NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Yan Qin melihat bahwa ruangan yang awalnya berantakan menjadi begitu rapi dan ada juga beberapa makanan yang masih mengepul hangat .

Ia berjalan ke arah meja dan melihat bahwa itu adalah mantou yang sangat harum dengan aroma bawang putih menyebar.

Merasa penasaran, ia beranjak dari meja ke arah dapur, di mana suara beberapa barang terdengar samar .

Saat sampai di dapur ,ia melihat seorang wanita dengan langkah pelan membawa beberapa mangkuk kayu dan juga sepoci air teh yang begitu harum .

" Wanita kamu kenapa tidak di kamar ... kenapa berkeliaran di dapur ..!"

Liu Yongning terkejut mendengar suara kasar yang begitu besar, dengan wajah penuh peluh keringat menjawab pelan" hamba tidak memiliki pekerjaan apapun...jadi hamba berinsiatif membuat beberapa makanan untuk tuan , hamba tidak ingin membebani kehidupan tuan " jawabnya dengan suara seperti ingin menangis.

Yan Qin hanya bisa menghela nafas, namun dalam hatinya ada rasa gembira dan bahagia yang luar biasa " hehehe tidak buruk juga , ada wanita , ada makanan yang bisa di makan, jadi aku tidak perlu masak lagi " batinnya .

" sudah kamu kembali, dengan kakimu, aku khawatir kamu terjatuh " kata Yan Qin dingin .

" baik tuan ..!"

Yan Qin melihat bahwa masih ada dua mangkuk mie yang begitu besar dan ia memperkirakan bahwa itu di buat dari tepung yang ada di gudang penyimpanan.

" tidak salah lagi , aku mendapatkan koki gratis... hehehe...!"

Dengan cepat , ia mencicipi mie yang sudah matang itu dan matanya seketika berbinar , namun ia mengeluh dengan jelas " sial cambang lebat ini membuat aku harus makan rambut , sudah waktunya untuk mengubah penampilan " pikirnya kesal .

Di ruangan tengah , sudah berkumpul sekitar seratus lima puluh orang , baik itu pria maupun wanita, ada pula anak anak yang berusia lima sampai sepuluh tahun , tidak kurang pula para orang tua yang sudah tua duduk dengan canggung , mereka berbicara satu sama lain dan suasana menjadi begitu meriah .

Yan Qin datang dengan beberapa mangkuk mie dan mantou yang ada di dapur, ia meletakannya di tengah tengah sekumpulan orang yang tampak begitu patuh .

" apakah ada yang membawa makanan, di rumah tidak cukup makanan, "

Semua orang saling berpandangan dan satu persatu mulai mengeluarkan makanan yang ada , dalam waktu singkat, ratusan kue kering dan puluhan mantou menumpuk.

Yan Qin tidak menyangka bahwa mereka memikirkan tentang membawa makanan , ia mengira bahwa para prajurit bawahannya hanya membawa keluarga atau anak istri, ternyata masing masing membawa makanan .

" oke malam ini kita makan bersama , tenang saja , masing masing akan mendapatkan beberapa koin perak , kebetulan, aku baru saja mendapatkan gaji dari Yang Mulia Kaisar..!" Kata Yan Qin tersenyum tenang.

Beberapa prajurit dan orang tua berterimakasih, sedangkan yang lainnya tampak begitu gembira , mata mereka berbinar dan menantikan sang atasan membagi hadiah gaji yang baru saja di dapatkannya .

Yan Qin berdiri, ia berjalan ke arah gudang penyimpanan yang di mana ada beberapa kotak kayu yang cukup besar , matanya sedikit bersinar saat tahu bahwa kotak kayu itu terbuat dari kayu yang sangat berharga di masa depan.

" kayu manis , benar benar kayu manis, ahh lebih baik untuk menjadikan bumbu masakan " pikirnya, dengan tangan kekar , ia membuka peti kayu yang di milikinya , dan ada setumpuk koin koin perak yang tidak terhitung jumlahnya.

" biarkan mereka mengambil secukupnya, mungkin mulai dari sepuluh koin perak " katanya pelan .

