NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales

Pria itu, Pak Budi, tertegun. Ia membalikkan badannya sepenuhnya, menatap Naufal dengan intensitas yang berbeda. Rasa malu yang tadi menyelimuti wajahnya kini berganti dengan rasa penasaran yang luar biasa.

​ "Bagaimana kamu bisa tahu jumlahnya sampai setepat itu, Nak?" tanya Pak Budi pelan, suaranya kini terdengar berwibawa, tak lagi terdengar seperti pria lemah yang bisa diinjak-injak.

​Naufal melirik ke arah panel sistem yang melayang di samping Pak Budi.

​[Ding!]

[Tingkat Kepercayaan Target Meningkat: 75%!]

​Naufal tersenyum tipis. "Sebut saja insting seorang sales yang peduli, Pak. Saya tahu Bapak sedang mencari perangkat yang bukan hanya sekadar 'bisa foto', tapi punya memori besar untuk materi pembelajaran dan baterai yang awet agar anak-anak yatim di yayasan Bapak tidak kesulitan saat belajar."

​Pak Budi terdiam cukup lama, lalu ia tertawa kecil—sebuah tawa yang penuh dengan rasa puas. "Luar biasa. Baru kali ini saya bertemu sales sepertimu. Baiklah, kalau begitu tunjukkan apa yang kamu punya."

​Di sudut toko, Andre  mulai menyadari ada yang tidak beres. Atmosfer di sekitar Naufal dan si 'ikan teri' itu mendadak terasa berat dan serius.

Naufal menggiring Budi ke meja display—produk Hp dari perusahaan milik Naufal untuk dilakukan probing. Dan Naufal berbicara dengan cukup lancar.

​"Siska, itu bapak-bapak kok nggak jadi pergi? Malah ngobrol serius gitu sama si Naufal?" bisik Andre, tangannya berhenti melepas hp demo.

​"Mungkin memang niat beli …”  jawab Siska ketus, ia sebenarnya jengkel dengan senior toxic ini, namun cuma berusaha akrab dia takut kena imbasnya juga.

Pria bersandal jepit itu, Pak Budi, menyipitkan matanya. Ia sudah mendengar cerita rinci dari naufal, “jadi begitu unit … A5 ya. Memiliki baterai yang lumayan awet dengan kapasitas yang besar, cukup untuk digunakan belajar anak yayasan.”

“Sudah sangat cukup pak! Bahkan lebih dari cukup itu mah.”

“Oke, deal …”

Pak Budi  merogoh saku celana kolornya yang kusam, mengeluarkan sebuah kartu nama yang sudah agak lecek, lalu meletakkannya di atas etalase kaca.

"Tunjukkan padaku A5 itu aku ambil semua 50 unit … untuk masalah warna seadanya saja!”  ucap Pak Budi datar.

Andre yang mendengar kata memborong dan "50 unit" langsung tersedak ludahnya sendiri. Ia berlari mendekat, mencoba memotong pembicaraan. Jangan bercanda seri A5 itu harganya 2,5 juta … jika dia menjual 50 unit artinya total target naufal jelas nutup ditambah insentif produk itu walau seri menengah sudah 50 ribu satu unit.

Andre mana terima Naufal untung banyak, dia harus yang untung banyak disini.

Siska malah mematung. “Kak!”

“Kenapa sis?” Tanya Andre dengan tatapan tajam. “Jangan bilang lo mau hentikan gue?”

Siska menelan ludah. Nyalinya ciut melihat kilat keserakahan di mata Andre yang sudah seperti serigala kelaparan. Ia tahu Andre tidak akan segan-segan menindas siapapun yang menghalangi komisinya.

Siska membenci situasi ini, padahal jelas ia ingin Naufal selamat, namun dalam naluri hidup dan logikanya menolak untuk berani … ‘aku benar-benar manusia menjijikan.’

"Eng-nggak, Kak. Tapi itu kan jelas-jelas user milik Naufal... maksudku, dia yang melayani dari awal," cicit Siska, mencoba membela dengan suara sangat rendah.

"Terus?! Di nota belum ada nama, berarti masih milik umum! Jangan lupa kalian berdua cuma junior baru, gue senior disini!" Andre mendesis. “Lo cewek jadi kuharap keputusan lo lebih bijak … atau lo mau gue serang, dilihat-lihat lo punya perawakan yang lumayan.”

