NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: LANGIT KEDUA – DUNIA YANG JAUH LEBIH LUAS (bagian 2)

Satu perintah keluar, udara di sekitar jalan utama Kota Awan Abadi seketika menjadi beku dan penuh tekanan mematikan. Pengawal terkuat di samping Gu Yan, sosok berbadan besar dengan bekas luka panjang melintang di pipi kanannya, melangkah maju dengan aura yang mengamuk. Kekuatannya setara Penguasa Langit Puncak, hampir menyentuh ambang Alam Dewa, jauh lebih kuat dibandingkan ketiga perampok yang Chen Si temui di jalan tadi.

"Anak ingusan dari bawah, kau benar-benar tidak tahu malu," geram pengawal itu, suaranya berat dan kasar. Ia tidak membuang waktu, langsung melesat maju dengan kecepatan yang sulit diikuti mata biasa. Tangannya mengepal, dibalut energi hitam pekat yang berputar kencang, menciptakan pusaran angin kencang yang menyapu debu dan batu di jalanan.

"TEKNIK AWAN GELAP: TINJU PENGHANCUR TANAH!"

Tinju itu menghantam udara, membawa tekanan yang cukup untuk merobohkan gunung kecil dalam sekejap. Di sekelilingnya, para penonton mundur tergesa-gesa, wajah mereka pucat pasi. Mereka tahu betul seberapa mengerikan teknik ini. Banyak kultivator hebat yang tulang-tulangnya remuk dan menjadi cacat seumur hidup hanya karena terkena sedikit saja dampak serangan ini.

Gu Yan berdiri diam di belakang, tersenyum puas. Baginya, Chen Si hanyalah serangga yang berani mendendangkan lagu di depan harimau. "Hancurkan saja dia sampai tidak berbentuk. Biar semua orang tahu apa akibatnya kalau berani menentang Sekte Awan Gelap di wilayah kami," gumamnya pelan, penuh keangkuhan.

Namun, di tengah serangan dahsyat itu, Chen Si tetap berdiri tegak di tempatnya. Ia sama sekali tidak berniat menghindar atau menangkis dengan senjata. Matanya yang tadinya tenang kini berkilat tajam, seolah melihat sesuatu yang sangat membosankan. Di matanya, gerakan pengawal itu terlalu kaku, terlalu penuh celah, dan kekuatan yang dikerahkannya... masih jauh di bawah standar yang bisa membuatnya berkeringat sedikit saja.

"Terlalu lemah," bisik Chen Si pelan.

Saat tinju energi hitam itu tinggal beberapa sentimeter dari wajahnya, Chen Si hanya mengangkat tangan kanannya perlahan. Dengan gerakan yang tampak sangat santai dan lambat, seolah sedang menepuk debu di bahu, ia menyambar pergelangan tangan si pengawal.

TRANG!!!

Suara benturan nyaring terdengar, diikuti bunyi tulang yang beradu keras.

Yang mengejutkan semua orang, serangan dahsyat yang dikira akan menghancurkan segalanya itu berhenti mendadak! Pengawal berbadan besar itu tertegun, matanya melotot tak percaya. Ia merasakan tangannya seolah terperangkap di dalam penjara besi yang sangat kokoh. Tidak peduli seberapa keras ia berusaha menarik, memutar, atau mengerahkan seluruh energinya, tangannya tidak bergeming sedikitpun dari cengkeraman pemuda kurus di depannya itu.

"Apa... Apa ini?!" teriak pengawal itu panik, keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya. Ia bisa merasakan kekuatan yang tak terbayangkan mengalir dari telapak tangan Chen Si, menekan seluruh energi di tubuhnya hingga membeku dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Chen Si menatapnya datar. "Kau mau mematahkan kakiku? Sayang sekali... tanganmu ini sudah tidak berguna lagi."

KRAK!

