NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN TERBAIK 2

Mendung gelap saat abdi bersiap menuju rumah queen, tetapi tidak menyurutkan semangatnya menemui kekasih dan kedua orang tuanya. Abdi mengendarai motor dengan pikiran yang tidak tenang, setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya, bagai ribuan jarum yang siap menusuknya, apakah dia bisa bertahan atau dia akan benar-benar kehilangan??

20 menit berlalu hingga abdi sampai di rumah queen. Abdi segera memarkir motornya lalu berjalan ke arah ibu bapak yang sudah terlihat dari halaman.

"asalamualaikum..." abdi mengucap salam.

Waalaikumsalam abdi... Ayo masuk" jawab ibu.

Dia meraih tangan ibu untuk salim, dia masuk ke dalam rumah lalu meraih tangan bapak untuk salim. Ibu mempersilahkan abdi untuk duduk, di temani bapak yang sudah duduk terlebih dulu.

tok tok tok... " queen... Ada abdi nak" ibu mengetuk pintuk kamar queen.

Queen membuka pintu kamar, dan melihat abdi sedang duduk bercengkrama dengan bapak. Ibu segera berlalu dari hadapan queen untuk membuat minuman. Ibu masih berharap queen membatalkan niatnya untuk putus dari abdi.

Queen berjalan mendekat, lalu duduk tidak jauh dari abdi. Ibu meletakkan minuman dingin dan beberapa cemilan di meja, lalu duduk di samping suaminya.

" maaf bu, kedatangan saya kali ini karena ingin menyampaikan keinginan saya melamar queen kepada ibu dan bapak" ucap abdi tanpa basa basi.

" mas...." queen akan menyela, tetapi langsung diam saat mendapat lirikan tajam dari bapak.

" lanjutkan nak..." jawab bapak.

" saya ingin hubungan saya dan queen ke jenjang pernikahan, jika bapak dan ibu merestui, saya akan meminta orang tua saya untuk secepatnya datang kemari" abdi melanjutkan ucapannya.

Mendadak susana hening, semua masuk kedalam pikiran masing-masing. Bapak menimang tatanan kalimat agar tidak menyinggung perasaan anak muda di hadapannya ini, karena queen putrinya, benar-benar yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan pemuda dari kota M ini.

" di minum dulu nak abdi..." ibu berusaha mencairkan suasana

abdi tersenyum, lalu meneguk minuman yang ada di hadapannya. Dia beralih menatap queen yang duduk agak jauh dari nya.

" Nak abdi, bapak dan ibu sebagai orang tua, tentu sangat bahagia mendengar kabar ini, tetapi semua bapak serahkan pada queen, karena yang akan menjalani rumah tangga adalah kalian, bapak dan ibu hanya bisa mendukung dan mendoakan" jawab bapak

" Queen... Bagaimana dengan mu nak, apa kamu mau menikah dengan abdi??" lanjut bapak.

Queen diam, dia masih mencintai abdi, tetapi hatinya benar-benar ingin berpisah, dia sangat ingin kebebasan.

" maaf mas abdi, aku tidak bisa menikah dengan mu, aku masih ingin bebas bekerja dan berkarya" akhirnya ucapan itu meluncur dari bibir queen.

Abdi langsung lemas mendengarnya, ibu merasa kasihan pada abdi.

" pikirkan dulu nak, jangan tergesa-gesa mengambil keputusan" kata ibu.

" queen sudah memikirkan sejak beberapa hari lalu bu, queen tidak bisa melanjutkan hubungan ini, mas abdi sudah tau sebelumnya" jawab queen

" tapi dek, aku serius ingin kita menikah, aku siap menjadi suami mu" kata abdi yang langsung di potong sama queen.

" tapi aku yang tidak siap mas, sudah aku katakan berkali-kali jangan menekanku apa lagi memaksaku, aku masih ingin bebas menikmati masa muda ku, aku masih ingin bekerja, aku belum punya keinginan jadi ibu rumah tangga" queen melanjutkan penjelasannya dan kekeh tidak ingin menikah muda.

" setelah menikah kamu masih bisa bekerja dek, kamu masih bisa jalan-jalan atau kemanapun yang kamu suka, tetapi sudah dalam ikatan yang halal" jawab abdi yang terus mempertahankan.

" tidak, aku tau tidak sesederhana itu mas, aku tetap ingin kita putus" queen menjawab dengan tegas.

Bapak menghela nafas panjang, sebagai cinta pertama putrinya, bapak tau putrinya tidak main-main dengan apa yang di putuskan oleh queen. Tidak ada keraguan yang terlihat, hanya ada keyakinan akan sebuah perpisahan. Bahkan abdi pun menyadari tatapan queen sudah tak lagi seperti dulu. Dia tidak melihat kehangatan itu... Bahkan abdi merasa... Berbagi peluh kemarin tidak membuat queen bisa kembali kepelukannya.. Dan kenyataan itu membuat abdi sadar bahwa queen telah benar-benar memilih pergi.

