NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: RUANG KEBENARAN YANG BERDARAH

​Gedung Lynn Tower masih dikepung oleh garis polisi dan riuh sirine, namun Nerina tidak lagi berada di sana. Ia berada di dalam sebuah mobil SUV perak—bukan hitam yang meledak tadi—yang melaju membelah kegelapan menuju pinggiran pelabuhan yang terisolasi.

​Ergino mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menggenggam jemari Nerina erat-engah. Rahangnya mengeras, auranya begitu pekat hingga udara di dalam mobil terasa berat.

​"Gino, apa yang akan kamu lakukan padanya?" tanya Nerina lirih. Ia masih bisa merasakan getaran di dadanya akibat ledakan tadi.

​"Memberikan apa yang sudah dia tabur selama dua kehidupan, Nerina," jawab Ergino tanpa menoleh. "Andrew Fidelis mengira dia bisa menantang maut. Dia lupa bahwa mautlah yang membawaku kembali ke sisimu."

​Mobil berhenti di depan sebuah gudang tua yang tampak tak terurus, namun begitu gerbangnya terbuka secara otomatis, bagian dalamnya menyerupai pusat komando militer yang canggih. Ini adalah salah satu markas rahasia Leif Capital.

​Dua pria bersetelan taktis hitam menyambut mereka dengan bungkukan rendah. "Tuan Leif, target sudah di dalam. Dia mencoba melawan, jadi kami terpaksa memberinya sedikit 'pelajaran'."

​Nerina melangkah masuk mengikuti Ergino. Di tengah ruangan yang hanya diterangi oleh satu lampu gantung yang goyah, Andrew Fidelis terikat di sebuah kursi besi. Wajahnya yang dulu selalu ia banggakan kini hancur lebam, darah mengalir dari pelipisnya.

​"Nerina..." Andrew tertawa parau saat melihat sosok wanita itu. "Kamu... kamu benar-benar punya peliharaan yang hebat, ya? Kenapa? Apa kamu tidak berani menghadapiku sendiri?"

​Ergino melangkah maju, memberikan isyarat pada anak buahnya untuk mundur. Ia berdiri tepat di depan Andrew, bayangannya menelan pria yang sedang sekarat itu.

​"Peliharaan?" Ergino menjambak rambut Andrew, memaksa pria itu menatap matanya. "Andrew, kamu bahkan tidak cukup berharga untuk menjadi mangsa bagi orang-orangku. Kamu tahu kenapa kamu masih bernapas sekarang?"

​"Karena kamu... kamu takut pada hukum!" ludah Andrew berdarah.

​"Hukum tidak berlaku di ruangan ini," desis Ergino. "Kamu masih hidup karena aku ingin kamu tahu satu hal. Di kehidupan yang lain, di tempat yang sangat dingin dan gelap, kamu membunuh Nerina. Kamu membiarkannya mati di gudang yang mirip dengan ini."

​Andrew mengerutkan kening, matanya yang bengkak menatap Ergino dengan bingung. "Kehidupan lain? Apa yang kamu bicarakan, pelayan gila?"

​"Aku menghabiskan sepuluh tahun dalam keputusasaan setelah kematiannya," lanjut Ergino, suaranya kini bergetar oleh kemarahan yang tertahan selama bertahun-tahun. "Aku membangun kekuasaan ini hanya untuk satu tujuan: menghancurkanmu sampai ke akarnya. Dan hari ini, aku tidak hanya menghancurkan bisnis ayahmu, aku menghancurkan setiap jengkal keberadaanmu."

​Nerina melangkah mendekat, berdiri di samping Ergino. Ia menatap Andrew dengan tatapan yang sudah tidak lagi mengandung kebencian, melainkan hanya kekosongan.

​"Andrew," panggil Nerina. "Elysia sudah mengakui semuanya sebelum dia ditangkap. Dia yang memberimu akses, tapi kamu yang menekan tombol ledakan itu. Kamu begitu terobsesi dengan uang keluarga Lynn sampai kamu lupa bahwa aku adalah manusia, bukan hanya batu pijakanmu."

​"Uang itu seharusnya milikku!" teriak Andrew gila. "Jika saja kamu tetap menjadi gadis bodoh yang mencintaiku, kita sekarang sudah berada di puncak dunia! Kamu yang mengkhianatiku dulu!"

​"Aku tidak pernah mengkhianatimu," sahut Nerina dingin. "Aku hanya berhenti menjadi bodoh."

​Ergino mengeluarkan sebuah dokumen dari sakunya—sebuah pengakuan tertulis tentang semua aksi kriminal Andrew, termasuk penggelapan dana Fidelis Group dan percobaan pembunuhan hari ini.

​"Tanda tangani ini, Andrew," perintah Ergino.

​"Dan jika aku menolak?"

​Ergino mengeluarkan sebuah jarum suntik kecil dari saku jasnya. "Ada jenis racun saraf yang bisa membuatmu merasakan sakit yang luar biasa seolah seluruh tulangmu patah satu per satu, tapi kamu akan tetap sadar sepenuhnya selama dua puluh empat jam. Kamu ingin mencobanya?"

​Wajah Andrew mendadak pucat pasi. Ia menatap mata Ergino dan ia tahu pria di depannya tidak sedang bercanda. Dengan tangan yang gemetar hebat, Andrew menandatangani dokumen itu.