Suara patah tulang yang mengerikan terdengar jelas ke seluruh penjuru jalanan. Diikuti jeritan kesakitan yang memilukan. Pengawal berbadan besar itu terlempar mundur seperti boneka kain, tangannya kini terkulai lemas dengan sudut yang tidak wajar, wajahnya berkerut menahan rasa sakit yang luar biasa. Ia jatuh bergulingan di tanah, menahan lengannya yang hancur berantakan.

Keheningan mutlak menyelimuti seluruh tempat itu.

Para penonton yang tadi bersembunyi dan menonton dari kejauhan kini melongo dengan mulut terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Pengawal terkuat Sekte Awan Gelap, yang terkenal kejam dan hampir tidak ada lawan di kota ini, dikalahkan hanya dengan satu gerakan sederhana? Dan yang mengalahkannya adalah pemuda asing yang baru datang dari Langit Pertama?

Gu Yan yang tadinya tersenyum angkuh kini wajahnya berubah menjadi merah padam karena kaget dan marah besar. Senyumnya lenyap digantikan tatapan membunuh yang tajam. Ia menatap Chen Si seolah ingin merobek tubuh pemuda itu menjadi ribuan keping.

"Kau berani melukai anak buahku?!" bentak Gu Yan, auranya meledak sepenuhnya. Tekanan hitam pekat menyebar ke segala arah, membuat bangunan-bangunan di sekitar bergetar hebat dan retakan halus muncul di jalanan batu. "Kau mencari mati! Di Kota Awan Abadi ini, belum ada siapa pun yang berani menghinaku sampai sejauh ini!"

Gu Yan melesat maju sendiri, kali ini ia tidak lagi diam menonton. Ia tahu bahwa pemuda di depannya ini bukan orang biasa, tapi ia juga yakin bahwa kekuatannya sendiri jauh lebih hebat. Sebagai anak kesayangan Tetua Sekte Awan Gelap, ia memiliki bakat luar biasa dan warisan teknik rahasia tingkat tinggi.

"TEKNIK AGUNG AWAN GELAP: SAMUDRA AWAN HITAM!"

Saat Gu Yan mengayunkan tangannya, langit di atas jalanan itu tiba-tiba berubah warna. Awan putih yang indah berubah menjadi hitam pekat dalam sekejap, menurunkan tekanan yang berat dan menyesakkan. Dari awan hitam itu, turun ribuan bilah energi berbentuk belati yang tajam dan mematikan, menutupi seluruh ruang gerak Chen Si tanpa ada celah sedikitpun untuk meloloskan diri.

Serangan ini jauh lebih kuat dan berbahaya dibandingkan serangan pengawal tadi. Ini adalah teknik andalan Gu Yan yang pernah membunuh banyak lawan setara Penguasa Langit Puncak.

"Kali ini aku akan membuatmu menjadi saringan!" teriak Gu Yan penuh dendam.

Namun, di tengah hujan belati yang mematikan itu, Chen Si tetap tenang. Ia bahkan tidak mengeluarkan senjatanya. Matanya bersinar keemasan samar, dan aura yang selama ini ia sembunyikan perlahan mulai merembes keluar, cukup untuk membuat udara di sekitarnya bergetar hebat.

"Teknik yang bagus... tapi sayang, penggunanya terlalu lemah dan terlalu sombong," komentar Chen Si santai.

Ia melangkah satu langkah ke depan. Langkah itu tampak biasa, tapi saat kakinya menyentuh tanah, seluruh energi hitam di sekitarnya seolah kehilangan kendali. Ribuan belati energi yang sedang turun itu berhenti melayang di udara, lalu dengan cepat berubah arah dan hancur berantakan menjadi debu halus hanya karena tekanan samar yang dipancarkan tubuh Chen Si.

WUSH!

Sebelum Gu Yan sempat bereaksi, Chen Si sudah berada tepat di depannya. Gerakannya begitu cepat hingga hanya meninggalkan bayangan samar di tempat sebelumnya.

