NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Tapi Ma, seperti nya Maira tidak suka jika aku tinggal di sini. Bukti nya dia bilang seperti itu!" Nia berkata sambil menangis.

"Nia, kamu tenang saja. Mama akan buat Maira tidak bisa lagi menghina mu, kau akan segera menggantikan posisi Maira di rumah ini!" Mama Wina berjanji pada Nia.

Mendengar janji Mama Wina, Nia tersenyum sinis. Dia memang menginginkan posisi Maira di rumah ini, dia ingin menjadi istri nya Azam. Toh selama ini Azam sudah memberikan perhatian pada nya, sehingga membuat nya merasa bahwa Azam mencintai nya.

'Mama merestui aku dan Azam, maka aku tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini. Aku akan merebut posisi mu, Maira. Di rumah ini dan juga di hati nya Azam, akan ku buat kau di usir dari sini!' Batin Nia di dalam hati.

Nia tersenyum licik, kehidupan nya akan lebih baik jika dia menjadi istri nya Azam. Dia bisa menguasai gaji Azam sepenuh nya, Mama Wina bilang selama ini Azam adalah seorang manager. Nia tidak tahu jika Azam hanya lah staf biasa, dan yang manager adalah Maira.

'Mulai hari ini, aku akan merebut hati Azam, pelan tapi pasti dia akan meninggal kan Maira untuk ku dan juga Ayu!' Batin Nia di dalam hati.

Dengan di bantu oleh Mama Wina, Nia mulai menyusun semua barang - barang nya dan Ayu di kamar tamu. Pada saat yang sama, Azam tiba di rumah nya.

"Assalam mu'alaikum!" Azam mengucap kan salam saat masuk ke dalam rumah.

"Wa'alaikum salam!" Jawab Mama Wina dan Nia bersamaan.

"Loh Ma, barang - barang siapa ini? Kenapa ada di rumah kita?" Tanya Azam dengan heran.

"Barang - barang nya Nia dan Ayu, Zam. Mulai hari ini mereka berdua akan tinggal bersama kita di rumah ini, rumah nya Nia sudah di jual!" Mama Wina menjelaskan pada Azam.

"Kenapa rumah nya mas Damar di jual, Ma? Itu kan rumah warisan dari mas Damar buat Ayu dan juga mbak Nia?" Azam terkejut mendengar penjelasan Mama nya.

"Zam, Maira sudah tidak mau memberikan uang lagi untuk Nia dan juga Ayu. Kamu tahu sendiri kan, kebutuhan mereka banyak. Nia menjual rumah nya dan uang nya dia gunakan untuk investasi, nanti hasil nya bisa untuk kebutuhan mereka berdua. Selain itu dia juga akan membantu memenuhi semua kebutuhan kita di rumah ini, tidak seperti istri mu itu, yang ingin menguasai semua uang gaji mu sendiri!" Mama Wina memuji Nia dan menjelekkan Maira.

"Ya udah deh, terserah Mama saja. Oh ya Maira nya mana? Apa dia sudah pulang bekerja?" Tanya Azam pada Mama nya.

"Sudah dari tadi, dia sudah masuk ke dalam kamar nya setelah tadi menghina Nia!" Mama Wina mengadu pada Azam.

"Ya udah Ma, nanti biar Azam yang bicara sama Maira!" Azam pun meninggal kan Mama Wina dan Nia di ruang tamu.

Azam langsung masuk ke dalam kamar nya, dia melihat Maira sedang berbaring di atas tempat tidur. Maira hanya diam, dia sedang malas berdebat dengan Azam tentang Nia.

"Mai, ku harap kau bisa bersikap lebih baik pada mbak Nia. Kasihan dia tidak punya siapa - siapa selain kita!" Azam mulai bicara pada Maira.

"Apa yang aku lakukan mas? Apa selama ini aku pernah menyusahkan mbak Nia? Tidak kan, jadi kenapa kau bicara seolah - olah aku menyakiti nya?" Tanya Maira dengan nada yang cukup tinggi.

"Maksud ku bukan begitu Maira, mulai hari ini mbak Nia akan tinggal di rumah kita. Dan ku harap kau akur - akur lah dengan mbak Nia!" Azam berkata lagi.

"Mas, mbak Nia punya rumah sendiri, lalu kenapa dia harus tinggal di sini, di rumah ini? Apakah belum cukup kau memenuhi semua kebutuhan mereka selama ini!" Maira terlihat sangat geram dengan suami nya.

"Mai, rumah mbak Nia sudah di jual. Dia ikut investasi karena tidak ingin bergantung pada kita lagi, dan sekarang dia terpaksa tinggal di sini bersama kita!" Azam menjelaskan alasan Nia tinggal di rumah mereka.

"Tinggal di sini harus tahu diri mas, jangan bersikap selayaknya nyonya rumah. Lagian kan selama ini kita selalu bertanggung jawab terhadap mereka berdua, baik kebutuhan mbak Nia dan juga Ayu kita penuhi semua!" Maira berkata dengan ketus.

"Kita akan lihat saja mas ke depan nya, apakah benar mbak Nia tidak akan bergantung pada kita lagi. Dan ingat satu hal mas, kau yang mengizin kan dia tinggal di sini. Jadi kau juga yang harus bertanggung jawab terhadap semuanya, aku tidak mau ikut campur!" kembali Maira menambahkan

"Iya Mai, aku paham!" Azam mengangguk kan kepala nya.

