... kabar burung tentang Danny Atonio yang berhasil dijinakkan itu bukan cuma bualan? Mereka beneran jalan berdua di mal akhir pekan begini!

Danny yang berdiri di samping Aletha hanya diam, melirik interaksi kedua gadis itu dengan tatapan datar yang dingin. Ia tidak berniat menyela urusan pertemanan "bocah kampus" di depannya, namun auranya yang mengintimidasi sudah cukup membuat Electra tidak berani bertanya lebih jauh.

Sebelum Electra sempat mengeluarkan rentetan pertanyaan kepo yang dipastikan akan memenuhi grup WhatsApp mereka dalam waktu lima menit ke depan, Aletha langsung memotong jalan. Ia mengibaskan tangannya pelan dengan gerakan mengusir yang sangat elegan.

"Udah ah, lo pulang sana. Gue mau beli cincin sama Tu orang," lanjut Aletha santai, mengedikkan dagunya ke arah Danny yang langsung disambut dengan kernyihan tipis dari sang CEO karena disebut dengan istilah "Tu orang".

Electra yang sadar diri sedang berhadapan dengan kombinasi dua orang paling berbahaya di dunianya langsung mengangguk kaku. "A-ah... iya, iya! Gue juga mau balik kok, ini es krim gue mau leleh. Duluan ya, Tha... Mr. Danny, mari."

Tanpa menunggu hitungan ketiga, Electra langsung berbalik dan melangkah seribu dari hadapan mereka, tangannya dengan gemetar hebat langsung meraba tas untuk mencari ponselnya. Bisa dipastikan, grup obrolan bersama Chelsea dan Angelina akan meledak dalam hitungan detik dengan ketikan huruf kapital semua.

Aletha memperhatikan punggung sahabatnya yang menjauh dengan senyum licik yang kembali terukir di bibir indahnya. Ia lalu menoleh ke arah Danny, mengibaskan rambut sage green-nya sekilas.

"Yuk, Dan. Gangguan kecil udah selesai. Mana toko perhiasannya?" tanya Aletha, kembali ke mode santainya.

Danny terkekeh pendek, menggeleng-gelengkan kepalanya melihat betapa tidak ada sopan-santunnya Aletha pada temannya sendiri, namun di satu sisi ia mengagumi cara gadis itu mengatasi situasi tanpa drama yang merepotkan.

"Di sebelah sana," sahut Danny, tangannya secara natural bergerak menuntun Aletha menuju lorong butik privat. "Gue gak nyangka lo se-blak-blakan itu sama temen lo."

"Ngapain ditutupin? Lagian, makin cepet mereka tahu, makin cepet panggung sandiwara kita dimulai, kan?" bisik Aletha misterius sembari melangkah masuk ke dalam butik perhiasan mewah yang sudah dikosongkan khusus untuk mereka. Papan permainan kini sudah melebar ke lingkaran luar, dan Aletha siap untuk langkah berikutnya.

1
azrinasarah
LANJUTT PLUSSS😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!