Gu Yan terbelalak ketakutan. Ia sama sekali tidak bisa melihat gerakan Chen Si. Ia bahkan belum sempat mengerahkan pertahanan dirinya, saat lehernya sudah terperangkap di antara jari-jari tangan Chen Si yang kuat dan dingin.

"Sekarang... siapa yang tidak tahu tempatnya?" tanya Chen Si pelan, suaranya rendah namun mengandung tekanan jiwa yang membuat Gu Yan gemetar hebat sampai ke tulang sumsum.

Gu Yan terangkat ke udara karena dicengkeram lehernya, wajahnya membiru karena sulit bernapas. Ia mengayunkan tangan dan kakinya dengan panik, berusaha melepaskan diri, tapi cengkeraman itu seolah terbuat dari baja tertempa yang tak bisa digoyahkan sedikitpun. Rasa takut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya kini merayap masuk ke seluruh jiwanya. Di depan pemuda ini, ia merasa seperti anak kecil yang sedang melawan raksasa.

"Ka... Kau... Siapa kau?!" suara Gu Yan parau dan putus-putus. "Ayahku... Tetua Gu... Dia tidak akan memaafkanmu! Kau dan seluruh keluargamu akan hancur!"

Chen Si menatapnya dingin, matanya tanpa sedikitpun belas kasihan. Ancaman seperti ini sudah ribuan kali ia dengar dari musuh-musuhnya di Langit Pertama. Bagi Chen Si, ancaman dari anak orang berkuasa adalah hal paling membosankan sekaligus paling menjengkelkan.

"Kalau ayahmu mau datang, suruh dia datang sendiri," jawab Chen Si dingin. Ia mengangkat tangan lainnya, telapak tangannya menghadap ke dada Gu Yan. "Dan ingatlah ini... Di mataku, Sekte Awan Gelap kalian hanyalah sekumpulan semut yang berjalan di pinggir jalanku. Kalian beruntung aku tidak mau membunuh sembarangan di tempat umum ini. Tapi kalau kalian terus menggangguku... aku tidak akan segan-segan menghancurkan seluruh sarang kalian sampai ke akar-akarnya."

DUM!

Sebuah benturan halus terdengar. Telapak tangan Chen Si menyentuh dada Gu Yan. Tidak ada darah yang tumpah, tidak ada luka luar yang terlihat. Tapi di dalam tubuh Gu Yan, segelintir energi emas murni masuk dan menghancurkan seluruh akar energi serta dasar kultivasinya. Kekuatan yang ia bangun selama ratusan tahun itu kini lenyap seketika. Ia masih bisa hidup, tapi kini ia hanyalah manusia biasa yang tidak punya kekuatan apa pun.

Chen Si melepaskan cengkeramannya, membiarkan Gu Yan jatuh terguling ke tanah sambil terbatuk-batuk hebat.

"Kau... Kau merusak dasar kultivasiku?!" Gu Yan berteriak histeris, matanya melotot penuh kebencian dan keputusasaan. Ia menyadari apa yang baru saja terjadi. Hidupnya yang penuh kemewahan dan kekuasaan kini berakhir sudah.

"Itu hukuman ringan karena kau masih muda dan aku sedang tidak ingin membunuh," kata Chen Si datar. Ia menatap sisa pengawal yang lain yang kini gemetar ketakutan hingga jatuh berlutut. "Bawa dia pergi. Dan sampaikan pesanku pada ayahnya: jangan cari masalah denganku, atau konsekuensinya tidak akan semudah ini."

Pengawal-pengawal itu mengangguk panik, segera mengangkat tuan muda mereka yang sudah lumpuh kekuatannya dan lari secepat mungkin dari tempat itu.

Setelah keributan itu selesai, suasana jalanan kembali hening sejenak sebelum akhirnya riuh rendah kembali, kali ini penuh dengan bisik-bisik kagum dan kaget.

"Siapa pemuda itu? Dia benar-benar hebat!"

