NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Nadia dan sagara berjalan mengelilingi taman kota yang tak berada jauh dari rumah mikayla,

Sedangkan mikayla sudah pasti kini sedang bersama pria yang ia panggil om itu.

"Jadi kamu baru masuk kuliah?"

"Jurusan apa yang kamu ambil?"

Nadia berhenti sejenak,ingin sekali ia berkata dengan jujur bahwa ia masih sekolah,tapi disisi lain ia juga membutuhkan uang untuknya kuliah nanti.

"Nad.."

"Mmm iyaa pak.."

"Jangan panggil saya pak,kamu bisa panggil saya om.."

bak terhujani oleh ribuat ulat,seluruh badan nadia kini merinding mendengar saran panggilan yang di lontarkan oleh sagara.

"Aa emm.."

"Kenapa? Kenapa menjadi terbata-bata seperti itu.."

"Apakah kamu yakin akan bisa memberikan pelajaran untuk anakku jika seperti itu?"

"Mm bukan,bukan..maksud saya,saya akan lebih nyaman jika memanggil pak.."

"Hmm baiklah itu urusanmu.."

Bayang-bayang mikayla yang tengah memadu kasih dengan bagas kembali muncul didalam benaknya,

Ia menatap tubuh kekar sagara dari belakang yang berjalan mendahuluinya.

Tangannya bergerak menggambarkan betapa lebar punggung sagara.

"Ah astagaa.." bathinnya lalu segera menghampiri sagara.

"Boleh saya mengatakan sesuatu?"

"Tentu,memang seharusnya harus ada yang ingin kamu bicarakan"

"Tentang apa? Bayaran?"

"Berapapun itu akan saya beri.."

Nadia menatap sekilas raut wajah saga yang nampak serius.

"Saya tidak tau harus mendapat bayaran berapa,tapi saya hanya akan berharap anda menerima kerjaanku yang tulus ini.."

"Hmm.."

"Mau makan sesuatu?"

"Sepertinya ini sudah cukup larut malam,apa karna besok libur jadi kamu terlihat santai.."

Nadia terkekeh mendengar dugaan saga tentang dirinya,

Dalam hatinya ia hanya berharap kerjaan ini bisa lancar sampai ia benar-benar kuliah,

Dan suatu saat nanti ia akan jujur kepada calon bosnya ini.

"Anak saya sudah berusia 4 tahun,."

"Dulu dia anak yang sangat ceria,sampai satu kejadian yang saya sendiri pun tidak akan melupakan itu.."

"Dimana seusia itu seharusnya ia masih bersama ibunya,bukan malah di tinggalkan begitu saja.."

Nadia terdiam mendengar saga yang tiba-tiba menceritakan sedikit masalah kehidupan pribadinya.

"Ah sepertinya saya masih tidak bisa mengontrol emosi saya,saya bukan orang yang suka bercerita,tapi entah kenapa hari ini saya mau cerita.."

Nadia menatap saga yang tengah meneguk minuman kalengnya.

"Terlihat tampan di usianya yang sudah sangat matang,sepertinya kerjaannya pun bagus,tapi bagaimana bisa dia di campakkan begitu saja.."

"Apa dia berselingkuh?

Bathin nadia.

Drrddtt ddrrrddtt

"Sebentar saya angkat telfon dulu.."

Tanpa meninggalkan nadia,saga mengangkat telfonnya tetap masih di sebelah nadia.

"Iyaa sayang,sebentar lagi yaa.."

Nadia mengerutkan dahinya mendengar percakapan saga.

Sesekali terkekeh sesekali menenangkan.

"dugaanku sepertinya tidak meleset,sepertinya memang dia yang bermain api.." bathinnya kembali.

"Yuk kita makan disana?" Ajak saga yang melihat dari kejauhan terdapat penjual makanan yang sedang ramai.

"Ah engga pak..saya pulang saja kerumah mik.."

"Untuk melihat kejadian seperti tadi lagi.."

"Apaa..ah maksudnya?"

"Aku tau betul siapa mikayla,aku mengenalnya dari temen saya yang kebetulan dekat dengannya.."

"Hah?"

"Aku tidak akan membicarakan sesuatu dengan sembarang orang.."

"Tapi sepertinya kamu juga bukan tipe orang yanh membuka rahasia seseorang.."

