Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#04 Hari Jadi Tuan Besar Liu
Hari ini adalah hari H acara hari jadi tuan Liu Gaofeng yang ke 60 Semua orang di perusahaan di pulangkan cepat untuk menghadiri acara besar tersebut yang disiarkan di berbagai layar televisi.
Xiarui pulang dengan rasa malas, ada rasa tak ingin menghadiri acara tersebut karena malas bertemu dengan A Yan lagi tapi dia ingin melihat semua orang menggunakan busana yang dia rancang.
" Mau tidak mau, harus terpaksa. " Xiarui menghela nafas kasar.
" kakak, apakah pulang malam ini? " Xiawei yang masih berusia 17 tahun pun khawatir.
" kakak akan pulang, tapi malam ya acara ini sangat penting. Jadi, ku tidak bisa melewatkan nya begitu saja. " Xiarui menjelaskan kepada adiknya .
" Istirahat lah, nanti kakak belikan Ayam goreng kesukaan mu. " Ucap nya sambil tersenyum.
Fanglei dan Xiarui berangkat bersama ke pesta hari jadi tersebut.
" Jangan memaksaku minum lagi, aku tidak akan mengulangi kesalahan kedua kali. " Xiarui kesal .
" pesta tanpa minum adalah kehampaan, lagipula tidak akan sampai terkapar di pinggir jalan tenang saja. " Fanglei dengan santai menjawab nya .
Xiarui mendengus kesal.
Ketika acara akan dimulai seluruh keluarga mengenakan busana rancangan Xiarui. Dan semua mata benar-benar tertuju kepada keluarga itu.
" Xiarui, kau benar-benar berhasil membuat mereka semua berkilau dengan busana rancangan mu. " Ucap kagum Fanglei.
" Aku pun merasa rancangan mu cocok untuk mereka semua, mereka benar-benar keluarga kelas atas. " Ucapan nya benar-benar menyadarkan posisi nya kali ini.
" Hadirin, semuanya hari ini adalah hari jadi ayahku yang ke 60 , semoga ayah selalu di berkati dan doa doa kami sebagai putra-putramu akan selalu menyertaimu. " Chenghao memulai sambutan
" Tak lupa kami seperti menjadi sorotan karena busana kami kan? ini adalah rancangan dari desainer kepercayaan perusahaan kami Zhou Xiarui, dia benar-benar membuat kami sekeluarga puas dengan rancangan nya, "
Sorak dan tepuk tangan bergema indah d ruangan serta semua mata dan kamera mulai menyorot nya.
Xiarui hanya tersenyum manis dan menunduk hormat.
Acara inti pun di mulai dengan sangat meriah, Hari ini akan menjadi trending topik nomor satu di Shanghai.
Semua orang benar-benar menikmati pesta dan minum.
" Fanglei, aku ke toilet dulu kau tetap disini jangan pulang dulu. " Ucap Xiarui lalu melangkah cepat mencari toilet.
Dia kebingungan mencari toilet Rumah.
" Rumah sebesar ini cari toilet satu saja susah, minimal pasang toilet di depan saja! " Xiarui berjalan sambil mengumpat.
Melihat kanan kiri dan sekitarnya benar-benar sulit di cari.
Brakkkkkk!!
"Aduhhhh " Xiarui menabrak seseorang hingga tersungkur di lantai.
Sedang sibuk dengan siku nya yang berdarah, tanpa sadar tangan besar di depannya sudah menawarkan bantuan. Tanpa ragu Xiarui menjabat tangan itu dan membantunya bangkit dari lantai.
" Menyelinap mau cari apa? " Suara yang baginya tak asing, Xiarui memberanikan diri menatap nya.
Dan benar saja orang yang dia tabrak adalah si brengsek A Yan.
Xiarui memutar bola matanya dengan malas dan hendak berbalik tapi tiba-tiba tubunya di tarik masuk ke dalam toilet.