"Menghancurkan dasar kultivasi Tuan Muda Gu hanya dengan satu sentuhan... kekuatannya pasti sudah menyentuh Alam Dewa!"

"Sekte Awan Gelap pasti tidak akan diam saja. Ini akan menjadi masalah besar di kota ini..."

Chen Si mengabaikan segala pandangan dan bisikan di sekelilingnya. Ia menyesuaikan kembali pakaiannya dengan tenang, lalu melanjutkan langkahnya menuju pusat kota, ke arah Menara Informasi yang menjulang tinggi di kejauhan.

Ia tahu betul, apa yang baru saja ia lakukan tadi baru saja memicu konflik besar. Sekte Awan Gelap adalah penguasa wilayah ini, dan mereka tidak akan membiarkan penghinaan ini berlalu begitu saja tanpa balas dendam. Tapi Chen Si sama sekali tidak peduli. Baginya, menghancurkan satu sekte kecil seperti itu hanyalah masalah sepele jika mereka berani menghalangi jalannya.

Sesampainya di depan Menara Informasi, Chen Si mendongak menatap bangunan raksasa setinggi seribu meter itu. Dindingnya terbuat dari kristal transparan yang berkilauan, dan di puncaknya terdapat bola cahaya raksasa yang menerangi seluruh kota. Di sini, segala rahasia, peta, dan informasi tentang Langit Kedua tersimpan lengkap.

Chen Si melangkah masuk ke dalam. Begitu melewati pintu utama, ia disambut oleh ruangan luas yang sangat mewah dan dingin ber-AC alami. Di sana, di balik meja panjang yang terbuat dari batu giok, duduk seorang wanita paruh baya yang anggun dengan jubah biru muda. Aura wanita itu tenang namun tajam, menunjukkan bahwa ia bukanlah penjaga biasa.

Wanita itu mengangkat kepalanya, menatap Chen Si sekilas dengan pandangan yang tampak biasa namun sebenarnya sangat tajam meneliti.

"Selamat datang di Menara Informasi," sapanya lembut namun berwibawa. "Apa yang bisa saya bantu, Tuan Muda? Dan bolehkah saya tahu... dari mana asal Tuan? Kekuatan dan teknik yang Tuan gunakan di luar sana tadi... sangat unik dan belum pernah saya lihat sebelumnya."

Chen Si tersenyum tipis. Ternyata, peristiwa di luar sana sudah sampai ke telinga orang di dalam sini dengan sangat cepat. Kota Awan Abadi ini benar-benar penuh dengan mata-mata dan telinga-telinga.

"Aku hanya orang asing yang baru lewat," jawab Chen Si santai, lalu meletakkan sepotong batu roh tingkat tinggi di atas meja. "Aku butuh peta lengkap seluruh wilayah Langit Kedua, daftar nama kekuatan besar dan sekte-sekte utama, serta informasi terperinci tentang lokasi gerbang menuju Langit Ketiga."

Wanita itu menatap batu roh di atas meja, lalu menatap kembali ke arah Chen Si dengan pandangan yang semakin penuh rasa hormat dan hati-hati. Batu roh tingkat tinggi bukanlah barang yang mudah didapatkan, dan jumlah yang diberikan Chen Si itu jauh lebih dari cukup untuk membeli informasi yang ia minta.

"Tentu saja, Tuan Muda. Silakan duduk sebentar. Segala informasi yang Tuan butuhkan akan segera disiapkan secara lengkap dan terperinci," jawab wanita itu sambil membungkuk hormat.

Sambil menunggu, Chen Si duduk di kursi empuk di dekat jendela, menatap keluar ke arah kota yang ramai namun penuh bahaya ini. Ia tahu, perjalanan panjangnya di Langit Kedua baru saja dimulai. Dan pertempuran dengan Sekte Awan Gelap hanyalah permulaan dari ribuan ujian dan konflik yang jauh lebih besar yang menanti di depan sana.

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!