NovelToon NovelToon
Benang Yang Tersembunyi

Benang Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Matteo Adrian Reins Smith kembali ke Seoul bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai pemimpin industri yang ia bangun dari rasa iri dan ambisi untuk melampaui bayang-bayang ayahnya dan keraguan kakaknya. Namun, di balik kemegahan takhtanya, hati Matteo kosong. Ia dihantui memori Manila—tentang Sheena yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Di sisi lain kota Seoul, Park Chae-young hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang traumatis. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan cinta membawanya ke sebuah bar, dan ia terbangun dengan hidup yang hancur. Ayahnya meninggal karena terkejut, meninggalkan Chae-young hamil di usia muda. Kini, di usia 28 tahun, ia adalah desainer hantu di balik brand ‘Forever-young’ yang viral. Ia membesarkan sepasang anak kembar yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Darah yang Lebih Kental dari Air

Udara di dalam ruang kunjungan lembaga pemasyarakatan itu terasa dingin dan pengap, sangat kontras dengan kemewahan rumah di Seongbuk-dong yang baru saja ditinggalkan Chae-young. Ia duduk di balik sekat kaca, jemarinya meremas tas tangannya dengan gelisah. Meskipun statusnya kini adalah Nyonya Smith yang terpandang, di dalam sini, ia hanyalah seorang kakak yang hatinya sedang hancur.

Pintu besi berderit terbuka. Soo-hee melangkah masuk dengan seragam tahanan berwarna pudar. Rambutnya yang dulu selalu tertata rapi kini kusam, dan wajahnya tampak lebih tirus. Begitu melihat siapa yang duduk di sana, langkahnya terhenti. Matanya berkilat penuh kebencian.

"Buat apa Kakak ke sini? Apa Kakak datang untuk menertawakan aku?" ucap Soo-hee sinis saat ia duduk dan mengangkat gagang telepon komunikasi.

Chae-young menghela napas panjang, menatap adiknya dengan tatapan sendu. "Soo-hee-ya, kau benar-benar tidak berubah. Bagaimanapun, kau adalah adikku. Satu-satunya keluarga yang tersisa dariku."

"Adik?" Soo-hee tertawa sumbang, suaranya parau. "Bagaimana bisa seseorang merasa sebagai kakak tapi malah menjebloskan adiknya sendiri ke penjara? Kau lihat tempat ini? Ini neraka, Kak! Dan kau pelakunya bersama suamimu yang sok berkuasa itu!"

"Itu karena ulahmu sendiri, Soo-hee," suara Chae-young tetap tenang meski bergetar. "Kau menyerang anak-anakku. Kau menyebar fitnah yang bisa menghancurkan masa depan mereka. Kau melewati batas yang tidak seharusnya kau sentuh."

"Ulahku sendiri?" Soo-hee berteriak kecil, membuat penjaga di sudut ruangan melirik. "Itu karena kau pelit! Kau punya segalanya, kau punya pria kaya, tapi kau membiarkan adikmu membusuk dalam hutang! Kalau saja kau memberiku uang saat itu, aku tidak akan melakukan semua ini!"

Chae-young terdiam sejenak. Ingatannya kembali ke tahun-tahun di mana ia bekerja membanting tulang hanya untuk membiayai kuliah Soo-hee. Bahkan saat Soo-hee merebut tunangannya dulu, Chae-young memilih mundur dan merelakannya, berpikir bahwa setidaknya adiknya akan bahagia dan bebannya sedikit berkurang. Namun ternyata, pengorbanan itu tidak pernah dianggap cukup.

"Aku sudah memberikan segalanya, Soo-hee. Pendidikanku, tunanganku, bahkan separuh hidupku untuk memastikan kau tidak kekurangan. Tapi keserakahanmu tidak punya dasar," ucap Chae-young pelan.

"Sudahlah, lebih baik Kakak pulang saja! Aku tidak mau bertemu denganmu! Pergi sana ke rumah megahmu dan lupakan kalau kau punya adik yang membusuk di sini!" Soo-hee membanting gagang telepon dan berdiri, memberi isyarat pada petugas bahwa ia ingin kembali ke selnya tanpa menoleh lagi.

Chae-young keluar dari lapas dengan langkah gontai. Langit sore yang mendung seolah mewakili perasaannya. Di dalam mobil, Matteo sudah menunggu. Ia tidak bertanya apa pun, hanya melihat mata istrinya yang memerah.

Matteo menarik Chae-young ke dalam pelukannya, membiarkan wanita itu menyandarkan kepala di dadanya. Chae-young akhirnya terisak pelan.

"Dia tetap adikku, Matteo... Kenapa dia begitu membenciku? Padahal aku selalu mengusahakan yang terbaik untuknya," isak Chae-young.