" aku tidak menyangka bahwa tubuh ini memiliki tenaga yang begitu mendominasi, pantas saja para jenderal dan kaisar ingin menyingkiranku dan mengkhianati kata kata yang sudah di janjikan dahulu " gumamnya mulai sadar .

Brukk

Para prajurit dan lainnya tampak begitu terkejut mendengar suara keras tersebut.

Mereka terpaku saat ribuan koin perak menggunung di tengah tengah ruangan.

" jenderal ini ...!"

" ya , yang sudah saya katakan tadi , semua prajurit yang ikut denganku akan mendapatkan beberapa koin perak , juga untuk anak anak masing masing dua koin perak "

" terimakasih jenderal atas kemurahan hati yang luar biasa ..!"

Semua orang yang ada di ruangan itu berlutut, bahkan ada orang tua yang rela bersujud bersyukur atas pemberian itu.

Yan Qin tidak menghentikan perbuatan semua orang, karena rasa syukur dengan cara bersujud atau berlutut sudah mendarah daging dalam hiearki masyarakat Kuno zaman dahulu.

" sudah semuanya bangun , di masa depan tidak perlu berlutut atau bersujud, aku bukan dewa atau tuhan , aku hanyalah manusia biasa yang memiliki beberapa penghasilan yang sudah sewajarnya di berikan untuk orang yang membutuhkan " kata Yan Qin melambaikan tangannya , mendorong dan mengingatkan dalam satu waktu agar para bawahan dan warga lainnya tidak terlalu melakukan hal merepotkan.

" jenderal mulai sekarang, saya Shen Li , bersumpah setia menjadi bawahan sehidup semati..!"

" saya Li pojun... !"

" saya orang tua Ye ..!"

Dalam waktu singkat semua orang bersumpah setia dengan janji langit dan bumi serta hukuman surgawi, dengan adanya sumpah tersebut, mereka menjadi satu bagian dengan Yan Qin, maju mundur, hidup dan mati bersama sama .

" ahh masyarakat Kuno masih percaya dengan sumpah , tapi itu bagus, investasi pemilik tubuh sebelumnya tidak sia sia " gumamnya dalam hati.

" baiklah , semuanya masing masing mengambil sepuluh koin perak dahulu , bila ada sisa , bisa dibelikan bahan makanan untuk perjalanan " ucap Yan Qin sedikit menguap.

" siap jenderal , kami akan mematuhi instruksi dengan jelas.. !"

Yan Qin tersenyum samar , ia mengambil sepiring mantou dan semangkuk mie tebal, lalu berjalan ke arah pintu kamar yang ada di depannya.

Tanpa mengucapkan salam , ia langsung masuk dan melihat seorang wanita sedang duduk di kursi dengan tangan memegang gulungan bambu yang berwarna kuning.

" sedang membaca apa ... kenapa kamu tidak tidur ..!"

" ahh tuan ... aku , aku tidak bisa tidur, .." Liu Yongning terkejut dengan kedatangan tiba tiba pria besar yang begitu menakutkan, tangannya memegang erat gulungan bambu yang ada di hadapannya.

Hufhh

" sudahlah, kamu makan dahulu, ini aku bawakan makanan yang kamu buat tadi , bila kamu tidak makan , takutnya nanti arwah mediang kaisar Shu datang dan memukul kepalaku .." ujar Yan Qin datar .

" aku sudah makan tadi , tuan , bawa saja ... !"

" jangan bohong, di tempat air tidak ada mangkuk satupun yang kotor, jadi aku yakin kamu sama sekali belum makan , apakah kamu sedih dengan kematian kaisar Shu ?"

" tuan , itu sudah berlalu , hanya menunggu berkabung selama satu tahun lagi , dan juga semuanya sudah tidak ada kerabat atau saudara !" Ucap Liu Yongning dengan nada sedih yang samar .

" bagaimana dengan pangeran keenam , Liu Ye ?"

" tuan , semua saudara pangeran sudah dibersihkan, ... aku aku ... tidak menyesal sama sekali...!"

Yan Qin tahu bahwa tekanan batin wanita dewasa di hadapannya begitu berat , jadi ia mendekat dengan mata di buat buat menakutkan.

" apakah kamu ingin membalas dendam ..!"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!