NovelToon NovelToon
Mendadak Hamil

Mendadak Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Rubi Casandra, seorang yatim piatu yang hidup di panti asuhan, mendadak bertransmigrasi ke tubuh wanita lain yang memiliki nama sama dengannya. Ia terkejut saat mengetahui dirinya sedang hamil empat bulan dan telah menjadi istri dari Alexander Dimitri, seorang pengusaha sekaligus mafia paling ditakuti di Eropa.

Terjebak dalam kehidupan yang bukan miliknya, Rubi harus menghadapi berbagai rahasia, intrik, dan bahaya yang mengancam. Di tengah pernikahan yang terpaksa, akankah ia mampu bertahan atau justru jatuh cinta pada sang mafia yang berhati dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Jangan Pergi Lagi Tanpa Kabar

Pelukan itu hanya berlangsung beberapa detik.

Namun bagi Rubi, rasanya jauh lebih lama.

Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, ia membiarkan dirinya bersandar pada seseorang.

Dan orang itu adalah Alexander.

Pria yang awalnya begitu menakutkan.

Pria yang bahkan tidak pernah ia bayangkan akan menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Saat menyadari apa yang sedang dilakukannya, Rubi langsung tersadar.

Ia buru-buru melepaskan pelukan itu.

Wajahnya memerah.

Sangat merah.

"A-aku..."

Rubi bahkan tidak tahu harus berkata apa.

Sementara Alexander masih berdiri di tempatnya.

Tatapannya tertuju pada wajah Rubi yang menunduk malu.

Entah kenapa pemandangan itu membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.

Untuk pertama kalinya setelah malam yang panjang dan melelahkan, suasana hatinya terasa jauh lebih baik.

"Kau seharusnya tidur."

ucap Alexander pelan.

Rubi langsung mendongak.

"Kau juga."

balasnya.

Alexander hampir tertawa.

Wanita ini benar-benar tidak pernah takut membalas perkataannya.

---

Di sekitar mereka, para pengawal dan pelayan berpura-pura sibuk.

Padahal semuanya melihat kejadian tadi.

Bahkan beberapa orang tampak menahan senyum.

Karena siapa yang menyangka Alexander Dimitri yang terkenal dingin bisa memeluk seseorang dengan begitu lembut?

Dan lebih mengejutkan lagi, orang itu adalah Rubi.

Kepala pelayan yang berdiri di dekat pintu sampai menghela napas lega.

Akhirnya.

Setelah berbulan-bulan.

Dua orang keras kepala itu mulai jujur pada perasaan mereka.

Meski belum mengatakannya secara langsung.

---

"Kau belum makan."

ucap Rubi tiba-tiba.

Alexander mengernyit.

"Hm?"

"Aku tahu kau belum makan."

Alexander memang belum makan sejak malam sebelumnya.

Namun biasanya ia tidak terlalu peduli.

Sayangnya Rubi berbeda.

Sebelum pria itu sempat menjawab, Rubi sudah lebih dulu memanggil pelayan.

"Tolong siapkan sarapan."

"Nyonya muda..."

"Aku juga lapar."

potong Rubi cepat.

Padahal sebenarnya ia tidak terlalu lapar.

Ia hanya tidak ingin Alexander langsung kembali bekerja.

Pria itu terlihat lelah.

Sangat lelah.

Dan untuk pertama kalinya Rubi melihat lingkaran hitam tipis di bawah mata Alexander.

Akhirnya mereka duduk bersama di ruang makan.

Meski waktu sudah hampir subuh.

Suasana terasa aneh.

Namun menyenangkan.

Alexander makan dengan tenang.

Sementara Rubi sesekali memperhatikannya diam-diam.

Sampai akhirnya pria itu menyadarinya.

"Kau menatapku lagi."

ucapnya.

Rubi langsung pura-pura sibuk meminum susu.

"Aku tidak menatapmu."

"Bohong."

Rubi mendelik.

Alexander terlihat jauh lebih santai pagi ini.

Bahkan sesekali menggodanya.

Dan itu membuat jantung Rubi berdebar tanpa alasan.

---

Setelah selesai makan, Alexander akhirnya mengantar Rubi kembali ke kamar.

Awalnya Rubi menolak.

Karena jarak kamar dan ruang makan tidak jauh.

Namun Alexander tetap bersikeras.

"Kau kurang tidur."

katanya.

"Kau juga."

balas Rubi.

"Aku bisa tidur nanti."

"Dan aku juga bisa."

Alexander menghela napas panjang.

Kadang wanita ini jauh lebih keras kepala dibanding dirinya.

Saat mereka sampai di depan kamar, Rubi tiba-tiba berhenti.

Alexander ikut berhenti.

"Ada apa?"

tanyanya.

Rubi menggigit bibir bawahnya.

Seolah sedang memikirkan sesuatu.

Kemudian akhirnya berkata,

"Jangan pergi lagi tanpa kabar."

Suara wanita itu sangat pelan.

Namun Alexander mendengarnya dengan jelas.

Pria itu terdiam.

Untuk beberapa detik.

