apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Setelah Rion sampai di ruang tamu ia melihat Rasya baru keluar dari kamar lalu berjalan ke arahnya.
"kemarikan papaku" ujarnya, Rion langsung menuruti permintaan Rasya
Rasya membawa sang papa ke kamarnya dan meninggalkan Rion yang langsung pergi ke arah dapur mungkin untuk makan, Rion tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Rasya nantinya kepada saga.
Disisi Rasya
Rasya membanting tubuh saga Dengan sangat keras ke lantai di kamarnya, tak lupa Rasya juga mengunci pintu kamarnya dan menaruh kuncinya di atas lemari yang tinggi jauh dari jangkauan saga.
Saga yang tadinya tidur langsung terbangun, tubuhnya sangat sakit karena dibanting oleh Rasya.
"shhh sakit..." ucap saga pelan, jujur saja jiwa elang itu sangat cengeng biarpun jahil.
"kenapa kamu banting papa kelantai?" tanya saga dengan pelan sambil menunduk, saga tau kalau pemuda yang di depannya ini adalah anak pertamanya.
"diamlah sialan" desis Rasya saat mendengar pertanyaan saga.
Saga yang di peringati seperti itu sekarang semakin menundukkan pandangannya dan memainkan jari jemarinya yang mungil itu.
Rasya maju mendekat ke arah saga, saga yang melihat itu ia mundur sampai akhirnya ia jatuh ke arah kasur milik Rasya
"kau memang sialan dasar laki-laki pengecut?!!" bentak Rasya yang membuat saga menangis begitu saja, jujur ia tidak tahu apa permasalahan pemilik asli tubuh ini.
"hiks hiks" suara isakkan tangis terdengar dari bilah bibir merah Cherry itu
"menjijikan?!" ujarnya sarkas lalu memukuli saga Dengan membabi buta.
BUGH BUGH
SREEEKK
Bugh Bugh
"hiks sakit hiks sudah hiks uhuk hiks jangan sakiti papa lagi hiks sakit" darah mengucur deras dari kepalanya.
Rion yang tak sengaja lewat depan kamar Rasya mendengar suara hantaman, Rion yang panik langsung mendobrak pintu kamar Rasya dan benar saja dugaannya Rasya tengah memukuli saga dengan brutal.
"ASTAGA TUAN MUDA SUDAH CUKUP TUAN, TUAN BESAR MENGALAMI AMNESIA TUAN SAYA MOHON SUDAH HENTIKAN?!!" teriak Rion, Rasya yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya tak percaya ia menatap tangannya yang memukul saga dengan Keras tadi, ada sedikit noda darah di tangannya.
matanya menatap wajah sang ayah yang tadinya begitu indah kini terlihat babak belur dengan darah yang mengucur, pipi chubby saga terlihat memerah.
Rion yang melihat itu langsung menggendong saga menuju kamar saga sendiri untuk di obati.
"hiks ion jangan tinggalin aga, hiks sakit hiks asya jahat sama aga" tangisnya, ia mengubah nama mereka menjadi singkat dan mungkin itu panggilan kesayangan dari saga.
"shhhttt iya maaf tadi ninggalin tuan ke tuan muda Rasya ya" ujar Rion menyesal setelah sampai di kamar saga, Rion langsung membaringkan tubuh saga di atas kasur.
Rion mengambil kotak P3K untuk mengobati luka saga.
Pipinya di perban dengan kapas, kepalanya ia perban Dengan kasa yang sudah diberi Betadine dan alkohol agar tidak terlalu sakit, Rion membersihkan sisa darah di wajah saga.
"heungh makasih ion, aga sayang ion" ucap saga lalu ia tertidur menyelami alam mimpinya.
Rion yang mendengar perkataan itu langsung tersenyum dan pipi serta telinganya memerah.
.........
Disisi Rasya ia tengah termenung dan memikirkan apa yang telah ia lakukan kepada sang ayah tadi.
"aku sangat bodoh sekali" ujarnya pelan lalu menunduk lesu, dipikirannya pasti saga akan membencinya.
jujur saja Rasya menyesal dan ia tidak tahu jika saga itu mengalami amnesia.
.