bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencoba menyatakan cinta
" kamu mau bilang apa..?!! " Tanya elina dengan penasaran.
" Sebenarnya,, emm gimana ya, sebenarnya.." ucap ku dengan gugup.
" Sebenarnya kenapa..? kok gugup gitu..!!." Ucap elina, elina meyakini satria akan menyatakan cinta kepadanya, dan ia yakin itu, dan sesungguhnya elina sangat menunggu ku menyatakan perasaan ku kepadanya..
" Sebenernya aku...? " Ucap ku, belum juga aku selesai ngomong, tiba tiba wahana itu berhenti berputar, dan rupanya waktu ku habis menaiki wahana itu, dan penjaga wahana itu menyuruhku dan elina turun, aku dan elina pun turun dari wahana itu, lalu aku berjalan lagi dengan dia.
Dan sementara dony dan maya, saat itu mereka sedang menaiki wahana ombak banyu, dengan senangnya maya menikmati wahana itu, dan sementara dony di sebelah maya, dony merasa pusing kepalanya sambil menahan mual, sementara maya malah tertawa melihat dony.
Dan sementara aku dan elina, setelah menaiki wahana itu, aku berjalan denganya.
" Kamu mau bilang apa tadi..? " Tanya elina dengan penasaran.
" Emm, gak bukan apa apa kok lin...!" jawab ku dengan tersenyum malu sambil berjalan denganya.
Dan sementara dony dan maya, setelah mencoba dan turun dari wahana itu, dony berjalan sempoyongan karena merasa pusing kepala nya, dan tiba tiba saja dony muntah.
" Don loe kenapa, ah lemah loe ahh.." ucap maya.
" Puyeng banget pala gue may.." ucap dony dengan mual, lalu maya memijit kepala dony.
" Lemah loe ah, udah jangan di sini, malu noh di liatin banyak orang..! " Ucap maya sambil memijiti kepala dony.
" Kapok gue may ah naik gituan.." ucap dony.
Sementara aku dan elina, saat itu aku dan elina sedang membeli makanan cemilan, dan setelah itu elina melihat sebuah penjual aksesoris badan, ia mengajak ku untuk melihat lihat aksesoris itu, ia melihat salah satu gelang yg ia sukai, lalu ia mengambil gelang tangan itu, dan memperlihatkan kepadaku meminta penilaian apakah bagus atau tidak, dengan tersenyum mengatakan iya bagus, lalu ia membeli gelang itu, ia membeli dua gelang yg sama, satu untuk ku dan satu untuknya, kemudian aku memasangkan gelang itu di lenganya, dan ia pun memasangkan gelang satunya ke lengan ku, setelah ia memasangkan gelang itu di lengan ku, tiba tiba ia berkata kepadaku.
" Jangan di lepas ya gelang nya, aku juga gak akan lepas kok gelang ini.." ucap elina tersenyum menatap gelang yg terpasang di lengan ku.
" Iya gak kok lin.." ucap ku, lalu aku tersenyum menatap elina.
Dan setelah itu aku dan elina membeli makanan cemilan, dan tidak lama kemudian, handphond elina berdering menerima pesan, elina membacanya, ternyata itu pesan dari mamah nya, elina di suruh pulang oleh mamah nya, lalu elina ngajak pulang kepadaku, dan aku dan dia pun berjalan menuju motorku untuk mengantarkanya pulang, saat beberapa langkah tiba tiba datang maya dari belakang ku dan mengangetkan ku dan elina.
" Hayohhhh...!!! " Ucap maya.
" Eh loe may ngagetin aja loe ah.." aku dengan sedikit kesal.
" Tau nih maya, ouh iya bukan nya kamu sama dony ya tadi.." elina.
" Lah kok tau aku sama dony ." Maya dengan heran.
" Loe pacaran ya sama dony, hayoh ngaku loe..." Aku mengejek maya.
" Apaa sih loe sat, loe ini berdua yg pacaran mah, udah ngaku aja... Ciee bawa bawa boneka lagi, cie cieee udah ngaku aja.!!!." ucap maya mengejek ku dan elina.
" Apaa sih maya..." Ucap elina sambil tersenyum malu.
" Tau loe ah ngada ngada aja..!, ouh iya si dony mana..? " Ucap ku kepada maya.
