NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN

Hujan deras mengguyur Jakarta sore itu, mengubah langit menjadi kelabu pekat seolah ikut meratapi nasib Arka. Pemuda berusia 20 tahun itu berdiri mematung di lobi apartemen mewah dengan seragam kurir yang sudah basah kuyup. Air hujan merembes dari ujung rambutnya, jatuh menetes ke lantai marmer yang mengkilap. Namun, tangannya tetap mendekap erat sebuah kotak paket; dia lebih memilih tubuhnya menggigil kedinginan daripada barang pelanggan yang ia bawa rusak terkena air.

"Permisi, Pak Satpam. Saya mau antar paket ke lantai 22, atas nama Bapak Kevin," ucap Arka dengan suara yang sedikit gemetar menahan dingin.

Satpam bertubuh tegap itu memandang Arka dengan tatapan yang sangat merendahkan. Bukannya membukakan pintu, dia justru menghalangi jalan. "Heh, kurir! Lewat pintu belakang sana! Jangan lewat lobi utama, nanti lantai mahalnya kotor kena air got dari sepatumu itu. Bau apek lagi!"

Arka hanya bisa menghela napas panjang. Inilah kenyataan hidupnya sebagai mahasiswa miskin yang harus banting tulang jadi kurir paruh waktu demi membiayai kuliah dan pengobatan ibunya di kampung. Di kota sebesar ini, harga diri seolah hanya milik mereka yang punya mobil mewah.

Tak lama kemudian, denting lift berbunyi. Seorang pemuda sebaya Arka keluar dengan gaya perlente, mengenakan jam tangan Rolex yang berkilau di bawah lampu lobi. Dia menggandeng seorang gadis cantik berpakaian minim. Arka tersentak; itu Kevin, teman satu kampusnya yang memang terkenal suka pamer dan sering menjadikannya bahan lelucon di depan mahasiswa lain.

"Loh, Arka? Jadi benar rumornya kalau sekarang lo jadi babu antar paket?" Kevin tertawa terpingkal-pingkal, suaranya menggema di lobi yang sunyi. "Pantas saja di kelas muka lo selalu kuyu kayak orang kurang gizi. Ternyata malamnya sibuk nyari recehan buat beli nasi bungkus ya?"

Selly, gadis di samping Kevin, menutup hidungnya dengan ekspresi jijik yang dibuat-buat. "Hii, Sayang. Jangan dekat-dekat, bau keringat sama air hujan. Nanti baju mahalku kena kuman dari dia."

Arka berusaha sekuat tenaga menahan emosi yang mulai mendidih di dadanya. "Kevin, ini paket lo. Tolong tanda tangan biar gue bisa lanjut kerja."

Kevin menyeringai nakal. Dia mengambil paket itu, lalu dengan sengaja melepaskannya begitu saja hingga jatuh ke genangan air hujan di dekat kaki Arka. "Aduh, licin. Ambilin dong, Ka. Kan lo emang tugasnya buat melayani. Anggap saja ini latihan kalau nanti lo beneran jadi pelayan di rumah gue."

Arka mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. Namun, bayangan wajah ibunya yang sedang sakit membuatnya terpaksa menelan harga dirinya bulat-bulat. Dengan tangan gemetar, ia membungkuk untuk mengambil paket yang sudah kotor itu. Saat itulah, dengan gerakan yang sangat sengaja, sepatu kulit mahal Kevin menginjak jari tangan Arka yang sedang memegang paket.

"Agh!" Arka merintih, merasakan tulang jarinya seolah mau patah.

"Ups, sori. Nggak sengaja. Udahlah, ini tips buat lo." Kevin merogoh kantongnya, mengeluarkan selembar uang lima ribu rupiah yang sudah lecek, lalu melemparnya tepat ke wajah Arka sebelum pergi sambil tertawa puas.

Arka berdiri perlahan, memungut uang itu dengan hati yang hancur. Dia menatap punggung Kevin dengan tatapan yang sangat tajam. 'Suatu hari nanti, Kevin... gue bakal pastiin lo yang bakal berlutut di bawah kaki gue,' batinnya bersumpah.

Dengan perasaan hancur, Arka mengendarai motor bututnya menembus badai. Di sebuah tikungan jalan raya yang gelap, dia melihat seorang kakek tua sedang berusaha menyeberang jalan. Tiba-tiba, sebuah mobil SUV melaju sangat kencang, seolah tidak melihat keberadaan orang tua itu.

"Kek! Awas!"

Tanpa pikir panjang, Arka menjatuhkan motornya dan melompat menerjang kakek itu. Keduanya terguling di trotoar tepat saat mobil itu melintas dengan kecepatan tinggi, hanya berjarak beberapa senti dari tubuh mereka.

"Kakek nggak apa-apa?" Arka terengah-engah, luka lecet menghiasi lengannya.

Kakek itu tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menatap Arka dengan satu mata yang tampak buta, namun memancarkan aura yang sangat mencekam. Tiba-tiba, tangan sang kakek yang dingin memegang dahi Arka. "Anak muda, kau memiliki mata yang jujur namun dunia menutupinya dengan penderitaan. Biarlah aku membuka tabir itu untukmu."

Seketika, Arka merasakan sensasi panas luar biasa merambat masuk ke kedua matanya. Rasanya seperti ada besi panas yang dicolokkan langsung ke saraf matanya. Arka menjerit histeris, dunianya berputar, dan semuanya perlahan menjadi gelap gulita.

Keesokan paginya, Arka terbangun di kamar kosannya yang sempit dan pengap. Kepalanya masih berdenyut hebat. Saat dia membuka mata, dia terbelalak kaget. Dia tidak lagi melihat plafon kamarnya yang berjamur, melainkan dia bisa melihat kerangka kayu di balik plafon itu, bahkan dia bisa melihat tikus yang sedang berlari di sela-sela genteng.

Pandangannya beralih ke dinding kamar. Tembok beton itu seolah berubah menjadi kaca transparan. Dia melihat Ibu Kos di kamar sebelah sedang sibuk menghitung tumpukan uang sewa, bahkan Arka bisa menghitung jumlah lembaran uang itu dengan sangat teliti hanya dalam sekali lirik.

"Apa yang terjadi sama mata gue?" gumamnya tak percaya.

Dia mengambil ponselnya yang mati total akibat kehujanan kemarin. Saat dia menatap ponsel itu, instingnya tiba-tiba bekerja dengan sangat tajam. Dia seolah bisa merasakan aliran listrik yang tersumbat di dalam mesin ponsel itu. Tanpa sadar, jempolnya menekan satu titik di bagian belakang casing ponsel selama beberapa detik.

BEEP!

Ponsel yang seharusnya sudah jadi rongsokan itu tiba-tiba menyala dengan layar yang lebih jernih dari biasanya. Arka berlari menuju cermin retak di pojok kamar. Dia melihat pantulan dirinya sendiri. Matanya yang dulu sayu kini terlihat sangat dalam, dengan pupil yang sesekali berkilat warna emas saat dia memfokuskan penglihatan.

Arka menyentuh wajahnya. Dia bisa merasakan kekuatan baru mengalir di setiap tetes darahnya. Dengan mata ini, dia tidak hanya bisa melihat apa yang disembunyikan orang lain, tapi dia juga bisa melihat masa depan yang baru saja dimulai.

"Kevin, Siska... dan siapa pun yang pernah menghina gue. Persiapkan diri kalian," bisik Arka dengan seringai yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya.

#urbanfantasi #harem #komedi #mata_sakti

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
arc 1 tamat lanjut ke Arc 2
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!