NovelToon NovelToon
Putri Penguasa Yang Terlupakan

Putri Penguasa Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Aku terbangun di tubuh anak perempuan yang beusia 5 tahun, merupakan anak kandung Lucas Alexandro yang mengalami hidup yang teragis sebagai anak yang tidak di inginkan. Sang ayah memilih anak angkat untuk di jadikan putri dan aku malah di bunuh dengan tangan ayah ku sendiri karena hasutan sang pembantu anak angkatnya.

Bagaimana kelanjutan cerita ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Culik

Kini mobil terparkir di kediaman Setiawan yang cukup mewah meskipun tidak semewah milik Lucas. Baru saja mesin mobil di matikan, Shopia dengan cepat membuka pintu mobil sebelum orang dewasa lainnya keluar.

Lucas ingin menahan dengan buru-buru membuka pintu mobil itu namun ada seseorang yang menahan langkahnya. Membuat Lucas tertahan dan hanya melihat kepergian Shopia.

"Tuan, Anda sudah sampai pasti Anda ingin menjemput Nona kami," sapa Mia, pengasuh Lily sedari kecil mengosok tangannya dan tersenyum.

Lucas memandangi seperti layaknya seorang penjilat yang ingin hidup nyaman dalam naungannya. Lucas terlihat tidak perduli dan malah meninggalkan wanita paru-baya itu.

Sedangkan Shopia sudah sampai di kamar Lily yang cukup mewah dengan warna pink khas untuk seorang putri. Banyak boneka di dalam sana dari mulai kecil hingga besar. Seolah mengatakan pada Shopia bahwa Lilu sangat di cintai ayahnya.

Beda dengan dirinya, "Hah..." Shopia menarik nafasnya kasar.

Dia kemudian mendekati Lily yang seumuran dengan dirinya itu. Shopia melihat Lily mengemasi barang-barang sendiri, dia pun inisatif membantunya.

"Halo, Nona Lily saya Shopia ingin membantu Anda," sapa Shopia tersenyum dengan ketulus sembari menatap wajah gadis imut itu.

Lily mengembungkan pipinya merasa heran sebab tak ada pelayan dengan usia yang sama dengan dirinya yang bekerja di kediamannya.

"Siapa kamu?" tanya Lily penasaran.

"Saya dari kediaman Tuan Lucas, saya di bawa kesini untuk menemani Anda nanti di rumah," bohong Shopia memandang ke arah lain.

Lily menarik bibir sedikit seperti seutas senyuman, dia senang ternyata orang yang akan menjadi ayahnya nanti sudah datang. Dia ingin segera menghampiri Lucas dengan terburu-buru masukkan barangnya kedalam koper.

"Sini ku bantu ya, Nona," ucap Shopia dengan langsung membantu memasukkan barang Lily kedalam kopernya.

Tidak berselang lama semua barang telah masuk kedalam koper, namun tiba-tiba ada suara decitan panjang yang menganggu telinga mereka hingga kedua anak gadis itu menoleh kearah pintu.

Brugh!...

Pintu di dobrak dengan kasar membuat kedua nya tersentak kaget dan berusaha mundur dari tempatnya. Sekelompok orang bertopeng tiba-tiba menyerbu masuk kedalam ruangan itu.

"Yang mana anak itu?" tanya salah satu pria bertopeng menatap temannya yang sedang menodongkan senjata api.

"Pasti yang nampak mengkilap ini, bukan anak kucel ini," tunjuk temannya pada Lily dan Shopia yang kini gemetaran karena takut.

Shopia menarik gaunnya karena di anggap kucel, namun gaun terlihat cukup layak. Apa mungkin mereka tau bahwa Shopia adalah anak yang di abaikan.

Pria bertopeng itu terlihat menganggukkan kepala, "Kau ada benarnya juga, tapi kita bawa saja dua-duanya. Ada kemungkinan anak ini juga mempunyai sangkut pautnya dengan Bos Alexandro itu,"

"Benar, kita bawa saja keduanya, whahahaha..." kekehnya dengan mengacuhkan senjata apinya ke langit-langit ruangan itu.

Selepas tawa itu berhenti salah satu pria bertopeng itu membekap mulut Shopia dan mengendong nya, begitu dengan pria bertopeng lain membekap Lily. Mereka berdua memberontak meminta di lepaskan, namun tubuh mereka tidak kuat untuk melawan mereka yang sudah dewasa.

"Diam! Jangan berisik atau aku akan buang kalian ke jurang," gertak salah satu pria bertopeng itu yang mampu membuat kedua anak itu tegang.

Mereka kemudian meninggalkan tempat itu, dengan sebelumnya meninggalkan sepucuk surat di atas koper Lily.

