NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 My elite lover

Suasana di sudut kafe yang teduh, mendadak suram, seolah awan hitam hanya berawan tepat di atas meja mereka.

Seorang pria dengan postur tubuh yang kekar dan tegap, mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku, memperlihatkan otot-otot kekar di pergelangan tangannya yang menandakan pengalaman bertahun-tahun di medan tempur.

Siapa lagi kalau bukan Saga Pratama si Komandan Elite yang namanya ditakuti oleh musuh-musuh negara. Satu tatapan matanya yang tajam dan dingin saja cukup membuat musuhnya gemetar. Namun saat ini, sosok yang biasa memancarkan aura mematikan itu hanya terdiam kaku. Matanya kosong menatap secangkir kopi hitam yang uap panasnya sudah lama menghilang, isinya tak tersentuh sedikit pun.

Di hadapannya, duduk seorang pria yang tak kalah tampan bernama Kevin, sahabat sekaligus rekan seperjuangan. Pria dengan gaya lebih santai, dengan senyum ramah selalu terukir di wajahnya, satu-satunya orang di dunia ini yang berani bercanda di hadapan sang komandan tanpa takut mati dan satu-satunya orang yang tahu rahasianya.

"Bro ... ngelamunin apa sih dari tadi? Kopinya udah jadi air keruh nih, dingin pula," celetuk Kevin sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. "Atau ... otak lo lagi muterin wajah sang primadona SMA itu lagi ya? Rena, kan?"

Saga tak menjawab. Ia hanya menghela napas panjang, napas yang terdengar berat dan penuh penyesalan, lalu menengadahkan kepalanya ke belakang menatap langit-langit kafe. Dadanya sesak, sangat sesak. Aneh rasanya bagi seorang prajurit yang terbiasa menghadapi peluru dan ledakan, kini justru tumbang oleh sebuah perasaan.

"Renata ... gadis yang sudah bertahun-tahun aku simpan namanya di sudut hati paling dalam. Gadis yang selalu membuatku tersenyum sendiri setiap kali melihatnya dari kejauhan. Dan sekarang ... dia sudah dipinang orang. Dia akan jadi milik orang lain selamanya." pekik batin Saga.

"Berita itu ... sudah pasti ya?" tanya Saga akhirnya. Suaranya berat, serak, dan terdengar datar, sangat berbeda dari biasanya yang tegas dan lantang bak guntur.

Kevin mengangguk pelan, senyumnya sedikit memudar melihat sahabatnya yang tampak begitu hancur.

"Fix, Bro. Undangan bahkan udah beredar luas. Pernikahannya tinggal dua minggu lagi. Cewek idaman lo itu ... bakal nikah sama Rendy rival lo saat kuliah dulu, dan sekarang Rendy memimpin perusahaan keluarga Wijaya sebagai CEO."

BRUK!

Tangan Saga menghantam meja cukup keras, membuat gelas-gelas di atasnya bergetar hebat. Wajahnya yang tadi datar kini berubah murka, urat-urat di lehernya tampak menonjol. Amarah itu bukan untuk Kevin, melainkan untuk dirinya sendiri yang terlalu pengecut dengan perasaannya.

"Brengsek!" umpat Saga pelan tapi penuh emosi. "Kenapa harus si brengsek itu?! Kenapa harus secepat itu?! Apa memang nasibku selalu jadi penonton di hidupnya?!"

Alih-alih takut, Kevin malah terkekeh renyah, lalu mengambil keripik kentang di piringnya dan memakannya dengan santai seolah tak melihat bahaya di depannya.

"Woi Komandan! Kalem dong! Ini kafe bukan hutan rimba! Wajah lo itu lho, serem banget kayak mau perang dunia ketiga. Padahal kan masalahnya cuma ... friendzone atau kebanyakan gaya nih?"

"Sini sini sini ... cerita sama pakarnya. Lo itu kan pewaris, ganteng, gagah, mapan, pangkat juga tinggi. Kok bisa-bisanya kalah sama cowok manja seperti si Kevin itu? Apa karena lo pendiem kayak patung dewa yang gak bisa ngomong 'aku sayang kamu'? Hahaha!"

Saga menatap tajam ke arah sahabatnya itu, tatapan mematikan yang biasa ia berikan pada tawanan. Tapi Kevin cuma membalas dengan senyum lebar dan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah bercanda.

"Ya ampun ... galak amat. Oke oke, gue diem. Lo curhat aja, sini tumpahin semuanya."

Saga kembali menunduk, jemarinya yang besar dan kokoh mengusap wajahnya kasar, seolah ingin menghapus rasa frustrasi yang menggunung.

"Gue ... gue gak berani, Vin. Lo tahu sendiri dunia gue. Hidup gue penuh bahaya. Tiap hari gue berhadapan dengan maut. Gue gak pantas punya kebahagiaan kayak orang biasa, apalagi melibatkan dia."

Suara Saga melemah drastis, penuh keputusasaan yang mendalam.

"Gue takut ... kalau gue ungkapin perasaan gue, malah bakal bawa celaka buat dia. Gue pikir, cukup lihat dia bahagia dari jauh aja udah cukup. Ternyata ... ternyata gue salah besar. Melihat dia dimiliki orang lain rasanya ... jauh lebih menyakitkan daripada ditembak puluhan peluru tajam."

