NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Sudah Kembali

Olivia,....

Setelah aku selesai bersiap-siap untuk pesta, aku menatap pantulan wajahku di cermin, dan seorang wanita cantik menatapku balik. Rambutku yang panjang dan berwarna coklat emas disanggul acak-acakan dengan beberapa helai rambut yang terurai menjuntai di wajahku.

Gaun merah panjang yang telah aku dan Alex pilih dengan cermat beberapa hari yang lalu itu sungguh pas sekali membalut lekuk tubuhku.

Mata biruku bersinar cemerlang menyatu dengan warna merah gaunku. Tak terbantahkan lagi, malam ini, aku sangat cantik dan seksi.

Meskipun segala dalam hidupku saat ini berantakan, setidaknya aku harus tampil memukau di depan umum.

Puas dengan penampilanku, aku meraih stilletos emas dan memakainya. Hasilnya, sangat cantik dan semakin sempurna saat aku memadukannya dengan tas tangan warna emas milikku.

Alex tadi mengatakan bahwa kami akan pergi dalam tiga puluh menit ke depan. Jadi, aku pun buru - buru menuruni tangga setelah selesai menghias diri. Kami akan pergi ke pesta bersama-sama.

"Kamu sangat cantik, Olivia." puji Alex saat aku sudah berada di dalam mobilnya. Aku tidak merespon dan hanya memberikan senyum tipis. Dia sudah menceraikan aku dan itu aku tidak perlu merasa tersanjung dengan pujiannya.

Penampilan Alex sendiri juga lumayan keren. Dia terlihat tampan dengan tuksedo putihnya, matanya yang hitam berkilau dan mempesona langsung memikat hatiku.

Dia menutup pintu mobil dan berjalan menuju ke sisi yang lain, masuk ke mobil dan menjalankan mobil menuju ke tempat pesta. Sepanjang perjalanan, hanya ada kesunyian di antara kami sampai akhirnya Alex berucap terlebih dahulu. "Kau pergi kemana pagi tadi?" tanya Alex, matanya menatapku.

"Aku pergi ke salon untuk menata rambut dan setelah itu makan siang bersama Sonya lalu mengantarnya pulang." jawabku tanpa melepaskan pandanganku dari handphone.

"Oke," jawabnya dengan suara yang lemah lembut. " Mengapa kamu tidak protes ketika aku menyuruhmu menandatangani surat cerai itu?"

Mataku langsung berputar menatapnya saat mendengar pertanyaan itu. Apa maksudnya? Aku mencoba untuk menghentikannya tetapi dia berkata bahwa dia sudah bulat dengan keputusannya. Jadi, tak ada yang bisa aku lakukan lagi mengenai hal itu. Aku tidak ingin berada di sisi lelaki yang tidak menginginkan aku. "Mengapa kamu pusing memikirkan hal itu?" suaraku nyaris hanya berupa bisikan. "Bukankah kamu yang memberikan berkas perceraian itu, kan? Kamu juga yang berkata bahwa kamu sudah membuat keputusan."

Alex menjawab dengan anggukan. "Ya, tapi kamu menanggapinya dengan sangat santai seolah-olah kamu memang sudah lama ingin bercerai denganku."ujarnya yang ku tanggapi dengan tatapan jijik.

Apa dia sudah gila?

"Alex, kamu kan sudah bilang kita harus berpura-pura seolah-olah semuanya baik-baik saja, jadi aku nggak ngerti kenapa kamu malah bikin keributan sekarang."

Alex mengangkat bahu. Meskipun begitu yang dia katakan, dia tampak begitu santai. "Aku hanya penasaran. Kamu tampaknya begitu rela mengakhiri pernikahan kita tanpa perlawanan."

Aku menghela nafas. Sebenarnya aku pun ingin membicarakannya. Aku ingin kami membicarakan semuanya. Tapi sekarang, tampaknya ini bukan waktu yang tepat. Aku tidak ingin merusak moodku di pesta ini.

"Bisakah kita membicarakan hal ini nanti?"

"Baiklah, jika itu maumu," kata Alex lagi. Setelah itu, hanya kesunyian di sepanjang jalan menuju tempat pesta.

Setelah beberapa menit, akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Beberapa mobil tampak sudah terparkir di sana terlebih dahulu. Itu artinya pesta itu sudah dimulai sejak tadi.

