NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Di dalam mansion, suasana kacau balau. Bram sudah dibawa oleh pihak kepolisian atas laporan percobaan pembunuhan yang diajukan oleh Doni, karena di dalam saku Bram terdapat bukti sebuah ponsel, dan di sana ada chat yang memerintahkan Bram pada anak buahnya untuk menukar obat yang di bawa kakek Harison dengan obat jantung dosis tinggi, Maudi sudah menyabotase ponsel Bram agar tidak ada chat atau sambungan langsung ke Seina .

Seina duduk di tepi ranjang kamarnya dengan tubuh yang terus bergetar. Ia merasa seolah-olah ada ribuan mata yang menatapnya dari kegelapan.

Sementara itu, Maudi masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di paviliun sederhana, kamar yang sengaja diberikan Seina di paviliun paling belakang dekat gudang agar Maudi merasa terhina. Namun, begitu pintu dikunci, Maudi melepaskan cadarnya.

Wajah aslinya yang cantik luar biasa, yang selama ini ia sembunyikan dengan teknologi pengacak biometrik, terpantul di cermin. Ia menyalakan laptop ultra-tipis miliknya yang memiliki logo Sektor 7.

"Nona, seseorang mencoba menembus firewall mansion dari server luar," lapor suara digital dari laptopnya.

"Aku tahu. Itu si Tuan Steril," gumam Maudi sambil menyesap air putih. "Dia sangat gigih untuk ukuran orang yang takut pada debu."

Maudi mengetikkan serangkaian kode. Ia tidak hanya mengunci CCTV, tapi ia juga mengirimkan umpan balik ke server Rasya. Sebuah virus pengintai yang tidak akan merusak sistem Rasya, namun akan memberikan Maudi akses untuk melihat apa pun yang sedang dilihat oleh Rasya.

"Jika kau ingin mengintaiku, Tuan Rasya yang higienis... maka aku akan balik mengintaimu," batin Maudi dengan senyum tipis.

"apa yang sebenarnya anda inginkan, sehingga ikut campur dalam keluarga ku"gumamnya pelan.

Maudi keluar dari kamarnya, kembali mengenakan cadar dan jubah lusuhnya. Ia masuk ke rumah utama , sebenarnya kakek Harison menyuruh Maudi untuk tinggal di dalam mansion, tapi Maudi tidak mau karena ia sudah nyaman berada di paviliun seorang diri. Agar privasi nya tidak terganggu. Tetapi kakek horison serta Doni membuka akses pintu mansion untuk Maudi agar bisa masuk kapan saja saat ia membutuhkan sesuatu.

Maudi berjalan melewati kamar Eliza yang sedang menangis sesenggukan karena syok melihat Bram yang babak belur.

Maudi sengaja menjatuhkan sebuah foto lama di depan pintu kamar Eliza. Foto itu adalah foto bayi yang baru lahir di sebuah rumah sakit tua, dengan dua gelang identitas yang tampak sengaja diletakkan bersisihan sebelum tertukar.

"Aduh, barangku jatuh," ucap Maudi dengan suara yang cukup keras agar Eliza mendengarnya.

Eliza membuka pintu dengan kasar. "Heh, monster! Jangan berisik di depan kamarku!"

Mata Eliza tertuju pada foto yang tergeletak di lantai. Ia memungutnya dengan dahi berkerut. "Apa ini? Foto bayi siapa? Kenapa tanggal lahirnya sama denganku?" disana ada dua bayi dalam satu inkubator.

Maudi segera menyambar foto itu dengan gerakan canggung yang dibuat-buat. "Maaf, Kak Eliza. Itu... itu hanya sampah dari pesantren. Maudi buang dulu ya."

Maudi berlari pergi, meninggalkan Eliza yang terpaku. Benih keraguan pertama telah ditanam. Eliza, yang sangat menyayangi Kakek Harison, mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan sejarah kelahirannya sendiri.

"sebenarnya apa yang terjadi,di foto tadi ada dua bayi, dan di ambil dari tanggal dan tahun yang sama" gumamnya lirih.

____

Rasya masih berdiri di luar mansion, di bawah bayang-bayang pohon besar. Ia menggunakan teropong militer yang dilengkapi sensor panas. Ia melihat sosok berwarna biru dingin bergerak di dalam mansion.

"Dia bergerak menuju kamar Doni Daneswara," gumam Rasya.