" Apa yang kau lakukan! " Xiarui mencoba melepaskan diri dari A Yan .
" Kau sangat cantik hari ini, apa setiap hari seperti ini ke kantor kakak? " Dengan nada bicara yang melantur Xiarui yakin dia sedang mabuk.
Xiarui diam dan tak berkutik.
" Lepaskan nanti ada orang lihat, reputasi mu hancur aku yang di salahkan! " Xiarui mencibirnya.
" aku ingin... dirimu " Bisik dengan suara beratnya.
" Tidak lepaskan ! Atau aku ... hmphhh! " belum menyelesaikan bicaranya bibirnya sudah di sumpah dengan ciuman brutal dari A Yan.
" A Yan jangan kurang ajar begini! " Semakin memberontak tenaga nya semakin habis di genggaman pria besar itu.
Dengan Kesadaran yang Setengah Sadar karena pengaruh minuman, A Yan sudah melakukan hal itu kembali bersama Xiarui.
" Ahh, bermain di toilet benar-benar sensasi baru. " Lalu A Yan memeluk Xiarui di posisi berdiri dan memejamkan matanya. [YAAA MEREKA TADI MENCOBA GAYA LAIN 🥲] . Mau tidak mau Xiarui menahan rasa marah dan bencinya kemudian memapahnya.
" Pak Chenghao, Tolong ! " Teriak Xiarui dari kejauhan yang melihat Chenghao sedang berdua dengan Huajin.
"Astaga bocah sialan itu, " Chenghao dan Huajin berlari menghampiri mereka.
Chenghao mengambil tubuh besar A Yan dari tubuh papahan tubuh Xiarui.
" Apa yang terjadi? " Huajin bertanya dengan nada serius.
" Itu kak, anu tadi dia pingsan di toilet kebetulan tadi aku mau masuk toilet. " Dengan tubuh gemetaran dia berbohong pada Chenghao dan Huajin.
" Astaga, Chenghao kamu bawa ke kamar saja A Yan. Aku ajak Xiarui ke aula dulu. " Huajin pun pergi bersama Xiarui ke aula pesta yang masih berlangsung.
"Kak sepertinya aku mau pulang duluan, adikku menunggu pasti. " Pamitnya pada Huajin.
" Baiklah , oh iya kakak mau menikah sebentar lagi, kakak mau kamu yang buat gaun pernikahan untuk kami ya. " Ucap Huajin dengan penuh kepercayaan.
" Dengan senang hati kak, aku akan buat yang terbaik buat kakak dan pak Chenghao. " Dengan senyum manis dia menerima kembali kepercayaan dari keluarga Liu.
Setelah kejadian itu, Xiarui benar-benar tidak ada tenaga untuk pesta lagi. mood nya sudah berganti menjadi kesal, marah dan benci bukan dengan keluarganya tapi dengan A Yan saja. Dan akhirnya dia naik taksi dan pulang sendirian.
...****************...
Sebulan kemudian, Xiarui benar-benar fokus untuk kerja tanpa memikirkan apapun.
" Hhhhh,,, sudah tanggal akhir lagi akhirnyaaa ~" Menghela nafas panjang karena gajian nya sudah dekat.
Tetapi, Tiba-tiba senyumnya itu pudar dan terpikir sesuatu.
" Aku belum datang bulan, apa aku terlalu stres sampai begini, Atau... " Xiarui memikirkan hal yang tidak pernah dia pikirkan dari kemarin.
" Tidak, tidak.. tidak mungkin . " dia menepis pikiran macam-macamnya.
Tapi pikiran itu pun tidak hilang sampai larut malam dia pulang. Dia mencoba memberanikan diri pergi ke apotik membeli testpack.
" Benar-benar tidak tenang jika seperti ini, " gumam nya dalam hati sambil menatap alat kehamilan di depannya.
Kemudian dia pulang dan berencana mengetesnya pada pagi hari.
...----------------...
BERSAMBUNG