NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Rahasia Tubuh Cacat Bukan Kelemahan, Melainkan Warisan

Matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah batu gua, menyinari wajah Ren yang sedang duduk bersila. Ia tidak tidur semalaman, atau lebih tepatnya, ia tidak bisa tidur.

Di sebelahnya, Xue Ying masih tertidur pulas dengan damai, terbungkus kulit binatang yang Ren berikan. Wajah gadis itu tenang, namun pikiran Ren sedang kacau balau. Sejak semalam, pertanyaan yang sama terus berputar di kepalanya: Kenapa aku begini? Kenapa meridianku rusak?

"Sudah cukup merenung, bocah. Otakmu mau pecah kalau dipikir terus," suara berat dan kuno itu tiba-tiba bergema di benaknya. Kali ini suaranya lebih jelas, lebih nyata, seolah pemiliknya sedang duduk tepat di hadapannya.

Ren tidak kaget lagi. Ia sudah terbiasa.

"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau ada di dalam diriku?" tanya Ren dalam hati, tegas dan penuh harap. "Jawab aku! Apakah aku benar-benar monster yang tidak bisa berkultivasi selamanya?"

Suara itu tertawa rendah. Tawa yang megah dan berwibawa.

Monster? Bodoh. Mereka yang menyebutmu cacat itulah yang buta. Mereka melihat dengan mata fisik, bukan dengan mata jiwa. Mari kita perbaiki kesalahpahaman ini.

Tiba-tiba, pandangan mata Ren berubah!

Dunia di sekitarnya memudar. Gua, api unggun, Xue Ying, semuanya menghilang digantikan oleh kegelapan abadi. Namun di kegelapan itu, ada cahaya emas yang menyilaukan di tengahnya.

Ren mendapati dirinya berdiri di sebuah ruang kosong yang tak berujung. Di hadapannya, melayang sebuah bayangan raksasa yang sangat megah. Sosok itu memiliki tubuh yang panjang melingkar, bersisik emas yang berkilau, dan sepasang tanduk yang melengkung anggun. Mata nya besar, merah menyala, memancarkan kebijaksanaan dan kekuatan yang melampaui waktu.

Itu adalah seekor Naga. Bukan naga biasa, tapi Naga yang seolah diciptakan bersama lahirnya alam semesta.

Ren terpana, mulutnya terbuka lebar, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

"Kau... kau..."

Aku adalah jiwa leluhur yang tersembunyi dalam darahmu. Aku adalah alasan kenapa kau ada di dunia ini. Panggil saja aku... Leluhur Naga Emas.

"Leluhur..." Ren gemetar. "Jadi... jadi darah yang mengalir di tubuhku benar-benar darah Naga?"

Tentu saja. Tapi ada satu hal yang tidak dimengerti oleh para tetua bodoh di klanmu.

Naga Emas itu mengibaskan ekornya, dan tiba-tiba muncul sebuah proyeksi di hadapan Ren. Terlihat gambaran meridian manusia biasa—saluran-saluran halus yang berkelok-kelok seperti sungai kecil.

Lihat ini. Tubuh manusia biasa memiliki meridian yang berfungsi seperti pipa air. Energi mengalir masuk, disimpan, lalu dikeluarkan. Semakin lebar pipanya, semakin kuat orang itu.

Kemudian gambar itu berubah, menampilkan kondisi tubuh Ren sendiri. Terlihat saluran-saluran yang hancur, sempit, dan banyak bagian yang seolah tertutup rapat atau bahkan tidak terhubung.

Mereka melihat ini dan bilang "Rusak". Mereka bilang "Cacat". Tapi mereka salah besar!

Suara Naga Emas meledak seperti guntur.

Ini bukan pipa air yang bocor! Ini adalah Gerbang Menuju Langit! Tubuhmu tidak didesain untuk menampung energi biasa. Saluran-saluran yang mereka sebut sempit itu sebenarnya adalah pintu-pintu terkunci. Dan ruang di dalam dantianmu... itu bukan lubang kosong, itu adalah samudra yang tak bertepi!

Ren ternganga. "Sa-samudra?"

Ya! Tubuhmu adalah wadah khusus. Jika kau menggunakan energi biasa seperti orang lain, itu seperti menuangkan air sungai ke dalam lautan. Tidak akan pernah terasa penuh, dan akan hilang begitu saja karena terlalu sedikit. Itulah kenapa selama ini kau merasa energimu selalu bocor!

Pahit! Manis! Haru! Semua perasaan bercampur menjadi satu di hati Ren. Selama ini ia merasa menjadi beban, merasa sampah, ternyata... ia justru memiliki tubuh yang paling istimewa?

"Jadi... aku bukan orang yang tidak berguna?" bisik Ren, air mata mulai mengalir lagi.

