Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Mulai Mengambil Tindakan
Komandan pasukan Xue Long yang melindungi Penguasa Kota Moyan, dia baru saja ingin pergi memimpin lima ratus prajurit menuju gerbang utama kediaman yang sudah hampir roboh.
Namun, tidak disangka, belum juga pergi dari paviliun yang menjadi tempat tinggal Penguasa Kota, dia menyaksikan sekelompok wanita datang dan langsung menyerang prajuritnya.
Prajurit Xue Long yang tubuhnya tinggi besar, mereka dengan mudahnya dirobohkan oleh para wanita yang ternyata merupakan prajurit Huangtian.
"Beraninya kalian melakukan serangan dari belakang. Dasar sekelompok wanita pengecut, hari ini kalian semua akan mati di..."
Ucapan itu tidak sempat diselesaikan, sebab dua anak panah besi sudah lebih dulu menancap di kepala dan dadanya, memberikan kematian yang begitu cepat.
"Cih, siapa juga yang melakukan serangan dari belakang? Tidak ada yang namanya serangan dari belakang, yang ada kalian itu lengah dan akibatnya adalah kematian juga kekalahan!"
Pertempuran baru dimulai, tapi dengan tewasnya Komandan Xue Long, pertempuran berakhir dengan cepat.
Selama berlangsungnya pertempuran, seratus prajurit wanita yang dipimpin Song Jiao jumlahnya tidak berkurang, dan kalaupun ada yang terluka, itu hanyalah luka kecil yang sama sekali tidak mengancam nyawa.
Hanya dengan 100 prajurit, hampir seribu prajurit Xue Long ditambah seorang Komandan Xue Long berhasil dikalahkan.
Saat Qin Tianyu, Qin Zixuan dan para Komandan pasukan Kavaleri Harimau Besi tiba di paviliun tempat tinggal Penguasa Kota Moyan, mereka dibuat terkejut, kagum, juga tercengang begitu tau apa yang baru saja terjadi.
Hanya dengan seratus prajuritnya Song Jiao berhasil mengalahkan Komandan Xue Long dan hampir seribu prajurit Xue Long.
Pencapaian yang luar biasa ini bahkan tidak bisa dicapai oleh Qin Haoran di masa jayanya. Sunggu pencapaian yang sangat luar biasa.
Tetapi tidak lama kemudian mereka semua kembali dikejutkan dengan keadaan Song Jiao dan seratus prajuritnya yang hanya ada beberapa mengalami luka ringan, sementara sisanya baik-baik saja, sama sekali tidak ada yang gugur selama berlangsungnya pertempuran.
"Orang tua itu pasti akan tertawa lebar begitu tau apa yang terjadi hari ini."
Qin Tianyu yakin dengan ucapannya, tapi segera dia fokus pada Penguasa Kota Moyan dan anggota keluarganya yang berhasil ditangkap saat ingin melarikan diri melalui jalan rahasia.
Penguasa Kota Moyan memiliki satu istri sah, empat selir dan putra juga putri sebanyak tujuh orang. Dari semua itu, semuanya berhasil ditangkap, termasuk dua orangtua Penguasa Kota yang saat ini terus mencaci-maki Qin Tianyu, menganggapnya sebagai penjahat yang telah menghancurkan Kota Moyan.
Caci-maki pihak yang kalah perang sama sekali tidak dipeduliin oleh Qin Tianyu. Dia dengan tenang memberi perintah untuk memasukkan mereka semua ke dalam penjara, dan jika ada yang melakukan perlawanan, prajurit diizinkan melakukan eksekusi di tempat.
Begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Qin Tianyu, suasana menjadi jauh lebih tenang, dan para tahanan patuh dibawa dan dijebloskan ke dalam penjara.
Kurang dari setengah hari Kota Moyan akhirnya resmi kembali ke tangan pemilik aslinya, bukan lagi menjadi bagian wilayah dari Kekaisaran Xue Long. Dengan begini sudah dua Kota berhasil direbut Kavaleri Harimau Besi sejak memutuskan masuk ke wilayah Xue Long, dan ini belum berakhir.
Masih ada beberapa Kota yang akan dicoba untuk ditaklukkan, sebelum akhirnya mereka tiba di ibu kota Xue Long, tempat yang belum pernah ditembus oleh pasukan Huangtian, bahkan di masa keemasan Kaisar Kedua Huangtian yang pada waktu itu hampir menaklukkan seluruh wilayah Xue Long.