Siska bergidik ngeri nalurinya mengatakan untuk tidak ikut campur. “M-maaf kak.”

“Bagus kalau lo ngerti!” lalu dengan gerakan cepat ia menyambar selembar brosur produk brand miliknya sendiri dan merangsek maju ke arah Pak Budi

"Eh, Pak! Tunggu dulu!" Andre memotong pembicaraan dengan suara yang dibuat-buat ramah, hampir terdengar seperti menjilat.

 "Jangan buru-buru ambil A5, Pak. Itu produk tanggung. Mari sama saya saja, saya Senior Sales di sini. Saya punya seri A-`17 yang spesifikasinya jauh di atas itu. Kameranya sudah pakai sensor terbaru, lebih cocok buat anak muda jaman sekarang.A-5 mungkin menang kapasitas baterai, namun A-17 saya lebih bagus untuk kebutuhan kamera.”

Pak Budi mengerutkan kening, merasa tidak nyaman karena ruang geraknya tiba-tiba diinvasi oleh pria yang tadi terang-terangan menghinanya.

[Sistem Analisis Nilai: Peringatan!]

[Target merasa terganggu oleh kehadiran 'Hama'. Tingkat Kepercayaan menurun 5%.]

[Saran: Singkirkan gangguan untuk mengunci transaksi senilai Rp125.000.000.]

Naufal yang melihat sistemnya berkedip merah langsung tersadar. Ia tidak boleh membiarkan Andre menghancurkan harapannya lagi. Kali ini, nasib ibu dan adiknya dipertaruhkan. Ia gak mau diinjak-injak lagi, seperti perkataan siska, dia harus tunjukan siapa raja disini!

"Maaf, Kak Andre," Naufal melangkah maju, memposisikan tubuhnya tepat di depan Pak Budi sebagai pagar pelindung. "Tadi Kakak bilang ini 'ikan teri' bagianku, kan? Kenapa sekarang Kakak malah repot-repot menawarkan produk lain?"

Andre terkejut, biasanya anak baru ini selalu takut kalau dia sudah maju namun tatapan hari ini terlihat tegas dan seperti orang lain.

"Lo anak baru diam aja! Gue cuma mau kasih yang terbaik buat Bapak ini!" Andre membentak, mencoba mendorong bahu Naufal.

Namun, Naufal tidak bergeming. Berkat sinkronisasi sistem semalam, ada rasa percaya diri yang tidak tergoyahkan dalam dirinya. Ia menatap Andre lurus-lurus. 

"Memberikan yang terbaik atau mengejar insentif pribadi, Kak? Pak Budi butuh durabilitas baterai untuk belajar, bukan kamera sensor terbaru yang harganya lebih mahal 1 juta tapi baterainya boros, terus dari daya tahan juga, di A-5 sudah tahan banting, ada IP54 juga untuk ketahan air. Jangan sesatkan pelanggan demi kantong kakak sendiri."

Wajah Andre merah padam. "Lo berani ngajarin gue?!"

"Cukup!"

Suara Pak Budi menggelegar, dingin dan sarat akan otoritas yang membuat Andre seketika membeku. Pria tua itu mengambil kembali kartu namanya yang lecek, lalu memasukkannya kembali ke saku celana kolornya.

"Mas Senior," Pak Budi menatap Andre dengan pandangan merendahkan. "Tadi kamu tertawa paling keras saat saya masuk. Sekarang, kamu menjilat paling depan saat saya bilang mau beli lima puluh unit. Orang seperti kamu adalah alasan kenapa bisnis sering hancur; terlalu fokus pada uang, lupa pada martabat."

Pak Budi beralih menatap Naufal, ekspresinya melunak. "Nak Naufal, urus notanya sekarang. Saya bayar tunai. Dan saya tegaskan, jika sepeser pun komisi dari transaksi ini masuk ke kantong orang selain kamu, saya batalkan pembelian ini sekarang juga."

[Ding!]

[Tingkat Kepercayaan Target: 95% (Solid)!]

[Misi terbaru aktif!]

[Closing produk! Buat Bapak ini membeli produk anda!]