Bukan hanya berguna. Tubuh model sepertiku ini hanya muncul sekali dalam sepuluh ribu tahun! Karena kau tidak terikat oleh aliran energi yang kaku, kau bisa menyerap segala jenis kekuatan! Api, air, angin, petir, bahkan energi iblis sekalipun! Semuanya bisa kau makan, semuanya bisa kau ubah menjadi milikmu!

Naga Emas itu mendekatkan wajahnya ke wajah Ren. Napasnya hangat dan berbau seperti emas cair.

Mereka membuangmu karena mereka tidak pantas memilikimu. Alam semesta menyiapkanmu untuk tugas yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi pendekar kecil di klan terpencil. Kau adalah pewaris sejati!

"Leluhur..." Ren menjatuhkan diri berlutut, kali ini bukan karena keputusasaan, tapi karena rasa hormat yang memuncak. "Ajari aku! Aku mau belajar! Aku mau menjadi kuat! Aku tidak mau lagi merasa lemah! Aku ingin bisa melindungi orang-orang yang sayang padaku!"

Hahaha! Semangat itu baru cucuku!

Naga Emas itu mengangguk puas.

Baiklah. Mulai saat ini, lupakan semua omong kosong yang diajarkan di klanmu. Lupakan teknik pernapasan biasa. Kita mulai dari nol.

"Tapi bagaimana caranya? Aku tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh."

Caranya sederhana. Jangan cari energi di udara. Rasakan denyut jantungmu. Dengarkan aliran darahmu. Tubuhmu adalah gunung berapi yang sedang tidur. Kita tidak perlu mengisinya dari luar... kita hanya perlu membangunkan apa yang sudah ada di dalam!

Naga Emas itu menunjuk dada Ren.

Teknik ini bernama [Kode Naga Surgawi]. Ini adalah teknik tertinggi yang pernah ada. Dengarkan baik-baik...

Suara Naga Emas mulai melantunkan mantra-mantra kuno yang aneh namun indah. Kata-kata itu masuk langsung ke dalam jiwa Ren, terukir abadi di ingatannya.

Saat Ren menyerap ilmu itu, ia merasakan perubahan drastis. Tubuhnya yang sebelumnya terasa kaku dan berat, kini terasa ringan. Meridian yang tadinya terasa sakit jika dipaksakan, kini justru berdenyut dengan gembira, seolah menanti untuk dibuka.

 

"Ugh..."

Ren tersentak kembali ke kesadaran nyata. Ia masih berada di dalam gua. Matahari sudah tinggi.

Namun, rasanya berbeda. Udara yang ia hirup terasa lebih segar. Warna-warna di sekitarnya terlihat lebih hidup. Dan yang paling ajaib, ia bisa merasakan adanya aliran hangat yang sangat tipis namun kuat, bergerak perlahan di dalam tulang-tulangnya.

Bukan bocor. Itu mengalir!

Ren mengepalkan tangannya. Krak! Suara sendi berbunyi renyah. Kekuatan! Ia bisa merasakan kekuatan yang nyata mulai tertampung di tubuhnya!

"Wow... ini nyata..." Ren takjub. "Aku bukan orang cacat... aku adalah pewaris..."

"Apa yang bukan cacat?"

Suara lembut membuat Ren loncat kaget. Ia menoleh dan melihat Xue Ying sudah bangun, sedang mengucek matanya sambil tersenyum mengantuk.

"Ah! Xue Ying! Kau sudah bangun?" wajah Ren memerah, panik ketahuan bermonolog.

"Iya. Tadi aku dengar kau bergumam sendiri. Kau bicara soal warisan dan apa itu," tanya Xue Ying penasaran sambil merapikan rambutnya.

Ren terdiam sejenak. Ia menatap gadis itu. Orang pertama yang percaya padanya. Orang pertama yang memberinya harapan.

"Aku cuma bilang..." Ren tersenyum lebar, senyum tulus yang pertama kali muncul setelah sekian lama. Mata nya berbinar penuh percaya diri. "Aku bilang kalau mulai hari ini, tidak ada yang bisa meremehkan kita lagi. Rahasia tubuhku... itu bukan kutukan, tapi anugerah terbesar."

Xue Ying terpaku melihat perubahan pada Ren. Tatapan mata anak laki-laki itu kini berbeda. Tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi keraguan. Yang ada hanyalah api semangat yang membara, seolah siap menelan seluruh langit.

"Ren..." Xue Ying tersenyum, ikut merasa bahagia. "Aku tahu dari awal kau bukan orang biasa."

"Ya. Aku bukan orang biasa," Ren berdiri tegak, angin pagi menerpa wajahnya. "Aku Ren. Dan aku akan menjadi yang terkuat!"

Di dalam dadanya, Naga Emas tertawa puas. Perjalanan menuju puncak kekuasaan telah resmi dimulai.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!