" Queen, bapak tanya sekali lagi, apakah kamu yakin dengan keputusanmu ini??" banyak menatap lurus pada anak nya.

"yakin pak!!" jawab quen dengan tegas.

Jawaban queen menghancurkan leburkan hati abdi, dia menangis di depan queen dan kedua orang tuanya. Hatinya sungguh bagai di cabik-cabik.

"jika laki-laki menangis di depan perempuan, tandanya laki-laki itu benar-benar mencintai perempuan itu nak" kata ibu.

"aku tidak meragukan cinta mas abi bu, aku tahu benar mas abi sangat mencintai ku, tetapi... " queen memilih menunduk tidak melanjutkan ucapannya. Dia merasa di kuliti karena keputusannya. Dia merasa di salahkan karena mengambil keputusan ini untuk berpisah.

Ibu menghembuskan nafas beratnya. Jujur... Berat rasanya melepas abdi yang sudah terlanjur di anggap sebagai anak sendiri, bukan sekedar pacar anaknya atau calon menantunya.

" nak abdi... Maafkan bapak dan ibu tidak bisa mencegah perpisahan ini, perpisahan ini sudah di kehendaki oleh queen tanpa bisa di cegah. Bapak bisa saja memaksa queen untuk bertahan sama kamu, tetapi dampak kedepan pasti tidak baik" kata bapak setelah terdiam cukup lama.

Hening... Queen juga tidak lagi mengucapkan sepatah kata pun. Dia tahu ini sakit, tetapi tekatnya tidak bisa di goyahkan. Meskipun abdi telah berjanji menunggu sampai dia siap menikah. Queen lelah bertengkar dan bertengkar dengan pembahasan yang sama. Queen sudah tidak lagi merasakan kenyamanan.

"hufffftttttt.... "Abdi bernafas panjang seolah berusaha melepaskan beban yang menghimpitnya. Sungguh... Dia bahkan ingin berlutut memohon pada queen untuk tidak meninggalkannya. Tetapi dia urungkan, mengingat queen tegas pada keputusannya.

" dek... Bapak... Ibu... baiklah... Saya menerima keputusan ini. Walaupun saya sangat sangat sakit dan kecewa... Saya minta maaf jika selama menjalin hubungan dengan queen saya mengecewakan kalian. Dek... Jika kamu berubah pikiran atau kamu bersedih, aku masih ada untukmu... Meski bukan sebagai kekasih, tetapi sebagai... Teman... Sebagai teman dek..." ucap abdi sambil menangis. Ibu ikut menangis menyaksikan semuanya. Bahkan ibu langsung memeluk abdi dengan sangat erat.

" kamu tetap putra ku nak, tidak ada yang berubah, ibu tetap menganggap kamu putra ibu... Maafkan ibu nak... " jawab abdi.

Abdi menatap queen yang meneteskan air mata. Lalu tiba-tiba abdi memeluk quen sangat erat. Setelahnya, abdi melepas pelukan itu dan menghapus air mata queen.

" jangan menangis sayang... Aku tidak sanggup melihatmu menangis. Mas tidak apa-apa... Hiduplah lebih baik setelah ini... Kamu harus bahagia. Ingat... Mas akan selalu ada buat kamu. Maafin mas ya sayang... Maaf... " lalu abdi mengecup kening queen.

Queen langsung memeluk abdi, dia menangis tersedu-sedu. Hatinya ikut sakit, tapi juga.... Lega... ntah kenapa dia tidak tahu... Yang dia 2 dia yakin dengan keputusan ini.

" maafkan aku mas... Maaf..." hanya itu yang di ucapkan queen.

Abdi masih memeluk queen, lalu berbisik sangat lirih...

" mas tetap menunggumu kembali dek... Mas tetap bertanggung jawab dg apa yang sudah kita lakukan"

Lalu mereka melepaskan pelukan. Kembali duduk di tempat masing-masing. bapak berdehem lalu membuka percakapan yang sempat tertunda karena tangis-tangisan.

" Abdi... Queen....meskipun kalian tidak lagi bersama, bapak harap tidak ada dendam. Berbahagialah dengan kehidupan yang kalian pilih dan kalian jalani, jalin komunikasi dan silaturahmi dengan baik, kalian percaya saja... Jodoh tidak akan salah tempat. Jika kalian memang jodoh yang sudah di tetapkan Allah, pasti kalian akan bersama dengan jalan yang sudah di gariskan "

" iya pak, saya sudah bisa menerima " jawab abdi singkat.

" pak, bu, dek... sudah semakin larut malam, saya ijin pulang... Semoga bapak ibu sehat selalu, semoga kamu selalu bahagia dek. Asalamualaikum" abdi melanjutkan dan sekalian pamit, membawa luka yang sangat dalam, mengenggam hati yang hancur.... dan.... Jiwa yang rapuh...

#AUTOR YANG NULIS, AUTOR YANG BERIMAJINASI, AUTOR JUGA YANG MERASAKAN SAKIT....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!