"Tapi kenapa?.." nadia bingung sendiri bagaimana harus meresponnya.

"Sebenarnya salah satu temanku memang jatuh hati terhadapnya.."

"Tapi mungkin mikayla memang suka kebebasan dari pada terikat dengan seorang satu pria.."

"Jadi gimana? Mau ikut makan saja?"

Nadia mau tau mau akhirnya meng iyakan ajakan saga,dari situ pula ia tau bahwa mikayla memang sudah lama menjadi sugar baby temannya saga,tapi akhirnya putus di tengah jalan.

Saga sendiri terlihat sangat hangat,tak seperti yang mikayla katakan tempo hari.

"Boleh aku bertanya.."

Saga menganggukkan kepalanya.

"Kapan aku bisa mulai bekerja.."

"Dan benar kata anda,saya memang sedang perlu uang untuk bayar kuliah.."

"Hmmm..aku akan mencarikan jadwal yang tepat agar tak mengganggu kuliahmu"

"tuliskan nomormu di ponsel ini.." saga menyerahkan ponsel miliknya.

Nadia menatap sesaat foto yanh terpampang diayar ponsel tersebut.nampak seorang anak laki-laki tampan tengah memegang es krim.

Ia pun menuliskan nomor dan nama di kontak ponsel saga.

"Ini nomor saya.."

Saga meraih ponselnya dan melakukan panggilan ke nomor tersebut,

Jelas saja ponsel nadia pun langsung berbunyi.

"Itu nomor saya" ucap saga.

Nadia pun mengotak ngatik ponselnya di depan saga yang tengah asik makan.

Ia memberi nama di ponsel itu hanya dengan nama "saga".

Ia takut jika memberi nama tuan atau pak atau om kedua orang tuanya sewaktu-waktu melihat dan bertanya-tanya,

Jika ia hanya memberi nama "saga" kan dia bisa beralasan "hanya teman"

Cukup lama nadia dan saga berada di tenda makan tersebut,

Nadia yang masih merasakan rasa ga enaknya,sedangkan saga lebih terlihat santai.

Ia menatap jam di tangannya.

"10:30" apa aku menginap saja di rumah mikayla,apa pulang saja.." bathin nadia.

"Kenapa lihat jam terus?"

"Biasanya anak kuliah sudah terbiasa nongkrong sampai malam begini kan?.." tanya saga.

"Ah engga pak,saya tidsk terbiasa nongkrong.." elak nadia.

"Hmm baguslah kalau ga suka nongkrong.."

"Ayo kita pulang.."

Saga melangkah menuju parkiran dimana nadia memarkirkan sepeda motornya.

"Aku akan mengantarkanmu sampai rumah..ini sudah larut.."

"Tapi pak..bagaimana dengan kendaraan pak saga.." ucap nadia yang sebenarnya ia mencari alasan karna ia takut seseorang melihatnya.

"Tidak apa-apa..nanti aku bisa memanggil taxi online.."

"Sini kemarikan kunci motormu.."

Saga dan nadia pun kini menyusuri jalanan malam yang mulai dingin,saga berkendara sangat pelan.

Disepanjang jalan mereka hanya terdiam,sesekali nadia mengarahkan arah jalan menuju rumahnya.

Tak jauh dari rumah nadia,ia meminta saga untuk berhenti,

Ia tidak ingin calon bosnya ini mengetahui siapa sesungguhnya dirinya.

"Pak.."

"Berhenti di depan saja.."

Saga pun menghentikan laju motor menepi ke kiri dibawah sebuah pohon rindang.

"Apa sudah dekat?.."

"Iyaa..di depan ada gang kecil,rumahku masuk ke sana.."

"Mmm selain ituu.."

"Baiklah..karna ini sudah cukup dekat saya akan turun disini.."

"Mmm terimakasih sebelumnya sudah menerima saya untuk menjadi guru les anak pak saga,dan juga sudah mengantarkan saya sejauh ini.."

Nadia pun berpamitan,ia memutuskan untuk meninggalkan saga terlebih dahulu.

Tak begitu jauh ia mengendarai motornya,ia berhenti dan memutar arah motornya.

Ia ingin melihat saga pergi terlebih dahulu.

"Hmm lelaki yang gentleman.." gumam nadia.

Hai readerss..ini akan menjadi cerita yang akan seru..

Jangan lupa beri aku dukungan yaa

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!