[Hadiah misi perkenalan dari sistem Rp 10.000.000!]

Siska yang menonton dari kejauhan hanya bisa menutup mulut dengan tangan, takjub. Ini dia yang dia suka, saat pria yang dihormati menunjukan taringnya untuk sekian lama. Ia terasa seperti kembali ke masa lalu lama, masa yang mungkin naufal melupakannya. Saat dia diselamatkan dan berhutang nyawa dengan pria itu.

‘bagus fal, serang semangat! Jangan kasih kendor!’ batin si gadis itu yang gak mungkin seumur hidup pun dia bakal bicara terang terang begitu!

Sementara itu, Manajer toko yang mendengar keributan langsung berlari keluar dari ruangannya. Ia mendengar percakapan dan transaksi besar, tentu ini sudah ranahnya manajer toko untuk masuk.

"Ada apa ini? Lima puluh unit?!" Manajer itu hampir pingsan melihat Pak Budi mengeluarkan tumpukan uang tunai dari tas kain lusuhnya. "Naufal! Kamu... kamu beneran closing segini banyak?"

Naufal tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan senyum tipis ke arah Andre yang kini berdiri gemetar, menyadari bahwa bukan hanya komisi besar yang hilang, tapi harga dirinya baru saja diinjak-injak oleh 'ikan teri' yang diremehkan.

"Bantu saya ambil stoknya, Kak Andre. Oh, dan tolong pelan-pelan ya, jangan sampai lecet. Ini pesanan VIP," ucap Naufal dengan nada tenang yang sangat mematikan.

1
3RSEL
🤦🤦🤦lagi eror kayaknya
Manusia Biasa: wkwk🤣 sory kak besok up kembali Normal, masih nahan bab gara gara editor
total 3 replies
.
kok cuman 1 Thor biasanya 3 chap /Smug/
Manusia Biasa: besok tak bonus 4 deh
total 2 replies
Hary
DUNGU.... THOORNYA DI SESUAIKAN DONG
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN
3RSEL
M
3RSEL
kurang M nya
Tang xu
akhirnya kepikiran buat pindah rumah
.
kena mental si bagus cs. tuh 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: bg bg🤣
total 1 replies
Sa Ni
ini cerita flashback tentang sistem nya ada gak ya kayak si Rahmat sama om Arman di " SISTEM ANALISIS" volume terdahulu....ya secara kan ini sistem di warisin sama si Rahmat buat si Naufal kan..
Manusia Biasa: siap tunggu aja ya bang🤣🙏
total 5 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
betul Fal ini baru awal Lo harus bisa jadi nomor satu masih ada waktu saat ini masih peringkat 4 nanti harus jadi number one 🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah si BG mau bikin drama nih kasi pelajaran biar gak macam macam lagi Naufal biar dia kapok
Manusia Biasa: BG kebanyakan tingkah😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
jadilah team buat Naufal biar kecipratan rezekinya dia luu Sisssta🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njirrrr 🤭🤣🤣🤣 langsung diserbu beneran kalo kek gini Bagas atau BG lewatttt 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya kalau di dunia nyata gakmungkin sampai gitu wkw
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semangat Nauuuu pegang dua brand justru itu akan bikin luu cepat target kan 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
horeee pindah rumah Naufal dan ibu Sarah juga Rara🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
yang pasti ibumu akan menangis terharu dan Rara akan bahagia good Naufal 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
coba kita kita punya sistem cashback kek luu bisa donasi setiap menit 🤣🤣🤣🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: wkwkwkwk iyalah Kaka Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
3RSEL
ah males komen
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: udah baca kalo yang Paman Rahmat 🤭
total 3 replies
DD
nasi gorengnya lebih enak dari masakan tante Bella ya 🤭
Manusia Biasa: waduh pembaca sepuh, iya lagi. udah ketebak siapa istri si mamat/Smile/🙏
total 1 replies
3RSEL
maaf untuk sementara waktu belum bisa komen
Manusia Biasa: amann🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job Naufal biar Andre bisa merenung berpikir lebih jauh sebelum melakukan tindakan kriminal kek gitu untung ga di laporkan ke polisi
Manusia Biasa: wkwwk rasain orangnya sombong dan sok sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!