"Oh ya mas, mulai bulan depan silahkan kau bayar cicilan rumah ini, aku berhenti membantu mu!" Maira berkata dengan tegas.

"Mai, jangan begitu Mai, kau tahu sendiri kan gaji ku tidak cukup. Belum lagi uang bulanan untuk Mama dan Lara, dia tambah lagi kebutuhan Ayu. Aku mohon Mai, jangan seperti ini!" Azam membujuk Maira.

"Kau kepala keluarga di rumah ini, jadi aku kembali kan semua kewajiban ini pada mu. Apalagi tadi Mama bilang bahwa mbak Nia ikut investasi dan hasil nya cukup gede, jadi kau bisa minta bantuan sama mbak Nia. Kan dia juga tinggal secara gratis di rumah ini!" Maira berkata sambil tersenyum tipis.

"Mai, mbak Nia adalah tamu dinl rumah ini. Tidak pantas meminta nya membayar angsuran rumah ini!" Azam membela Nia.

"Mas, adab bertamu hanya 3 hari, tidak lebih. Tapi kini mbak Nia akan tinggal selamanya di rumah ini, jadi dia wajib membantu semua pengeluaran di rumah ini!" Maira berkata sambil tersenyum.

"Maira, kamu berubah Mai. Kau bukan lagi Maira yang aku kenal dulu, Maira yang baik dan penurut!" Azam berkata dengan nada kecewa.

"Maaf mas, aku bukan lah mesin Atm keluarga mu. Sudah cukup selama bertahun - tahun aku di jadikan mesin pencetak uang oleh keluarga mu, aku selalu dituntut selalu ada saat mereka membutuhkan. Tapi kau sebagai suami bukan nya membela ku, kau malah mendukung mereka semua dengan menjadikan aku sebagai mesin Atm keluarga mu!" Maira berkata dengan nada kecewa.

Setelah berkata seperti itu, Maira bergegas masuk ke kamar mandi. Dia ingin mendingin kan kepala nya yang terlanjur panas karena emosi, Maira berendam di dalam bath up dalam waktu yang cukup lama, agar emosi yang memuncak sedikit mereda.

Sementara Azam hanya memijit kepala nya sendiri yang terasa mau pecah, dia tidak tahu lagi bagaimana cara nya membujuk Maira agar bisa akur dengan keluarga nya. Selama 5 tahun menikah, baru kali ini Maira bersikap tegas dan berani membantah nya.

1
Siti Zaid
Author lanjut dan beri mereka pembalasan yg setimpal utk rasa sakit hati nya maira...😠
Thewie
buat aja Thor siazam tuh cepat ceraikan maira.. muak aku lihat omaknya sama iparnya itu. rasanya Indak kuputokkan kepalanyo
Hary Nengsih
maira dh lah kluar dr rumah
Anonim
MANA ADEGAN BUNUH BUNUH NYA? ADEGAN PEMBANTAIAN NYA MANA??? SEPERTI AINZ MEMBANTAI 70000 KSATRIA KERAJAAN RE-ESTIZE
Siti Zaid
Author lanjut..senangnya bila hati melihat maira yg tetap dengan pendiriannya utk tidak membantu suami dan keluarganya..👍👍👍
Zhafran Althaf
bagusss maiiii baguss kalau bisa gugat cerai diam2 biar melotot semuanya🤣🤣🤣
Hary Nengsih
udh lah kluar aja dr rumah gak d anggap istri jg
Siti Zaid
Arini..bantu maira buat kasi pelajaran utk keluarga toxic..harusnya Azam dipukul biar patah semua tulang belulang nya😄biar tahu rasa..dasar laki mokondo😠
Thewie
lawan maira lembek kalipun kau 💪
Zhafran Althaf
thorrrr entong nasi dari kayu mau aku pukulin ke kepala Azam dan keluarganya ngjk kesel berjamaah ya thor🤣🤣🤣
Thewie
thor kayaknya kamu ngajak kami emosi berjamaah ya
Zhafran Althaf: lha iya bener kak😄😄😄
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut ,,gedeg m azam
Siti Zaid
Author lanjut..hati makin panasss🤭
Siti Zaid
Maira jangan mengalah dan lemah didepan semua keluarga toxic itu..kuatkan hatimu..buat mereka menyesal kerana telah menghianati kamu...😠
Anonim
betul.. seperti itu..
rasa sakit itu akan menjadi dasar balas dendam mu, kau harus bangkit berdiri dan lawan semua musuh mu.. TATAKAE TATAKAE
Hary Nengsih
lanjut
Thewie
thor cepatkan laku mobil itu. biar tau rasa mereka
Zhafran Althaf
huuuuuu orang kayaaaa katanyaaaa🤣🤣🤣🤣
Anonim
HALAL DARAH MEREKA AZZAM ,IBUNYA AZZAM, NIA..
LAKNATULLAH... AYO SEMUA NYA TERIAK LAKNATULLAH
Siti Zaid
Terima kasih sudah update lagi...author lanjut..geram dengan Azam dan Nia..azam mau menikah lagi..satu isteri saja tidak mampu menafkahi...inikan nikah lagi😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!