Kevin menghentikan aktivitas mengunyahnya. Ia menatap sahabatnya itu dengan tatapan lebih serius, meski masih ada nada ledek di suaranya.

"Yaelah Bro ... dramatis amat sih hidup lo. Lo itu Komandan Elite lho! Lo berani hadapi penjahat bersenjata lengkap, tapi kenapa hadapi satu cewek aja nyali lo ciut? Dasar pengecut berbintang lima!" ledek Kevin.

"Lo tahu gak sih? Selama ini gue lihat, cara lo ngeliat Renata itu beda banget. Mata lo yang biasanya dingin kayak es di kutub utara, bisa meleleh cuma gara-gara dia senyum dikit doang. Dan sekarang lo biarin aja dia pergi? Cuma karena alasan takut bahaya?"

"Heran gue sama lo, jaga keamanan negara aja lo sanggup masa ngejaga seorang wanitanya gak bisa! Apa lagi yang lo tunggu, Bro? Nunggu dia lahirin anak baru mau ngaku-ngaku cinta? Hahaha!"

Saga menatap keluar jendela kafe, menatap lalu lintas kota yang ramai. Matanya tampak berkaca-kaca, namun dengan kekuatan batin yang luar biasa, ia tak membiarkan setetes air mata pun jatuh.

"Gue kehilangan kesempatan, Vin. Gue kehilangan alasan kenapa gue selalu berjuang pulang dengan selamat dari setiap misi gue. Selama ini ... dialah alasan gue bertahan hidup. Dan sekarang ..."

Saga tertawa kecil, tawanya pahit dan getir, terdengar sangat menyedihkan.

"Dan sekarang ... dia akan jadi istri orang. Wanita yang selama ini gue cintai dalam diam, kini akan memanggil pria lain sebagai suaminya. Gue ... gue cuma orang asing di matanya."

Mendengar itu, Kevin tiba-tiba menepuk meja keras-keras, matanya berbinar penuh semangat.

"TERLAMBAT APAAN SIH?!" seru Kevin keras. "Dua minggu lagi baru nikah Bro! Janur kuning belum melengkung! Selama belum ada ijab kabul, selama itu namanya masih BISA DIPERJUANGKAN!"

Kevin mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Saga tajam.

"Dengerin gue ya Saga! Lo itu sang komandan! Lo terlatih buat merebut kembali apa yang jadi milik lo atau apa yang lo inginkan! Jangan menyerah cuma karena ada orang lain yang ngaku duluan!"

"Lo pikir cinta itu kayak misi patroli? Yang kalau lewat ya udah lewat? Enggak Bro! Cinta itu medan perang! Kalau lo kalah sekarang, lo bakal nyesel seumur hidup! Daripada lo galauin kopi dingin di sini, mending lo gerak! Tunjukkin kalau lo lebih pantas daripada si Rendy itu!"

Saga tertegun. Api semangat yang disulut Kevin memang terasa hangat, tapi segera padam kembali oleh keraguan yang besar. Ia menunduk, menggenggam gelas kopinya erat-erat.

"Lo bener Vin ... kata-kata lo bener. Secara logika, selama dia belum sah, masih ada celah. Masih ada waktu." Saga menghela napas panjang, suaranya kembali ragu.

"Tapi ... gue gak bisa Vin. Gue gak tega."

Kevin mengerutkan kening. "Maksud lo apa? Gak tega kenapa?"

Saga menatap sahabatnya dengan tatapan sendu, tatapan seorang pria yang mencintai seseorang melebihi dirinya sendiri.

"Gue gak mau mengganggu kebahagiaannya, Vin. Lihat ... dia terlihat baik-baik aja. Dia terima lamaran itu, berarti dia setuju kan? Berarti dia bahagia sama pilihan dia."

"Kalau gue tiba-tiba muncul, ngacauin segalanya cuma karena ego gue yang gak mau kalah ... apa itu namanya cinta? Atau itu namanya gue cuma mau memuaskan hasrat gue sendiri?"

"Apa aku berhak merusak masa depannya hanya demi rasa sakit hatiku sendiri? Apa aku tega melihat dia jadi bahan omongan orang karena ditinggal atau membatalkan pernikahan? Aku gak bisa." batin Kevin meronta tak karuan.

"Gue ini Komandan, Vin. Tugas gue melindungi, bukan merusak. Kalau cara melindungi dia adalah dengan membiarkan dia pergi ke orang yang menurut dia aman ... ya udah. Gue coba ikhlas."

"Gue lebih baik menderita sendiri di sini, daripada harus melihat dia menangis dan susah karena ulah gue."

Kevin terdiam cukup lama. Ia menatap Saga, menyadari betapa dalamnya perasaan sahabatnya ini. Cinta Saga begitu tulus sampai-sampai ia rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi ketenangan wanitanya.

"Jahat banget sih takdir sama lo, Bro ..." gumam Kevin pelan, senyumnya hilang total. "Mencintai tapi harus melepaskan. Menjaga tapi harus diam. Berat ..."

Saga tersenyum tipis, senyum yang paling menyedihkan di dunia.

"Biarin aja ... mungkin emang gue dan dia gak ditakdirkan untuk bersatu."

Bersambung ....

 

1
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Asiiikkk, kita tunggu drama mreka 🥳🥳🥳
Munas Tuti
akhirnya Saga bisa jujur juga tentang perasaannya....tinggal Rena jawab dwooong biar Saga gak galauu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!