Alex keluar dari dalam mobil dan mengeluarkan tangannya untuk kugandeng. Jadi, aku harus berjalan di sebelahnya. Kami harus berpura-pura menjadi pasangan yang sempurna demi menjaga reputasi kami.

Saat kami berjalan memasuki pintu utama, beberapa pasang mata berpaling menatap ke arah kami. Alex tersenyum dan melambaikan tangannya pada orang-orang yang menyapanya. Aku mencoba tersenyum walaupun palsu. Bertingkah seolah-olah semuanya baik-baik saja saat aku.

Aku melihat beberapa wajah yang familiar. Kebanyakan yang hadir adalah kolega bisnis Alex dan keluarga besar Stone. Aku melirik mereka sejenak, semua orang tampil begitu anggun dan menawan.

Alex dan aku berjalan bergandengan tangan menuju kursi yang telah di sediakan untuk kami. Mataku menoleh, berharap barangkali aku bisa menemukan Sonya.

Tetapi aku tidak bisa menemukan Sonya maka aku pun mengambil handphone dari dalam tas dan mengirimnya pesan, menyuruhnya agar segera datang ke pesta.

Pesta sudah dimulai dan Alex meninggalkanku untuk berbaur dengan tamu-tamu lain. Saat dia pergi, aku menuangkan anggur untuk diri sendiri dari botol.

Sambil menyeruput anggur, aku membiarkan diriku menikmati alunan musik yang lembut, melupakan segala masalahku. Tiba-tiba, aku merasakan ada yang menepuk punggungku.

Aku berbalik dan mendapati itu adalah Sonya. "Hai, babe," sapaku dengan senyum lebar, aku memberinya pelukan hangat. "Aku senang kamu bisa datang kemari. Tapi kenapa lama sekali?" Aku berkata dengan suara yang agak lantang karena takut Sonya tak mendengar, musiknya terlalu keras.

"Kamu harusnya terbiasa dengan hal itu mulai sekarang," ujarnya sambil terkekeh saat mengambil tempat duduk di sebelahku.

Aku sudah meminta penyelenggara acara untuk menempatkan Sonya di meja kami saat kami membahas denah tempat duduk.

"Sudahlah, yang penting aku senang kamu di sini."

Sonya dan aku berdua saja sebentar, minum, makan, dan mengobrol tentang hal-hal sepele. Beberapa saat kemudian, pembawa acara mengumumkan bahwa Alex dan aku harus bersiap-siap untuk dansa berpasangan yang akan segera dimulai dalam beberapa menit lagi.

Itu adalah hal yang selalu kami lakukan jika perusahaannya ada acara-acara seperti ini. Tapi kali ini, aku memutar mataku malas dan wajahku sedikit pucat saat membawa acara mengumumkan hal itu. Jujur, aku tidak ingin berdansa dengan Alex.

Sonya melihat peristiwa itu dan menarik tanganku, memberiku dukungannya. "Santai saja Olivia, ini hanya dansa aja, kamu bisa melaluinya."

Saat menunggu acara dansa, aku baru menyadari jika ternyata adikku Sarah juga berada di pesta ini. Aku melihatnya saat dia berjalan memasuki pintu masuk ruangan dansa. Dia sepertinya sedang mencariku karena kulihat dia menengok ke sana kemari saat melihat ke kerumunan.

Aku pun melambaikan tangan padanya, dan memintanya untuk mendatangi meja kami. Sarah terlihat cantik dengan gaun pesta berwarna emas. Kulitnya seperti menyatu dengan warna gaun yang dia pakai.

"Hey, sejak tadi aku mencarimu," kata Sarah saat dia sudah berada di meja kami. Sarah dan Sonya saling bertukar pelukan sebelum dia kemudian berpaling padaku.

"Oh, maaf. Aku tadi tidak sempat menghubungi kamu balik. Maklum saja, lagi banyak pikiran, jadi sering kelupaan." jawabku. Aku meminta maaf secara tulus. Sebelumnya, aku melihat beberapa pesan di kotak surat, namun aku tidak sempat membalasnya.

Dengan isyarat, aku memintanya duduk di kursi kosong di sebelahku. Dia mengeluarkan handphone miliknya sesaat setelah dia duduk di sebelahku.Dia memperlihatkan beberapa foto padaku yang membuat biji mataku hampir keluar dari tempatnya.

Astaga, itu foto Claudia!

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!