" Tuh di belakang ..!! " Ucap maya sambil menunjukan dony yg sedang berjalan menghampiri kami, aku melihat dony berjalan sempoyongan seperti orang mabuk, dan aku ketawa melihat dia berjalan sempoyongan sambil membawa wajan, elina pun mengetawai nya, dony menghampiri ku.
" Loe kenapa don..mabok loe ya...?!!! " Tanya ku kepada dony.
" Hadeh puyeng anget pala gue sat, loe sejak kapan ada di mari sama elina..? " Ucap dony.
" Dari tadi gue di mari sama elina..! Loe ngapain bawa bawa wajan..?! " Aku.
" Biasa emak gue nitip beli ini, loe tau sendiri emak gue gimana kalau masak...!!! " Dony.
" Iya iya..! " Ucap sambil ketawa.
" Kak yuk kita balik sekarang.." ucap elian kepadaku.
" Yaudah yuk, don, may, gue cabut duluan ya..! " Ucap ku.
" Buru buru amat.." maya.
" Tau...baru juga jam berapa ini..?!" Dony.
" Iya soalnya aku di suruh pulang sama mamah, yaudah may don aku sama satria pulang duluan ya..!! " Elina.
" Yaudah gue cabut ya.." ucap ku kepada mereka.
" Yaudah hati hati di jalan.." maya.
" Iya hati hati di jalan.." dony.
Aku dan elina pun melanjutkan lagi perjalanan ku, sesampainya di parkiran aku naik ke motor dengan elina dan pergi berangkat mengantarkan elina pulang.
Ia duduk di belakang ku sambil memeluk boneka pemberian dari ku itu, saat di tengah perjalanan, tiba tiba motor vespa ku mati entah mengapa.
" Kenapa kak, kok berhenti.." tanya elina.
" Gak tau lin ini..?, tiba tiba ajah mati nih motor, bentar ya lin.." ucap ku, lalu aku dan elina turun dari motor.
Aku mengecek di bagian bensin, tapi bensin masih ada, lalu aku mencoba menyela dan menghidupkanya, namun tetepa saja motor ku tidak mau menyala, lalu aku mengecek bagian lainya, tetap saja tidak menyala, kemudian aku membuka tepong vespa ku, dan membuka busi motor ku, karena biasa penyebab nya karena busi sudah kotor.
Sementara elina duduk di samping ku sambil memeluk boneka dan memperhatikan ku meperbaiki motor, aku duduk di sampingnya sambil membersihkan busi motor ku.
" Itu apa kak..? " Tanya elina kepada ku.
" Ini busi nama nya lin, biasa gara gara ini nya kotor, jadi gak mau nyala motor..! " Jawab ku sambil membersihkan busi motor ku.
" Ouh gitu ya kak, coba sini aku bantu kak, aku aja yg bersihin.." ucap elina sambil akan merebut busi yg sedang ku bersihkan.
" Jangan lin, nanti tangan kamu kotor.." aku.
" Udah gak ppah kak..! " Elina.
" Udah gak usah lin, ini udah beres kok, bentar ya aku pasang dulu..! " Ucap ku, lalu aku memasangkan kembali busi motor ku.
Setelah selesai aku memasangkan busi, aku mencoba menyela dan menghidupkan, namun tetap saja motor ku tidak mau menyala meskipun berkali kali aku menyela nya, aku bingung entah apa masalahnya motor ku tidak mau hidup, aku mengaruk garuk kepala meresa heran apa penyebabnya, lalu tiba tiba elina berdiri mendekati ku.
" Ouh pantesan gak mau idup motornya kak, ini kaca spion nya miring kak..!! " Ucap elina sambil membetulkan kaca spion motorku.
" Haha, kamu bisa becanda juga, ada ada aja, masa iya gara gara spion miring.." aku.
" Ya siapa tau iya, coba deh sekarang nyalain lagi..!! " Elina.
" Yaudah deh iya, aku coba lagi ya.." ucap ku, aku pun mencoba menghidupkanya lagi, namun tetap saja motor ku mati.
" udah gak ppah kak, kita dorong aja bareng bareng cari bengkel, yuk aku bantu dorong...!! " Ucap elina dengan tersenyum.
Aku langsung terdiam saat elina berkata seperti itu kepadaku, terharu aku mendengarnya, aku tidak menyangka dia sampai rela ikut susah karena motor ku, aku semakin terkagum padanya, ternyata selain cantik dia juga baik hati.