*

Tidak berselang lama Lucas sampai di kamar Lily, setelah beberapa kali di hadang oleh Mia yang mencerita betapa manis dan lugunya sang Nona yang tinggal di kediaman itu. Lucas jengah dan akhirnya meminta Mia untuk diam sehingga Lucas bisa melanjutkan perjalanan menuju kamar Lily.

Sesampainya di kamar itu Lucas merasa ada yang tidak beres dengan ruangan itu. Pintu yang baru saja dia lewati seperti ada seseorang yang sengaja merusaknya dan mata Lucas langsung tertuju pada surat yang berada di atas koper Lily.

Lucas menyentuhnya sejenak, kemudian menoleh pada Bima yang berada di belakangnya, "Bima, cepat cari Shopia, dan Lily di sekitar sini, aku khawatir mereka menyusahkan ku lagi,"

Bima menganggukkan kepala tidak mempertanyakan perintah itu mengikuti keinginan Lucas, "Baik Tuan akan saya laksanakan,"

Mia langsung panik dan wajah memucat mendengar perkataan Lucas, ''Ada apa ini Tuan? Apa yang terjadi dengan Nona kesayangan kami? Saya tidak bisa membayangkan kalau Nona kami terluka," keluh Mia dengan gaya memelas pada Lucas.

"Kau diam! Jangan menimbulkan masalah lain!" gertak Lucas, membuat Mia seketika terdiam tanpa suara dan hanya menundukkan padangannya.

"Heh..."

Lucas mendengus dan kembali melihat kearah kertas yang di letakkan di atas koper Lily, jujur saja dia tidak terlalu perduli dengan anak yang baru dia jemput saat ini. Namun, yang dia khawatirkan malah Shopia, sang anak yang selalu dia anggap licik itu.

'Anak itu pasti selamat, dia kan anak yang licik,' gumamnya dalam hati seolah menyemangati dirinya sendiri.

Lucas kemudian membuka kertas itu, "Kalau kau ingin anak ini selamat kau harus memberikan sebuah data rahasia, temui kami di jalan flamboyan, ada gedung terbengkalai disana. Masuklah sendirian dan jangan bawa siapapun," ancam orang yang menulis di kertas itu.

Lucas sama sekali tak gentar malah mencengkram kertas itu dengan erat hingga menjadi gulungan kecil yang tak berbentuk. Tidak berselang lama, Bima datang menghadap dan membungkukkan sedikit tubuhnya.

"Tuan kami tidak menemukan keberadaan Nona Shopia dan Nona Lily," tutur Bima mengerutkan kening seakan merasa bersalah.

"Sudah tidak perlu di cari lagi, mereka telah di culik dan aku harus menjemputnya sendiri," sahut Lucas dengan matanya yang menajamkan.

"Ya ampun! Nona kami diculik, tolong Tuan! Tolong Nona kami!" teriak Mia mengelap matanya yang tidak menangis, jujur saja dia sedang berpura-pura seolah Lily adalah Nona kesayangannya.

Mata Bima langsung menyipit tidak suka dengan prilaku Mia yang sedang menjilat pada Tuannya. Dia merasa jijik dengan tingkah kekanakan Mia, yang bahkan tuannya pun tak perduli pada Mia.

Benar saja isi pikiran Bima bahwa Lucas tidak perduli dengan Mia, malah dengan langkah lebarnya Lucas meninggalkan Mia bahkan hampir menyikut bahu wanita paru-baya itu kalau saja Mia tidak menyingkir dari jalannya. Mia melihat dinginnya sikap Lucas seolah tidak perduli dan malah mengikuti langkah pria itu menuju mobilnya.

"Tunggu Tuan, saya ingin ikut Anda, saya ingin membantu menyelamatkan Nona," pinta Mia berlari kearah mobil yang sudah di naiki Lucas.

"Tidak perlu, kau hanya ingin menyulitkan ku," tolak Lucas mengibaskan tangan ketika Mia mencoba berbicara dari luar mobil.

"Saya mohon Tuan, Anda harus ingat pengorbanan Tuan Setiawan," mohon Mia sembari menangkupkan kedua tangannya.

"Pandai kau menasehati ku!" geram Lucas rendah, dengan rahang yang kini mengeras.

"Ampun Tuan, saya tidak berani tapi..." Mia memelas, dia cukup takut dengan wajah dingin nan buas itu.

"Kau banyak bicara, ikutlah naik di mobil belakang,"

1
Cty Badria
👍
Rere Lumiere
Cerita ini kalau sepi pembaca akan di hapus pada bab 20, jadi yang suka cerita ini tolong ramaikan ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!