Matteo mengusap punggung Chae-young dengan lembut. "Ada orang yang memang tidak bisa melihat kebaikan sebagai berkat, melainkan sebagai ancaman bagi ego mereka. Kau sudah melakukan tugasmu sebagai kakak lebih dari cukup, Chae-young-ah. Jangan menyalahkan dirimu atas kegelapan yang dia pilih sendiri."

Chae-young memejamkan mata. Ia teringat nama baru si kembar, Chanyeol dan Chaerin Smith Park. Mereka adalah masa depannya yang cerah, sementara Soo-hee adalah bagian dari masa lalu yang menyakitkan. Meskipun rasa sayang pada adiknya masih ada, Chae-young menyadari bahwa ia tidak bisa menyelamatkan seseorang yang tidak ingin diselamatkan.

"Ayo pulang," bisik Matteo. "Anak-anak sudah menunggu. Mereka butuh Mommy-nya yang kuat."

Mobil meluncur meninggalkan penjara, menjauh dari kegelapan masa lalu menuju cahaya keluarga kecil yang kini menjadi segalanya bagi Chae-young. Ia menyadari, meski ia kehilangan seorang adik, ia telah mendapatkan seorang suami dan anak-anak yang akan menjaganya selamanya.

...***...

Liburan ke Manila kali ini bukan sekadar perjalanan keluarga, melainkan sebuah misi "kepulangan" yang megah. Jet pribadi M-Nexus mendarat di landasan pacu privat, dan begitu pintu terbuka, udara tropis Manila menyambut keluarga kecil itu. Matteo menggandeng Chae-young dengan posesif, sementara Chanyeol Smith Park dan Chaerin Smith Park melangkah dengan rasa ingin tahu yang besar.

Begitu mereka sampai di kediaman utama keluarga Smith, pintu jati raksasa terbuka. Lee Young-ae sudah berdiri di sana, namun ia tidak sendirian. Di belakangnya, berdiri Mark Smith dan seorang wanita yang membuat langkah Chae-young seketika melambat.

"Akhirnya kalian datang juga." Lee Young-ae langsung menghambur memeluk Chanyeol dan Chaerin, menumpahkan segala kerinduan yang selama ini hanya tersalurkan lewat layar ponsel.

Namun, perhatian Chae-young teralihkan sepenuhnya. Di samping Mark, berdiri Kendrick yang sedang menatap Chanyeol dengan mata abu-abu terangnya yang jernih. Dan di samping Kendrick berdiri wanita itu.

Sheena.

Chae-young terpaku. Ingatannya berputar kembali ke hari yang kacau di butiknya di Seoul. Hari di mana seorang bocah laki-laki menemukan foto yang mirip dengannya, dan seorang wanita berdiri diam membeku di ambang pintu, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Saat itu, Chae-young terlalu kalut untuk memperhatikan detail. Namun sekarang, di bawah lampu kristal mewah ini, semuanya tampak begitu jelas.

Jadi, wanita ini yang memiliki skandal masa lalu dengan Matteo? batin Chae-young. Ia merasakan remasan halus di jemarinya—Matteo sedang menggenggam tangannya lebih erat, seolah bisa membaca gejolak di hati istrinya.

"Selamat datang kembali, Kak," ucap Mark dengan suara berat yang identik dengan Matteo. Ia menepuk bahu kembarannya, lalu membungkuk sopan pada Chae-young. "Senang bertemu denganmu, Kakak Ipar."

"Selamat datang, Kak Chae-young," Sheena melangkah maju. Suaranya lembut, namun ada ketenangan yang luar biasa di sana. "Senang melihatmu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik."

Suasana canggung itu sedikit mencair saat Kendrick mendekati Chanyeol. Mereka berdiri berhadapan, dua bocah yang usianya hanya terpaut beberapa bulan. Struktur wajah mereka, cara mereka memiringkan kepala, bahkan lipatan di ujung mata mereka... mereka benar-benar Mark dan Matteo versi mini.

"Kamu benar-benar mirip denganku," gumam Kendrick dengan bahasa Inggris yang fasih.

Chanyeol menatap mata abu-abu sepupunya itu dengan mata biru lautnya yang persis milik Matteo. "Daddy bilang kita bersaudara. Namaku Chanyeol Smith Park."

"Aku Kendrick Smith," balas bocah itu pendek, lalu keduanya saling melempar senyum tipis yang sangat dingin namun penuh harga diri.

Melihat pemandangan itu, Chae-young merasakan dadanya sesak oleh emosi yang campur aduk. Ia melirik Sheena yang juga sedang memperhatikan kedua bocah itu. Ada rasa perih yang sempat menyengat saat menyadari bahwa wanita di depannya ini pernah menjadi bagian besar dari hidup Matteo, pria yang kini menjadi sandaran hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!