Lalu menatap Rubi dalam-dalam.

"Semalam aku memberi kabar."

ucapnya.

"Iya."

"Setiap dua jam."

"Iya."

"Jadi apa maksudmu?"

Wajah Rubi langsung memerah.

Karena sebenarnya ia sendiri tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

Yang ia maksud bukan pesan.

Bukan laporan.

Melainkan...

Perasaannya.

Rasa takut yang muncul saat tidak melihat Alexander.

Rasa khawatir yang membuatnya tidak bisa tidur.

Namun mana mungkin ia mengatakannya?

Pada akhirnya Rubi hanya menunduk.

"Aku hanya khawatir."

akuinya pelan.

Dan kalimat sederhana itu berhasil membuat jantung Alexander berdetak lebih keras dari biasanya.

---

Beberapa jam kemudian.

Matahari mulai terbit.

Untuk pertama kalinya setelah semalaman berjaga, mansion kembali tenang.

Alexander akhirnya masuk ke ruang kerjanya.

Namun bukannya langsung bekerja, ia justru duduk diam.

Pikirannya terus mengingat wajah Rubi tadi pagi.

Wajah yang dipenuhi kekhawatiran.

Air mata yang jatuh saat melihat dirinya pulang.

Dan pelukan yang masih terasa hangat sampai sekarang.

Pria itu mengusap wajahnya pelan.

"Aku benar-benar sudah selesai."

gumamnya.

Selama bertahun-tahun ia hidup tanpa membiarkan siapa pun masuk ke dalam hidupnya.

Karena dunia yang ia jalani terlalu berbahaya.

Terlalu kotor.

Namun Rubi datang dan menghancurkan semua pertahanannya.

Perlahan.

Tanpa ia sadari.

Sampai akhirnya ia berada di titik sekarang.

Titik di mana satu-satunya hal yang paling ia takutkan adalah kehilangan wanita itu.

---

Siang hari.

Rubi sedang beristirahat di ruang keluarga.

Karena kurang tidur, matanya terasa berat.

Namun ia tidak benar-benar ingin tidur.

Saat itulah bayi dalam kandungannya bergerak cukup kuat.

Tap.

Rubi tersenyum.

"Sepertinya kamu senang ayahmu pulang."

bisiknya.

Bayi itu kembali bergerak.

Membuatnya tertawa kecil.

Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki.

Alexander datang.

Masih mengenakan pakaian yang sama.

Namun wajahnya terlihat jauh lebih segar setelah mandi dan beristirahat beberapa jam.

"Kau belum tidur?"

tanya pria itu.

Rubi menggeleng.

"Tidak bisa."

Alexander duduk di sampingnya.

Lalu memperhatikan perut Rubi yang kembali bergerak.

"Aktif?"

"Iya."

jawab Rubi.

Tanpa diminta, Alexander langsung meletakkan telapak tangannya di atas perut tersebut.

Gerakan yang sudah menjadi kebiasaan.

Dan seperti biasa, bayi itu bergerak lagi.

Membuat Alexander tersenyum tipis.

"Aku rasa dia mengenal suaramu."

kata Rubi.

"Mungkin."

jawab Alexander.

Meski dalam hati ia berharap itu benar.

---

Menjelang sore.

Mereka menghabiskan waktu bersama di taman belakang.

Cuaca setelah hujan terasa sejuk.

Udara segar memenuhi seluruh area mansion.

Rubi duduk di gazebo sambil menikmati teh hangat.

Sedangkan Alexander duduk di sampingnya.

Tidak bekerja.

Tidak menerima telepon.

Tidak melakukan apa pun.

Hanya menemani Rubi.

Sesuatu yang dulu tidak pernah ia lakukan kepada siapa pun.

"Alexander."

panggil Rubi tiba-tiba.

"Hm?"

"Apakah masalah semalam sudah selesai?"

Pertanyaan itu membuat Alexander terdiam sesaat.

Lalu menggeleng pelan.

"Belum."

Jantung Rubi langsung menegang.

Namun sebelum ia sempat bertanya lebih lanjut, Alexander menggenggam tangannya.

Gerakan yang membuat Rubi membeku.

"Aku akan menyelesaikannya."

ucap pria itu.

Tatapannya begitu serius.

Begitu meyakinkan.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu hidup kita."

Kata "kita" membuat hati Rubi bergetar.

Karena untuk pertama kalinya Alexander mengucapkannya dengan begitu alami.

Seolah dirinya dan bayi mereka memang sudah menjadi bagian dari hidup pria itu.

Dan jauh di dalam hati Rubi, harapan yang selama ini ia sembunyikan mulai tumbuh semakin besar.

Harapan bahwa suatu hari nanti, hubungan mereka tidak lagi hanya tentang pernikahan karena keadaan.

Melainkan tentang cinta yang sesungguhnya.

1
Alia Chans
like + 🌹+ komen semangat thor ✍️🤭





kalo sempat mampir ya thor🤭😉
wulaniii
gais jangan lupa like dan komen kalo bisa nonton iklanya 🤭🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!