***
"Hanya dalam beberapa hari dua Kota berhasil direbut dari Xue Long?"
Ketika Kaisar Song Zhentian kembali mendengar kabar baik dari utara, dia menyambut kabar baik itu dengan senyuman lebar, meski sampai sejauh ini dia belum pernah melihat secara langsung dua senja baru yang dimiliki pasukan keluarga Qin.
Sejak menjabat sebagai Kaisar, Kaisar Song Zhentian selama ini lebih fokus pada banyaknya permasalahan serius yang ditinggalkan oleh Kaisar sebelumnya, sosok Kaisar yang dinilai sangat buruk oleh rakyatnya sendiri.
Masalah kelaparan, gagal panen, pajak yang terlalu tinggi, hingga adanya pengungsi dan pemberontak.
Masalah-masalah itu menyita banyak waktu yang dimiliki Kaisar Song Zhentian, hingga dia hampir lupa dengan situasi di utara.
Untungnya masih ada keluarga Qin yang menjaga wilayah utara, dan saat akhirnya banyak permasalahan di dalam negeri terselesaikan, kini Kaisar Song Zhentian bisa lebih fokus mengurus masalah perbatasan.
"Jenderal Qin Haoran juga seluruh anggota keluarganya, mereka memang tidak pernah membuatku kecewa!"
Keluarga Qin adalah salah satu pilar pendiri Kekaisaran Huangtian, tapi di masa kepemimpinan Kaisar sebelumnya yang terlalu takut pada ancaman pemilik kekuatan militer, hampir saja dia menghancurkan hubungan dengan keluarga Qin, membuat wilayah perbatasan akan benar-benar kacau jika keluarga Qin memutuskan beralih mendukung Xue Long.
Untungnya keluarga Qin sangat setia, dan setelah Kaisar Song Zhentian naik tahta menjadi Kaisar selanjutnya, hubungan itu cepat diperbaiki, tapi kembali renggang saat dijatuhkannya hukuman pada kedua orangtua Song Jiao, dimana ibu Song Jiao adalah putri kesayangan di keluarga Qin.
"Yang Mulia, dari laporan terakhir yang disampaikan pengawas militer di utara, kemenangan ini tidak lepas dari jasa besar Nona Song Jiao, keponakan Yang Mulia, putri Raja Chen..."
"Kasim Wei Gong, apa kamu ingin aku secepatnya membersihkan nama Raja Cen?"
Kaisar yang tau maksud dan tujuan ucapan Kasim kepercayaannya, cepat dia memotong ucapan orang itu.
Sementara itu Kasim Wei Gong yang maksud dan tujuannya telah diketahui oleh Kaisar, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Aku dengar Raja Beiliang, Song Yanzhe baru saja tiba di ibu kota. Kasim Wei, bagaimana kalau kamu segera mengirim orang untuk menangkapnya? Lalu dalam sidang esok hari, aku sendiri yang akan mengungkap seluruh kejahatannya, lalu membersihkan nama Raja Chen!"
Ucapan Kaisar adalah perintah, dan tentunya Kasim Wei Gong patuh pada perintah Kaisar.
Sekarang juga Kasim Wei Gong pergi menemui seseorang yang lebih dari mampu menangkap Raja Beiliang, Song Yanzhe, meski sang Raja mengerahkan sisa-sisa kekuatannya untuk melakukan perlawanan.
Seluruh kekuatan yang dibangun dari nol oleh Raja Beiliang telah dihancurkan dan dimusnahkan oleh Kaisar Song Zhentian, termasuk keberadaan kelompok pembunuh bayaran yang memiliki kerjasama dengan Raja Beiliang.
Selama ini Raja Beiliang terlalu bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukan sebab Kaisar tidak menaruh kecurigaan apapun padanya. Tetapi begitu kebenaran yang sesungguhnya terungkap, Kaisar langsung saja mengambil tindakan tegas, apalagi dalam waktu ke waktu barang bukti yang dikirim keluarga Qin semakin banyak.
"Adik, tunggu sebentar lagi dan aku pasti menegakkan keadilan untukmu! Semua ini aku lakukan semata-mata untuk mendapatkan maaf darimu, setidaknya begitu tiba saatnya aku kembali bertemu denganmu dan Kakek, aku tidak akan lagi menjadi sosok yang paling kalian benci karena telah gagal menjadi sosok Kaisar yang baik dan adil!"