NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Lin Mei tertawa kecil dan mengusap kepala Xiao Yan.

"Ibu tahu bakatmu hanya kuning redup waktu di TK dulu. Ibu juga tidak menuntutmu untuk masuk ke Kelas Unggulan. Asalkan kamu bisa lulus ujian masuk dan masuk ke Kelas Biasa, itu sudah cukup untuk masa depanmu. Kamu bisa bekerja sebagai pegawai administrasi Asosiasi Kultivator nanti. Gajinya stabil dan kerjanya aman."

"Um. Aku akan berusaha masuk Kelas Biasa," jawab Xiao Yan.

"Itu baru anak Ibu! Habiskan minya, lalu bantu Ibu menyapu depan kedai," kata Lin Mei sebelum kembali ke dapurnya dengan senyum lebar.

Xiao Yan menatap amplop perak itu lekat-lekat.

"Masuk Kelas Biasa, ya," batin Xiao Yan sambil mengambil amplop tersebut. "Akademi Awan Putih menerima seribu siswa baru tahun ini. Tiga ratus orang teratas masuk Kelas Unggulan. Tujuh ratus sisanya masuk Kelas Biasa."

Dia membuka amplop itu dan membaca detail ujian di selembar kertas perkamen. Ada tes kekuatan pukulan, tes kecepatan, dan tes ketahanan aura energi.

"Jika aku berada di peringkat tiga ratus ke atas, aku akan menarik perhatian para guru dan sekte besar. Itu merepotkan," analisis Xiao Yan di dalam kepalanya. "Tapi jika aku berada di peringkat sembilan ratus ke bawah, aku akan dicap sebagai beban dan menjadi target perundungan murid lain. Itu jauh lebih merepotkan."

Xiao Yan meletakkan kertas itu kembali ke meja.

"Posisi paling aman dan paling tidak terlihat adalah posisi tengah yang absolut. Peringkat lima ratus. Ya, peringkat lima ratus pas," batinnya mengonfirmasi tujuannya.

Masalahnya, untuk mendapatkan peringkat tepat di tengah dari ribuan peserta yang kemampuannya tidak diketahui, Xiao Yan tidak bisa sekadar asal-asalan. Dia harus membaca rata-rata kemampuan peserta lain secara real-time saat ujian berlangsung besok, menghitung nilai mediannya, dan menyesuaikan pengeluaran tenaganya yang berada di angka 9999 menjadi angka dua digit koma sekian.

Ini bukan ujian fisik baginya. Ini adalah ujian matematika dan kontrol mikro tingkat dewa.

"Xiao Yan! Sapunya sudah Ibu siapkan di depan!" teriak Lin Mei dari arah dapur.

"Ya, Ibu," jawab Xiao Yan.

Dia berdiri dari kursinya, merapikan mangkuk minya, dan berjalan ke depan kedai. Xiao Yan mengambil sapu lidi di dekat pintu dan mulai menyapu daun-daun kering di trotoar. Gerakannya sangat monoton, stabil, dan berulang seperti mesin. Kanan, kiri, kumpul. Kanan, kiri, kumpul.

Tiba-tiba, dari arah jalan raya, terdengar suara bising mesin yang dimodifikasi.

Sebuah pedang terbang model olahraga berwarna merah menyala melaju dengan kecepatan tinggi di jalur bawah yang seharusnya hanya untuk kendaraan roda empat. Pengendaranya adalah seorang remaja laki-laki berpakaian mewah yang tertawa keras, sengaja mencari perhatian.

"Minggir, minggir! Tuan Muda Zhao lewat!" teriak remaja itu.

Pedang merah itu melaju tepat ke arah genangan air bekas hujan semalam yang berada tidak jauh dari trotoar tempat Xiao Yan berdiri.

Xiao Yan yang sedang menyapu menghentikan gerakannya. Matanya menatap genangan air dan lintasan pedang terbang itu.

"Kecepatan seratus dua puluh kilometer per jam. Volume air di genangan sekitar tiga liter. Sudut cipratan empat puluh lima derajat," batin Xiao Yan menghitung dengan kilat. "Air kotor itu akan mengenai celana abu-abuku dalam waktu satu koma dua detik."

"Hei, sapu jalanan! Awas basah!" ejek remaja bernama Zhao itu sambil membelokkan pedangnya tepat ke atas genangan air.

Byuuur!

Air kotor bercampur lumpur terciprat tinggi ke arah trotoar.

Xiao Yan sama sekali tidak panik. Alih-alih melompat mundur yang akan terlihat mencolok, dia hanya memutar pergelangan tangannya yang memegang sapu lidi sebesar dua derajat.

Tanpa ada energi Qi yang terlihat memancar dari tubuhnya, angin biasa yang terdorong oleh sapu lidi itu berputar membentuk pusaran kecil tak kasat mata di depannya.

Splat.

Cipratan air kotor itu tertahan oleh pusaran angin sejenak, lalu jatuh lurus kembali ke aspal, berjarak tepat satu milimeter dari ujung sepatu kets Xiao Yan. Tidak ada setetes air pun yang mengenai pakaiannya.

Di jalan raya, remaja sombong itu sudah melesat jauh, berpikir bahwa dia berhasil membuat orang di pinggir jalan basah kuyup.

"Hah..." desah Xiao Yan pelan. "Orang-orang di kota ini terlalu bersemangat."

Dia kembali menyapu daun kering seolah tidak terjadi apa-apa. Wajahnya tetap datar. Sesekali, ujung bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum tipis saat dia melihat seorang nenek tetangganya lewat, tapi senyum itu hilang secepat munculnya.

Hari itu berlalu dengan sangat biasa. Xiao Yan membantu ibunya di kedai, membaca buku pelajaran biasa di kamarnya, lalu tidur tepat pukul sembilan malam.

Kesehariannya benar-benar sangat datar, membosankan, dan tidak ada yang spesial. Tepat seperti yang selalu dia harapkan. Dia hanya berharap ujian masuk Akademi Awan Putih besok juga akan berjalan selancar dan semembosankan hari ini.

Meski dalam hati, dia tahu bahwa ujian yang melibatkan ratusan kultivator remaja labil biasanya tidak pernah berakhir dengan tenang.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!