NovelToon NovelToon
TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aynaaa12

Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.

Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 30

"Pak Yanto! Ayo kita bawa dia ke Rumah Sakit!" Ujar Allyssa pada Pak Yanto yang juga ikut berjongkok dekat pemuda itu.

Pak yanto hendak mengangkat Gabriel yang sudah pingsan.

"Yaelah neng yakin! Biayanya pasti mahal Lho!" Ujar salah satu bapak-bapak.

"Kalau ada apa-apa nanti, apa neng mau tanggung jawab." Timpal salah satu wanita yang memang menonton saja sejak tadi.

"Kalau bukan saya yang bantuin, emang kalian bakal bantuin? Gak kan! Kalau gak pengen berbuat baik, ya setidaknya jangan halangi orang untuk berbuat baik!" Cibir Allyssa.

"Ayok Pak Buruan bawa Gabriel ke mobil!" Ujar Allyssa diangguki Pak Yanto.

Pak Yanto segera menggendong Gabriel. Mereka segera membawa Gabriel ke rumah sakit.

...****************...

Setelah kembali dari mengantar Gabriel ke rumah sakit, Allyssa langsung menuju sekolah menggunakan Taxi. Pak Yanto ia biarkan untuk menemani Gabriel di rumah sakit. Ia tak memiliki kontak keluarga Gabriel untuk dihubungi.

Allyssa yang tidak ingin absen lagi pun tetap ingin pergi sekolah. Dia tidak peduli jika akhirnya nanti mendapat hukuman.

Sekarang di sini lah Allyssa berdiri. Di depan kelas sambil menjewer telinganya sendiri. Dia dihukum sampai pergantian mata pelajaran selanjutnya. Di lorong itu hanya dirinya yang berdiri sambil mengakat salah satu kakinya. Sesekali dia bersandar, merasakan sedikit sakit di pergelangan kakinya. Waktu terasa lama berputar menurutnya. Rasanya dia sudah berdiri beberapa jam.

Allyssa menghela napas singkat. Dirinya menatap kosong ke depan. Pikirannya tertuju pada kondisi Gabriel yang tadi ia bawa ke rumah sakit.

"Semoga dia baik-baik aja!" Gumamnya pelan.

Kalau saja hari ini tidak ada pelajaran seni, sudah pasti dia akan kembali izin. Dari pada di hukum seperti ini. Sudahlah, nasi sudah berubah jadi bubur pikirnya. Kembali ia menghela napas pasrah. Bagaiman pun ia harus bertanggung jawab.

Setelah beberapa menit, waktu yang ditunggu Allyssa tiba.

Kring kring

Bel pergantian jam sudah berbunyi.

"Akhirnya" Lirih Allyssa menghembuskan nafas lega melepaskan tangannya yang sejak tadi memegang telinga. Kakinya pun ia turunkan.

"Ah kaki Gue kok tiba-tiba keram sih!" Gumamnya memijit pelan kakinya kanan yang keram.

Guru yang mengajar di jam pertama pun keluar. Allyssa melihat ke Arah Bu Wati sekilas, lalu langsung menunduk saat tatapan gurunya tak bersahabat.

"Lain kali kalau kamu telat, saya akan berikan hukuman yang lebih dari ini!" Tegas Ibu Wati.

"Baik Bu." Balas Allyssa tetap sopan.

Bu Wati berjalan melewati Allyssa yang menunduk. Allyssa menghela napas lega saat Bu Wati melewatinya. Walaupun akhirnya ia tetap dimarahi lagi oleh gurunya itu.

Dia langsung berjalan masuk ke kelas. Ia berjalan dengan kaki yang sedikit pincang.

Ceklek!

Kelas hening sesaat.

Namun saat tahu yang masuk adalah Allyssa mereka pun melanjutkan obrolannya. Juga bisikan-bisikan dan tatapan sinis dari beberapa orang yang memang tidak menyukainya sejak awal pindah sekolah. Dia tidak peduli dan langsung duduk di kursinya.

"Haura! Bu Wati ada kasih tugas gak?" Tanya Alyssa pada Haura yang sedang menulis.

"Ada tugas kelompok. Tapi kelompoknya dibagi nanti lewat grup kelas." Jelas Haura.

Allyssa mengangguk paham. "Thank’s infonya" Senyum Allyssa.

Ceklek!

Guru masuk. Pak Cipto yang mengajar pelajaran seni masuk ke dalam kelas membuat kelas langsung hening.

"Selamat pagi!" Ujar Pak Cipto.

"Pagi Pak!" Ujar para siswa serempak.

"Saya dengar ada siswa pindahan. Silahkan perkenalkan diri!" Perintah Pak Cipto.

"Saya Devandra Azka. Pindahan dari Global International School." Ujar seorang laki-laki bernama Devandra.

"Baik! Silahkan duduk kembali!" Sahut Pak Cipto lagi.

"Dia ngapain pindah ke sini!" Lirih Allyssa pelan.

1
EvhaLynn
Wah Semangat Author😉
Aksara Langit
Bagus bangat Thor Alurnya. Tapi kenapa Papa Allyssa meninggal secepat itu😭😭😭
Aynaaa12: Namanya juga takdir🫠
total 1 replies
Aksara Langit
Lanjut Thor😍
Aynaaa12: Lanjut bbesok Ya🤭
total 1 replies
Ainul Ayn
Karyanya bagus bangat Thor. Jangan lupa Up terus ya/Drool/
Aynaaa12: Eh makasi Ya🙏 Jangan kupa Pantengin terus🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!