Tiba-tiba, sensor panasnya menangkap sesuatu yang aneh. Sosok biru di dalam mansion itu berhenti, lalu berbalik arah dan menghadap tepat ke arah posisi Rasya bersembunyi, seolah-olah ia bisa melihat Rasya menembus tembok beton.

Melalui earpiece Kevin, terdengar suara gangguan sinyal. Dan tiba-tiba, sebuah suara wanita yang jernih namun penuh wibawa masuk ke saluran komunikasi rahasia Rasya.

"Tuan Rasya yang super higienis... udaranya sangat kotor di luar sana. Bukankah lebih baik Anda pulang dan mandi desinfektan daripada mengurusi urusan keluarga orang lain...atau saya perlu menyiram anda dengan air got yang ada di samping anda itu ?"

Rasya tersentak. Ia segera mematikan sensornya. Gadis itu baru saja meretas frekuensi komunikasinya yang terenkripsi tingkat tinggi.

Rasya bergidik setelah melihat ke bawah, ternyata ia berdiri di samping got yang tertutup oleh jembatan besi , seandainya ia tidak memakai masker mungkin akan muntah-muntah karena baunya

Rasya mundur beberapa langkah agar tidak terlalu dekat dengan got.

"Tuan! Dia masuk ke sistem audio kita!" seru Kevin ketakutan.

Rasya menarik napas panjang, menghirup aroma malam yang ia benci apalagi ada aroma-aroma got . Namun kali ini, ada kilat kegembiraan di matanya. "Dia baru saja mengajakku berdansa, Kevin. Dan aku tidak akan berhenti sampai aku tahu warna asli dari bidadari bersyal pink itu."

Kevin menghela nafasnya kasar, ia rasa bosnya itu sudah agak gila, CEO yang anti kuman mau berdiri di bawah pohon di samping got dengan wajah berseri-seri padahal mendapat ancaman dari seorang gadis misterius.

___

Rasya dan Kevin kembali lagi masuk kedalam mobilnya, bukan untuk pulang, tapi untuk merencanakan sebuah jebakan agar Maudi bisa menampakkan dirinya secara langsung., kalau menunggu waktu esok, sepertinya tidak mungkin, Rasya tipe laki-laki yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan tujuannya.

Malam itu, di dalam van pusat kendali yang beraroma seperti ruang operasi rumah sakit, Kevin menatap bosnya dengan mata berbinar-binar. Ia baru saja mendapatkan ide brilian setelah melihat kegagalan beruntun sistem mereka menembus pertahanan Maudi.

"Tuan Rasya, saya punya ide gila !" seru Kevin sambil membetulkan masker medisnya yang miring. "Gadis itu adalah aset! Kalau kita bisa membawa dia ke laboratorium kita, Tuan tidak perlu lagi pusing mencari formula pembasmi bakteri super. Dia itu penawar racun berjalan!"

Rasya melirik Kevin dengan tatapan dingin. "Lalu?"

"Kita culik dia, Tuan! Tapi dengan cara yang elegan. Kita gunakan jaring khusus berlapis cairan antiseptik agar saat dia tertangkap, dia langsung tersterilisasi dari debu jalanan!" Kevin memperagakan gerakan menangkap kupu-kupu dengan tangan gemetar.

Rasya terdiam sejenak. Pikirannya yang perfeksionis mulai menimbang-nimbang. Menjadikan Maudi aset perusahaan farmasinya adalah langkah strategis. Tapi menculik? Itu sangat... berantakan.

"apa kau siap untuk di tembak?" tanya Rasya dengan alis terangkat.

"saya bisa menebak tuan..., kalau Nona seperti itu tidak akan tega menembak seseorang...." jawab Kevin dengan mantap.

"Baiklah... Pastikan dia tidak menyentuh jok mobilku tanpa dilapisi plastik pelindung..., pakaian nya sangat kumuh dan dekil...pasti banyak kumannya," sahut Rasya akhirnya, yang artinya dia setuju.

___

Tengah malam, Maudi menyelinap keluar lewat jendela gudang belakang karena ada urusan sebentar.... Ia memakai gamis hitam yang bagian bawahnya ia lilitkan di perut, menyisakan celana panjang agar bisa memanjat pagar dengan mudah, ia bergerak tanpa suara seperti bayangan. Namun, baru beberapa langkah dari pagar, sebuah jaring besar berwarna putih salju mendadak jatuh dari atas pohon. di belakang mansion yang jauh dari kamera Cctv.

"Astaghfirullah....Apa ini" ucapnya dengan geram .

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!