​"Selesai," ucap Ergino, mengambil kembali kertas itu. ia menoleh pada anak buahnya. "Serahkan dia pada otoritas internasional. Pastikan dokumen ini sampai ke tangan Tuan Besar Fidelis. Aku ingin ayahnya sendiri yang melihat betapa menjijikkannya putranya ini."

​"Gino, apa dia akan dihukum mati?" tanya Nerina saat mereka berjalan keluar.

​"Di negara tempat dia akan diadili atas kasus penggelapan dana internasional... ya. Dia tidak akan pernah melihat matahari lagi, Nerina. Itu adalah janji yang aku buat pada diriku sendiri di kehidupan yang lalu."

​Di dalam mobil menuju mansion

​Suasana kembali sunyi, namun kali ini kesunyiannya terasa lebih ringan. Nerina menyandarkan kepalanya di bahu Ergino. Ia merasa rantai takdir yang mengikatnya selama ini akhirnya benar-benar putus.

​"Terima kasih, Gino," bisik Nerina. "Untuk segalanya. Untuk kembali demi aku."

​Ergino mengecup puncak kepala Nerina. "Aku akan kembali sejuta kali lagi jika itu artinya aku bisa menjagamu seperti ini. Tapi, Nerina... ada satu hal yang harus kamu tahu."

​"Apa?"

​"Elysia di dalam penjara... dia mulai bicara tentang sesuatu. Seseorang yang menghubunginya saat dia masih di panti asuhan. Seseorang yang memberinya semua informasi tentang keluarga Lynn jauh sebelum dia ditemukan oleh Ayah."

​Nerina mengerutkan kening. "Maksudmu, ada orang lain di belakang Elysia?"

​"Ya. Dan orang itu bukan Andrew," wajah Ergino kembali serius. "Elysia menyebut satu nama yang sangat asing... Mawar Putih. Itu adalah nama kode dari seseorang yang sangat membenci keluarga Lynn."

​Nerina tertegun. "Mawar Putih? Tapi siapa?"

​"Itulah yang sedang aku selidiki," Ergino menghentikan mobil di depan kediaman mewah mereka. "Tapi jangan khawatir. Siapa pun dia, dia tidak tahu bahwa bayanganmu jauh lebih berbahaya daripada mawar apa pun di dunia ini."

​Saat mereka masuk ke dalam mansion, mereka menemukan Nero Lynn sedang menunggu di lobi dengan wajah yang sangat pucat. Ia memegang sebuah surat kabar yang menampilkan berita penangkapan Andrew.

​"Nerina... Gino..." Nero melangkah maju, namun ia segera mundur saat melihat tatapan tajam Ergino. "Elysia... dia benar-benar akan dipenjara seumur hidup?"

​"Ya, Nero. Dan jika kamu tidak ingin menyusulnya, sebaiknya kamu mulai membiasakan diri dengan rumah kontrakanmu," jawab Nerina tanpa emosi.

​"Aku... aku minta maaf," Nero tertunduk. "Aku benar-benar buta. Aku pikir Elysia adalah harapan terakhir keluarga kita, tapi ternyata dia adalah kehancuran kita."

​"Maafmu tidak akan mengembalikan sepuluh tahun penindasan yang kuterima di rumah ini, Nero," ucap Nerina sambil berjalan melewati kakaknya. "Pergilah. Sebelum aku berubah pikiran dan menyerahkanmu juga pada polisi."

​Nero tidak berkata apa-apa lagi. Ia berjalan keluar dari mansion dengan bahu yang merosot, meninggalkan kemewahan yang dulu ia banggakan.

​Malam itu, di dalam kamarnya yang tenang, Nerina menatap kotak musik lamanya. Ia memutar nadanya, mendengarkan melodi Lullaby yang kini terdengar begitu damai.

​Ergino masuk membawa segelas susu hangat. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap Nerina dengan penuh kasih.

​"Duniaku sekarang sudah lengkap, Nerina," bisik Ergino.

​Nerina tersenyum, menarik Ergino untuk duduk di sampingnya. "Belum, Gino. Duniaku baru akan lengkap kalau aku tahu siapa dirimu di masa depan yang kamu datangi."

​Ergino tertawa kecil, mencium tangan Nerina. "Di masa depan itu, aku adalah suamimu yang sedang menunggumu bangun, Nerina. Dan di kehidupan ini... aku tidak sabar untuk mewujudkan itu kembali."

​Nerina tersipu, namun hatinya merasa sangat hangat. Perang mungkin belum sepenuhnya berakhir dengan munculnya nama "Mawar Putih", namun untuk malam ini, sang mawar hitam akhirnya bisa tidur tanpa rasa takut akan hari esok.

1
umie chaby_ba
🫣🫣🫣
umie chaby_ba
kalo Gino sekuat itu apa di kehidupan yang lalu tidak bisa menolong nerina?
umie chaby_ba
lanjut ah bikin Penasaran
umie chaby_ba
apa Gino orang kaya
umie chaby_ba
bukan main.....🤭
umie chaby_ba
pinter banget si gino
umie chaby_ba
👍👍👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
kalo iya ergino terlahir kembali 👍
umie chaby_ba
mencurigakan ergino sudah tahu
umie chaby_ba
rame nih
umie chaby_ba
ergino misterius
umie chaby_ba
lanjut
aditya rian
jadi nerina bukan sembarang orang juga ya
aditya rian
jadi penjahatnya bukan keluarga Lynn??? ga nyangka sih
aditya rian
👍👍👍👍👍
aditya rian
tuan Fidelis ayah nerina????
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!